right_side

Facebook Badge

Tengky Widjanarkoe's Facebook profile

Mengenai Saya

Foto saya
Ketika Anda Lahir Ke Dunia. Duna Tahu Apa Tentang Anda?. Itulah Pertanyaan Yang sampai Saat Ini Menghantui Pikiranku.

Berita Hari Ini



  • Label


    Apa yang Anda lakukan ketika di warnet

    Add to Google

    Bapak Perjuangan


    Suara Kawan

    My Blog

    My Blog Rank

    My Popularity (by popuri.us)

    Tourist Country

    Tourist Flag

    free counters

    Tourist Face

    Baca Berita Di Sini

    Indonesiaku (Taring Padi)



















    Anti Racist















    Tampilkan postingan dengan label Punk. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Punk. Tampilkan semua postingan
    In:

    Sejarah PUNK

    Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

    Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

    Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

    Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

    Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

    Gaya hidup dan Ideologi

    Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
    Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

    Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

    Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

    Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

    Punk dan Anarkisme

    Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

    Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

    Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

    Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

    Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

    Read More..
    In:

    Gaya Punk, tersingkir tapi ditiru

    MENYEBUT kata Punk, sekilas akan terlintas bayangan sekumpulan anak muda dengan dandanan ‘liar’. Rambut dicat dengan potongan ke atas. Mereka biasa ngumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan kelompok yang kerap disebut komunitas Punk ini, memiliki gaya dengan ciri khas sendiri.

    TAK kenal, maka tak sayang. Begitu juga dengan teman-teman kita, komunitas Punk di Semarang ternyata cukup ramah-ramah kok. Bahkan, komunitas yang memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya di Kota Lumpia ini, telah menjadikan lokasi sekitar Jalan Imam Bardjo Semarang, tepatnya depan Bank Indonesia-Semarang, sebagai lokasi untuk sekedar kumpulkumpul sesama Punk.

    Lantas apa saja ya yang mereka lakukan. Yuk kita tengok kehidupan mereka. Mereka, mudah banget ditemui kalau pas malam Minggu. Biasanya kalau mereka ngumpul bakal berkesenian.

    “Mereka pandai menyanyi, meski terkesan kotor dan kumuh karena jarang mandi, namun jiwa seninya sangat luar biasa,” kata Zulkifli, warga asal Kalisari, Semarang, yang kerap melintas dan melihat kumpulan anak Punk di sekitar kampus Undip.

    Cuma aliran
    Asal kamu tahu saja kalau Punk hanya aliran. Jiwa dan kepribadian pengikutnya, akan kembali lagi ke masing-masing pelakunya. Hal ini ditegaskan beberapa orang penganut Punk, yang ditemui Wawasan diSemarang dan beberapa kota lain di pinggiran Semarang.

    “Kami memang selalu diidentikkan dengan aliran musik keras. Tidak bisa diatur, atau bahkan ada yang menyebut kami ibarat orang yang harus dicurigai,” tutur Zak (20), salah satu anggota komunitas Punk.

    Tapi, kata Zak, dia bareng bandnya, sudah banyak manggung di pentas-pentas seni antar kampus. ‘’Iya sih, kita bukan anak kuliahan. Tapi, sering tampil di sejumlah kampus. Toh, kita juga punya karya.

    Nggak seperti yang sebagian masyarakat nilai,’’ katanya. Meski begitu, cibiran dan pandangan minir hanya dianggap Zak, sebagai hal wajar.

    ‘’Kita juga bukan dari keluarga berantakan. Komunitas Punk yang rata-rata berusia belia ini, terbilang memiliki keluarga utuh. Hanya saja, back groundnya, memang ada yang berasal dari keluarga broken home.

    Tapi jangan disamaratakan. Tidak semua pelaku di komunitas Punk, berasal dari keluarga berantakan,’’ kata Zak. Zak contohnya, berasal dari keluarga cukup berada. Orang tuanya yang berada di Solo, merupakan seorang pedagang yang cukup sukses.

    Namun, karena jiwa Zak pemberontak, ia pun memilih meninggalkan keluarga dan berkelana bersama kelompoknya. Bermodalkan keberanian dan nekat, ia pun melanglang buana, dari satu kota ke kota lain. ‘’Pengalaman guru yang tebaik. Kami pingin bebas dan berekspresi,’’ ujarnya.

    Ditiru
    Ciri khas anak Punk yang berambut ala kipas dengan warna-warni mencolok, banyak dicontoh komunitas anak band.

    Nggak perlu jauh-jauh untuk bisa melihat, apa benar anak muda terutama kumpulan band lebih percaya diri (PD) berbusana Punk. Personel Band /Rif. Band yag digawangi Andi /Rif ini, namanya masuk dalam sederetan band papan atas Indonesia karena penampilan mereka yang kerap nyentrik. Bahkan, sang vokalis Andi, setiap kali manggung habis-habisan mengeploitasai cara berpakaian komunitas Punk.

    Apa yang dilakukan band /Rif, mungkin menjadi contoh kasat mata kita semua. Bila menilik lebih dekat di Kota Smarang, sejumlah band pun, beraliran Punk. Seperti pengakuan Wawan. Pemuda lajang, kelahiran 1984 itu, terang-terangan mengaku bangga menjadi bagian dari pecinta komunitas Punk.

    “Dari ujung rambut yang terkesan aneh itu, hingga aksesoris yang dikenakan pun, meniru komunitas Punk,” kata Wawan (23), asal Pedurungan, Semarang Timur.

    Personel sebuah band di Semarang ini ini bahkan menjadikan aliran Punk, sebagai aliran musik ia bersama temantemannya.

    Ia membantah, jika komunitas Punk, adalah kumpulan anak muda yang tidak memiliki arah yang jelas. Bahkan, terkesan meresahkan masyarakat.

    “Kata orang jangan melihat kulitnya, tapi lihat isinya. Dan komunitas Punk itu, bukan pelaku yang kerap membuat onar,” ungkap Wawan.

    Lebih lanjut pembetot bas ini mengatakan, satu yang paling menonjol, yang sering menjadi kiblat anak-anak band meniru gaya Punk, yakni celana ketat hingga ke mata kaki. Bagi yang melihat, pasti akan dapat menyebut sebagai bagian dari kelompok Punk. Ya, toh kelompok yang dianggap minoritas ini nyatanya, banyak ditiru anak band.

    Nah, kalau kamu pingin sekadar ngumpul atau kenal dengan komunitas ini, mudah kok untuk mencari mereka. Kalau ada konser musik yang menyuguhkan aliran musik keras, nah di situ mereka bakal ada. “Kami akan bertemu, teman-teman dari seluruh kota di Jawa. Bahkan, ada juga dari luar Jawa, seperti Sulawesi,” tambah Zak .

    Read More..
    In:

    Punk Community

    Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komunitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.

    Berikut adalah beberapa jenis dari komunitas punk,masalah bener apa enggaknya saia minta kritik dan saran dari teman-teman pembaca VIVA LA PUNK

    Punk Community Anarcho Punk

    Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya. Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.

    Crust Punk

    Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.

    Glam Punk

    Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.





    Hard Core Punk

    Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.




    Nazi Punk

    Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.


    The Oi

    The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.

    Queer Core


    Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.


    Riot Grrrl


    Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.




    Scum Punk



    Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.


    The Skate Punk


    Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.




    Ska Punk

    Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.



    Punk Fashion

    Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.

    Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!

    Read More..