right_side

Facebook Badge

Tengky Widjanarkoe's Facebook profile

Mengenai Saya

Foto saya
Ketika Anda Lahir Ke Dunia. Duna Tahu Apa Tentang Anda?. Itulah Pertanyaan Yang sampai Saat Ini Menghantui Pikiranku.

Berita Hari Ini



  • Label


    Apa yang Anda lakukan ketika di warnet

    Add to Google

    Bapak Perjuangan


    Suara Kawan

    My Blog

    My Blog Rank

    My Popularity (by popuri.us)

    Tourist Country

    Tourist Flag

    free counters

    Tourist Face

    Baca Berita Di Sini

    Indonesiaku (Taring Padi)



















    Anti Racist















    Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
    In: , , , ,

    No Vagina = No Sex = No AIDS!!!







































    Hmmmm!!! No Vagina = No Sex = No AIDS. Setujukah anda pada hal ini? Apakah anda bersedia membuang vagina anda ataupun memotong Penis anda untuk menghindari virus HIV/AIDS? Foto ini saya dapat dari blog seseorang. Dia orang Bule, kayaknya orang Rusia, tapi aku tidak tahu persisnya.

    Sungguh suatu imajinasi yang tak pernah saya untuk memikirkannya. Membuang Vagina atau memotong Penis, iiiihh, ngeri pastinya. Tapi itu semua terserah anda,

    NO = VAGINA = NO SEX = NO AIDS!!!

    Read More..
    In: , , , ,

    "Potret Perempuan Muslim Modern"

    Perpaduan antara jilbab dan G-string.












    Read More..
    In: , , , , ,

    "Posfeminisme"

    Oleh Tengky Widjanarkoe

    Postfeminis lahir akibat kegagalan "Feminisme Gelombang Kedua". Postfeminis telah melahirkan sosok wanita tangguh, wanita yang merasa memiliki segala-galanya, wanita yang merasa lebih dari laki-laki.

    Dari gambar di samping, bisa kita lihat sejarah awal mula munculnya postfeminis.

    Pada jaman perbudakan kehidupan wanita benar-benar sangat tertindas. Wanita hanya boleh bekerja dirumah saja. Dan lebih parahnya lagi, wanita pada saat itu sering sekali mengalami kekerasan. Wanita benar-benar terkekang pada masa itu.

    Tetapi pada awal abad ke-19, semakin banyak bermunculan kaum intelektual, dan ini tak lepas dari bermunculannya kaum intelek wanita. Dari situ wanita mulai sadar bahwa selama bertahun-tahun mereka hidup dalam belenggu dinasti. Banyak dari mereka mulai menuntut persamaan hak-hak antara laki-laki dan wanita. Salah satu tokoh perempuan intelek pada masa itu adalah Rosa Luxemburg. Rosa Luxemburg adalah salah satu wanita feminis radikal. Pendekatan feminime radikal misalnya masuk pada ekstrimitas untuk menolak laki-laki sama sekali karena dianggap sebagai sumber dari penindasan perempuan. Konsep lain yang diajukan adalah mendefinisikan relasi gender dengan opresi, dan bagaimana mencapai kesamaan hak-hak perempuan.

    Kampanye-kampanye penyetaraan gender, status sosial, hak kerja, upah buruh yang layak bagi wanita, mulai terjadi di mana-mana (umumnya di negara-negara maju), banyak yang menentang kampanye-kampanye tersebut, khususnya para lelaki -lelaki berfikiran kolot- yang menganggap bahwa wanita memang seharusnya berada di rumah. Pergerakan Wanita, Serikat Buruh Perempuan, dll bersatu menentang segala apapun yang menindas wanita.

    Gerakan ini didukung oleh wanita elit dan menengah atasan yang berpendidikan tinggi. Mereka menuntut keadilan sosial, kesaksamaan, hak kemanusiaan, hak wanita, liberalisasi kaum wanita, dan pelbagai pendekatan yang berpusat pada kepentingan dan pandangan yang memihak dan menyebelahi wanita. Dengan mengeksploitasi pelbagai isu yang bukan sahaja bersifat gender bias, kebanyakan pejuang gerakan feminisme terperangkap oleh isu asas yang masih dihadapi oleh masyarakat negara membangun.

    Pergerakan Women’s Liberation di Amerika tahun 1960-an yang mewarnai pergerakan hak-hak sipil, anti perang Vietnam, dan pergerakan mahasiswa. Penyadaran akan hak-hak perempuan yang terus berlangsung di segala bidang memberi ruang pada penemuan kembali arti menjadi perempuan,identitas perempuan yang membawa pada solidaritas perempuan (sisterhood).


    Namun pada sekitar abad ke-20 muncul sosok wanita yang lebih tangguh, wanita yang merasa memiliki segala-galanya, wanita yang merasa lebih dari laki-laki. Dan fenomena itu sering disebut "Postfeminisme".


    Jika diamati lebih teliti, penyampaian feminisme sudah sering ditemukan walaupun melalui ketidaksengajaan. Misalnya Wanita postfeminis bisa kita lihat dalam film "Sex and the city", dalam film tersebut terdapat empat tokoh wanita yang bisa dikatakan postfeminis (maaf, saya lupa namanya). Dalam film indonesia pada film Naga bonar Jadi 2, Dalam salah satu dialognya, karakter Naga Bonar berucap: “Perempuan tetap perempuan; ingin ditinggikan sebenang.”

    Ungkapan di atas dapat dimaknai sebagai wujud keinginan wanita yang ingin di hargai. Wanita yang tak ingin hanya tunduk kepada sistem yang selama ini mengikatnya. Wanita tak lagi diikat oleh ke-aku-an laki-laki. Wanita tak lagi tak boleh bergerak hanya karena perbedaan jender. Barangkali juga, itulah sikap yang mesti diambil oleh seorang laki-laki menghadapi Wanita. Wanita bukan lagi menjadi objek yang bisa diikat dipindahtangankan. Mereka adalah manusia yang punya rasa, cipta, karsa seperti juga dimiliki laki-laki.

    Wanita merupakan aset yang amat bernilai dan tenaga penggerak kemajuan. Wanita merupakan benteng pertahanan moral dalam masyarakat yang berubah dan sering dilanda kegawatan dan kemelut sosial. Wanita menjadi sumber inspirasi dan kasih sayang serta pembinaan masyarakat penyayang.

    Read More..
    In: , , , ,

    "Ibu Andini"

    Cerpen Oleh: Tengky Widjanarkoe


    "Gak bisa!!!"
    "Kita harus pindah"
    "Titik."
    "Tapi Mam, Ayah juga harus kerja, dan untuk bisa bekerja di situ gak mudah Mam"
    "Mama gak mau tau, pokoknya sekali pindah tetap pindah."
    "Mama jangan egois dong"
    "Terserah apa kata Ayah, kalo Mama bilang pindah ya harus pindah"

    Aku hanya bisa menangis dan mendengarkan perdebatan ke dua orang tuaku dari dalam kamar. Kupeluk erat guling sambil menangis, tak lama kemudian suara kedua orang tuaku tak terdengar lagi. Aku pun ikut dalam keheningan malam itu, terlintas pertanyaan di benakku, “apakah sudah berakhir?”. “tok…tok..tok…” aku dikagetkan suara pintu kamarku yang di ketuk dari luar. Aku segera bangkit dan membuka pintu, berdiri Ibuku di hadapanku,
    “ada apa Mam?”tanyaku,
    ”besok pagi-pagi kita pergit ke rumah baru kita, segera persiapkan barang bawaan yang kamu buthkan”, ucap Ibuku dengan wajah dingin dan segera pergi menuju ke kamarnya.

    Akhirnya setelah perdebatan sengit antara ke dua orang tuaku selesai, Mamaku lah yang memenangkannya. Dan kamipun sepakat untuk pindah rumah. Malam harinya kami segera mengemasi barang-barang kami. Akupun dengan berat hati harus meninggalkan kota kelahiranku, teman-teman dari kecilku, dan semua yang menjadi kenangan dalam hidupku di kota kelahiranku. Setelah mengemasi barang aku pun beranjak ke tempat tidur dan merebahkan badanku di tempat tidur untuk melepas lelah yang hinggap di tubuhku. Esok hari, pagi-pagi sekali kami sekeluarga di temani Pak Ujang berangkat menuju rumah baru kami, sebuah rumah yang terletak di desa yang jauh dari keramaian kota.

    Sore hari tibalah aku di sutau desa terpencil di pinggiran kota. Aku pindah ke desa karena Mamaku dapat tugas dari kantornya, dan itu yang mengharuskan kami sekeluarga pindah. Semula Ayahku menolak pindah karena Ayah bekerja di kota, tapi akhirnya kalah juga dengan Mamaku. Ayahku seorang yang penurut terhadap istrinya, apa yang di kehendaki oleh Mamaku selalu diturutinya, tak pernah tidak, meski ia harus merelakan pekerjaan yang di sayanginya. Ayahku bekerja di perusahaan pembuatan Robot. Ayahku bekerja keras untuk bisa bekerja di tempat itu. Namun pada akhirnya Ia harus merelakan pekerjaannya demi sang Istri. Mamaku juga begitu, Ia seorang yang keras kepala, tak pernah mau mengalah dan kalah terhadap Ayahku, apa yang di inginkannya harus di turuti. Sore hari menjelang malam aku tiba di rumah baruku, setelah perjalanan seharian yang melelahkan. Pak Ujang segera menurunkan barang-barang dari bagasi mobil. Akupun segera turun dari mobil dan masuk ke rumah baruku, rumah yang akan ku tinggali selama Mamaku tugas.

    Pagi-pagi aku terbangun setelah semalam aku tertidur dalam kelelahan. Mentari pagi beri salam lagi, kubuka jendela kamarku, kurasakan udara pagi yang segar masuk melalui ke dua lubang hidungku. Ternyata, tak seperti yang kubayangkan, tak pernah aku menghirup udara sesegar ini. Segera aku keluar kamar, kulihat ayahku duduk sendiri di meja makan, pandangannya kosong, menerawang jauh entah apa yang sedang di pikirkannya, tak menghiraukan aku yang ada persis di depannya, meskipun agak jauh. Tiba-tiba seperti mendapat pencerahan dari Tuhan, wajahnya berubah menjadi riang dengan senyum kecil menyungging di bibirnya yang tipis, dan segera ia masuk ke kamar pribadinya yang penuh dengan peralatan-peralatan yang tak ku ketahui apa fungsinya dan tidak ada seorang pun yang pernah masuk ke kamarnya.

    ***


    Sudah beberapa hari Ayahku tidak keluar dari kamarnya. Dan ketika aku bertanya pada Ibuku,
    “Mam, Ayah sudah gak keluar dari dua hari yang lalu”
    Ibuku dengan santai menjawab
    “Alaaaah, paling-paling kalau Ayahmu sudah kelaparan akan keluar dengan sendirinya, sudah ah, Mama mau tidur dulu capek sekali badan Mama, selamat malam Anakku sayang”
    dan segerapergimeninggalkankuyang masih asyik melihat serial drama. Aku pun masih cemas dengan keadaan Ayahku, apa gerangan yang di kerjakan di dalam kamarnya. Malam semakin larut, jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam, rasa kantuk mulai menyergapku, segera ku matikan televisi dan segera beranjak ke kamar.

    Pagi datang lagi, Aku keluar untuk mandi dan rencana mau lari pagi sambil melihat pemandangan di sekitar rumahku. Ketika ku buka pintu, kulihat ayahku sudah duduk di meja makan dan dengan lahapnya makan nasi goreng, seperti orang yang tak pernah makan nasi selama satu bulan.
    “pagi anakku yang cantik”
    Ayah menyapaku. Kaget sekaligus senang, kaget karena tak pernah kulihat ayahku sesenang ini dan senang karena ayahku akhirnya sudah keluar dari kamarnya.
    “waaah, anak Ayah yang cantik ini tak punya kuping rupanya, di sapa kok diam aja”,
    akupun hanya tersipu malu,
    “tumben Ayah sesenang ini?”,
    “lhoh kamu ini bagaimana, Ayah diam salah, Ayah senang juga salah” jawabnya dengan mulut masih mengunyah nasi goreng bikinan Pak Ujang. “ah, eh, enggak Yah, Andini cuma heran saja, gak seperti biasanya Ayah senang sekali seperti hari ini”
    sangkalku padanya,
    “sudahlah gak usah dipikirin, cepat cuci muka sana lalu sarapan bareng Ayah, sudah lama Ayah gak makan bareng sama kamu Nak, nasi goreng bikinan Ibumu enak lho, kamu gak pengen nyoba?” Tanya ayah padaku,
    “haaaah, Mama masak Yah?” tanyaku terkejut dengan rasa tidak percaya bahwa Mama telah memasak nasi goreng, padahal setauku Mama tidak pernah bisa masak, jangankan nasi goreng, goreng telur saja tidak bisa.
    “sekarang Mama mana Yah?”
    “ada tuh di dapur lagi nyuci piring”
    "Apa!!! Mama nyuci piring?"
    "apa hari ini Mama tidak bekerja?"
    "Kenapa Mama berubah?"
    Dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab yang membuatku tak percaya dengan perubahan sikap Mama.


    Aku segera menuju dapur dan berniat mau menginterogasi Mama dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku bingung. Belum sempat aku bertanya
    “Pagi Andini, putri mama yang satu ini memang cantik sekali mirip Mamanya”, aku kaget dan berfikir apakah aku sedang mimpi, ku coba menampar pipiku sendiri dan
    “Aaaauuuww” terasa sakit, dan berarti aku tidak sedang mimpi. Mungkin aku sekarang ini sedang dalam tahap menjadi orang gila, bagaimana tidak, Mamaku yang super sibuk sekarang berubah menjadi ibu rumah tangga yang baik, Mamaku yang dulu suka berpakaian rapi memakai jas dan rok mini yang membuatnya terlihat feminim sekarang mau memakai celemek dan berkotor-kotoran dengan dapur, Mamaku berubah, beubah seratus persen, berubah seratus delapan puluh derajat. Aku bingung, Aku takut.

    “Aaaaaaarrrrggghhhh!!!” Aku segera berlari kedepan menuju ayahku,
    “kenapa Mama Yah?, apa yang terjadi pada Mama Yah?”.
    ”Mamamu sedang belajar menjadi wanita yang baik, wanita yang patuh terhadap suaminya, wanita yang seharusnya berada di rumah mengerjakan pekerjaan rumah seperti wanita yang lainnya, sudah kamu gak usah bingung, gak perlu takut, Mama berubah kan juga untuk kita, untuk Ayah dan juga untuk Andini” segera sesudah ayah memberi penjelasan Mama datang mengantarkan kopi untuk Ayah sembari berkata
    “ini Yah kopinya, special untuk Ayah, oh iya, Andini mau dibuatkan the hangat?”, Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Mamaku,
    “waaaah anak Ayah yang satu ini memang tak punya kuping, ditanya Mamanya kok diam saja”, Aku segera sadar
    “ boleh Mam, tapi jangan manis ya?”, Mama segera pergi kedapur untuk membuatkan aku teh hangat seperti yang di tawarkannya.

    ***


    Aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada Mamaku akhir-akhir ini, aku hanya terdiam di depan layar komputerku, termenung, melamun seperti orang ling-lung.
    “tok..tok…tok…” suara pintu mengagetkanku, segera aku buka pintu kamarku, berdiri Ayah dan Mamaku berpakaian rapi,
    “Ayah dan Mama mau pergi jalan-jalan keliling desa, lagian sudah lama Ayah dan Mamamu tidak pernah berduaan, Andini mau ikut?”,
    “ehh, enggak deh Yah, Andini lagi sibuk Ayah berdua saja sama Mama, tar Andini ganggu kencan Ayah ma Mama lagi”,
    “Ya sudah Ayah dan Mama pergi dulu ya?kamu jaga rumah” “iya Yah, ati-ati di jalan”. Lalu keduanya pergi keluar entah kemana, Aku pun segera melanjutkan menulis cerpenku.

    Asyik menulis cerpen membuatku lapar, perutku sudah tak bisa di ajak kompromi, ternyata Mama hari ini masak makanan kesukaanku, sayur kangkung super pedas, segera aku makan, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah pintu yang tak lain adalah pintu kamar ayahku, lama aku memandangnya secara tak sadar aku pun sudah dengan lancang masuk ke kamar Ayah. Kulihat peralatan-peralatan serba canggih, dan tak satupun aku mengerti tentang alat ini, kemudian pandanganku secara tak sengaja melihat sebuah kaset DVD, aku bingung, selama ini setauku Ayah orang yang tidak suka melihat film. Aku pun mengambilnya dan segera aku memutarnya di video player.
    Aku kaget setengah mati, Aku terkejut bukan main, Aku takut setelah menonton film yang kutemukan di kamar ayahku, film yang menceritakan tentang seorang suami yang merubah istrinya menjadi robot karena tak tahan dengan sikap istrinya yang semena-mena dan merasa lebih dari suaminya, suami yang merasa tertindas oleh sikap istrinya yang telah berubah menjadi sosok wanita tangguh, wanita yang beranggapan bisa memiliki segalanya, wanita yang merasa lebih tinggi status sosialnya ketimbang laki-laki, wanita yang…
    “Aaaarrrrgghhh!!!”.

    Aku takut, karena apa yang dialami Mamaku sama seperti sang Istri dalam film tersebut, sang Istri yang berubah seratus persen, berubah seratus delapan puluh derajat, persis dengan apa yang Mamaku alami. Perasaanku tak karuan, bermacam-macam pikiran menghantuiku, namun satu pertanyaan yang membuatku takut, takut sekali,
    “ apakah Mamaku telah di ubah menjadi robot oleh Ayahku?”

    Read More..
    In:

    Wanita adalah Makhluk Allah yang Tangguh

    Penulis : Yanti

    Wanita adalah sosok yang amat sering dijadikan sorotan dalam setiap sudut kehidupan. Dandanannya, pakaiannya, tingkah laku, sampai ke gerak tubuhnya. Nah, belum lagi akhir-akhir ini dimana gerakan feminimisme semakin di koar-koarkan. So makin banyak wanita yang "kebelet" pengen "dipublikasikan". Sebenarnya paham nggak sih dengan hakikat seorang wanita???

    Selama ini tokoh-tokoh feminimisme mengajukan tuntutan yang buanyaaak banget, tapi intinyahanya satu, meminta persamaan hak dan kewajiban seperti pria. Pantas nggak sih sebenarnya???

    Secara fisik dan mental tak dapat dipungkiri, wanita dan pria memang sangat berbeda. Hal itu juga yang menyebabkan tugas, hak dan kewajiban kedua Makhluk Allah ini berbeda. Setiap yang diciptakan Allah selalu memiliki keistimewaan sendiri. Pria yang memiliki fisik jauh lebih kuat dari wanita, dapat menjadi pelindung, yang menjaga kehormatan seorang wanita. Dia pun dapat mencari nafkah untuk keluarganya, serta berperang untuk menegakkan panji-panji agama Allah.

    Dan wanita? dengan kelembutan hati yang Allah karuniakan padanya, ia dapat memacu semangat suaminya, anak lelakinya, atau ayahnya, yang sedang bertempur. Dia pula yang menjaga rumah tangga dan kehormatan suaminya. Dari rahimnyalah terlahir mujahid-mujahid yang bahkan setingkat Abu Bakar Siddiq. Ditangannya pula terdidik pemimpin-pemimpin yang tangguh seperti Umar Bin Abdul Aziz.

    Wanita adalah makhluk Allah yang sangat tangguh. Ingatlah hadits Rasulullah yang artinya, "wanita adalah tiang negara, apabila dalam sebuah negara wanitanya baik, maka jayalah ia, namun apabila wanita di dalamnya buruk, maka hancurlah negara itu". Ketangguhan seorang wanita telah dikatakan Rasulullah, bahkan Allah pun mengatakannya dalam Al-Qur'an, memuliakan kedudukan seorang ibu, yang juga seorang wanita. Masih kurang kah semua itu??? Sehingga masih ingin disamakan dengan pria. Tidak saudariku, semua itu lebih dari cukup. Bukankah tak ada yang paling mulia, selain mulia dihadapan Allah dan RasulNya?

    Tahukah engkau saudariku??? Bahwa dengan meminta persamaan dengan kaum Adam berarti engkau telah menghina kodratmu sendiri. Kenapa? Karena dengan meminta persamaan itu, berarti engkau memandang rendah status yang kini engkau jalani sebagai seorang wanita. Engkau memandang hina tugas dan kewajibanmu, sehingga engkau merasa semua itu tak pantas dijalani. Padahal tugasmu itu sangat berat, tugas yang belum tentu, atau bahkan tak akan pernah bisa diemban oleh pria.

    Berbedanya wanita dan pria tidak mengidentifikasikan, kalau pria lebih mulia ketimbang wanita. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyatakan semua manusia kedudukannya sama disisi Allah, yang membedakannya hanyalah ketaqwaan kepada Allah.

    Lihatlah keadaan yang selama ini terjadi, sekian banyak wanita yang meminta kebebasan meninggalkan rumah tangganya untuk mencari ketenaran diluar rumah. Berkali-kali lipat itu pula, semakin tercipta generasi-generasi yang kurang kasih sayang dan kelembutan seorang ibu. Akibatnya narkoba merajalela, tawuran disana-sini, pergaulan bebas, tindak kriminal di kalangan remaja seakan telah menjadi menu kita sehari-hari. Itukah wujud keperkasaan seorang wanita???

    Ketika ia sukses menjadi wanita karir, rumah tangganya berantakan. Anak lelakinya terbaring lemah di rumah sakit karena tawuran, sedang anak perempuannya menjadi korban pergaulan bebas. Itulah wujud lemahnya seorang wanita dalam menolak nafsu dunia.

    Yakinlah saudariku wanita adalah makhluk Allah yang tangguh. Karena itu, dia diberi amanah untuk melahirkan, mendidik, membesarkan, dan mencintai calon-calon penegak bendera agama Allah di muka bumi ini. Dan tugasmu itu amat mulia, jauh lebih mulia dari apa yang ada di muka bumi ini. Karena itu jangan pernah merasa hina tinggal di rumah, wanita adalah ratu dalam rumah tangganya dan insya Allah ratu di surga Allah. Jalani kodrat yang Allah berikan dengan ikhlas atas dasar cinta kepadaNya, sesungguhnya hanya Allah yang akan membalas keikhlasanmu, sebab terlalu besar untuk dibayar oleh dunia.

    Read More..