<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070</id><updated>2012-01-27T04:21:49.515-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='Wayang'/><category term='Profil'/><category term='Aku'/><category term='Seno Gumira Ajidarma'/><category term='Budaya'/><category term='pendidikan'/><category term='Komunisme'/><category term='Agama'/><category term='Disintegrasi Kultur'/><category term='Soe Hok Gie'/><category term='Perempuan'/><category term='Belajar Film Dokumenter'/><category term='Feminisme'/><category term='Humanisme'/><category term='tokoh revolusioner'/><category term='Sosialisme'/><category term='Ilmu dan Teknologi'/><category term='Clifford Geertz'/><category term='Bob Marley'/><category term='Punk'/><category term='Posfeminisme'/><category term='Cerpenku'/><category term='Karl Marx'/><category term='Proletariat'/><category term='Reggae'/><title type='text'>Catatan Merah Pelajar</title><subtitle type='html'>"Ketika Anda Lahir ke Dunia, Dunia Tahu Apakah Tentang Anda??". pertanyaan inilah yang sampai saat ini menghantuiku. sebuah catatan merah seorang pelajar tentang dunia pendidikan, clifford geertz, wayang, humanisme, karl marx, film dokumenter, catatan merah, mojokuto, perempuan, sosialisme, tan malaka.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-682126070620051533</id><published>2009-02-13T21:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T22:27:17.278-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku'/><title type='text'>Batu</title><content type='html'>Engkau sudah membatu di hatiku...&lt;br /&gt;Batu itu keras...&lt;br /&gt;Dan batu tak mudah untuk di pecahkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pun belum ada&lt;br /&gt;yang bisa memecahkan batu itu..&lt;br /&gt;Aku sendiri tak tahu mengapa batu itu&lt;br /&gt;sulit untuk pecah...&lt;br /&gt;Dan jikapun pecah nantinya,&lt;br /&gt;Aku tak tau apa yang akan terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, Aku sendiri tak ingin jika&lt;br /&gt;ada yang menginginkan batu ini pecah...&lt;br /&gt;Aku ingin batu ini selamanya tetap&lt;br /&gt;membatu di sini...&lt;br /&gt;Aku tak ingin terjadi apa-apa pada batu ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-682126070620051533?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/682126070620051533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=682126070620051533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/682126070620051533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/682126070620051533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/02/batu.html' title='&lt;marquee&gt;Batu&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3116145134707330480</id><published>2009-02-07T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T22:56:05.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proletariat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosialisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku'/><title type='text'>Duduk Diam atau Bangkit Melawan?</title><content type='html'>&lt;center&gt;Tulisan Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini adalah perjuangan yang penghabisan,&lt;br /&gt;Marilah kita berkumpul dan besok&lt;br /&gt;Internasionale&lt;br /&gt;Itulah umat-manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah semangat proletar!&lt;br /&gt;Kaum Pekerja, berkumpullah kita pada akhirnya.&lt;br /&gt;Bangunlah! Kaum terkutuk di bumi!&lt;br /&gt;Bangunlah! Kaum pekerja paksa dari kelaparan!&lt;br /&gt;Untuk mengalahakan kemiskinan dan kegelapan.&lt;br /&gt;Kaum budak, bangunlah! Bangunlah!&lt;br /&gt;Kebenaran di pihak kita, jumlah di pihak kita.&lt;br /&gt;Kita yang dulu bukan apa-apa, akan menjadi segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perjuangan yang penghabisan&lt;br /&gt;Marilah kita berkumpul dan besok&lt;br /&gt;Internasionale&lt;br /&gt;Itulah umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada juru selamat-juru selamat agung:&lt;br /&gt;Bukan Tuhan, bukan kaisar, bukan tribun.&lt;br /&gt;Kaum pekerja, marilah kita sendiri menyelamatkan diri kita.&lt;br /&gt;Kaum pekerja, ke sejahteraan umum.&lt;br /&gt;Supaya pencuri-pencuri mengembalikan barang curian.&lt;br /&gt;Untuk membebaskan jiwa dari penjara,&lt;br /&gt;Nyalakan perapian besar kita,&lt;br /&gt;Tempalah besi selagi ia membara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(E.Pottier : Internasionale)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mobil ketua PDI Perjuangan Jakarta dilempari batu oleh massa pendukungnya sendiri. Peristiwa di awal September 1999 ini merupakan buntut kekecewaa warga PDI, karena sang ketua memuuskan untuk bekerja sama dengan TNI dalampemilihan Ketua DPRD Jakarata. Calon dari TNI itu akhirnya menang. Kejengkelan pendukung PDI tak bisa ditahan-tahan lagi. Mereka belum lupa, tragedi 27 Juli 1996 yang menelan korban warga PDI adalah ulah TNI. Tetapi kekecewaan massa terhadap partai pilihannya, bukan tertuju pada PDI Perjuangan . Para pemilih PAN, telah lama kecewa dengan tingkah laku politik Amien Rais, Sang Ketua Umum yang mencla-mencle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas kita tahu bahwa Massa-lah yang memegang kendali semuanya. Kita tahu tak ada yang bisa melawan aksi massa, sudah saatnya kita melawan. Lawan, lawan dan lawan. Kita tahhu bahwa Kapitalisme telah menyengsarakan rakyat Indonesia, membuat Negeri ini di ambang kehancuran. Akan tetapi tak juga di Indonesia, di belahan bumi manapun Kapitalisme telah membuat rakyat menderita, terutama buruh dan petani. Namun tak selamanya Kapitalisme akan berjaya seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan datang suatu masa dimana Lonceng Kapitalisme akan berdentang, dan penjarah akan mengambil barang yang telah di curi dari dirinya". Dan itu memang sudah terjadi dan terbukti. Kita tengok Revolusi Rusia tahun 1917, dan bisa di lihat bahwa massa aksilah yang memegang semua kendali. Dimana  Revolusi tersebut telah meruntuhkan Kapitalisme yang lama becokol di Rusia. Revolusi yang dipimpin V.I.Lenin telah menggulingkan kekuasan Tsar III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Satu pertanyaan yang sudah ada jawabannya tapi masih menunggu tindakan. Sudah saatnya kita memlih "DUDUK DIAM ATAU BANGKIT MELAWAN"?. Jika kita memilih "DUDUK DIAM" berarti kita akan selama-lamanya hidup dalam penindasan Kapitalisme dan hanya akan hidup sengsara, sengsara dan sengsara. Kapitalisme telah menjadikan "Yang Kaya makin Kaya, dan Yang Miskin menjadi Miskin". Sungguh suatu sistem yang tak adil dan berpihak pada satu kelas, yaitu kelas "Borjuasi". Jika kita selama-lamanya hanya "diam" dan mengharapkan bantuan dari yang tak pasti, sudah pasti tak ada bantuan yang akan datang, kita tak bisa mengubah nasib kita selain kita sendiri. Namun sayang, masyarakat kita kebanyakan masih berfikiran kolot. Mereka masih percaya pada hal-hal gaib, hal yang tak pasti. Tapi hal itu tak bisa tak di hilangkan. Dalam Revolusi menuju perubahan kita harus hilangkan dulu hal-hal yang berbau gaib dan tak pasti. Dalam lagu internasionale di atas di tulis "Tidak ada juru selamat-juru selamat agung: Bukan Tuhan, bukan kaisar, bukan tribun". Hanya kita, Kaum Buruh dan Tani yang bisa mengubah semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia sebagian besar adalah Buruh dan Tani, dan itu bisa dijadikan senjata Revolusi paling ampuh dan tak ada tandingannya. Kita harus berani melawan Babi-Babi Kapitalisme yang makin gemuk di negeri ini, mereka dengan tenang merongrong tiang Negara. Kita harus berani melawan Rayap-Rayap Imperialisme yang makin ganas di bumi pertiwi ini, menggencet para rakyat -buruh dan tani- dengan antek-anteknya. Kita harus "BANGKIT MELAWAN" semua ketimpangan di negeri ini. Melawan ketidak adilan di negeri ini.  Hanya ada kata : Lawan, Lawan dan Lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua terserah anda dalam memilih, "DUDUK DIAM ATAU BANGKIT MELAWAN?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3116145134707330480?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3116145134707330480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3116145134707330480&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3116145134707330480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3116145134707330480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/02/duduk-diam-stsu-bangkit-melawan.html' title='&lt;marquee&gt;Duduk Diam atau Bangkit Melawan?&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-9186486311330987707</id><published>2009-02-06T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:42:57.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh revolusioner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosialisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Tan Malaka. Kemanakah Kao???</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;center&gt;Tulisan Oleh : Tengky WIdjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;KEPUTUSAN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. 53 Tahun 1963&lt;br /&gt;KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : Bahwa kepada saudara Tan Malaka almarhum patut di beri penghargaan oleh negara, mengingat jasa-jasa almarhum sebagai pemimpin Indonesia di masa silam, yang semasa hidupnya, , karena terdorong oleh rasa cinta tanah air dan bangsa memimpin suatu kegiatan yang teratur guna menentang penjajahan di bumi Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 217 Tahun 1957 mengenai peraturan tentang Pahlawan Kemerdekaan Nasional;&lt;br /&gt;2. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 241 Tahun 1958 mengenai peraturann tentang tata cara penetapan Pahlawan Kemerdekaan Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;Pertama : Saudara Tan Malaka almarhum sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.&lt;br /&gt;Kedua : Ketentuan-ketentuan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 217 Tahun 1957 berlaku untuk memperingati almarhum.&lt;br /&gt;Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman ketentuan ini dengan penempatan dalam Berita Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 Maret 1963&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t.t.d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOEKARNO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(dikutip dari : Lampiran pada MADILOG karya Tan Malaka, yang diterbitkan Pusat Data Indikator, Jakarta bersumber dari dokumentasi Yayasan Massa).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0U8J_kwSI/AAAAAAAAALI/rstbOwtLizo/s1600-h/392px-tanmalaka_daripendjara_ed3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0U8J_kwSI/AAAAAAAAALI/rstbOwtLizo/s400/392px-tanmalaka_daripendjara_ed3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299915360192217378" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin sebagian orang Indonesia tidak mengenal sosok pahlawan yang satu ini. Tan Malaka adalah Pejuang Revolusioner yang mempunyai cita-cita membawa Negeri Indonesia sebagai Negara Indonesia Sosialis. Tapi mengapa dia tidak ada dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia? Coba anda lihat dalam buku pelajaran sejarah SMP atau SMA, pasti tidaklah ada nama Tan Malaka, atau juga pada Peta(Atlas) dimana banyak foto Pahlawan Nasional Indonesia tetapi foto atau gambar Tan Malaka tidak akan anda temukan. Sungguh ironis mengingat Tan Malaka adalah sosok Bapak Bangsa yang berperan sangat penting dalam kemerdekaan Indonesia. Lalu mengapa ia tidak ada dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia? Padahal Presiden Indonesia yang pertama Ir. Soekarno telah menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Mungkin bagi Tan Malaka gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional tidak penting, yang penting adalah bagaimana melepaskan dan melawan Imperialisme dan Kapitalisme Belanda di negeri ini. Tapi mengapa? kenapa? dan apa penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabakan oleh perubahan sejarah yang dilakukan oleh sekelompok orang di masa rezim Orba berkuasa, dimana setiap hal yang berbau Komunis, Sosilais, dan Marxis tidak boleh beredar bebas di kalangan masyarakat luas, begitu juga karya-karya Tan Malaka juga di larang beredar, kalaupun ada yang berani mengedarkan itupun secara sembunyi-sembunyi (Underground). Karya-karya monumental yang ada adalah&lt;a href="http://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/Madilog/index.htm"&gt;Madilog&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/AksiMassa/index.htm"&gt;Aksi Massa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/1948-Gerpolek.htm"&gt;Gerpolek&lt;/a&gt;. Semua itu adalah karya tulis Tan Malaka yang monumental. Namun sayang seribu sayang karya-karya Tan Malaka tidak bisa beredar secara luas pada masa rezim Orde Baru (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mungkin takut akan menjatuhkan kekuasaan Soeharto&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tulisan saya ini tidak selengkap apa yang ada, tapi inilah sebagian sejarah Indonesia yang "sengaja" dihilangkan untuk kepentingan seorang "BAJINGAN" negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkao -Tan Malaka- tenang di alam sana. Jangan engkao menangis melihat keadaan negeri ini. Kami -para pengagummu- akan terus mengobarkan semangat Revolusioner yang engkao miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-9186486311330987707?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/9186486311330987707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=9186486311330987707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9186486311330987707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9186486311330987707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/02/tan-malaka-kemanakah-kao.html' title='&lt;marquee&gt;&lt;center&gt;Tan Malaka. &lt;br&gt;Kemanakah Kao???&lt;/center&gt;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0U8J_kwSI/AAAAAAAAALI/rstbOwtLizo/s72-c/392px-tanmalaka_daripendjara_ed3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1817296882318960727</id><published>2009-01-30T22:35:00.001-08:00</published><updated>2009-01-30T22:39:24.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku'/><title type='text'> AKU DENDAM</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Aku Dendam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku Marah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku Muak Melihat Wajahnya yang Sok.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku Dendam Ketika Ia Mengurangi Nilaiku.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku Marah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Aku Muak Melihat Wajahnya yang Sok.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;AKU DENDAM!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;JANCOK!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1817296882318960727?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1817296882318960727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1817296882318960727&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1817296882318960727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1817296882318960727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/aku-dendam.html' title='&lt;MARQUEE&gt; AKU DENDAM&lt;/MARQUEE&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8050356416625766070</id><published>2009-01-29T22:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:44:34.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posfeminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>No Vagina = No Sex = No AIDS!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0on5dwahI/AAAAAAAAALY/UIkIIVWWBnQ/s1600-h/aids_no_003.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0on5dwahI/AAAAAAAAALY/UIkIIVWWBnQ/s400/aids_no_003.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299937002390579730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0onssjBEI/AAAAAAAAALQ/exEXqjpnn64/s1600-h/aids_no_002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0onssjBEI/AAAAAAAAALQ/exEXqjpnn64/s400/aids_no_002.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299936998962955330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm!!! No Vagina = No Sex = No AIDS. Setujukah anda pada hal ini? Apakah anda bersedia membuang vagina anda ataupun memotong Penis anda untuk menghindari virus HIV/AIDS? Foto ini saya dapat dari blog seseorang. Dia orang Bule, kayaknya orang Rusia, tapi aku tidak tahu persisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu imajinasi yang tak pernah saya untuk memikirkannya. Membuang Vagina atau memotong Penis, iiiihh, ngeri pastinya. Tapi itu semua terserah anda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;NO = VAGINA = NO SEX = NO AIDS!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8050356416625766070?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8050356416625766070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8050356416625766070&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8050356416625766070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8050356416625766070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/no-vagina-no-sex-no-aids.html' title='&lt;maequee&gt;No Vagina = No Sex = No AIDS!!!&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SY0on5dwahI/AAAAAAAAALY/UIkIIVWWBnQ/s72-c/aids_no_003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-2566746427314274355</id><published>2009-01-26T12:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T23:12:56.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posfeminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>"Potret Perempuan Muslim Modern"</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perpaduan antara jilbab dan G-string.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img width="400" src="http://photos-p.friendster.com/photos/16/55/67675561/1_590920520l.jpg" height="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img width="400" src="http://photos-p.friendster.com/photos/16/55/67675561/1_153014384l.jpg" height="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img width="400" src="&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://photos-p.friendster.com/photos/16/55/67675561/1_353858286l.jpg" height="350" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-2566746427314274355?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/2566746427314274355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=2566746427314274355&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2566746427314274355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2566746427314274355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/potret-perempuan-muslim-modern.html' title='&lt;marquee&gt;&quot;Potret Perempuan Muslim Modern&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-7570978321801025563</id><published>2009-01-26T10:38:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T12:19:28.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posfeminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>"Posfeminisme"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4DOyFr0CI/AAAAAAAAAJw/AdCk-liErVk/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4DOyFr0CI/AAAAAAAAAJw/AdCk-liErVk/s400/7.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295673764332949538" /&gt;&lt;/a&gt;Postfeminis lahir akibat kegagalan "Feminisme Gelombang Kedua". Postfeminis telah melahirkan sosok wanita tangguh, wanita yang merasa memiliki segala-galanya, wanita yang merasa lebih dari laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambar di samping, bisa kita lihat sejarah awal mula munculnya postfeminis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman perbudakan kehidupan wanita benar-benar sangat tertindas. Wanita hanya boleh bekerja dirumah saja. Dan lebih parahnya lagi, wanita pada saat itu sering sekali mengalami kekerasan. Wanita benar-benar terkekang pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada awal abad ke-19, semakin banyak bermunculan kaum intelektual, dan ini tak lepas dari bermunculannya kaum intelek wanita. Dari situ wanita mulai sadar bahwa selama bertahun-tahun mereka hidup dalam belenggu dinasti. Banyak dari mereka mulai menuntut persamaan hak-hak antara laki-laki dan wanita.  Salah satu tokoh perempuan intelek pada masa itu adalah &lt;a&gt;Rosa Luxemburg&lt;/a&gt;. Rosa Luxemburg adalah salah satu wanita feminis radikal.  Pendekatan feminime radikal misalnya masuk pada ekstrimitas untuk menolak laki-laki sama sekali karena dianggap sebagai sumber dari penindasan perempuan. Konsep lain yang diajukan adalah mendefinisikan relasi gender dengan opresi, dan bagaimana mencapai kesamaan hak-hak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4Jm_mCYBI/AAAAAAAAAJ4/YxFJhtmESfA/s1600-h/Retno+Susanti3-Ciputat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4Jm_mCYBI/AAAAAAAAAJ4/YxFJhtmESfA/s400/Retno+Susanti3-Ciputat.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295680777344933906" /&gt;&lt;/a&gt;Kampanye-kampanye penyetaraan gender, status sosial, hak kerja, upah buruh yang layak bagi wanita, mulai terjadi di mana-mana (umumnya di negara-negara maju), banyak yang menentang kampanye-kampanye tersebut, khususnya para lelaki -lelaki berfikiran kolot- yang menganggap bahwa wanita memang seharusnya berada di rumah. Pergerakan Wanita, Serikat Buruh Perempuan, dll bersatu menentang segala apapun yang menindas wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan ini didukung oleh wanita elit dan menengah atasan yang berpendidikan tinggi. Mereka menuntut keadilan sosial, kesaksamaan, hak kemanusiaan, hak wanita, liberalisasi kaum wanita, dan pelbagai pendekatan yang berpusat pada kepentingan dan pandangan yang memihak dan menyebelahi wanita. Dengan mengeksploitasi pelbagai isu yang bukan sahaja bersifat gender bias, kebanyakan pejuang gerakan feminisme terperangkap oleh isu asas yang masih dihadapi oleh masyarakat negara membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WMrehJsI/AAAAAAAAAKY/Ec7H1IPd39w/s1600-h/1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WMrehJsI/AAAAAAAAAKY/Ec7H1IPd39w/s400/1.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295694618919249602" /&gt;&lt;/a&gt;Pergerakan Women’s Liberation di Amerika tahun 1960-an yang mewarnai pergerakan hak-hak sipil, anti perang Vietnam, dan pergerakan mahasiswa. Penyadaran akan hak-hak perempuan yang terus berlangsung di segala bidang memberi ruang pada penemuan kembali arti menjadi perempuan,identitas perempuan yang membawa pada solidaritas perempuan (sisterhood).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WamFsWyI/AAAAAAAAAKg/wBaWAVlOnkg/s1600-h/2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WamFsWyI/AAAAAAAAAKg/wBaWAVlOnkg/s400/2.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295694857991117602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada sekitar abad ke-20 muncul sosok wanita yang lebih tangguh, wanita yang merasa memiliki segala-galanya, wanita yang merasa lebih dari laki-laki. Dan fenomena itu sering disebut "Postfeminisme".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WkySEcgI/AAAAAAAAAKo/2nmO-Dckp8I/s1600-h/3.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 89px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4WkySEcgI/AAAAAAAAAKo/2nmO-Dckp8I/s400/3.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295695033062945282" /&gt;&lt;/a&gt;Jika diamati lebih teliti, penyampaian feminisme sudah sering ditemukan walaupun melalui ketidaksengajaan. Misalnya Wanita postfeminis bisa kita lihat dalam film "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sex and the city&lt;/span&gt;", dalam film tersebut terdapat empat tokoh wanita yang bisa dikatakan postfeminis (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maaf, saya lupa namanya&lt;/span&gt;). Dalam film indonesia pada film Naga bonar Jadi 2, Dalam salah satu dialognya, karakter Naga Bonar berucap: “Perempuan tetap perempuan; ingin ditinggikan sebenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas dapat dimaknai sebagai wujud keinginan wanita yang ingin di hargai. Wanita yang tak ingin hanya tunduk kepada sistem yang selama ini mengikatnya. Wanita tak lagi diikat oleh ke-aku-an laki-laki. Wanita tak lagi tak boleh bergerak hanya karena perbedaan jender. Barangkali juga, itulah sikap yang mesti diambil oleh seorang laki-laki menghadapi Wanita. Wanita bukan lagi menjadi objek yang bisa diikat dipindahtangankan. Mereka adalah manusia yang punya rasa, cipta, karsa seperti juga dimiliki laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita merupakan aset yang amat bernilai dan tenaga penggerak kemajuan. Wanita merupakan benteng pertahanan moral dalam masyarakat yang berubah dan sering dilanda kegawatan dan kemelut sosial. Wanita menjadi sumber inspirasi dan kasih sayang serta pembinaan masyarakat penyayang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-7570978321801025563?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/7570978321801025563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=7570978321801025563&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7570978321801025563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7570978321801025563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/posfeminisme.html' title='&lt;Marquee&gt;&quot;Posfeminisme&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SX4DOyFr0CI/AAAAAAAAAJw/AdCk-liErVk/s72-c/7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6407726969121210078</id><published>2009-01-26T10:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:54:15.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpenku'/><title type='text'>"Ibu Andini"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Cerpen Oleh: Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak bisa!!!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kita harus pindah&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Titik.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapi Mam, Ayah juga harus kerja, dan untuk bisa bekerja di situ gak mudah Mam&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mama gak mau tau, pokoknya sekali pindah tetap pindah.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mama jangan egois dong&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terserah apa kata Ayah, kalo Mama bilang pindah ya harus pindah&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menangis dan mendengarkan perdebatan ke dua orang tuaku dari dalam kamar. Kupeluk erat guling sambil menangis, tak lama kemudian suara kedua orang tuaku tak terdengar lagi. Aku pun ikut dalam keheningan malam itu, terlintas pertanyaan di benakku, “apakah sudah berakhir?”. “tok…tok..tok…” aku dikagetkan suara pintu kamarku yang di ketuk dari luar. Aku segera bangkit dan membuka pintu, berdiri Ibuku di hadapanku,&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada apa Mam?&lt;/span&gt;”tanyaku, &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;besok pagi-pagi kita pergit ke rumah baru kita, segera persiapkan barang  bawaan yang kamu buthkan&lt;/span&gt;”, ucap Ibuku dengan wajah dingin dan segera pergi menuju ke kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah perdebatan sengit antara ke dua orang tuaku selesai, Mamaku lah yang memenangkannya. Dan kamipun sepakat untuk pindah rumah. Malam harinya kami segera mengemasi barang-barang kami. Akupun dengan berat hati harus meninggalkan kota kelahiranku, teman-teman dari kecilku, dan semua yang menjadi kenangan dalam hidupku di kota kelahiranku. Setelah mengemasi barang aku pun beranjak ke tempat tidur dan merebahkan badanku di tempat tidur untuk melepas lelah yang hinggap di tubuhku. Esok hari, pagi-pagi sekali kami sekeluarga di temani Pak Ujang berangkat menuju rumah baru kami, sebuah rumah yang terletak di desa yang jauh dari keramaian kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari tibalah aku di sutau desa terpencil di pinggiran kota. Aku pindah ke desa karena Mamaku dapat tugas dari kantornya, dan itu yang mengharuskan kami sekeluarga pindah. Semula Ayahku menolak pindah karena Ayah bekerja di kota, tapi akhirnya kalah juga dengan Mamaku. Ayahku seorang yang penurut terhadap istrinya, apa yang di kehendaki oleh Mamaku selalu diturutinya, tak pernah tidak, meski ia harus merelakan pekerjaan yang di sayanginya. Ayahku bekerja di perusahaan pembuatan Robot. Ayahku bekerja keras untuk bisa bekerja di tempat itu. Namun pada akhirnya Ia harus merelakan pekerjaannya demi sang Istri. Mamaku juga begitu, Ia seorang yang keras kepala, tak pernah mau mengalah dan kalah terhadap Ayahku, apa yang di inginkannya harus di turuti. Sore hari menjelang malam aku tiba di rumah baruku, setelah perjalanan seharian yang melelahkan. Pak Ujang segera menurunkan barang-barang dari bagasi mobil. Akupun segera turun dari mobil dan masuk ke rumah baruku, rumah yang akan ku tinggali selama Mamaku tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi aku terbangun setelah semalam aku tertidur dalam kelelahan. Mentari pagi beri salam lagi, kubuka jendela kamarku, kurasakan udara pagi yang segar masuk melalui ke dua lubang hidungku. Ternyata, tak seperti yang kubayangkan, tak pernah aku menghirup udara sesegar ini. Segera aku keluar kamar, kulihat ayahku duduk sendiri di meja makan, pandangannya kosong, menerawang jauh entah apa yang sedang di pikirkannya, tak menghiraukan aku yang ada persis di depannya, meskipun agak jauh. Tiba-tiba seperti mendapat pencerahan dari Tuhan, wajahnya berubah menjadi riang dengan senyum kecil menyungging di bibirnya yang tipis, dan segera ia masuk ke kamar pribadinya yang penuh dengan peralatan-peralatan yang tak ku ketahui apa fungsinya dan tidak ada seorang pun yang pernah masuk ke kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa hari Ayahku tidak keluar dari kamarnya. Dan ketika aku bertanya pada Ibuku, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mam, Ayah sudah gak keluar dari dua hari yang lalu&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ibuku dengan santai menjawab &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alaaaah, paling-paling kalau Ayahmu sudah kelaparan akan keluar  dengan sendirinya, sudah ah, Mama mau tidur dulu capek sekali badan  Mama, selamat malam Anakku sayang&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt;dan segerapergimeninggalkankuyang masih asyik melihat serial drama. Aku pun masih cemas dengan keadaan Ayahku, apa gerangan yang di kerjakan di dalam kamarnya. Malam semakin larut, jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam, rasa kantuk mulai menyergapku, segera ku matikan televisi dan segera beranjak ke kamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi datang lagi, Aku keluar untuk mandi dan rencana mau lari pagi sambil melihat pemandangan di sekitar rumahku. Ketika ku buka pintu, kulihat ayahku sudah duduk di meja makan dan dengan lahapnya makan nasi goreng, seperti orang yang tak pernah makan nasi selama satu bulan. &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pagi anakku yang cantik&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ayah menyapaku. Kaget sekaligus senang, kaget karena tak pernah kulihat ayahku sesenang ini dan senang karena ayahku akhirnya sudah keluar dari kamarnya. &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;waaah, anak Ayah yang cantik ini tak punya kuping rupanya, di sapa kok  diam aja&lt;/span&gt;”, &lt;br /&gt;akupun hanya tersipu malu, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tumben Ayah sesenang ini?&lt;/span&gt;”, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lhoh kamu ini bagaimana, Ayah diam salah, Ayah senang juga salah&lt;/span&gt;” jawabnya dengan mulut masih mengunyah nasi goreng bikinan Pak Ujang. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ah, eh, enggak Yah, Andini cuma heran saja, gak seperti biasanya Ayah  senang sekali seperti hari ini&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt;sangkalku padanya, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sudahlah gak usah  dipikirin, cepat cuci muka sana lalu sarapan bareng Ayah, sudah lama  Ayah gak makan bareng sama kamu Nak, nasi goreng bikinan Ibumu enak lho, kamu gak pengen nyoba?&lt;/span&gt;” Tanya ayah padaku, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;haaaah, Mama masak Yah?&lt;/span&gt;” tanyaku terkejut dengan rasa tidak percaya bahwa Mama telah memasak nasi goreng, padahal setauku Mama tidak pernah bisa masak, jangankan nasi goreng, goreng telur saja tidak bisa. &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sekarang Mama mana Yah?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada tuh di dapur lagi nyuci piring&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa!!! Mama nyuci piring?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"apa hari ini Mama tidak bekerja?"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa Mama berubah?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab yang membuatku tak percaya dengan perubahan sikap Mama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera menuju dapur dan berniat mau menginterogasi Mama dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku bingung. Belum sempat aku bertanya &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pagi Andini, putri mama yang satu ini memang cantik sekali mirip Mamany&lt;/span&gt;a”, aku kaget dan berfikir apakah aku sedang mimpi, ku coba menampar pipiku sendiri dan &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaauuuww&lt;/span&gt;” terasa sakit, dan berarti aku tidak sedang mimpi. Mungkin aku sekarang ini sedang dalam tahap menjadi orang gila, bagaimana tidak, Mamaku yang super sibuk sekarang berubah menjadi ibu rumah tangga yang baik, Mamaku yang dulu suka berpakaian rapi memakai jas dan rok mini yang membuatnya terlihat feminim sekarang mau memakai celemek dan berkotor-kotoran dengan dapur, Mamaku berubah, beubah seratus persen, berubah seratus delapan puluh derajat. Aku bingung, Aku takut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaaaaarrrrggghhhh!!!&lt;/span&gt;” Aku segera berlari kedepan menuju ayahku, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kenapa Mama Yah?, apa yang terjadi pada Mama Yah?&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mamamu sedang belajar menjadi wanita yang baik, wanita yang patuh terhadap suaminya, wanita yang seharusnya berada di rumah mengerjakan pekerjaan rumah seperti wanita yang lainnya, sudah kamu gak usah bingung, gak perlu takut, Mama berubah kan juga untuk kita, untuk Ayah dan juga untuk Andini&lt;/span&gt;” segera sesudah ayah memberi penjelasan Mama datang mengantarkan kopi untuk Ayah sembari berkata &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ini Yah kopinya, special untuk Ayah, oh iya, Andini mau dibuatkan the hangat?&lt;/span&gt;”, Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Mamaku,&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;waaaah anak Ayah yang satu ini memang tak punya kuping, ditanya Mamanya kok diam saja&lt;/span&gt;”, Aku segera sadar &lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;boleh Mam, tapi jangan manis ya?&lt;/span&gt;”, Mama segera pergi kedapur untuk membuatkan aku teh hangat seperti yang di tawarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada Mamaku akhir-akhir ini, aku hanya terdiam di depan layar komputerku, termenung, melamun seperti orang ling-lung. &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tok..tok…tok…&lt;/span&gt;” suara pintu mengagetkanku, segera aku buka pintu kamarku, berdiri Ayah dan Mamaku berpakaian rapi, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ayah dan Mama mau pergi jalan-jalan keliling desa, lagian sudah lama Ayah dan Mamamu tidak pernah berduaan, Andini mau ikut?&lt;/span&gt;”, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ehh, enggak deh Yah, Andini lagi sibuk Ayah berdua saja sama Mama, tar Andini ganggu kencan Ayah ma Mama lagi&lt;/span&gt;”, &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya sudah Ayah dan Mama pergi dulu ya?kamu jaga rumah&lt;/span&gt;” “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;iya Yah, ati-ati di jalan&lt;/span&gt;”. Lalu keduanya pergi keluar entah kemana, Aku pun segera melanjutkan menulis cerpenku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik menulis cerpen membuatku lapar, perutku sudah tak bisa di ajak kompromi, ternyata Mama hari ini masak makanan kesukaanku, sayur kangkung super pedas, segera aku makan, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah pintu yang tak lain adalah pintu kamar ayahku, lama aku memandangnya secara tak sadar aku pun sudah dengan lancang masuk ke kamar Ayah. Kulihat peralatan-peralatan serba canggih, dan tak satupun aku mengerti tentang alat ini, kemudian pandanganku secara tak sengaja melihat sebuah kaset DVD, aku bingung, selama ini setauku Ayah orang yang tidak suka melihat film. Aku pun mengambilnya dan segera aku memutarnya di video player.&lt;br /&gt;Aku kaget setengah mati, Aku terkejut bukan main, Aku takut setelah menonton film yang kutemukan di kamar ayahku, film yang menceritakan tentang seorang suami yang merubah istrinya menjadi robot karena tak tahan dengan sikap istrinya yang semena-mena dan merasa lebih dari suaminya, suami yang merasa tertindas oleh sikap istrinya yang telah berubah menjadi sosok wanita tangguh, wanita yang beranggapan bisa memiliki segalanya, wanita yang merasa lebih tinggi status sosialnya ketimbang laki-laki, wanita yang… &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaarrrrgghhh!!!&lt;/span&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut, karena apa yang dialami Mamaku sama seperti sang Istri dalam film tersebut, sang Istri yang berubah seratus persen, berubah seratus delapan puluh derajat, persis dengan apa yang Mamaku alami. Perasaanku tak karuan, bermacam-macam pikiran menghantuiku, namun satu pertanyaan yang membuatku takut, takut sekali, &lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;apakah Mamaku telah di ubah menjadi robot oleh Ayahku?&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6407726969121210078?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6407726969121210078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6407726969121210078&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6407726969121210078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6407726969121210078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/gak-bisa-kita-harus-pindah-titik.html' title='&lt;Marquee&gt;&quot;Ibu Andini&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8186074212137342788</id><published>2009-01-23T11:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T08:16:49.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh revolusioner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soe Hok Gie'/><title type='text'>"Soe Hok Gie"</title><content type='html'>Sumber : &lt;a href="http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/16/soe-hok-gie/"&gt;Jay Julian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocAJ1mCoI/AAAAAAAAAJI/P3yk51xmFMU/s1600-h/soehokgie.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocAJ1mCoI/AAAAAAAAAJI/P3yk51xmFMU/s400/soehokgie.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294575100893727362" /&gt;&lt;/a&gt;Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh LP3ES ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman. Gie meninggal di Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 — 16 Desember 1969 akibat gas beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari SMA Kanisius Gie melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia tahun 1961. Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soe Hok Gie di pilar triangulasi puncak Pangrango, 1967&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocPuFb6DI/AAAAAAAAAJY/7pcQrHMslnQ/s1600-h/soehokgiedipuncakpangrango.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocPuFb6DI/AAAAAAAAAJY/7pcQrHMslnQ/s400/soehokgiedipuncakpangrango.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294575368321886258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;” Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Soe Hok Gie di Tanah Abang&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocPb8MJNI/AAAAAAAAAJQ/xbzs3b9leFU/s1600-h/makamsoehokgieditanahabang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 330px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocPb8MJNI/AAAAAAAAAJQ/xbzs3b9leFU/s400/makamsoehokgieditanahabang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294575363451266258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Seorang Demonstran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Maxwell berkomentar, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8186074212137342788?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8186074212137342788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8186074212137342788&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8186074212137342788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8186074212137342788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/soe-hok-gie.html' title='&lt;marquee&gt;&quot;Soe Hok Gie&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SXocAJ1mCoI/AAAAAAAAAJI/P3yk51xmFMU/s72-c/soehokgie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-5501903472684579555</id><published>2009-01-23T09:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T11:18:38.980-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><title type='text'>Indonesiaku:  Jangan Berharap Pada Obama</title><content type='html'>Oleh: Tengky Widjanarkoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;”Yes, We Can”, ”Yes, We Can”, ”Yes, We Can”,&lt;br /&gt;kita akan menuju perubahan.” (&lt;strong&gt;Barrack Obama&lt;/strong&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama, Obama, dan Obama. Itulah nama yang menggegerkan dunia Internasional. Nama yang menyihir jutaan umat manusia, gara-gara dia menjadi presiden Negara Adidaya. Banyak orang di semua negara berharap di akan membawa perdamaian di bumi ini. Banyak yang berharap perang di Timur Tengah akan segera berakhir. Begitu juga dengan negeri kita, Indonesia. Rakyat Indonesia berharap Obama akan memberi perubahan seperti apa yang di gembor-gemborkan dalam kampanyenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan? Apakah perubahan itu ditujukan pada dunia Internasional? Apakah perubahan itu tertuju pada Indonesia juga? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIDAK!!!&lt;/span&gt;. Jangan sekali-kali kita berharap pada seorang Obama, nasib negeri ini bukan berada di tangan seorang Barrack Obama. Nasib negeri ini tak lain hanya berada di tangan kita sendiri, rakyat Indonesia. Jangan berharap pada seorang Obama saja. Mungkin sedikit banyaknya atau bahkan sama sekali tidak mungkin, Obama akan memberi pengaruh pada Negeri ini. Saya ulangi lagi ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN BERHARAP PADA BARRACK OBAMA&lt;/span&gt;”. Perubahan? Menurut saya yang dimaksud Obama dengan ”Perubahan” adalah perubahan untuk negerinya sendiri, yaitu Amerika. Kita tahu bahwa Amerika saat ini sedang dihinggapi krisis global. Mungkin itulah arti kampanye Obama tentang perubahan, perubahan terhadap negerinya sendiri. Hanya gara-gara dia pernah hidup dan sekolah di Indonesia, semua berharap padanya. Ini negeri Indonesia, bukan Amerika, Amerika adalah Amerika dan seterusnya akan tetap menjadi Amerika yang haus akan kekuasaan, Sang Negara Adidaya, Si Kapitalis Terkutuk, Si ikut campur rumah tangga Negeri lain, meskipun presiden telah diganti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, untuk saudara-saudaraku tercinta, rakyat Indonesia, janganlah berharap pada orang lain atau bantuan negara lain, nasib negeri ini hanya tergantung pada kemauan kita sendiri, bagaimana usaha kita semua untuk mengubah negri ini menjadi lebih maju dan menyejahterakan rakyatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-5501903472684579555?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/5501903472684579555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=5501903472684579555&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5501903472684579555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5501903472684579555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/indonesiaku-jangan-berharap-pada-obama.html' title='&lt;marquee&gt;Indonesiaku:  &lt;BR&gt;Jangan Berharap Pada Obama&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8287219023744820664</id><published>2009-01-22T19:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T13:17:54.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><title type='text'>Satu Kata Untuk Indonesiaku:  “Sosialisme”</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Akan datang suatu masa dimana Kapitalisme mengalami&lt;br /&gt;Kehancuran, dan akan digantikan dengan sistem yang&lt;br /&gt;lebih segar. Yaitu ”SOSIALISME”&lt;/span&gt;. &lt;strong&gt;(Karl Marx)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisme. Sosialisme sebagai doktrin, ideologi maupun toeri, dalam prakteknya berkeinginan untuk membangun masyarakat di mana setiap individu dapat hidup dan bekerja bersama dalam kesetaraan, kebebasan dan solidaritas. Sosialisme lahir karena adanya suatu sistem dimana kepemilikan modal -baik itu berupa uang atau barang- telah menghapuskan kelas-kelas yang ada, menindas kaum buruh (proletar) tanpa kenal ampun. Sistem itu dinamakan ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAPITALISME&lt;/span&gt;”. Kapitalisme bak setan yang menakutkan bagi negeri ini, bergentayangan dimana-mana, entah itu di kota maupun di desa. Kapitalisme seperti rayap yang menggerogoti tiang negara, lalu bersarang, bertelur dan mulai menetaskan bibit-bibit kapitalisme kecil di Negeri ini. Bibit-bibit itu akan mulai menyebar, mencari mangsa dan akan meng-eksploitasi SDM yang ada hingga habis tak tersisa. Hanya ada satu kata dan jalan yang harus ditempuh untuk membasmi dan melenyapkan hantu kapitalis itu dari negeri ini, yaitu ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOSIALISME!!!&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dan sayang sekali, Sosialisme di negeri ini sering disalah artikan dan dituduh-tuduh sebagai gerakan terselubung dari ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KOMUNISME&lt;/span&gt;”-sebuah faham yang dilarang di negeri ini. Padahal dalam ajaran maupun prakteknya, Sosialisme jauh berbeda dan bertolak belakang dari ajaran Komunisme. Sosialisme hampir mati di negeri ini ketika rejim orba sedang berada dalam puncak kekuasaannya, dimana pada masa itu, sosialisme merupakan hal yang ditakuti, dihindari bahkan di anggap terkutuk. Propaganda dahsyat untuk membasmi Komunisme, sebagai konsekuensi dari apa yang disebut Peristiwa G-30-S/PKI, telah membawa citra negatif bagi sosialisme, sekalipun saya ulang lagi  bahwa kedua ideologi tersebut sangat berbeda dan bahkan bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan MPRS no.XXV/1966 yang sebelumnya tertulis : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MELARANG AJARAN KOMUNISME/ MARXISME-LENINISME&lt;/span&gt; diubah menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MELARANG AJARAN KOMUNISME, MARXISME DAN LENINISME&lt;/span&gt;. Perubahan itu dilakukan sebagai bagian dari kampanye yang sistematis dan terencana untuk memperluas sasaran yang dianggap memusuhi rejim Orde Baru yang kapitalis, militeristis dan facistis. Dan memang sejak awal Sosialisme adalah kekuatan yang anti kapitalisme, anti militerisme dan anti facisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan yang muncul, Apa kaitan Indonesia dengan Sosialisme? Indonesia dewasa ini menunjukkan gejala-gejala akan terbentuknya negara Indonesia Kapitalis – walaupun Indonesia adalah korban dari negara-negara kapitalis Barat dan Indonesia sendiri sudah menjadi negara kapitalis kecil. Tak dipungkiri lagi, kemiskinan, kejahatan, degradasi moral, dan segala apapun yang menjadikan bangsa ini bobrok adalah akibat dari sistem kapitalisme yang menjamur di negeri ini.&lt;br /&gt;Kapitalisme menjadikan negeri ini sebagai negeri penghasil buruh murah. Kapitalisme dengan keganasannya membuat negeri ini yang kaya akan SDA menjadi miskin hingga kekurangan pangan. Kapitalisme dengan kebuasannya menjadikan pendidikan di negeri ini mahal dan hanya terjangkau bagi anak-anak kaum borjuis. Kapitalisme secara tidak langung telah merubah budaya tolong-menolong menjadi budaya individualisme. Kapitalisme adalah penyebab dari bobroknya negeri ini.&lt;br /&gt;Kapitalisme memang :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;LAKNAT!!!,&lt;br /&gt;TERKUTUK!!!,&lt;br /&gt;FUCK CAPITALISM!!!.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika negeri ini memang benar-benar dan bersungguh-sungguh keluar dari penderitaannya, hanya ada satu cara untuk negeri Indonesiaku ini ”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENUJU INDONESIA SOSIALIS&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. Meyer Thomas. 2003. Sosial-Demokrasi: Dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: CSDS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8287219023744820664?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8287219023744820664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8287219023744820664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8287219023744820664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8287219023744820664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/satu-kata-untuk-indonesiaku-sosialisme_22.html' title='&lt;marquee&gt;Satu Kata Untuk Indonesiaku: &lt;br&gt; &lt;center&gt;“Sosialisme”&lt;/center&gt;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8026377583814384136</id><published>2009-01-22T18:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T21:48:20.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Fatwa MUI : "Rokok Haram"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;"&lt;em&gt;Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;sendiri &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dalam kebinasaan.&lt;/em&gt;" (Al-Baqarah: 195). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Beberapa hari ini, negeri kita dihebohkan oleh Fatwa MUI(Majelis Ulama Indonesia)tentang masalah rokok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span&gt;Fatwa MUI akan mengharamkan Rokok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Kenapa rokok mesti diharamkan? Apa dengan adanya ayat-ayat suci Al-Qur'an di atas? Apakah hanya untuk menghindari bahaya anak terhadap dampak tembakau? Dan mengapa, negeri ini dan pemerintahnya sudah tau HARAM malah memungut hasil pajak dari barang HARAM?.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat dampak yang akan diakibatkan jika Fatwa MUI itu benar-benar akan di-syahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dampak Positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika alasan kesehatan anak-anak yang di utamakan, jangan bikin &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fatwa Rokok Haram&lt;/span&gt;. Menurut saya anak-anak merokok itu tergantung dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkungan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan dimana si anak tinggal merupakan faktor terbesar untuk menyebabkan si anak merokok. Dimana jika ia tinggal dalam suatu komunitas kaum gembel/comberan, di dalam komunitas ini merokok adalah hal yang biasa. Baik orang dewasa, pemuda, bahkan anak-anak kecil pun merokok sudah hal yang biasa bagi komunitas model ini. Berbeda jika si anak tinggal di komunitas orang berpunya, di situ ia akan di didik oleh orang tua mereka bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Di sisi lain, orang tua di komunitas kaum gembel acuh tak acuh ketika mengetahui anak-anak mereka merokok. Bagi mereka, orang-orang komunitas kaum gembel yang penting bisa makan sudah "Alhamdulillah". "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soal kesehatan  urusan belakang, asal perut bisa kenyang&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan Si Anak dan Orang Tua&lt;br /&gt;Pendidikan. Pendidikan si anak dan orang tua tentang bahaya merokok juga ikut andil besar dalam menyebabkan seorang anak merokok. Tapi, pendidikan di negeri ini apakah mampu di jamah mereka orang-orang miskin, orang-orang tidak berpunya?&lt;br /&gt;Tentu tidak. Karena "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ORANG MISKIN DI LARANG SEKOLAH&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dampak Negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak negatif jika Fatwa ini benar-benar akan di-syahkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menganggurnya Pekerja/ Buruh pabrik rokok.&lt;br /&gt;Bayangkan jika rokok benar-benar haram. berapa juta orang akan kehilangan pekerjaan di negeri ini? belum lagi akan menambah banyak daftar peserta pengangguran.&lt;br /&gt;Jika sudah banyak pengangguran akan melahirkan kejahatan kriminalitas, jika sudah begitu akan terjadi degradasi moral bangsa ini, jika semua itu benar-benar terjadi, tamatlah bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu, Siapa yang SALAH?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang salah ya yang di dalam penjara/sel/bui. Tapi kadang-kadang aparat juga salah tangkap, gak salah dimasukin penjara yang salah di biarin berkeliaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maling-maling "Kecil" dihakimi,&lt;br /&gt;maling-maling "Besar" dilindungi.&lt;br /&gt;Maling-maling kecil di dalam sel,&lt;br /&gt;maling-maling besar di dalam Hotel.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pikirkan kembali (MUI) jika mau mengambil kebijakan jangan asal-asalan, pikirkan jauh-jauh apa dampak bagi negeri ini. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan besar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8026377583814384136?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8026377583814384136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8026377583814384136&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8026377583814384136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8026377583814384136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/fatwa-mui-rokok-haram.html' title='&lt;marquee&gt;Fatwa MUI : &quot;Rokok Haram&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6578376775813324184</id><published>2009-01-22T17:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T21:44:36.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpenku'/><title type='text'>“Boneka yang Hilang Satu Tangannya”</title><content type='html'>&lt;center&gt;Cerpen Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara kereta yang terdengar dari kejauhan yang sedari tadi di nanti-nanti oleh beberapa kerumunan manusia memakai baju rapi lengkap dengan dasi melingkar di kerah bajunya, ada juga yang menenteng tas entah apa itu isinya yang bolak-balik, setiap saat entah berapa kali mereka lakukan, memandangi arloji di sebelah kiri ataupun sebelah kanan pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;Terlihat wajah gusar sesekali menggerutu mengucap kata-kata yang tak bisa kupahami karena aku hanya melihat mulutnya yang bergerak-gerak di sertai rasa emosi, benci, marah dan perasaan jengkel membuat wajah mereka semakin tidak enak dipandang mata. Belum lagi kulihat anak-anak kecil mengulurkan tangan-tangan kecilnya ke orang-orang berdasi memakai jas hitam licin dengan harapan mendapat uang dari manusia-manusia berpakaian rapi itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kakek-kakek, nenek-nenek, dengan pakaian kumel berbau apek, dekil, kotor bahkan sobek-sobek tetap mereka pakai untuk menutupi aurat tubuh mereka agar terjaga dari pandangan-pandangan mata manusia-manusia. Tubuhnya kurus kehitam-hitaman sehingga membuat tulang-tulang mereka menonjol keluar seakan ingin keluar dari dalam tubuhnya. Terlihat seorang ibu dengan payudaranya keluar separo – separo tertutup oleh selendang – tidak malu ataupun merasa risih ketika anak-anak kecil, penjual rokok keliling, penjual es teh keliling, calo-calo karcis ataupun orang-orang yang kebetulan lalu lalang berjalan melihatnya dengan tatapan penuh nafsu, itupun gratis. Tidak perlu membayar.&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jhem!!!, Ijhem!!!&lt;/span&gt;” teriak sang ibu pada anaknya yang sedari tadi bermain golekan yang salah satu tangannya hilang karena terputus dengan sendirinya. Mungkin sudah terlalu lama. Memang, hanya boneka itu teman mainnya sejak kecil. Ia sangat menyukai boneka pemberian almarhum bapaknya.&lt;br /&gt;Ijhem. Begitulah ibunya memanggil gadis kecil berumur sekitar enam tahunan itu. Ijhem menjadi yatim setelah bapaknya mati dua tahun lalu. Bapaknya mati dengan misterius. Mayatnya ditemukan di dalam karung goni dan diletakkan begitu saja di sebelah stasiun, tepatnya di bawah pohon asem yang begitu besar. Ditubuhnya terdapat dua lubang yang di akibatkan timah panas yang keluar dari moncong senapan yang entah siapa yang berani melakukannya pada ayah Ijhem.&lt;br /&gt;Bapak Ijhem adalah seorang preman bertubuh kekar dengan otot lengannya yang terlihat begitu kuat, berambut cepak, berkulit hitam legam dengan tato tengkorak di sebelah kanan lengan tangannya ditambah dua gambar harimau yang melekat di dadanya, membuat siapa saja yang mellihatnya akan ketakutan. Tidak diketahui pasti kenapa ayah Ijhem dibunuh.&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ono opo to Mak?&lt;/span&gt;” tanya Ijhem pada ibunya yang sedang menyusui adiknya. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saiki wes waktunya Kowe ngemis, cari duit. Matamu opo ora nyawang? Dari tadi ora ono seng nyemplungi duit. Nek kowe gak nyariduit, arep nguntal opo kowe ngko?&lt;/span&gt;” bentak Emak pada si Ijhem dengan mata melotot. “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;emoh. Ra gelem aku&lt;/span&gt;” jawab Ijhem sambil lari cepat menjauhi Emaknya. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lhoh, lhoh, lhoh arep nyang ndi kowe? Di suruh ngemis kok malah minggat. Dasar bocah gemblung, bocah edan. Awas kowe kalau muleh!!!&lt;/span&gt;” teriak Emaknya dengan dada naik turun. Sesaat kemudian, matanya nanar, menerawang jauh setelah beberapa detik si Ijhem hilang dari pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Emaknya hanya diam, duduk bersandar pada tiang besar di stasiun dan berharap penuh mangkok plastiknya dapat terisi penuh oleh uang. Dulu sebelum lahir adik Ijhem, emaknya juga ikut ngemis. Sekarang, semenjak ada adik Ijhem, Emaknya tidak pernah ngemis lagi karena kasihan pada adik Ijhem yang masih kecil sudah harus di ajak ngemis.&lt;br /&gt;Dulu Ijhem dan Emaknya tinggal di daerah sekitar stasiun, di daerah perkampungan orang kumuh. Ia, Emak dan adiknya tinggal di gubug tiga kali tiga meter berdinding kardus bekas air mineral, beratap terpal yang sebagian sudah jebol-jebol sehingga nampak tambalan di sana-sini. Jika hujan tiba mereka ngungsi ke stasiun karena tempat tinggalnya akan terendam air dan tidak bisa buat tidur.&lt;br /&gt;Suatu malam ketika Ijhem dan Emaknya –ikut pula adiknya- sedang tertidur lelap. Mereka di kejutkan oleh teriakan orang-orang yang histeris.” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebakaran… kebakaran… kebakaran…&lt;/span&gt;” emaknya yang mendengar, langsung kaget dan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Orang-orang berlari ketakutan dengan ember air di tangannya, sebagian menyelamatkan harta benda mereka- yang mungkin tidak berarti. Mungkin juga sangat penting bagi mereka.&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya si Emak ketika dimatanya terlihat kobaran api sedang melahap gubug-gubug yang berderetan dari timur ke barat. Api itu melahap semua apa yang bisa dilahapnya. Begitu cepatnya api berjalanTinggal satu gubug lagi, dan si jago merah akan sampai ke gubug yang didalamnya didapati Ijhem dan adiknya sedang tidur pulas. Tanpa banyak tingkah, Emaknya segera berlari masuk menyelamatkan kedua buah hatinya.&lt;br /&gt;Pagipun tiba. Terlihat orang-orang dengan wajah sedih memelas memandangi sisa puing-puing rumah mereka yang hangus terbakar tadi malam.&lt;br /&gt;Tanah rata. Sebagian orang berjalan diatas sisa puing-puing tersebut dan berharap ada barang yang masih bisa digunakan. Entah, rumah mereka terbakar atau memang sengaja di bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangkok-mangkok kecil plastik, piring seng yang sudah berkarat, tempat minum air mineral bekas, topi-topi jerami yang berada tepat di depan orang-orang, anak-anak kecil yang tidak bisa berjalan karena kaki yang lumpuh duduk sepanjang hari berharap dapat terisi penuh dengan lembaran-lembaran kertas dan berkeping-keping koin.&lt;br /&gt;Sampah-sampah berserakan, bau-bau pesing di setiap sudut tempat, kecoa, lalat yang terbang dari satu sampah ke sampah yang lainnya untuk mencari makan, kucing-kucing dengan tubuh kurus berusaha mengais tong sampah berharap dapat menemukan sesuatu untuk bisa mengisi perutnya, menambah lengkap pemandangan yang membuat setiap mata yang melihatnya enggan untuk melihatnya. Sungguh suatu pemandangan yang sangat tidak sedap untuk di pandang mata. Tapi bagi orang-orang komunitas kampung kumuh, orang-orang jalanan, gembel-gembel, hal tersebut sudah menjadi suatu pemandangan yang amat, sangat dan teramat biasa di nikmati setiap hari.&lt;br /&gt;Suara speaker yang dipasang pada setiap sudut stasiun membut aku terbangun dari mimpi-mimpi indahku. Suara kereta semakin terdengar di telingaku. Semakin lambat, lambat dan melambat.&lt;br /&gt;Kereta berhenti. Di ikuti pula suara roda kereta yang saling bergesek dengan rel, membuat hati siapa saja yang mendengarnya merasa tidak nyaman. Pintu-pintu gerbong mulai terbuka. Orang-orang saling berebut, berjubal, dorong mendorong, berdesakkan untuk bisa masuk ke kereta dan mendapat tempat duduk. Jika tempat duduk sudah terisi penuh, dengan terpaksa mereka berdiri berdesak-desakkan.&lt;br /&gt;Tangan-tangan saling bergantungan memegang pegangan untuk menjaga keseimbangan waktu mereka berdiri. Dalam keadaan seperti ini sering tangan-tangan jahil meremas-remas atau hanya kebetulan dengan tidak sengaja merasakan empuknya pantat-pantat wanita. Wanita-wanita tersebut hanya bisa pasrah ketika tangan-tangan jahil tersebut menggerayangi tubuh, meremas, bahkan ada yang nekat melekatkan kemaluannya ke pantat empuk karena sudah tak tahan lagi dengan kondisi dan situasi seperti ini.&lt;br /&gt;Kereta berhenti. Sampailah aku di stasiun Lempuyangan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6578376775813324184?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6578376775813324184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6578376775813324184&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6578376775813324184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6578376775813324184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/boneka-yang-hilang-satu-tangannya.html' title='&lt;marquee&gt;“Boneka yang Hilang Satu Tangannya”&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6381170611163651198</id><published>2009-01-19T21:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T21:27:09.059-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><title type='text'>Pendidikan Mahal. Kapankah Bisa Di Beli?</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh: Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pendidikan Mahal, Kapankah Bisa Di Beli?&lt;/span&gt;” itulah judul yang saya pilih untuk tulisan saya yang ini. Judul ini saya ambil dari komentar yang masuk pada blog saya di WordPress.com. Saya tertarik untuk membuat tulisan dengan judul seperti apa yang dituliskan di komentar diblog wordpress saya.&lt;br /&gt;Kapan ya?…&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak tau!!!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Belum tanya dodol!!!&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ooohh belum tanya to?, tak kira sudah tanya. He..he…he…&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Kapan ya?…-belum juga selesai ngomong, si Dia nyrobot lagi-&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak tau!!!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Belum selesai bego!!!&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oooohh belum selesai to?. Ya maaf&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Kapan ya, pendidikan mahal bisa dibeli??&lt;br /&gt;“Y&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a gak tau, aku kan bukan orang kaya Sob, mungkin yang bisa beli Cuma orang berduit, para pejabat, dan orang ber-uang saja&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Terus, kira-kira kapan orang gak berduit bisa beli pendidikan mahal?&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya gak tau sob&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Aaaaaah!!!! Dari tadi gak tau terus kamu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari penggalan cerita di atas menunjukkan bahwa pendidikan mahal tak akan bisa dibeli oleh orang-orang yang gak punya duit. Sampai kapanpun, wong kere gak akan bisa dan tak akan bisa untuk membeli pendidikan yang mahalnya minta ampun.&lt;br /&gt;Aku sendiri kadang juga bingung dan tak mengerti – mati aja sob kalo ga’ ngerti- mengapa pendidikan bagi anak bangsa sendiri mahalnya minta ampun. Sampai-sampai berapa anak gak sekolah di negeri ini? Berapa anak tidak lanjutin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di negeri ini?&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ga’ ke itung sob, lagian kalo di itung gak ada abisnya. Mati satu, tumbuh satu, mati satu, tumbuh satu, lama-lama kan jadi seribu dan beribu-ribu.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Belum lagi anak yang bunuh diri gara-gara mahalnya pendidikan.&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;itu mah udah takdir. Mati idup kan udah ada yang ngatur bukan pendidikan yang ngatur.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Aku heran, apa yang membuat mahal pendidikan di negeri ini?&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;itu mah, namana ”KAPITALISASI PENDIDIKAN”,jah!!! Tinggi bener bahasaku.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Apakah negeri ini sudah tak memperhatikan pendidikan untuk kaum kere, komunitas wong gak nduwe(gak punya.red), dan kaum miskin yang lainnya?&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya gak tau sob, aku kan bukan pengamat pendidikan. Jadi ya gak tau&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Lha kamu dari tadi gak tau terus, gak tau terus, apa kamu gak pernah merasakan pendidikan?&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enggak Sob, kan pendidikan di negeri ini mahal banget, bapak-ibuku gak kuat beli sob. Jadi aku gak tau apa-apa tentang pendidikan&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jah!!!! Mandi-mandi pasir sana Sob&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6381170611163651198?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6381170611163651198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6381170611163651198&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6381170611163651198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6381170611163651198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/pendidikan-mahal-kapankah-bisa-di-beli.html' title='&lt;marquee&gt;Pendidikan Mahal. Kapankah Bisa Di Beli?&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1113480159499891060</id><published>2009-01-19T06:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T21:41:19.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><title type='text'>"Pendidikan Murah, Kapankah Akan Terwujud?"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendidikan Murah&lt;/span&gt;”. Kapankah system seperti ini bisa terwujud di Negara ini? Negara yang katanya lebih mementingkan pendidikan di atas segala-galanya. Seharusnya pemerintah menyisihkan sedikit uang sisa dari hasil korupsi mereka untuk dialokasikan pada sector pendidikan. Pemerintah hanya memikirkan kepentingan sendiri. Mengapa gaji anggota DPR besar sedangkan guru tidak? Dalam pengertian ini saya ingin menambahkan sedikit suatu realita yang telah terjadi di dunia pendidikan ini. Gaji guru seakan-akan di potong untuk kesenangan orang atas, dengan demikian dapat di simpulkan “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin&lt;/span&gt;” . dengan demikian nasib guru termarginalkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, seiring melambungnya harga sembako dan kebutuhan kita yang lainnya naik pula biaya pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan membuat kaum miskin tak bisa menyekolahkan anaknya. Banyak anak kecil tak mampu untuk sekolah dan ada juga yang tak mampu untuk meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan ada juga yang nekat bunuh diri gara-gara mahalnya pendidikan di negeri ini. Banyak sekali kasus-kasus seperti ini menimpa anak-anak di negeri ini. Ada yang gantung diri gara yak mampu bayar SPP. Ada juga yang bunuh diri karena malu di ejek temannya gara-gara tak dikeluarkan dari sekolah. Bahkan yang lebih tragis hanya karena tidak bisa beli buku mereka bunuh diri dengan cara menenggak racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku???? Apakah buku itu??? Buku adalah kertas yang mahal harganya. Mungkin inilah pengertian yang pas untuk kata “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku&lt;/span&gt;” di negeri ini. Bagaimana tidak, naiknya bahan baku Buku, otomatis membuat harga buku itu  sendiri naik, sehingga anak-anak dari kaum miskin tidak bisa membeli buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar adanya kata-kata “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang Miskin Dilarang Sekolah&lt;/span&gt;” mungkin inilah semboyan yang tepat untuk dunia pendidikan di negeri tercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1113480159499891060?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1113480159499891060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1113480159499891060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1113480159499891060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1113480159499891060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/pendidikan-murah-kapankah-akan-terwujud.html' title='&lt;marquee&gt;&quot;Pendidikan Murah, Kapankah Akan Terwujud?&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3528281832212631688</id><published>2009-01-19T06:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T00:43:10.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpenku'/><title type='text'>"Tangan Gibson"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brrraaaakkkkkk!!!!!!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; Sebuah truck menghantam sepeda motor apik yang sedang menyebrang jalan. Motornya penyok. Cat bagus dan mengkilap motor tersebut segera hilang karena body motor tersebut terkena goresan-goresan yang diakibatkan tertabrak truck tadi. Pengendara motor itu terpental sejauh lima meter. Terguling-guling seperti boneka yang tak mempunyai nyawa. Kepalanya pecah. Dari hidung dan mulutnya keluar darah. Entah masih hidupkah pemuda tersebut. Tangannya patah, kulitnya penuh luka dan goresan yang di akibatkan berbenturan dengan kerasnya jalan aspal. Segera orang-orang yang melihatnya berlarian menghampirinya. Berkerumun seperti melihat suatu pertunjukkan yang menarik. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masih hidupkah anak itu?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; Tanya salah seorang yang sangsi akan kehidupan anak tersebut. Dilihat dari kondisi yang dialami oleh anak tersebut, kecil kemungkinan ia selamat dari kecelakaan yang menimpa dirinya. Mukanya yang tampan tertutup oleh merahnya darah yang mengalir akibat kepala bocah itu terbentur keras ke jalan. Hidungnya yang mancung bak air terjun yang airnya berwarna merah. Sangat tidak sedap di pandang mata. Membuat miris setiap hati yang melihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Segera salah seorang meletakkan tangan di lehernya untuk mengetahui apakah anak tersebut sudah mati atau masih hidup. Dirasakannya nafas bocah tersebut. &lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anak ini masih hidup. Cepat!!! Telpon rumah sakit&lt;/span&gt;” teriaknya pada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tit..tit..tit..&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt; Bunyi tombol handphone yang sedang terpencet oleh jari-jari mungil seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Halo, halo..&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rumah sakit?? Terjadi kecelakaan di jalan Kunci  nomor 21&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Korban segera membutuhkan pertolongan, cepat kirim ambulance ke sini.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa saat kemudian datanglah mobil ambulance. Keluar perawat yang dengan segera mengangkat bocah itu masuk ke dalam mobil ambulance untuk segera dibawa ke rumah sakit guna menjalani pengobatan.&lt;br /&gt; Beberapa hari setelahnya, sang anak mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia telah siuman dari koma yang di alaminya selama tiga hari. Matanya terbuka setelah tiga hari terpejam rapat seakan ia seperti seonggok daging yang telah tak bernyawa. Pandangannya kosong. Sesaat kemudian, matanya tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fender... fenderico...&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; Sambil berteriak diiringi dengan keluarnya air mata dari kedua matanya yang di tutupi oleh dua buah kaca. Seorang perempuan yang agak tua segera menghampiri Fender. Bocah yang mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dimana aku sekarang?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; Kata-kata itulah yang terucap pertama kali dari mulut Fender. Rasa kebingungan menyelimuti benak pikiran Fender. Batinnya, “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sedang dimana aku sekarang?&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Engkau sedang di rumah sakit anakku&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; ucapnya sambil mengusap air mata yang sedari tadi mengucur deras dengan sapu tangan berwarna kuning bermotifkan bunga. Wanita itu tak kuasa menahan tangis karena melihat anaknya tergolek tak berdaya di atas kasur empuk tertutup sprei putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Melihat kedua tangannya yang terlepas dari badannya.&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di mana tanganku, di mana kedua tanganku?&lt;/span&gt;”. Teriaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam yang dingin. Tampak bulan masih malu menampakkan dirinya. Ia bersembunyi di balik awan hitam yang menutupi wajah cantiknya. Di sebuah gubug terlihat seorang pemuda desa tak kerja tengah asyik bermain gitar di teras sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Suara yang keluar dari mulutnya di ikuti suara gitar yang ia mainkan membuat malam yang dingin tak di rasakannya. Di desanya ia terkenal hebat dalam urusan bermain gitar. Beberapa kejuaraan bermain gitar ia menangkan. Setelah hamper dua jam berlalu, sang pemuda merasa kelelahan dan menyudahi untuk bermain gitar.  Diletakkan gitarnya di ruang tamu yang tidak cukup besar beralaskan tanah. Ia rebahkan badannya ke dipan yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tok…tok…tok…&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt; Terdengar bunyi pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang. Batinnya “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa malam-malam begini mencari aku?&lt;/span&gt;”. Segera ia bangkit dari tidurnya dan membuka pintu guna mengetahui siapa yang mengetuk pintu rumahnya. Dilihatnya lelaki tua berjenggot dan membawa sebuah tas yang entah apa itu isinya, sedang berdiri dihadapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bapak cari siapa?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Rasa penasaran menyelimuti hati sang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anu nak…bapak ada urusan dengan sampeyan&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Jawab sang bapak dengan menyunggingkan senyum di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipersilahkan bapak itu masuk kerumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa betul sampeyan yang namanya Gibson?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Tanya bapak berjenggot itu pada sang pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Betul pak, nama saya Gibson. Tapi ada urusan apa bapak dengan saya?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Rasa penasaran yang belum terjawab menambah bingung si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anu nak, saya dengar dari orang-orang  nak Gibson ini pandai bermain gitar&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;Pak tua bertanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum si pemuda berucap&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaaaahhh, itu Cuma kata orang-orang saja pak.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Memang saya bisa main gitar tapi gak sehebat yang dikatakan orang-orang.&lt;br /&gt;Si pemuda menunjukkan sifat rendah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Eeemm, anu Nak, kalau boleh bapak bertanya? Berapakah nak Gibson menjual tangannya?berapapun saya akan membayarnya, asalkan nak Gibson menjual tangannya untuk saya.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Pertanyaan bapak tua itu membuat kaget pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waaah… maaf pak, saya tidak menjual tangan saya. Sebab ini peniggalan dari almarhum ayah saya&lt;/span&gt;." &lt;br /&gt;Jawab sang pemuda dengan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana kalau tangan nak Gibson saya hargai lima ratus juta? Kan lumayan bisa untuk beli tangan lagi.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ucap bapak tua dengan santainya. Sembari menunjukkan uang seratus juta yang ada di dalam tas yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa pak?!!! Lima ratus juta?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Kaget sang pemuda mendengar penawaran dari bapak tua tersebut. Sejenak ia membayangkan mempunyai uang seratus juta. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bagaimana ya? Aku dengan uang lima ratus juta yang ada di genggamanku? Bias beli gitar yang lebih bagus lagi, betulin rumah, tapi, bagaimana aku bisa menggengam? Sementara tanganku di bawa pergi oleh bapak ini.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;rasa bingung menghinggapi pikiran sang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anu pak, bagaimana kalau bapak kembali kesini tiga hari lagi. Saya akan memikirkan tawaran bapak dulu.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Sang pemuda memberi tawaran kepada bapak tua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum lebar sang bapak berkata&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baik nak Gibson, saya akan kembali kesini tiga hari lagi&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang bapak berpamitan pada pemuda itu dan segera pergi meninggalkan rumah kecil yang sudah agak reyot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gibson kembali lagi tidur di dipan kayu yang ia miliki. Mencoba untuk tidur kembali. Ia pejamkan matanya. Tapi ada sesuatu yang sangat menjanggal di benaknya. Ia masih memikirkan tawaran pak tua tersebut. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mungkin enak juga ya? punya uang lima ratus juta bisa beli apa-apa, dan hidupku juga tidak susah seperti ini.&lt;/span&gt;” Batin Gibson. &lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah tiga hari berlalu, kembalilah pak tua berjenggot itu ke rumah Gibson. Dengan membawa tas berisi lima ratus juta di tangan kirinya, tangan kanan pak tua mengetuk pintu rumah Gibson.&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tok…tok…tok… nak Gibson. Nak Gibson.&lt;/span&gt;” Terdengar suara ketukan pintu di ikuti panggilan dari bapak tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak lama menunggu, di bukakan pintu itu oleh Gibson.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maaf pak, agak lama. Soalnya saya baru dari belakang. Jadi tidak mendengar panggilan bapak. Maaf lho pak.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaaah, tidak apa-apa kok.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Sambil tersenyum sang bapak menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mari pak, silahkan masuk&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Gibson mempersilahkan sang bapak untuk masuk kerumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bagaimana nak Gibson atas tawaran saya pada nak Gibson?&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Tanya sang bapak untuk memastikan keputusan Gibson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;anu pak, setelah saya piker-pikir dan memikir lagi pak, saya bersedia menerima tawaran dari bapak.&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt;Jawab Gibson dengan tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itulah jawaban yang saya tunggu-tunggu dari nak Gibson&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Seraya menyerahkan tas berisi uang lima ratus juta&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini uangnya nak Gibson. Bisa nak Gibson hitung sendiri&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Gibson menerima dan menghitung uang tersebut, segera ia melepas kedua tangannya dan menyerahkan pada pak tua berjenggot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini tangan saya pak. Bapak bisa membawa pulang tangan saya.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Sesudah transaksi jual beli tangan tersebut selesai, pulanglah bapak berjenggot itu dengan perasaan senang kembali ke kota tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari dalam gedung kesenian yang terletak tak jauh dari balai kota Nada, terdengar suara-suara gitar dimainkan oleh beberapa anak muda yang sengaja datang untuk unjuk kebolehan dalam bermain gitar. Memamerkan skill yang mereka miliki. Atau hanya sekedar melihat perhaelatan akbar yang diadakan secara rutin dari tahun ke tahun yang nantinya akan melahirkan musisi-musisi handal. Mereka semua, para calon-calon musisi datang dari berbagai penjuru negri untuk membuktikan siapa yang terbaik dalam memainkan gitar. Festival Gitar tersebut di ikuti oleh beratus-ratus anak muda yang memang sudah mumpuni untuk urusan bermain gitar. Mereka-mereka, para anak muda berlomba-lomba untuk memamerkan kehandalan bermain gitar. Berbagai genre dan aliran musik di mainkan dalam ajang festival tersebut. Rock, Jazz, Blues, dan Metal, musik semacam inilah yang sering kali di usung oleh para peserta. Mereka semua memang ahlinya dalam bermain gitar. Bermacam-macam pertunjukan atraktif ditampilkan para jagoan-jagoan gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MC segera naik ke atas panggung untuk mengumumkan siapakah selanjutnya yang akan naik ke atas panggung. Di peganglah mic, dan mulailah ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk selanjutnya, peserta dengan nomor undian seratus tujuh puluh dua, di harap segera naik keatas panggung&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; terdengar MC acara menyebut-nyebut nomor undian yang aku dapat. Dalam batin ia berkata “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tiba juga waktuku&lt;/span&gt;”. Segera ia naik ke atas panggung untuk mempertunjukkan keahliannya dalam bermain gitar. Di tancapkannya kabel ke sound. Mulailah bocah tersebut memamerkan skill-skill yang ia kuasai. Permainan gitar yang sangat enak didengar oleh telinga siapa saja yang mendengarnya. Entah, tangan siapakah yang lihai memainkan jari-jemarinya memetik senar-senar yang membuat semua orang terdiam dan ingin mendengarkan, siapa gerangan yang sedang bermain gitar tersebut. Setelah membuat penonton dan juri terkesima akan permainan gitarnya, bocah itu memainkan sebuah instrumental karyanya sendiri. Jari-jemarinya seakan-akan sudah tahu mau kemana ia akan melangkah mengitari fret-fret pada gitarnya. Dengan lenturnya tangan sang bocah memetik senar gitar sehingga menghasilkan suatu alunan nada yang membuat semua orang terpesona akan penampilannya. Tepuk tangan penonton membuat suara di dalam gedung kesenian itu semakin ramai.&lt;br /&gt; Dibarisan bangku penonton terlihat seorang lelaki paruh baya memakai topi yang sudah usang dengan jenggot tebal membuat janggutnya lebih besar, kaca mata hitam tak ketinggalan menutupi matanya. Muncul wajah yang menunjukan rasa bangga ketika ia melihat bocah yang sedang bermain gitar di atas panggung itu. Dilepasnya kaca mata hitam miliknya oleh wanita yang sedari tadi duduk di sampingnya. Di usapnya air mata yang membasahi pipi lelaki tersebut. Tak tahan ia menahan rasa bangga melihat  anaknya bermain gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa pemuda yang sedang di atas panggung itu&lt;/span&gt; ?” &lt;br /&gt; Pertanyaan itu sering kali keluar dari mulut seseorang yang menyaksikan penampilan bocah bernomor seratus tujuh puluh dua. Semua orang yang hadir terkagum-kagum pada keahliannya dalam memainkan gitarnya.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt; Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Menandakan kontes gitar tersebut telah usai. MC acara segera memanggil para juri untuk membacakan siapa-siapa yang akan menjadi jawara gitar tahun ini. Para juri sudah membawa secarik kertas yang didalamnya bertuliskan nama-nama pemenang festival gitar tersebut. Juri memegang microphone untuk memperkeras suaranya dalam menyebutkan siapa pemenang kontes tersebut. Perasaan penasaran menghinggapi seluruh peserta dan penonton yang juga ikut menyaksikan pertunjukan akbar itu.&lt;br /&gt; Juri mulai membacakan nama-nama para pemenang. Penonton untuk sementara terdiam dan mendengarkan baik-baik siapakah yang bakal jadi pemenangnya.juara ketiga diraih oleh bocah tuna netra berumur lima belas tahun. Segera sang bocah buta itu naik keatas panggung untuk menerima trophy yang telah disiapkan untuk para jagoan-jagoan gitar. Berikutnya juri mengungumkan juara kedua.&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Juara kedua dalam festival gitar tahun ini adalah Ibanez Prasetyo&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Rasa senang berkecamuk di hati Ibanez. Segera ia ikuti jejak si buta naik ke atas panggung untuk menerima trophy bergengsi itu. Tetapi perasaan lain ditunjukkan seorang pemuda yang dari tadi menunggu namanya di panggil oleh juri. Perasaan kecewa ditunjukkan pemuda itu. Selang beberapa menit sang juri kembali mengungumkan siapa yang bakal menjadi jawara dari jawara gitar. Di pegangnya mic, &lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk juara pertama kita, kita sambut....&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Di iringi suara drum yang membuat hati siapa menjadi deg-degan, sang juri berteriak menyebut namaku.&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sang jawara kita... Fendericooooooo!!!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Perasan tak karuan menghinggapi diriku. Segera aku berlari menuju ke atas panggung. Ku terima trophy tersebut. Seperti mimpi saja yang kurasakan. Tak kusangka aku memenangkan kejuaraan gitar tahun ini. Dari kejauhan seorang pemuda yang kedua tanganya hilang hanya menyunggingkan senyum kecil melihat Fenderico menerima trophy itu, lalu ia segera meninggalkan gedung kesenian tersebut dengan langkah santai. Dalam batinnya ia berkata penuh penyesalan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa dulu aku menjual tanganku?&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3528281832212631688?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3528281832212631688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3528281832212631688&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3528281832212631688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3528281832212631688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/tangan-gibson.html' title='&lt;marquee&gt;&quot;Tangan Gibson&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6578064825469884822</id><published>2009-01-19T06:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T11:52:20.275-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpenku'/><title type='text'>"Retno"</title><content type='html'>&lt;center&gt;Cerpen Oleh : Tengky Widjanarkoe&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berapa&lt;/span&gt;?”, sambil merogoh sebuah dompet yang tebal dari celana panjangnya. Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut seorang laki-laki berkaca mata berumur sekitar setengah abad dengan kepala yang sedikit botak di bagian depan dan rambut hitam yang ditemani beberapa uban yang sudah mulai kelihatan memenuhi sebagian pinggir kepalanya dan dengan badan setengah telanjang yang hanya memakai celana pendek bermotif kotak-kotak dan keringat yang hampir atau bahkan telah mengering di tubuhnya berdiri persis berada di depanku.  &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dua Ratus Lima Puluh Ribu&lt;/span&gt;”, jawabku singkat tanpa banyak kata yang terlontar dari mulutku. Dengan kondisi tubuhku yang hampir lemas, selepas melayani pelangganku yang katanya menjabat sebagai anggota DPR. Aku menerima tiga buah lembar uang seratus ribuan dari tanganya yang sedari tadi memilih beberapa uang ratusan dari dompetnya. Entah itu uang hasil korupsi atau dari manalah, persetan dengan semua itu. Yang penting aku dapat uang, uang, dan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan membetulkan tali BH ku sebelah kanan yang melorot, aku sedikit terkejut dengan uang yang kuterima. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nggak salah, Om?&lt;/span&gt;”, tanyaku dengan sedikit rasa penasaran yang menggeliat dipikiranku. ”Aku nggak punya kembalian Om. Om adalah pelangganku yang pertama”, sambut pertanyaanku yang tadi. Sambil menarik resleting celananya keatas si Om mengeluarkan kata dengan nada santai sedikit tersenyum, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alaaaah...kayak gak tau Om aja, kembaliannya buat kamu aja. Buat beli bedak dan lipstik untuk bibirmu yang sexy itu&lt;/span&gt;”. Lalu dia pergi dari kamar nomor 202 salah satu hotel bintang lima di kawasan Ibu Kota Jakarta, meninggalkan aku dengan tiga lembar uang seratus ribuan yang masih berada di genggamanku. Lalu aku segera mengikuti jejak si Om tadi.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara teriakan ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aaaauuuuuww&lt;/span&gt;”. Semua orang yang mendengarnya memandangnya dengan rasa penasaran. Itulah suara yang keluar dari mulut salah satu wanita cantik yang mangkal di warung remang-remang pinggiran jalan ibu kota. Ya, sebuah colekan melayang di pantat seorang wanita cantik yang berumur sekitar tiga puluh dua tahunan yang sedari tadi mencoba mencari pelanggan yang haus akan kebutuhan biologis. Tetapi jangan salah, meskipun wanita tersebut berumur tiga puluhan keatas, wajah dan bentuk lekuk tubuhnya masih menunjukkan sesosok tubuh yang baru berumur belasan tahun. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iiiiih...masih kecil sudah mulai kurang ajar ya?&lt;/span&gt;”, wanita itu berkata seperti menceramahi anak yang memang baru lulus beberapa tahun dari sekolah menengah keatas. Sang anak yang merasa dirinya dihina dan dianggap tidak tahu apa-apa soal dunia prostitusi merasa tersinggung dan memberanikan diri untuk menawar wanita tersebut. Dari colekan, kemudian menjadi obrolan yang lebih serius. Tawar menawarpun terjadi antara kedua makhluk yang konon katanya memiliki nilai moralitas yang tinggi. Tetapi adakah nilai moral kemanusiaan yang sudah terjerembab dalam dunia hitam seperti ini?. &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emang berapa sih tarifnya?&lt;/span&gt;”, sambil menelan ludahnya dan agak sedikit canggung untuk mengatakannya anak itu menawar gadis tersebut. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emang kamu berani berapa?&lt;/span&gt;” wanita tersebut berucap seolah meremehkan anak yang dianggapnya baru bau kencur. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wah kalo masalah tarif sih aku gak tau neng&lt;/span&gt;”, dengan menunjukkan wajah yang polos anak itu berujar. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emmmmm...kayaknya gak usah aja deh, tar baru beberapa jam sudah klepek-klepek&lt;/span&gt;”. Wanita itu lalu pergi begitu saja dengan senyum yang menyakitkan bagi si pemuda yang hanya menahan amarah sambil mengumpat dalam batinnya ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Uuuh, liat aja besok. Bakal tak samperin lagi kau&lt;/span&gt;”. Seiring jarum panjang jam yang berputar di arloji yang melingkar di tangan kirinya, waktu menginjak pukul dua belas malam maka pulanglah anak itu dengan hati yang agak kesal karena dirinya merasa diremehkan oleh seorang PSK. &lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Keesokan malamnya sang anak kembali lagi ke tempat yang mempertemukan dia dengan seorang wanita yang membuat dirinya penasaran dan sedikit tertarik juga. dengan PeDe-nya dia menunggu wanita tersebut karena sedari rumah dia sudah menonton film porno untuk panduan agar nanti saat bersenggama dia tidak kebingungan apa yang harus dilakukan. Detik berganti detik, menit berganti menit, dua jam berlalu, tapi yang dinanti tak kunjung muncul menampakkan batang hidungnya. Sang anak merasa kesal karena yang dinanti tak kunjung datang. Dengan hati yang kesal akhirnya dia pulang dan memutuskan untuk kembali lagi esok harinya.  &lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Suara bising kendaraan yang lalu lalang di jalan sekitar komplek warung remang-remang dan kupu-kupu malam yang siap menyedot bunganya sudah menjadi pemandangan yang tidak tabu lagi. Gadis-gadis dengan pakaian ketat yang menunjukkan lekuk tubuhnya sudah menjadi incaran para serigala-serigala yang liar dan haus akan kebutuhan biologis yang tak terpenuhi dan siap menerkam mangsanya. Ditambah dengan rok minim yang melekat di paha yang putih dan mulus dibalut stocking, membuat para hidung belang semakin beringas untuk menentukan buruannya. Ditengah-tengah hidung belang yang berkeliaran terlihat seorang anak yang dari tadi menanti yang dinantinya. &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anjink!!! Kemana sih wanita itu? Kok susah amat dicari&lt;/span&gt;” pikirnya dengan perasaan kesal. Meskipun banyak gadis-gadis yang cantik dan bahkan lebih muda dari yang dinanti, sang anak tetap bersikukuh untuk tetap menunngu yang dinantinya. Beberapa jam dilaluinya dengan perasaan yang tak menentu di otaknya. Setelah sabar menunggu beberapa jam akhirnya dari kejauhan terlihat sesosok wanita berjalan dengan pantat naik turun yang sudah tak asing dimatanya. Memang benar, yang dinanti akhirnya muncul juga. Sang anak langsung nyamperin wanita itu. Dari belakang ia menguntitnya, dan tiba-tiba dia berkata yang membuat sang wanita agak sedikit kaget. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai cantik.. gimana nih kabarnya? Ingat gak ama aku?&lt;/span&gt;” tanya sang anak pada wanita yang menghentikan langkahnya dan segera membalikkan badannya untuk mengetahui siapa gerangan yang memanggil dirinya. &lt;br /&gt;Seperti melihat setan wanita itu terkejut tatkala dia tahu siapa yang memanggilnya. Dengan sedikit perasaan kaget sang wanita berucap ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ooooo, kamu lagi to?&lt;/span&gt;”, tanya sang gadis dengan sedikit tersenyum. Giginya yang putih dan pipinya yang menimbulkan lesung di pipinya membuat wanita itu semakin cantik bukan mainnya. Lelaki itu terpesona melihat kecantikan yang terpancar dari wajah wanita itu. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada apa lagi, deeeeek?&lt;/span&gt;”, seiring menyambung pertanyaannya yang keluar dari mulutnya tadi. &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan panggil dek dong neng. Panggil Diaz aja&lt;/span&gt;”, sembari mengulurkan tangan kanannya sambil menyebutkan namanya ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diaz&lt;/span&gt;”. Diaz bermaksud ingin mengajak berkenalan wanita tersebut. Sang wanita pun merespon ajakan tersebut. Tangan kanannya segera menjabat tangan  kanan Diaz seraya berucap ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Retno&lt;/span&gt;”. Merekapun akhirnya mulai mengobrol dan mengobrol. Mereka berdua ngobrol begitu akrabnya tak menyadari bahwa mereka baru bertemu dan baru saling kenal. Seiring waktu yang mulai beranjak malam. Keduanya terhanyut dalam obrolan-obrolan yang menjurus kearah berbau intim.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Obrolan mereka berdua kemudian berlanjut ke kamar sebuah Losmen. Dia mulai mengeluarkan jurus-jurus jitu merayu wanita. Kata-kata Diaz membuat Retno terbuai dalam untaian-untaian kata yang membuat luluh hati Retno. Bibir Diaz secara refleks mulai mengulum bibir Retno. Dengan lihainya lidahnya menari-nari di dalam mulut Retno. Retno pun tak mau kalah, seakan ingin menunjukkan keahliannya menghadapi laki-laki seperti Diaz. Perlahan tapi pasti, remasan pun mulai diluncurkan tangan nakal Diaz. Retno pun menggeliat, hatinya merasa tergetar oleh sentuhan lembut tangan Diaz. Tak pernahnya Retno merasakan sentuhan tangan seorang laki-laki seutuhnya seperti Diaz. Kendati Retno sudah sering menghadapi sentuhan-sentuhan tangan jahil si hidung belang. Tapi ini lain dari pada yang lain. Dia seperti merasakan hubungan batin dengan seseorang yang telah lama tak pernah ia temui. Baju pun mulai lepas dari kedua badan masing-masing. &lt;br /&gt;Seketika keduanya telanjang bulat tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, tak lebih menggunakan pakaian lahir mereka. Sekali lagi, lidah Diaz bermain dengan lincahnya di puncak dua buah daging yang menonojol empuk di dadanya. Retno mulai merintih, merasakan kenikmatan tersendiri saat melakukannya bersama Diaz. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hebat juga kau dalam urusan ranjang&lt;/span&gt;”, Retno terkagum,”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Makanya, jangan remehin anak kecil&lt;/span&gt;”, Diaz menyombongkan diri. &lt;br /&gt;Meskipun usia keduanya terpaut jauh, keduanya tak saling menghiraukan, mereka terhanyut dalam senggama yang tak pernah sekalipun Diaz dan Retno dapatkan. Dengan berbagai gaya ia tirukan, persis dengan apa yang ia tonton dan pelajari dari film porno yang Diaz pelajari kemarin. Layaknya  seekor kuda yang binal, Diaz melakukan hubungan itu dengan semangat menggebu-gebu – maklum Diaz belum pernah melakoni hal tersebut sebelumnya. Mereka berdua saling adu lomba menunjukkan keahliannya dalam urusan ranjang.  Tanpa sadar jarum jam yang menempel di dinding Losmen tersebut sudah menunjukkan pukul setengah tiga. Akhirnya, keduaanya pun merasa untuk menyudahi permainan dan dalam keadaan capek Diaz dan Retno tertidur lelap berbalut keringat yang masih membasahi tubuh mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Ayam jantan  pun berkokok. Menandakan pagi telah datang. Keduanya terbangun dan saling pandang. Mereka berdua saling bertatapan mata, hati Retno seakan pernah merasakan pandangan mata dari seorang yang pernah ia kenali. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berapa?&lt;/span&gt;”, ucap Diaz. Retno pun menjawab, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baru kali ini aku merasakan menjadi wanita seutuhnya, karena denganmulah aku merasakan kenikmatan sex yang benar-benar menikmati. Bukan sekedar melayani tamu-tamuku seperti biasanya. Walaupun sudah sering aku melakoninya dengan banyak pria, tapi denganmulah aku merasakan kenikmatan tersendiri. Jadi khusus untuk dirimu, tak perlu kau membayarku, sebagaimana pria hidung belang yang mengencaniku&lt;/span&gt;”. &lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapi kau tak akan bertemu aku lagi, Retno&lt;/span&gt;”, Diaz meyakinkan. Rasa penasaran berkecamuk dipikirannya. Pikirnya, padahal aku baru pertama ini menemui laki-laki seperti Diaz. Dengan rasa penasaran itu aku bertanya pada Diaz, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu mau pergi kemana?&lt;/span&gt;”, tanyaku penuh sesal. ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Besok aku mau pulang kampung&lt;/span&gt;”, singkat Diaz menjawab. &lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tok, tok, tok. Suara ketokan pintu membuat seorang nenek tua yang ubannya sudah hampir merata ke seluruh bagian rambutnya membuka pintu untuk mengetahui siapa orang yang mengetuk pintunya. Dibukanya pintu tersebut, seorang wanita dengan tas kecil di pundaknya berdiri di hadapannya. Sang nenek menatap mata wanita tersebut dengan sorot mata yang tajam. Keduanya saling berhadapan satu sama lain. Sembari mengingat siapa wanita yang berdiri di depannya, tetesan air mulai mengalir dari kedua mata nenek tersebut. Wanita yang sedari tadi berdiri di depan pintu langsung menciumi kaki nenek tersebut. Sambil menangis dengan perasaan penuh dosa kepada nenek tersebut, wanita itu tak henti-hentinya berucap ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maafkan Retno Bu, maafkan Retno&lt;/span&gt;”. &lt;br /&gt;Dengan peluh yang masih membasahi pipi nenek tersebut, sang nenek berucap ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berdirilah anakku, kau tak perlu minta maaf kepadaku. Ibu sudah memaafkan kesalahanmu. Berdiri, peluk ibumu ini&lt;/span&gt;”. Lalu sang wanita segera berdiri dan memeluk tubuh wanita tua itu dengan eratnya. Keduanya saling melepas rindu. Sambil tersedu-sedu wanita itu bertanya kepada ibunya ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dimana anakku?&lt;/span&gt;”, lalu dari balik selambu muncul seorang anak laki-laki. Dan alangkah terkejutnya sang wanita ketika melihat anak laki-laki yang muncul dari balik selambu. Dengan rasa berdosa dan mengeluarkan air mata yang tak henti-hentinya mengucur deras dari kedua matanya tanda penyesalannya yang betul-betul menyesal wanita tersebut berkata, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kaukah anakku?&lt;/span&gt;”, wanita tersebut tak menyangka bahwa yang berdiri di hadapannya adalah Diaz. Laki-laki yang pernah menidurinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6578064825469884822?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6578064825469884822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6578064825469884822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6578064825469884822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6578064825469884822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/retno.html' title='&lt;marquee&gt;&quot;Retno&quot;&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-2962176679439271744</id><published>2009-01-16T23:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:34:56.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><title type='text'>SEKOLAH TEMPAT PEMBUNUHAN KARAKTER</title><content type='html'>Sekolah. Sekolah yang ”katanya” menjadikan setiap anak didik menjadi pintar, menjadi pandai, menjadi cerdas, dan bla,bla,bla. Sekolah yang ”katanya” tempat bermain bagi siswa siswi, tempat bercanda tawa bersama kawan-kawan, tempat menimba ilmu, dan tempat bla, bla, bla. Mengapa? Kenapa? Hanya ”katanya” saja, hanya tempat –sekolah- yang penuh kebohongan belaka. Dari metode pendidikan yang ”katanya” membentuk karakter setiap siswanya, yang ”katanya” membebaskan siswanya untuk mengeksplor bakatnya, yang katanya... bla...bla...bla.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, sekolah bukanlah tempat seperti apa yang saya tuliskan di atas tadi. Sekolah bukanlah tempat yang menyenagkan lagi bagi setiap siswa didik. Sekolah bukanlah tempat untuk menimba ilmu, bukan untuk bercanda tawa, bukan untuk meneksplor bakat siswa dan bukan untuk apa-apa melainkan ”TEMPAT PEMBUNUHAN KARAKTER”. Kenapa saya berani menulis kata itu? ”ya itu kan argumenku, jadi ya suka-suka aku mau nulis apa”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Saya menulis begitu bukan karna ”suka-suka saya”, tetapi saya melihat realita yang terjadi di dunia pendidikan saat ini. Sekolah tak lain adalah tempat menakutkan yang dapat membunuh karakter setiap siswa. Penyebab akan hal itu adalah adanya beberapa faktor. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Kediktatoran sang Guru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menjadi momok besar bagi setiap siswa saat ini. Sekarang, banyak guru bersikap apatis dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini, guru bertindak semaunya tanpa mempedulikan apakah metode yang diterapkannya itu baik atau buruk bagi mental si anak didik. Bahkan tak jarang guru bersikap anarkis atau militeristik. Padahal dalam dunia pendidikan, ”MILITERISME” atau apapun yang berbau kekerasan di”haram”kan untuk masuk ke dunia pendidikan. Inilah yang menjadi faktor terbesar karakter siswa bisa mati atau terbunuh dengan perlahan-lahan karna rasa takut akan sosok guru yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Peraturan Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disinilah banyak orang tak sepakat jika ”Peraturan Sekolah”  dimasukkan dalam faktor pembunuh karakter siswa. Banyak yang bilang ”ya kalo gak ada peraturan ya bukan sekolahan”, ada juga yang bilang ”kalo gak pengen ada aturan ya sekolah sama binatang di hutan sana”.  Peraturan Sekolah memang harus ada. Dan wajib ada. Tapi mengapa peraturan itu bisa membunuh karakter siswa didik? ”Karna peraturan itu di setujui oleh pihak guru dkk, tidak melibatkan seluruh anggota warga sekolah”. Disini sudah terlihat jika siswa tidak boleh ikut campur dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang di keluarkan sekolah. Nyatanya banyak siswa yang gak setuju dengan peraturan di setiap sekolahannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Metode Pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, guru sangat berperan penting. Guru merupakan faktor utama dalam pembentukan karakter siswa. Guru juga harus mengerti metode apa yang pas diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah metode yang diterapkan dalam proses belajar mengajar bisa juga membunuh karakter siswa didik. Yaaaahhh.... guru jaman sekarang memang dituntut lebih kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang gak setuju dengan tulisan saya ini, tapi...............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suka-Suka Saya dong, lha wong saya yang nulis.&lt;/span&gt;”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-2962176679439271744?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/2962176679439271744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=2962176679439271744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2962176679439271744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2962176679439271744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/sekolah-tempat-pembunuhan-karakter.html' title='&lt;marquee&gt;SEKOLAH TEMPAT PEMBUNUHAN KARAKTER&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-2557594701460315415</id><published>2009-01-15T20:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T11:51:06.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><title type='text'>Agama, Humanisme, dan Dehumanisasi.</title><content type='html'>&lt;center&gt;Oleh " Tengky Widjanarkoe"&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama, Humanisme, dan Dehumanisasi. 3 hal yang memiliki hubungan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama tentang "Agama"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;agama merupakan doktrin yang diturunkan kepada kita sejak kita masih kecil. dimana kita masih belum tau apa-apa. ( &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ingat bung, kita sudah besar, berhak menentukan pilihan kita Very Happy&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukan Tuhan (Agama) yang menciptakan manusia, melainkan manusia lah yang menciptakan Tuhan (Agama). Agama hanyalah proyeksi manusia&lt;/span&gt;" (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ludwig Feurbach&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Agama merupakan keluhan makhluk yang tertindas, hati dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari kondisi yang mati. Agama hanyalah sebuah pelarian karena realitas memaksa manusia untuk melarikan diri. Agama adalah candu rakyat.&lt;/span&gt; " (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karl Marx&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah sudah mati&lt;/span&gt;" (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Friedrich Nietzsche&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua tentang "Humanisme"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humanisme. baik sebagai aliran atau pemikiran, mempunyai tujuan dasar yaitu "Memanusiakan Manusia". Prinsip dasar bagi orang yang menganutnya adalah "HILANGKANLAH SEGALA SESUATU YANG MENINDASMU. SEKALIPUN ITU TUHAN DAN AGAMA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga tentang "Dehumanisasi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dehumanisasi bertolak dari ajaran ataupun ideologi dari "Humanisme". dehumanisasi adalah proses dimana memperlakukan manusia secara tidak manusiawai. dalam prakteknya, Agama sering digunakan sebagai alasan terjadinya Dehumanisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pertanyaan yang muncul adalah, "Apa kaitan agama, humanisme, dan dehumanisasi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama. Dewasa ini, banyak orang mulai meninggalkan agama. banyak orang menjadi "Atheis", banyak orang mulai menjalani hidup "Sekular". ini dikarenakan agama saat ini hilang pamornya yang diakibatkan oleh agama itu sendiri. agama satu dan yang lainnya mulai menyalahkan dan menganggap agamanya adalah yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ akan terjadi proses "Dehumanisasi" yang bertolak belakang dari "Humanisme". agama saat ini mulai mengalami disintegrasi kultur. Agama yang katanya lebih mementingkan Sisi kemanusiaan, nyatanya menjadi suatu doktrin yang menjadi proses Dehumanisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia lebih mementingkan Agama ( membela agama masing-masing) dari pada mementingkan sisi kemanusiaan manusia. Seseorang yang fanatik terhadap agama, bisa menimbulkan suatu faham yang salah faham. dimana mereka menggunakan agama sebagai alasan untuk melakukan aksi anarkis (Dehumanisasi). padahal kata "Gus Dur" : " &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan engkau memperjuangkan Tuhan (Agama), utamakan memperjuangkan sisi kemanusiaan, karena Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan adlah Yang Maha Kuasa. Tidak Perlu di bela.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh nyata, yang benar-benar real. Munculnya para teroris, Perang-perang agama di belahan dunia. dari contoh atau kasus di atas dapat disimpulkan bahwa agama adalah satu penyebab tersebar proses "Dehumanisasi" terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cukup sekian dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SALAM PEMBEBASAN!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-2557594701460315415?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/2557594701460315415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=2557594701460315415&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2557594701460315415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2557594701460315415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2009/01/agama-humanisme-dan-dehumanisasi.html' title='&lt;marquee&gt;Agama, Humanisme, dan Dehumanisasi.&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-5585601566023479054</id><published>2008-12-22T23:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T13:45:05.024-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reggae'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bob Marley'/><title type='text'>Reggae, Rastafarian And Jamaica</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Most people think Great God will come from the sky Take away everything And make everybody feel high But if you know what life is worth You would look for yours on earth And now you see the light So stand up for your right&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bob Marley&lt;/span&gt;, “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Get Up, Stand Up&lt;/span&gt;”)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu diatas memang cukup familiar dikalangan para pencinta musik Reggae atau biasa disebut Rastafarians. Sebuah lirik yang sederhana namun mencerminkan jiwa bagi para Rastafarians tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reggae merupakan musik yang cukup banyak diminati oleh para pencinta musik, walaupun tidak termasuk musik mainstream, namun Reggae tetap tidak akan pernah hilang ataupun musnah. Sampai kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Musik Reggae sendiri pertama kali ditemukan di Jamaica pada akhir tahun 1960-an. Jamaica merupakan sebuah negara yang memiliki budaya yang sangat menarik untuk dicermati, dan salah satunya ialah musik. Sebenarnya tidak hanya Reggae saja yang dimiliki oleh jamaica, karena mereka juga memiliki Ska, Rocksteady, dan DUB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reggae sendiri memiliki beat yang cukup slow namun tetap dapat membuat pendengarnya bergoyang santai. Perkembangan musik yang satu ini memang sangat pesat. Musik Reggae pun akhirnya mengalami perkembangan menjadi Roots Reggae dan Dancehall Reggae yang terjadi pada akhir tahun 1970. Nama Roots Reggae sendiri diberikan oleh para Rastafarian, yang berarti sebuah musik spiritual yang diperuntukan bagi Jah. Siapakah itu Jah? Jah berarti tuhan bagi para Rastafarian. Burning Spear, Johnny Clarke, Horace Andy, Barrington Levy, dan Linval Thompson merupakan nama-nama produser yang sangat berjasa dalam mengembangkan Roots Reggae ini. Selain memiliki irama yang menarik, lirik dari Reggae pun tidak pernah lepas dari kisah cinta, seks, dan kritikan sosial kepada pemerintahan. Jadi dapat dikatakan bahwa musik Reggae juga merupakan sebuah musik bagi para pemberontak. Terlepas dari Jamaica, musik Reggae orisinal masih dapat kita temukan di Afrika dan Kepulauan Karibia. Di kedua tempat ini Reggae memiliki pengikut dengan jumlah yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan dua daerah yang masih lekat dengan Jamaica ini membuat Reggae tumbuh cukup pesat. Nampaknya perjuangan Reggae tidak berhenti sampai situ saja, karena secara perlahan namun pasti Reggae mulai memasuki Amerika Serikat. Tentu saja setelah melewati proses yang cukup panjang. Mungkin Anda tahu bahwa Rhythm and Blues merupakan musik kulit hitam yang tinggal di Amerika, namun Rhythm and Blues sendiri merupakan bagian dari musik Reggae yang telah mengalami perkembangan dan beberapa proses di Amerika Serikat. Beberapa pendapat miring atau pun kritikan pedas juga sempat dialami oleh jenis musik yang satu ini, namun Reggae tetap berjalan, seakan tidak ada yang mampu untuk menahannya lagi. Puncaknya ialah ketika pada tahun 1963 musik pemberontak ini akhirnya dapat diputar di tangga radio Inggris pada acara John Peel’s Show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reggae And Controversy&lt;br /&gt;Walaupun telah mendunia pada tahun 1960an, Reggae tetap saja menuai kontrovesi yang sangat banyak, para kritikus menganggap musik ini merupakan sebuah musik yang berbahaya, baik dari lirik maupun lifestyle yang ditimbulkan oleh jenis musik ini. Memang jika diperhatikan secara lanjut, lifestyle yang ditimbulkan oleh musik ini sangat dahsyat. Penggunaan cannabis alias ganja oleh para musisi Reggae banyak diikuti oleh para pendengar dari musik ini, karena efek yang ditimbulkan oleh ganja memang sangat cocok dengan irama musik Reggae. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa penggunaan cannabis atau ganja merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh para Rastafarian. Lihatlah cover album Bob Marley yang berjudul “Catch a Fire”, Anda akan menemukan gambar yang sangat vulgar, yaitu gambar sang dewa Reggae sedang menghisap dan sangat menikmati ganja. Cover album tersebut memang sempat menuai kritikan yang sangat pedas, namun nampaknya kebebasan bermusik Reggae masih tidak tertandingi pada saat itu. Seorang musisi Reggae lainnya, Peter Tosh dalam setiap penampilannya selalu memegang ganja di salah satu tangannya dan menghisapnya ketika sedang berada di atas panggung. Salah satu hits dari Peter Tosh yang berjudul “Legalize It” juga sempat dikecam oleh pemerintah karena pada lagu tersebut Peter Tosh meminta kepada pemerintah untuk melegalkan ganja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrovesi Reggae tidak berhenti hingga disitu saja, salah satu bagian dari Reggae, yaitu Dancehall juga dianggap sangat bermasalah. Dancehall sendiri merupakan sebuah musik yang diperuntukan untuk mengkritik para kaum gay. Para Rastafarian yang sangat membenci komunitas yang satu ini mulai melakukan kritikan-kritikan tajamnya melalu Dancehall, bahkan tidak sedikit berbagai kejadian yang sedikit radikal terjadi akibat dari pengaruh dari Dancehall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaican Style&lt;br /&gt;Musik Reggae memang sangat lekat hubungnnya dengan Jamaica. Mungkin itu semua terjadi karena Jamaica merupakan daerah asal dari musik ini. Kerena sangat erat hubungannya tersebut, maka banyak budaya Jamaica yang diadaptasi oleh para pencinta musik yang satu ini. Cocok atau tidak cocok bagi pengadaptasinya bukan merupakan sebuah masalah, yang penting ciri khas Jamaica dan Reggae telah melekat pada keseharian para pengikut Reggae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut gimbal merupakan salah satu pengaruh dari budaya Reggae dan Jamaica yang paling mudah kita temukan. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa jijik atau pun gerah melihat orang dengan rambut gimbal tersebut. Namun bagi para Rastafarian, hal ini lah yang mereka lakukan untuk mengungkapkan bahwa dirinya adalah salah satu pencinta dari musik Reggae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman, rambut gimbal pun mulai mendapatkan tempat di dunia. Banyak orang awam yang tidak begitu mengerti tentang Rastafarian ataupun musik Reggae mengadopsi gaya ini pada kesehariannya. Selain rambut gimbal, warna hijau, kuning dan merah pun cukup melambangkan warna khas dari musik Reggae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley&lt;br /&gt;Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada tanggal 6 Februari 1945, di sebuah desa di Saint Anna, Jamaica, Bob Marley merupakan seorang legenda Reggae yang tidak akan ada habisanya untuk dibicarakan. Ia merupakan salah satu musisi yang sangat mendunia. Selain berprofesi sebagai penyanyi, Bob Marley juga sangat piawai dalam memainkan gitar dan menjadi seorang penulis lagu yang sangat handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1963 Bob Marley bersama Bunny Livingston, Peter McIntosh, Junior Braithwaite, Beverly Kelso dan Cherry Smith membuat sebuah band yang bernama The Teenagers. Nama The Teenagers sendiri tidak bertahan lama dan kemudian berubah menjadi The Wailing Rudeboys yang kemudian disempurnakan menjadi The Wailers Perjalanan karier Marley sendiri berjalan seperti musisi pada umumnya. Well, memang tidak mudah untuk menjadi seorang musisi handal. Namun perjuangan Marley tersebut akhirnya mulai menghasilkan sesuatu. Beberapa hitsnya seperti “No Woman No Cry”, “Get Up Stand Up”, dan “I Shot the Sheriff” cukup melegenda di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang Marley tidak lama merasakan kejayaannya tersebut. Pada bulan Juli 1977 Marley divonis menderita penyakit kanker, dan penyakit tersebut pun mulai menjalar ke beberapa bagian vital tubuhnya seperti otak dan hati yang membuatnya harus banyak beristirahat. Pada tanggal 11 Mei 1981 sang legenda Reggae ini pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan meninggalkan tiga belas anak. Walaupun telah meninggal, nama Bob Marley seakan tidak pernah lenyap dari dunia musik, khususnya musik Reggae. Bahkan musik Reggae pun semakin diterima dunia. Mungkin ini lah salah satu cara yang harus dilakukan oleh sang dewa Reggae untuk tetap menghidupkan musik Reggae.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-5585601566023479054?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/5585601566023479054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=5585601566023479054&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5585601566023479054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5585601566023479054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/reggae-rastafarian-and-jamaica.html' title='&lt;marquee&gt;Reggae, Rastafarian And Jamaica&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-465035753565039504</id><published>2008-12-18T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T11:48:23.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disintegrasi Kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Strategi Mewujudkan Sekolah Murah di Indonesia</title><content type='html'>oleh Ilma Pratidina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inflasi dan peningkatan harga kebutuhan pokok berimplikasi pada banyak sektor, dan diantaranya: sektor pendidikan. Berapa banyak orang tua siswa yang mengeluh mahalnya biaya pendidikan terutama di awal tahun ajaran baru? Berapa banyak anak yang terpaksa “menunda” masuk sekolah karena tidak ada biaya? Mengapa di tahun ke-63 Indonesia merdeka pendidikan masih menjadi barang mewah bagi banyak orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tanggung jawab generasi kita sekarang untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Untuk itu perhatian ke dunia pendidikan dalam rangka mencetak anak-anak bangsa yang berkualitas dan mampu membawa negeri ini terhadap kondisi yang lebih baik harus lebih diprioritaskan. Miris mendapati kenyataan bahwa di kota-kota besarpun kita masih menjumpai banyak anak yang kesulitan bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bertujuan sebagai saran dan masukan agar anak-anak Indonesia tidak perlu menangis demi mendapatkan sesuatu yang sudah selayaknya menjadi hak mereka yaitu: sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- Subsidi Pendidikan Lebih Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya sekolah murah adalah dengan memperkecil beban biaya orang tua siswa. Dalam hal ini dukungan pemerintah sangat penting. Sekolah pada era 80-90an banyak menggunakan buku diktat yang disediakan secara gratis oleh sekolah. Waktu itu buku-buku tersebut diterbitkan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan. Kemudian buku-buku tersebut semakin jarang, siswa harus membeli buku. Hal lain adalah infrastruktur fisik sekolah, seperti ruangan dan sarana prasarana penyelenggaraan sekolah tiap tahun juga banyak dibebankan kepada orang tua siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tumbuh Suburkan Beasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa banyak menjadi banyak harapan dari siswa-siswa yang ingin terus bersekolah namun terganjal urusan biaya. Beasiswa dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi perlu ditumbuhsuburkan. Lembaga-lembaga sosial seperti lembaga orang tua asuh dan beasiswa dari perusahaan memberikan peran yang signifikan terhadap pemberian beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sekolah Alternatif Lebih Didorong dan Dihargai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak yang berada di kawasan jauh dari pemukiman padat ataupun anak-anak dari golongan marjinal akan sangat membutuhkan sekolah alternatif. Bagi mereka ini seperti oase di padang pasir. Segala upaya dari lembaga pemerintahan ataupun non pemerintahan untuk hal ini harus lebih didukung dan dihargai karena kita masih memerlukan banyak sekolah alternatif untuk mewujudkan pendidikan yang meluas dan merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kurikulum yang Ringkas dan Tepat Sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu menyusun kurikulum yang terlalu berat dan gemuk untuk mencetak siswa-siswa yang unggul. Adanya penjurusan SMA di tahun kedua mulai beberapa tahun yang lalu adalah perkembangan yang positif. Pemberian kurikulum yang ringkas dan tepat sasaran akan membantu siswa dan orang tua siswa. Kesadaran siswa terhadap apa yang didapatkannya dari pendidikan, kesadaran terhadap minat pada mata pelajaran tertentu perlu didukung lebih dini agar siswa tau apa yang akan dicapai lewat sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sistematika Bebas Tes dan Bebas Biaya Masuk Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematikan bebas tes dan bebas biaya masuk sekolah sebaiknya dipertahankan. Porsi ini sepertinya mulai menyusut ketika perguruan tinggi memiliki sistematika sendiri dalam penerimaan mahasiswa. Akibatnya biaya pendidikan semakin mahal sehingga hanya kalangan berduit yang mampu menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi incaran mereka. Padahal sistem bebas tes dan bebas biaya masuk sekolah masih menjadi harapan dan incaran bagi banyak siswa maupun orang tua siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Promosikan Profesi sebagai Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi sebagai guru semakin tidak populer. Padahal guru besar pengaruhnya terhadap pendidikan generasi penerus. Paradigma ini perlu digeser sedikit demi sedikit. Guru adalah profesi yang mulia namun hanya sedikit mereka yang menjadikan guru sebagai pilihan profesi. Promosi terhadap posisi guru sebagai pendidik dan perhatian terhadap kesejahteraan mereka akan lebih membuka mata banyak orang untuk bersedia berprofesi sebagai guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Minimalisir Ketimpangan Mutu dan Sarana Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar sekali ketimpangan mutu dan sarana pendidikan. Ada sekolah dasar yang mewajibkan siswanya membuka internet sebagai pekerjaan rumah, ada banyak anak kecil yang membawa flash disk ke sekolah, namun masih lebih banyak sekolah yang sarana pendidikannya masih memprihatinkan. Jumlah guru yang terlalu sedikit, jumlah buku yang kurang, jumlah ruang kelas yang tidak mencukupi masih banyak kita jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sosialisasi Sektor Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor pendidikan merupakan tanggung jawab bersama warga Indonesia. Perlu adanya sosialisasi dan pemahaman terhadap hal ini sehingga akan mempermudah sinergi antara pihak pemerintah, penyelenggara sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majunya pendidikan di Indonesia agar anak-anak generasi penerus menjadi generasi yang berkualitas dan mampu menghadapi tuntutan perkembangan zaman dengan mantap. Dan semoga semakin berkurang keberadaan Lintang-Lintang kecil seperti di film Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-465035753565039504?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/465035753565039504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=465035753565039504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/465035753565039504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/465035753565039504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/strategi-mewujudkan-sekolah-murah-di.html' title='&lt;marquee&gt;Strategi Mewujudkan Sekolah Murah di Indonesia&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6937674371009772651</id><published>2008-12-18T22:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:43:03.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu dan Teknologi'/><title type='text'>Cikal Bakal Komputer Itu Bernama Integrated Circuit</title><content type='html'>oleh Yosafat Tri Hanggoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer yang kita pakai kini sudah tergolong canggih jika dibandingkan dengan saat pertamakali chip prosesornya ditemukan. Yuk kita sibak sejenak sejarah perkembangnan teknologi chip ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrated Circuit atau yang biasa disingkat IC atau beberapa orang menyebut sebagai chip, saat ini memiliki peranan penting dalam perkembangan industri elektronika di dunia. Mulai dari televisi, telepon seluler, komputer, dan berbagai barang elektronik lainnya, meggunakan IC di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fleksibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen elektronika dasar, seperti dioda dan transistor, dibuat dari bahan semikonduktor. Semikonduktor secara sederhana berarti bahan yang dapat bertindak sebagai konduktor (penghantar arus listrik) dan dapat pula bertindak sebagai isolator (penghambat arus listrik), tergantung pada kondisi yang dialaminya. Komponek elektronika yang lain seperti resistor dan kapasitor pun dapat dibuat dari bahan semikonduktor, meskipun pada umumnya tidak dari semikonduktor. Karena fleksibilitas resistor dan kapasitor yang dapat dibuat dari semikonduktor, maka hal itu memungkinkan untuk diintegrasikan dengan komponen lain yaitu transistor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah muncul ketika kebutuhan manusia alat elektronik semakin bertambah dan semakin komplek. Dengan meningkatnya kekomplekan fungsi alat elektronik, maka semakin komplek pula rangkaian komponen elektronika di dalamnya. Dan terlebih lagi jika mempertimbangkan ukuran dari alat elektronik tersebut, maka hal itu akan sangat sulit untuk mengimplementasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Penemuan Intergrated Circuit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1958, seorang insinyur bernama Jack Kilby yang bekerja pada Texas Intruments mencoba memecahkan masalah dengan memikirkan sebuah konsep menggabungkan seluruh komponen elektronika dalam satu blok yang dibuat dari bahan semikonduktor. Terciptalah chip yang pertama, meskipun masih dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Beberapa saat setelah itu, Robert Noyce, yang bekerja pada Fairchild Semiconductor Corporation, menemukan hal serupa, meskipun mereka bekerja pada dua tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak penemuan pertama sebuah IC, riset banyak dilakukan untuk menyempurnakan sebuah IC. Beberapa hal yang cukup penting dalam sebuah IC adalah ukuran dan daya listrik yang dibutuhkan sebuah IC untuk berfungsi dengan baik. Saat ini, sebuah IC yang ukurannya sekitar jari kuku manusia, di dalamnya terdapat ratusan juta komponen yang terintegrasi menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gorden Moore, co-founder perusahaan Intel, pada tahun 1965 memperkirakan bahwa jumlah transistor yang terdapat dalam sebuah IC akan bertambah 2 kali setiap 18 bulan sekali. Kecenderungan peningkatan jumlah transistor ini telah terbukti setelah sekian lama dan diperkirakan akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh perkembangan IC, sebuah 64-Mbit DRAM yang pertama kali di pasaran pada tahun 1994, terdiri dari 3 juta transistor. Dan microprocessor Intel Pentium 4 terdiri lebih dari 42 juta transistor dan kira-kira terdapat 281 IC didalamnya. Bahkan berdasar pada International Technology Roadmap for Semiconductor (ITRS), diharapkan akan tersedia sebuah chip yang terdiri dari 3 milyar transistor pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, bahan semikonduktor yang digunakan dalam pembuatan IC, adalah silikon. Beberapa bahan lain pun juga memungkinkan untuk digunakan. Proses pembuatan IC sendiri terdiri dari ratusan step. Meskipun proses pembutan hingga siap untuk digunakan sangatlah rumit, namun keuntungan yang didapat dari fleksibilitas sebuah IC dibandingkan dengan jika tidak menggunakan IC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditilik dari sejak penemuan sebuah IC, teknologi IC boleh dibilang masih sangat muda. Belum genap setengah abad dari pertama kali diproduksi, IC telah berperan penting dalam peradaban manusia. Seperti komputer misalnya, yang proses utamanya dikontrol oleh ratusan IC. Komputer merupakan hal penting dalam mendukung perkembangan teknologi lainnya. Sudah sepantasnya kita mengucap syukur kepada Tuhan, yang telah mengizinkan perkembangan teknologi terjadi begitu pesatnya, yang akhirnya membawa kemudahan bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika pada waktu itu IC tidak ditemukan. Mungkin perkembangan teknologi tidak akan seperti sekarang ini. Seberapa besarkan ukuran komputer kita jika dibangun tanpa IC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Sung-Mo (Steve) Kang, Yusuf Leblebici,CMOS digital integrated circuits : analysis and design ,3rd edition, McGraw-Hill, 2005&lt;br /&gt;Walter A,Triebel. The 8088 and 8086 microprocessors :programming, interfacing, software, hardware, and applications : including. 4th Edition, Prentice Hall, 2003.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6937674371009772651?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6937674371009772651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6937674371009772651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6937674371009772651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6937674371009772651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/cikal-bakal-komputer-itu-bernama.html' title='&lt;marquee&gt;Cikal Bakal Komputer Itu Bernama Integrated Circuit&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-4786025864610576509</id><published>2008-12-18T22:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:47:11.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Seks Remaja, Masih Perlukah?</title><content type='html'>Selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan kegunaan pendidikan seks bagi remaja. Benarkah tidak ada gunanya? Bagaimana status pendidikan seks di luar negeri? Mari kita simak untuk perbandingan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ScienceDaily (Mar.20, 2008). Riset terbaru menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kemungkinan kehamilan remaja, dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seksual (PMS). “Sama sekali tidak membahayakan untuk mengajari remaja mengenai kontrol kelahiran, sebagai tambahan dari penolakan hubungan seks,’ demikian kata pimpinan kajian, Pamela Kohler, Manajer program pada Universitas Washington di Seattle. Orang tua dan pendidik telah lama berargumentasi, apakah siswa harus mendapatkan pengajaran kontrol kelahiran, atau secara mudah bilang saja tidak terhadap seks bebas. Opsi mana yang lebih baik untuk menunda hubungan seks pada remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kohler dan kolega mengamati hasil dari survei nasional Amerika Serikat tahun 2002 dan berfokus pada remaja heteroseksual umur 15 sampai 19 tahun. Penemuan ini- berdasarkan respon dari 1719 remaja- dipublikasi pada journal of Adolescent Health. Setelah mereview hasil, peneliti menemukan bahwa satu dari empat remaja menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja. Sembilan persen, terutama di daerah miskin dan pedesaan, tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Dua pertiga sisanya menerima instruksi komprehensif, dengan diskusi kontrol kelahiran dan penolakan hubungan. Remaja yang menerima pendidikan seks komprehensif memiliki kemungkinan 60 persen lebih kecil untuk mendapatkan kehamilan, dibandingkan yang tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Kemungkinan kehamilah adalah 30 persen lebih rendah pada mereka yang hanya menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja, dibanding mereka yang tidak menerima hubungan seks, namun peneliti mengasumsikan bahwa angka tersebut kurang signifikan secara statistik, sebab beberapa remaja yang masuk dalam kategori diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mereka juga tidak mencapai signifkansi statistik, survei lain juga menganjurkan bahwa pendidikan seks komprehensif, bukan penolakan hubungan seks saja, mengurangi kemungkinan remaja terlibat pada hubungan vaginal. Kedua pendekatan tersebut tidak dilaporkan mengurangi kemungkinan PMS, namun hasil tersebut secara statistik tidak signifikan. Bagaimanapun, penemuan tersebut mendukung diberikannya pendidikan seks komprehensif, demikian tandas Kohler. ‘Tidak ada bukti untuk mendukung bahwa pendidikan penolakan hubungan seks saja mengurangi kemungkinan terjadinya hubungan seks, atau kehamilan’, kata Kohler lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don Operario, PhD., profesor pada Universitas Oxford di Inggris mengatakan bahwa kajian tersebut memberikan ‘bukti lebih jauh’, terhadap kegunaan pendidikan seks komprehensif dan ketidak efektifitas dari pendekatan penolakan hubungan seks saja. Bagaimanapun, kajian tersebut tidak menunjukkan bagaimana pendidik harus mengimplementasikan pendidikan seks komprehensif pada ruang kelas, demikian kata Operario, yang mempelajari pendidikan seks. ‘Kita memerlukan pemahaman lebih baik terhadap cara yang paling efektif untuk memberikan tipe pendidikan dalam rangka untuk memaksimalkan pemahaman murid dan penerimaan komunitas’, kata Operario. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Jurnal : Kohler PK, Manhart LE, Lafferty WE. Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. J Adolesc Health 42(4), 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-4786025864610576509?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/4786025864610576509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=4786025864610576509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/4786025864610576509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/4786025864610576509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/pendidikan-seks-remaja-masih-perlukah.html' title='&lt;marquee&gt;Pendidikan Seks Remaja, Masih Perlukah?&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8447331490603117289</id><published>2008-12-18T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T01:02:20.128-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Orang Miskin “Dilarang” Sekolah</title><content type='html'>Oleh: Kahar al bahri*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,-  Siapapun sepakat bahwa tujuan pendidikan adalah mewujudkan manusia yang dapat berpikir secara rasional karena kita juga sepakat bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan olch pola pikirannya, oleh karena itu maka pendidikan adalah sebuahkeniscayaan, kita juga sepakat untuk memajukan bangsa ini dan mengangkat bangsakita dari keterpurukan maka hal mutlak yang harus didahulukan adalah sektor pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh senang begitu walikota kita mengeluarkan kebijakan menghapus uang pendaftaran peneriman siswa baru tapi ternyata kesenangan saya tidak berlangsung lama kecurigaan dan kekecewaan saya selama ini tentang dunia pendidikan kita yang tak beres muncul kembali ketika membaca Kaltim Post senin 1Agustus 2004 tentang dana partisipasi yang dikeluarkan oleh Disdik yang menurut saya begitu tinggi, bukan saja bagi kalangan menengah dan pegawai negeri terlebih lebih buat kaum miskin kota (Buruh, Nelayan PKL, Pegawai rendahan, pemulung dll) biaya yang sedemikian besarnya mereka akan dapat dari mana jika pendapatan mereka masih berkisar pada upah minimum Provinsi yang Cuma Rp 640.000 perbulan sanggupkah mereka merealisasikan keinginan anak-anaknya untuk sekolah jika pembayaran yang dibebankan begitu mahal, lya kalau anak mereka yang mau sekolah cuma satu orang, belum lagi biaya seragam baru dan biaya beli buku pelajaran dan buku tulis baru serta uang jajan maka wajar jika muncul pertanyaan kemana para anak-anak orang miskin harus sekolah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Darmaningtyas (Kompas 19 Juni 2004 ) ada empat golongan anak usia sekolah : pertama anak kaya dan pintar kedua anak pintar tapi miskin ketiga anak bodoh tapi kaya,dan keempat anak bodoh tapi juga dari keluarga miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika melihat sistem penerimaan siswa baru sekarang yang masih mengutamakan sistem tes dan nilai Ujian murni maka peluang untuk sekolah terutama disekolah negeri ada pada golongan yang pertama, dan jika peneriman masih memungkinkan untuk negosiasi dan tawar menawar maka peluang berikutnya ada pada golongan ketiga ,golongan kedua juga berpeluang tapi dalam prosesnya nanti maka besar kemungkinan mereka akan keteteran untuk berprestasi karena harus ikut berpikir bagaimana biaya sekolah tidak terganggu, dan golongan ini biasanya meluangkan waktunya untuk membantu orang tuanya mencari uang dan membiayai dirinya sendiri, tidak ada peluang sama sekali untuk ikut les tambahan apalagi private, dan golongan keempat kemana mereka ??. Peluang mereka yang sangat sempit bahkan dapat dikatakan tertutup terutama disekolah negeri peluang mereka yang paling memungkinkan adalah sekolah swasta yang bisa saja sangat rendah mutunya dan berada. dipinggiran karena mereka hampir tidak memiliki modal yang dibutuhkan untuk syarat masuk sekolah apalagi jika mengganakan penerimaan sistem tes dan nilai ujian murni, sistem tes Jelas mereka tidak bisa dan sistem nilai , nilai mereka sangat rendah, mau negoisasi, jelas kondisi ekonominya tidak memungkinkan, celakanya golongan ini menduduki tempat yang cukup tinggi dalam segi jumlah bahkan menurut data konfrensi Pendidikan dunia lebih 100 juta anak usia sekolah ada dalam kelompok ini, ini disebabkan karena sejak mereka kecil focus keluarga mereka bukan pada sektor pendidikan tapi pada sektor ekonomi (baca: perut) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian diatas tentu menegaskan bahwa sistem penerimaan dalam dunia pendidikan kita menciptakan kesenjangan sosial dan kemiskinan yang terstruktural hagaimana tidak sebab anak anak vang bodoh dan miskin setelah lepas dari sekolah dapat dipastikan hanya akan bekerja pada sektor yang tak jauh dari keluarganya,buruh pabrik, buruli toko, buruh bangunan, buruh tani atau buruh serabutan yang sangat tidak stabil dan rawan PHK sepihak dan golongan ini cenderung menikah dari golongan serta kalangan mereka sendiri dan tentu akan menghasilkan generasi yang hampir pasti sama, sedangkan ketiga, golongan lainnya tentu berbeda, bekerja dengan gaji tinggi dan fasilitas lengkap tentu akan berpengaruh pada keturunannya, jika sudah begini siapa yang bisa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8447331490603117289?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8447331490603117289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8447331490603117289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8447331490603117289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8447331490603117289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/orang-miskin-dilarang-sekolah.html' title='&lt;marquee&gt;Orang Miskin “Dilarang” Sekolah&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-7795756003813095108</id><published>2008-12-18T22:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:23:16.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punk'/><title type='text'>Sejarah PUNK</title><content type='html'>Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup dan Ideologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni). &lt;br /&gt;Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk dan Anarkisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-7795756003813095108?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/7795756003813095108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=7795756003813095108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7795756003813095108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7795756003813095108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/sejarah-punk.html' title='Sejarah PUNK'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-9069746112107809841</id><published>2008-12-18T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:18:59.985-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punk'/><title type='text'>Gaya Punk, tersingkir tapi ditiru</title><content type='html'>MENYEBUT kata Punk, sekilas akan terlintas bayangan sekumpulan anak muda dengan dandanan ‘liar’. Rambut dicat dengan potongan ke atas. Mereka biasa ngumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan kelompok yang kerap disebut komunitas Punk ini, memiliki gaya dengan ciri khas sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK kenal, maka tak sayang. Begitu juga dengan teman-teman kita, komunitas Punk di Semarang ternyata cukup ramah-ramah kok. Bahkan, komunitas yang memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya di Kota Lumpia ini, telah menjadikan lokasi sekitar Jalan Imam Bardjo Semarang, tepatnya depan Bank Indonesia-Semarang, sebagai lokasi untuk sekedar kumpulkumpul sesama Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa saja ya yang mereka lakukan. Yuk kita tengok kehidupan mereka. Mereka, mudah banget ditemui kalau pas malam Minggu. Biasanya kalau mereka ngumpul bakal berkesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka pandai menyanyi, meski terkesan kotor dan kumuh karena jarang mandi, namun jiwa seninya sangat luar biasa,” kata Zulkifli, warga asal Kalisari, Semarang, yang kerap melintas dan melihat kumpulan anak Punk di sekitar kampus Undip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma aliran &lt;br /&gt;Asal kamu tahu saja kalau Punk hanya aliran. Jiwa dan kepribadian pengikutnya, akan kembali lagi ke masing-masing pelakunya. Hal ini ditegaskan beberapa orang penganut Punk, yang ditemui Wawasan diSemarang dan beberapa kota lain di pinggiran Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami memang selalu diidentikkan dengan aliran musik keras. Tidak bisa diatur, atau bahkan ada yang menyebut kami ibarat orang yang harus dicurigai,” tutur Zak (20), salah satu anggota komunitas Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kata Zak, dia bareng bandnya, sudah banyak manggung di pentas-pentas seni antar kampus. ‘’Iya sih, kita bukan anak kuliahan. Tapi, sering tampil di sejumlah kampus. Toh, kita juga punya karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak seperti yang sebagian masyarakat nilai,’’ katanya. Meski begitu, cibiran dan pandangan minir hanya dianggap Zak, sebagai hal wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita juga bukan dari keluarga berantakan. Komunitas Punk yang rata-rata berusia belia ini, terbilang memiliki keluarga utuh. Hanya saja, back groundnya, memang ada yang berasal dari keluarga broken home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan disamaratakan. Tidak semua pelaku di komunitas Punk, berasal dari keluarga berantakan,’’ kata Zak. Zak contohnya, berasal dari keluarga cukup berada. Orang tuanya yang berada di Solo, merupakan seorang pedagang yang cukup sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena jiwa Zak pemberontak, ia pun memilih meninggalkan keluarga dan berkelana bersama kelompoknya. Bermodalkan keberanian dan nekat, ia pun melanglang buana, dari satu kota ke kota lain. ‘’Pengalaman guru yang tebaik. Kami pingin bebas dan berekspresi,’’ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditiru &lt;br /&gt;Ciri khas anak Punk yang berambut ala kipas dengan warna-warni mencolok, banyak dicontoh komunitas anak band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak perlu jauh-jauh untuk bisa melihat, apa benar anak muda terutama kumpulan band lebih percaya diri (PD) berbusana Punk. Personel Band /Rif. Band yag digawangi Andi /Rif ini, namanya masuk dalam sederetan band papan atas Indonesia karena penampilan mereka yang kerap nyentrik. Bahkan, sang vokalis Andi, setiap kali manggung habis-habisan mengeploitasai cara berpakaian komunitas Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan band /Rif, mungkin menjadi contoh kasat mata kita semua. Bila menilik lebih dekat di Kota Smarang, sejumlah band pun, beraliran Punk. Seperti pengakuan Wawan. Pemuda lajang, kelahiran 1984 itu, terang-terangan mengaku bangga menjadi bagian dari pecinta komunitas Punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari ujung rambut yang terkesan aneh itu, hingga aksesoris yang dikenakan pun, meniru komunitas Punk,” kata Wawan (23), asal Pedurungan, Semarang Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personel sebuah band di Semarang ini ini bahkan menjadikan aliran Punk, sebagai aliran musik ia bersama temantemannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membantah, jika komunitas Punk, adalah kumpulan anak muda yang tidak memiliki arah yang jelas. Bahkan, terkesan meresahkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata orang jangan melihat kulitnya, tapi lihat isinya. Dan komunitas Punk itu, bukan pelaku yang kerap membuat onar,” ungkap Wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut pembetot bas ini mengatakan, satu yang paling menonjol, yang sering menjadi kiblat anak-anak band meniru gaya Punk, yakni celana ketat hingga ke mata kaki. Bagi yang melihat, pasti akan dapat menyebut sebagai bagian dari kelompok Punk. Ya, toh kelompok yang dianggap minoritas ini nyatanya, banyak ditiru anak band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau kamu pingin sekadar ngumpul atau kenal dengan komunitas ini, mudah kok untuk mencari mereka. Kalau ada konser musik yang menyuguhkan aliran musik keras, nah di situ mereka bakal ada. “Kami akan bertemu, teman-teman dari seluruh kota di Jawa. Bahkan, ada juga dari luar Jawa, seperti Sulawesi,” tambah Zak .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-9069746112107809841?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/9069746112107809841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=9069746112107809841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9069746112107809841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9069746112107809841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/gaya-punk-tersingkir-tapi-ditiru.html' title='Gaya Punk, tersingkir tapi ditiru'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-494225426254364483</id><published>2008-12-18T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:13:01.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proletariat'/><title type='text'>Proletariat Versus Borjuasi</title><content type='html'>Soviet Rusia 1921. Di masa itu, Soviet Rusia bergejolak. Di lapisan sosial masyarakat yang paling rendah, golongan buruh, khususnya golongan buruh industri yang tidak mempunyai alat produksi dan hidup dari menjual tenaga, yakni kaum proletariat; juga ada dinamikanya. Ada intrik, benci, dan gemeretak kegeraman terdengar di mana-mana di sudut kota tua, Moskow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik kelas di perkotaan terjadi antara para pemilik modal dan kaum buruh yang tidak punya harapan untuk memperoleh harta pribadi. Proses (konflik) yang lain berlangsung di pedesaan, antara dua kelas pemilik: di satu pihak para tuan tanah dan di pihak lain para petani. Kaum tani ini tidak memiliki kesadaran atau aspirasi sosialis, sebaliknya mereka ingin pembagian tanah yang merata dan adil. Dalam upaya itu, kaum petani kaya (para tengkulak) bisa saja ikut berpartisipasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Oktober di Soviet Rusia hanya dapat terjadi berdasarkan kedua proses tersebut. Namun demikian, kedua proses ini hanya dapat bergabung karena faktor khusus. Di Soviet Rusia, kelas borjuis tak mampu berpisah dengan para tuan tanah. Hal ini menyebabkan kaum tani terpaksa bersekutu dengan kelas buruh. Dan, Revolusi 1917 mengombinasikan “perang para petani” dengan insureksi kaum proletarian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas borjuis dan kaum tuan tanah ditumbangkan, namun kelas-kelas yang menumbangkan mereka tidak mempunyai tujuan bersama dalam jangka panjang. Kelas buruh hidup dari kegiatan kolektif di tempat kerja, sedangkan kaum tani hanya dapat bersatu secara sementara untuk merebut tanah, kemudian mereka akan menjalankan produksi individual kalau tidak didominasi oleh kekuatan luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, revolusi merupakan kekuasaan kaum buruh di atas kelas lain di perkotaan, sekaligus merupakan kekuasaan kota atas pedesaan. Pada tahap pertama, pemerintahan Bolsyevik dapat mengandalkan dukungan kaum tani dan memang dibela oleh bayonet para prajurit berlatar belakang rural . Namun apa jadinya kelak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan klasik ini telah lama direnungkan oleh kaum Marxis di Rusia. Sebuah revolusi sosialis bisa saja tenggelam dalam lautan petani. Hal itu menjelaskan mengapa sebelum tahun 1917, kaum Marxis (kecuali Leon Trotsky) melihat revolusi di Rusia sebagai “revolusi demokratik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Trotsky mengajukan skenario revolusi sosialis, Vladimir Ilich Lenin (1870-1924) menulis demikian: “Ini mungkin karena kekuasaan sosialis hanya dapat stabil berlandaskan dukungan mayoritas besar. Adapun proletariat Rusia merupakan minoritas rakyat Rusia saat ini”. (Julian, “ Russia: How the Revolution Was Lost ” karya Chris Harmann) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenin mempertahankan pendapat ini sampai awal 1917. Pada tahun itu dia berubah sikap, tetapi hanya karena dia melihat revolusi di Rusia sebagai tahap pertama revolusi global, di mana kelas pekerja di Barat dapat menolong kaum pekerja untuk mengambil hati para petani Rusia. Delapan bulan sebelum insureksi Oktober, Lenin pun menulis: “Proletariat Rusia tidak bisa menuntaskan revolusi sosialis dengan kekuatan sendiri”. Empat bulan setelah insureksi tersebut, dia menggarisbawahi: “kebenaran yang mutlak bahwa tanpa terjadinya sebuah revolusi di Jerman, kita akan dihabisi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika sosial-politik dan ekonomi ketika itu memang kompleks. Institusi yang bercokol di Rusia, 1921, telah jauh berbeda dari soviet-soviet dan Partai Bolsyevik, 1917. Para aktivis Bolsyevik yang ikut berpartisipasi dalam revolusi Februari itu adalah kaum revolusioner berkomitmen yang menanggung risiko berat selama berjuang bertahun-tahun melawan Tsar. Mereka tidak melepaskan prinsip sosialisme, bahkan ketika harus menghadapi empat tahun perang sipil dan ketersekatan dari rakyat pekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada 1919 unsur ini hanya merupakan 10 persen dari anggota partai; pada 1922 hanya 2-3 persen, karena Partai Bolsyevik telah tumbuh secara dahsyat. Banyak orang yang masuk partai itu yang bukan revolusioner, melainkan para oportunis yang ingin tampil dan eksis dalam birokrasi negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum proletariat—sebagian penduduk kecil yang mempunyai hubungan tertentu dengan “alat produksi”—terdesak. Kaum kapitalis memiliki pabrik, pertambangan, dan lain-lain bentuk “mesin pencetak uang”. Merekalah strata kapitalis itu. Kaum buruh bekerja di pertambangan dan pabrik, tetapi mereka tidak memiliki tambang dan pabrik. Mereka adalah kelas buruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas utama dalam masyarakat modern ada dua: kaum kapitalis (borjuasi) dan kaum pekerja-upahan (proletariat). Pada zaman dulu, ada kelompok pemilik budak, ketika kaum pekerja menjadi budak sebagai barang dengan tidak mempunyai suatu hak hukum atau hak sosial apa pun. Lalu para “tuan feodal” dengan hambanya—kaum pekerja pertanian dan abdi kaum pemilik tanah—yang terikat pada tanah. Juga ada kelas kepala gilda dan pedagang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya teori ekonomi sosialis pada era Bolsyevik bukan suatu eksperimen, namun manifestasi atau aplikasi ilmiah, dan telah mencapai hasil yang stabil. Bukan saja dicapai di Soviet Rusia, tetapi juga di kawasan lainnya; dari Berlin (Jerman Timur) hingga Hanoi (Vietnam), dari Tirana (Albania) sampai Pyongyang (Korea Utara). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (Jakarta, 12 Desember 1954), salah seorang dedengkot Partai Komunis Indonesia (PKI), Njoto, menerangkan bahwa “ekonomi sosialis sekarang ini bukan hanya dapat dipikirkan dan dibayangkan, tetapi sudah diraba dan dirasakan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Heinrich Marx (1818-1883) adalah orang pertama yang menerangkan sifat objektif dari sosialisme ini. Namun tesis Marx ini bukannya jatuh dari langit. Ajaran ini lahir sebagai kelanjutan dari wakil terbesar sosialisme klasik Perancis, filsafat klasik Jerman, dan ekonomi klasik Inggris. Tiga komponen inilah yang menjadi manifestasi mazhab ekonomi marxisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai mazhab ekonomi marxisme—inti dasarnya adalah pemahaman tentang teori “nilai lebih” dan teori “nilai kerja”—ini tidak sedikit ekonom yang salah persepsi, seolah-olah penemu pertamanya adalah Karl Marx. Padahal, pelepor ilmu ekonomi modern dan teori ekonomi “ laissez-faire ” berkebangsaan Skotlandia, Adam Smith (1723-1790), yang terkenal melalui karya klasiknya An Inquiry into the Nation and Causes of the Wealth of Nations (1776), serta peletak dasar teori ekonomi-politik berkebangsaan Inggris dan penulis On the Principles of Political Economy and Taxation (1817), David Ricardo (1772-1823), telah mengemukakan teori “nilai kerja” ini; bahkan juga teori “nilai lebih”. Dan, Marx hanya melanjutkan ajaran mereka secara dialektis dan konsekuen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana letak perbedaan antara ekonomi marxis dan kebanyakan aliran ekonomi lainnya? Hemat saya, perbedaan itu terutama terletak pada kenyataan bahwa kebanyakan ekonom lainnya melihat hubungan antara barang dan barang (kapitalisme), sedangkan Marx melihat hubungan antara manusia dan manusia (sosialisme). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ajaran Marx tentang teori ekonomi-politik dijelaskannya secara panjang lebar dalam buku standarnya, Das Kapital (1867). Marx menjelaskan bahwa “tujuan akhir karangan ini ialah mengungkap hukum gerak ekonomi dari masyarakat modern”. Tentu saja yang dimaksud Marx adalah masyarakat kapitalis (atau kapitalisme). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tinggallah kita merenungi kembali, apa sesungguhnya mazhab ekonomi yang dikembangkan di negeri tercinta yang berpaham “demokrasi ekonomi” ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-494225426254364483?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/494225426254364483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=494225426254364483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/494225426254364483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/494225426254364483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/proletariat-versus-borjuasi.html' title='Proletariat Versus Borjuasi'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1862549685405487142</id><published>2008-12-18T22:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:07:32.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>Wanita adalah Makhluk Allah yang Tangguh</title><content type='html'>Penulis : Yanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wanita adalah sosok yang amat sering dijadikan sorotan dalam setiap sudut kehidupan. Dandanannya, pakaiannya, tingkah laku, sampai ke gerak tubuhnya. Nah, belum lagi akhir-akhir ini dimana gerakan feminimisme semakin di koar-koarkan. So makin banyak wanita yang "kebelet" pengen "dipublikasikan". Sebenarnya paham nggak sih dengan hakikat seorang wanita??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini tokoh-tokoh feminimisme mengajukan tuntutan yang buanyaaak banget, tapi intinyahanya satu, meminta persamaan hak dan kewajiban seperti pria. Pantas nggak sih sebenarnya??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik dan mental tak dapat dipungkiri, wanita dan pria memang sangat berbeda. Hal itu juga yang menyebabkan tugas, hak dan kewajiban kedua Makhluk Allah ini berbeda. Setiap yang diciptakan Allah selalu memiliki keistimewaan sendiri. Pria yang memiliki fisik jauh lebih kuat dari wanita, dapat menjadi pelindung, yang menjaga kehormatan seorang wanita. Dia pun dapat mencari nafkah untuk keluarganya, serta berperang untuk menegakkan panji-panji agama Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan wanita? dengan kelembutan hati yang Allah karuniakan padanya, ia dapat memacu semangat suaminya, anak lelakinya, atau ayahnya, yang sedang bertempur. Dia pula yang menjaga rumah tangga dan kehormatan suaminya. Dari rahimnyalah terlahir mujahid-mujahid yang bahkan setingkat Abu Bakar Siddiq. Ditangannya pula terdidik pemimpin-pemimpin yang tangguh seperti Umar Bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah makhluk Allah yang sangat tangguh. Ingatlah hadits Rasulullah yang artinya, "wanita adalah tiang negara, apabila dalam sebuah negara wanitanya baik, maka jayalah ia, namun apabila wanita di dalamnya buruk, maka hancurlah negara itu". Ketangguhan seorang wanita telah dikatakan Rasulullah, bahkan Allah pun mengatakannya dalam Al-Qur'an, memuliakan kedudukan seorang ibu, yang juga seorang wanita. Masih kurang kah semua itu??? Sehingga masih ingin disamakan dengan pria. Tidak saudariku, semua itu lebih dari cukup. Bukankah tak ada yang paling mulia, selain mulia dihadapan Allah dan RasulNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudariku??? Bahwa dengan meminta persamaan dengan kaum Adam berarti engkau telah menghina kodratmu sendiri. Kenapa? Karena dengan meminta persamaan itu, berarti engkau memandang rendah status yang kini engkau jalani sebagai seorang wanita. Engkau memandang hina tugas dan kewajibanmu, sehingga engkau merasa semua itu tak pantas dijalani. Padahal tugasmu itu sangat berat, tugas yang belum tentu, atau bahkan tak akan pernah bisa diemban oleh pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbedanya wanita dan pria tidak mengidentifikasikan, kalau pria lebih mulia ketimbang wanita. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyatakan semua manusia kedudukannya sama disisi Allah, yang membedakannya hanyalah ketaqwaan kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keadaan yang selama ini terjadi, sekian banyak wanita yang meminta kebebasan meninggalkan rumah tangganya untuk mencari ketenaran diluar rumah. Berkali-kali lipat itu pula, semakin tercipta generasi-generasi yang kurang kasih sayang dan kelembutan seorang ibu. Akibatnya narkoba merajalela, tawuran disana-sini, pergaulan bebas, tindak kriminal di kalangan remaja seakan telah menjadi menu kita sehari-hari. Itukah wujud keperkasaan seorang wanita??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia sukses menjadi wanita karir, rumah tangganya berantakan. Anak lelakinya terbaring lemah di rumah sakit karena tawuran, sedang anak perempuannya menjadi korban pergaulan bebas. Itulah wujud lemahnya seorang wanita dalam menolak nafsu dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah saudariku wanita adalah makhluk Allah yang tangguh. Karena itu, dia diberi amanah untuk melahirkan, mendidik, membesarkan, dan mencintai calon-calon penegak bendera agama Allah di muka bumi ini. Dan tugasmu itu amat mulia, jauh lebih mulia dari apa yang ada di muka bumi ini. Karena itu jangan pernah merasa hina tinggal di rumah, wanita adalah ratu dalam rumah tangganya dan insya Allah ratu di surga Allah. Jalani kodrat yang Allah berikan dengan ikhlas atas dasar cinta kepadaNya, sesungguhnya hanya Allah yang akan membalas keikhlasanmu, sebab terlalu besar untuk dibayar oleh dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1862549685405487142?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1862549685405487142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1862549685405487142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1862549685405487142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1862549685405487142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wanita-adalah-makhluk-allah-yang.html' title='Wanita adalah Makhluk Allah yang Tangguh'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-679166795433507860</id><published>2008-12-18T21:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:00:24.622-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Membuat Film Dokumenter / Film Indie</title><content type='html'>Dalam membuat film dokumenter yang kita rekam harus berdasarakan fakta yang ada. Jadi film dokumenter adalah suata film yang mengandung fakta dan subjektivitas pembuatnya. Artinya apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta yang ada, namun dalam penyajiannya kita juga memasukkan pemikiran-pemikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat film dokumenter ada langkah-langkah dan kiat bagaimana film yang kita produksi disenangi oleh penonton dan tidak memakan biaya yang besar saat memproduksinya.. Langkah yang harus kita tempuh dalam membuat film dokumenter adalah pertama, menentukan ide. Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti di sekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Jadi mulailah kita untuk bepfikir supaya peka terhadap kejadian yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menuliskan film statement. Film statement yaitu penulisan ide yang sudah ke kertas, sebagai panduan kita dilapangan saat pengambilan Angel. Jadi pada langkah kedua ini kita harus menyelesaikan skenario film dan memperbanyak referensi sehingga film yang kita buat telah kita kuasai seluk-beluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membuat treatment atau outline. Outline disebut juga script dalam bahasa teknisnya. Script adalah cerita rekaan tentang film yang kita buat. script juga suatu gambar kerja keseluruhan kita dalam memproduksi film, jadi kerja kita akan lebih terarah. Ada beberapa fungsi script. Pertama script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat. Jadi, dengan script kamu dapat mengkomunikasikan ide film ke seluruh crew produksi. Oleh karena itu script harus jelas dan imajinatif. Kedua, script penting untuk kerja kameramen karena dengan membaca script kameramen akan menangkap mood peristiwa ataupun masalah teknis yang berhubungan dengan kerjanya kameramen. Ketiga, script juga menjadi dasar kerja bagian produksi, karena dengan membaca script dapat diketahui kebutuhan dan yang kita butuhkan untuk memproduksi film. Keempat, script juga menjadi guide bagi editor karena dengan script kita bisa memperlihatkan struktur flim kita yang kita buat. Kelima, dengan script kita akan tahu siapa saja yang akan kita wawancarai dan kita butuhkan sebagai narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mencatat shooting. Dalam langkah keempat ini ada dua yang harus kita catat yaitu shooting list dan shooting schedule. Shooting list yaitu catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk flim yang kita buat. jadi saat merekam kita tidak akan membuang pita kaset dengan gambar yang tidak bermanfaat untuk film kita. Sedangkan shooting schedule adalah mencatat atau merencanakan terlebih dahulu jadwal shooting yang akan kita lakukan dalam pembuatan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, editing script. Langkah kelima ini sangat penting dalam pembuatan film. Biasa orang menyebutnya dengan pasca produksi dan ada juga yang bilang film ini terjadinya di meja editor. Dalam melakukan pengeditan kita harus menyiapkan tiga hal adalah menbuat transkip wawancara, membuat logging gambar, dan membuat editing script. Dalam membuat transkipsi wawancara kita harus menuliskan secara mendetail dan terperinci data wawancara kita dengan subjek dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat logging gambar ini maksudnya, membuat daftar gambar dari kaset hasil shuuting dengan detail, mencatat team code-nya serta di kaset berapa gambar itu ada. Terakhir ini merupakan tugas filmmaker yang membutuhkan kesabaran karena membuat editing scrip ini kita harus mempreview kembali hasil rekaman kita tadi ditelevisi supaya dapat melihat hasil gambar yang kita ambil tadi dengan jelas. Dengan begitu kita akan mebuat sebuah gabungan dari Outline atau cerita rekaan menjadi sebuah kenyataan yang dapat menjadi petunjuk bagi editor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-679166795433507860?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/679166795433507860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=679166795433507860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/679166795433507860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/679166795433507860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/membuat-film-dokumenter-film-indie.html' title='Membuat Film Dokumenter / Film Indie'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3563963646485894174</id><published>2008-12-18T21:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:03:21.951-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Budaya, Peran Film Dokumenter dan Advokasi LH</title><content type='html'>March 5th, 2008 | Oleh Lutfi Pratomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA—Usai acara Sout-to South Film Festival 2 Vote For Life 2008 yang digelar Lembaga Jaringan Advokasi Tambang di Goethe Institut. Kini, P4W Institut Pertanian Bogor menggelar rangkaian acara; pemutaran film, pameran foto, diskusi buku, workshop, dengan tema “Membaca Lingkungan Dan Budaya” (20 Februari-20 Maret 2008). Meski peserta yang datang sepi namun semangat dan peduli terhadap lingkungan yang hadir sangat antusias sekali (14/02).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut budayawan W.S Rendra, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semestinya mengembalikan hukum adat yang kini sudah mulai punah. “Coba kalau kita menelisik sejarah bagaimana peran masyarakat adat yang memelihara alam serta bergantung pada alam tanpa harus mengespoitasinya, itu yang harus kita coba pelajari,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Cristian Purba dari Forest Wacth Indonesia, mengemukakan bahwa peran adat sangat penting dalam menyelamatkan hutan meski perjuangan yang dilakukan hanya segelintir orang  memerhatikan dan menjalaninya, seperti yang ada di film Sui Utik yang menceritakan perjuangan Suku Dayak mempertahankan keanekaragaman hayati hutannya dari mafia-mafia kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran film dokumenter dalam advokasi lingkungan hidup memang sangat penting, bagaimana film bisa menjelaskan dan menyadarkan masyarakat dengan menusuk emosi dan perasaan penonton untuk peduli terhadap kondisi lingkungan hidup yang kian parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang hadir dalam diskusi pun menyetujui bahwa peran adat dan media film dokumenter sebagai advokasi lingkungan hidup sangat mengenai sasaran. Sementara itu, diskusi dan pemutaran film dokumenter lingkungan hidup tidak berhenti di acara ini. Namun, masih ada lagi pemutaran film lingkungan hidup yang bakal diadakan oleh Gerilya “Kedai Petualang” bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Uhamka (IMAPALA) dalam acara HUT organisasinya tanggal 14-17 Maret 2008 di kampus Universitas Muhammadyah Prof. DR. Hamka Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun film yang bakal diputar yakni, Sui Utik, Bagaimana Adat Berperan Melindungi Hutan (FWI/Gekko 2006), Commnity Logging : Answering the Forest (FWI, TELAPAK, JAUH, Gekko 2007), Rinjani : Jantung Kehidupan Lombok (WWF Indonesia / Gekko 2007), Aku Pulang; Bencana Lumpur Lapindo (Walhi), Action, Terbang Tanpa Sayap II (Profauna Indonesia), dan Sawit Berdarah (COP).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3563963646485894174?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3563963646485894174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3563963646485894174&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3563963646485894174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3563963646485894174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/budaya-peran-film-dokumenter-dan.html' title='Budaya, Peran Film Dokumenter dan Advokasi LH'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-2678769530997142910</id><published>2008-12-18T21:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:05:05.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Film Dokumenter Masih 'Teler'</title><content type='html'>INILAH.COM, Jakarta – Belum bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Begitulah nasib film dokumenter nasional. Lantaran kurang diminati penonton, para pelaku industri film pun tak bergairah membuatnya. Padahal, film jenis ini punya nilai tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter adalah seni audio-visual yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Menggambarkan situasi dan kondisi yang pernah terjadi. Artinya, jalan cerita dan penokohan dalam film dokumenter dibuat berdasarkan fakta masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di Indonesia, film-film dokumenter kekurangan peminat. Masyarakat lebih menyukai film-film fiksi, terutama yang berintikan cerita roman. Padahal, di negara maju, film dokumenter termasuk yang ditunggu karena bermuatan sejarah dan masyarakat mereka memang sangat menghargai sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film dokumenter di Indonesia masih terbelakang, terutama dari segi cerita. Pasalnya, banyak sutradara pembuat film lebih memilih membuat film bioskop atau film televisi yang lebih bersifat komersial," ujar Marselli Sumarno, sutradara pemenang Piala Citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marselli, sutradara film Sang Budha Bersemayam di Borobudur yang juga Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menambahkan, sebenarnya masih banyak cerita realitas atau aktivitas nyata yang layak difilmkan dan tetap bisa mendatangkan penghasilan jika dijual. Marselli juga menilai, yang paling dibutuhkan dalam membuat film dokumenter adalah ketekunan. "Lihat saja orang-orang asing yang membuat film dokumenter tentang binatang di Benua Afrika. Mereka rela mengamati berbulan-bulan untuk mendapatkan footage yang mereka inginkan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah situs komunitas pemerhati film dokumenter, komunitas-dokumenter.org, menyebutkan bahwa film dokumenter Indonesia bermasalah dalam hal sosialisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain pemahaman masyarakat umum yang masih terbatas, film dokumenter juga belum mendapat perhatian yang cukup di lingkungan perfilman sendiri," tulis situs tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan juga bahwa film dokumenter yang diikutkan dalam Festival Film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia (FFI), sebagai representasi utama perkembangan perfilman Indonesia, masih menempatkan film dokumenter di posisi yang sangat minor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, peranan program acara seperti Eagle Award yang dilaksanakan rutin dalam tiga tahun terakhir oleh salah satu stasiun televisi swasta Indonesia dan beberapa festival film di Tanah Air yang dalam beberapa tahun terakhir muncul seperti JIFFEST, JAFF, dan Festiival KONFIDEN telah coba menempatkan film dokumenter sebagai bagian penting dalam kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara film dokumenter Tony Trimarsanto mengatakan, film dokumenter di Tanah Air mulai bisa berkembang. "Dengan adanya beberapa festival film, JIFFEST misalnya, film dokumenter Indonesia mulai mendapat perhatian dari masyarakat," ujar sutradara film dokumenter Serambi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony mengakui, film dokumenter lambat berkembang di Indonesia karena ada pengaruh dari terlalu ketatnya kontrol pemerintah di zaman Orde Baru. Ketika itu, dalam rentang relatif panjang, film dokumenter yang berbau politik dianggap sebagai propaganda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film dokumenter adalah karya yang sebenarnya dekat dengan publik. Ia tak lebih dari sebuah jendela yang menghantarkan kita pada serangkaian fakta yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Tony, sutradara film dokumenter Gerabah Plastik dan The Dream Land. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Marselli yakin di masa mendatang film dokumenter lokal bisa ditayangkan di bioskop dan bersaing dengan film-film komersial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan banyak kejadian dramatik yang layak difilmkan. Sebutlah badai tsunami atau gempa bumi di Yogyakarta. Lagipula sekarang kan hampir semua orang punya ponsel dengan kamera sehingga bisa manfaatkan footage-footage dari orang yang secara spontan mengabadikan sebuah kejadian," kata Marselli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter sampai saat ini memang baru mampu unjuk gigi di festival film internasional. Tidak seperti Michael Moore yang sukses film dokumenter Fahrenheit 9/11 tentang situasi politik AS dan film An Inconvinient Truth garapan Al-Gore tentang pemanasan global. Keduanya mampu berdiri sejajar dengan film-film box office.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter Indonesia tidak berdaya di negeri sendiri. Padahal, di berbagai festival internasional, acap kali mendapatkan penghargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Gerabah Plastik karya Tonny menang di Festival Film Dokumenter (FFD) 2002, film Sang Budha Bersemayam di Borobudur karya Marselli masuk lima besar Religion Today Film Festival 2007 di Italia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dong film-film dokumenter nasional bisa bikin ngiler? Bikin pembuat dan penontonnya sama-sama on fire?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Marselli dan Tony, problem bukan terletak pada rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, melainkan karena lemahnya pola pemasaran. Jadi, perlu sinergi dengan berbagai pihak untuk membenahinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-2678769530997142910?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/2678769530997142910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=2678769530997142910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2678769530997142910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/2678769530997142910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/film-dokumenter-masih-teler.html' title='Film Dokumenter Masih &apos;Teler&apos;'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-4949546925915818420</id><published>2008-12-18T20:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:09:21.456-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Film dokumenter</title><content type='html'>Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah "dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Perancis, istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film dokumenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. pada dasarnya, film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokudrama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, muncul sebuah istilah baru yakni Dokudrama. Dokudrama adalah genre dokumenter dimana pada beberapa bagian film disutradarai atau diatur terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail. Dokudrama muncul sebagai solusi atas permasalahan mendasar film dokumenter, yakni untuk memfilmkan peristiwa yang sudah ataupun belum pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumenter Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para analis Box Office telah mencatat bahwa genre film ini telah menjadi semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti Super Size Me, March of the Penguins dan An Inconvenient Truth. Bila dibandingkan dengan film-film naratif dramatik, film dokumenter biasanya dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah. Hal ini cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film sebab hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan film dokumenter cukup pesat semenjak era cinema verité. Film-film termasyhur seperti The Thin Blue Line karya Errol Morris stylized re-enactments, dan karya Michael Moore: Roger &amp; Me menempatkan kontrol sutradara yang jauh lebih interpretatif. Pada kenyataannya, sukses komersial dari dokumenter-dokumenter tersebut barangkali disebabkan oleh pergeseran gaya naratif dalam dokumenter. Hal ini menimbulkan perdebatan apakah film seperti ini dapat benar-benar disebut sebagai film dokumenter; kritikus kadang menyebut film-film semacam ini sebagai mondo films atau docu-ganda.[1] Bagaimanapun juga, manipulasi penyutradaraan pada subyek-subyek dokumenter telah ada sejak era Flaherty, dan menjadi semacam endemik pada genrenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan mutakhir pada genre dokumenter, dan kemunculannya pada keping-keping DVD, telah membuat film dokumenter menangguk keuntungan finansial meski tanpa rilis di bioskop. Meski begitu pendanaan film dokumenter tetap eksklusif, dan sepanjang dasawarsa lalu telah muncul peluang-peluang eksibisi terbesar dari pasar penyiaran. Ini yang membuat para sineas dokumenter tertarik untuk mempertahankan gaya mereka, dan turut mempengaruhi para pengusaha penyiaran yang telah menjadi donatur terbesar mereka.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumenter modern saling tumpang tindih dengan program-program televisi, dengan kemunculan reality show yang sering dianggap sebagai dokumenter namun pada kenyataannya kerap merupakan kisah-kisah fiktif. Juga bermunculan produksi dokumenter the making-of yang menyajikan proses produksi suatu Film atau video game. Dokumenter yang dibuat dengan tujuan promosi ini lebih dekat kepada iklan daripada dokumenter klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera video digital modern yang ringan dan editing terkomputerisasi telah memberi sumbangan besar pada para sineas dokumenter, sebanding dengan murahnya harga peralatan. Film pertama yang dibuat dengan berbagai kemudahan fasilitas ini adalah dokumenter karya Martin Kunert dan Eric Manes: Voices of Iraq, dimana 150 buah kamera DV dikirim ke Iraq sepanjang perang dan dibagikan kepada warga Irak untuk merekam diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Dokumenter Lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Kompilasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film kompilasi dicetuskan pada tahun 1927 oleh Esfir Shub dengan film berjudul The Fall of the Romanov Dynasty. Contoh-contoh berikutnya termasuk Point of Order (1964) yang disutradarai oleh Emile de Antonio mengenai pesan-pesan McCarthy dan The Atomic Cafe yang disusun dari footage-footage yang dibuat oleh pemerintah AS mengenai keamanan radiasi nuklir (misalnya, memberitahukan pada pasukan di suatu lokasi bahwa mereka tetap aman dari radiasi selama mereka menutup mata dan mulut mereka). Hampir mirip dengannya adalah dokumenter The Last Cigarette yang memadukan testimoni dari para eksekutif perusahaan-perusahaan tembakau di depan sidang parlemen AS yang mengkampanyekan keuntungan-keuntungan merokok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-4949546925915818420?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/4949546925915818420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=4949546925915818420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/4949546925915818420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/4949546925915818420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/film-dokumenter.html' title='Film dokumenter'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6349483108150050422</id><published>2008-12-18T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:25:31.122-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Membuat Film Itu Sederhana tetapi Tidak Mudah</title><content type='html'>Yogyakarta – Bermain dengan kamera handycam adalah sebuah kegemaran tersendiri bagi masyarakat akhir-akhir ini. Popularitas handycam mencuat didukung oleh kemunculan komunitas-komunitas independent (indie) pembuat film. Ada banyak komunitas film independent yang ada di Yogyakarta, seperti Kelompok Belajar Bikin Film (KBBF), Komunitas Film Dokumenter, Rumah Sinema, Etnorefrika dan masih banyak lagi. Bahkan Sampoerna pun juga mempunyai program Bikin Film itu Mudah untuk siswa-siswi SMP dan SMU, manualnya pembuatan film secara sederhana pun sudah dipublikasikan dalam bentuk VCD. &lt;br /&gt;Ada bermacam-macam kamera yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi hobi ini, dari yang manual sampai pada digital. Sudah banyak pula ditawarkan jenis-jenis kamera yang sekaligus bisa digunakan untuk merekam gambar bergerak, sebut saja namanya Handycam. Bentuknya semakin sederhana akan tetapi fungsinya jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kamera-kamera sebelumnya. &lt;br /&gt;Dari sinilah awal mula munculnya komunitas-komunitas pembuat film independent itu bermunculan, sebut saja namanya indie community. Komunitas pembuat film ini tidak perlu mengikuti pakem-pakem perfilman yang ada, akan tetapi mereka selalu mencari bentuk yang berbeda dari film-film di pasaran. Film-film yang dihasilkan pun cukup unik dan hanya diminati kalangan tertentu saja. Di Jogja, ada sebuah komunitas film dokumenter yang setiap tahunnya selalu menyelenggarakan acara festival film dokumenter. &lt;br /&gt;Tahun 2003 lalu adalah tahun kedua pembuatan festival film dokumenter (FFD) tersebut. ”Film kita masuk nominasi penghargaan khusus pada festival kemarin. Sebenarnya kita hanya pengen belajar handycam untuk ngisi libur lebaran, trus ada teman yang mengajak bikin film untuk diikutkan pada festival tahun lalu. Wah…seruuu banget!! Selain banyak pengalaman mengenal lebih dalam tentang abdi dalem, juga saya jadi tahu siapa sebenarnya mereka di Keraton Yogyakarta,’’ ucap Rima salah seorang peserta FFD yang membuat dokumentasi tentang abdi dalem bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;Dokumentasi sederhana bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, tanpa dibatasi dengan pakem-pakem tertentu. Michael Rabiger mengatakan bahwa proses dokumentasi itu tidak tergantung dari waktu yang sudah lewat ataupun baru-baru saja, akan tetapi juga bisa dokumentasi masa depan. Beberapa unsur-unsur dalam film dokumenter antara lain: memperhatikan tempat dan waktu, mengangkat tema-tema yang aktual, sebagai kritik sosial, menyampaikan realitas dan aktualitas, membuka pola pikir seseorang dan bisa juga berbentuk rangkaian cerita mendalam. Beberapa pandangan tersebut bisa dijadikan guide line untuk membuat dokumentasi sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit Sederhana&lt;br /&gt;Bikin film itu sederhana tetapi tidak mudah. Mengapa? Pertama, kita harus tahu apa tujuan kita membuat film itu sendiri. Meskipun membuat film dokumenter sekalipun, kita harus tahu tujuan membuat film dokumenter tersebut. Mengapa disebut dokumenter karena dokumenter identik dengan realitas kehidupan, segala sesuatu yang aktual dan tidak dibuat-buat. Akan tetapi tetap saja yang namanya film itu adalah gambar bikin-bikinan. Artinya kita bisa mengatur apa saja untuk mendapatkan gambar seperti yang kita inginkan. &lt;br /&gt;Kedua, setiap film dokumenter harus disertai dengan riset mendalam tentang materi yang akan ditampilkan. Riset ini bisa dilakukan dengan wawancara, studi pustaka dan lainnya. Pokoknya bisa mengumpulkan data sebanyak dan selengkap mungkin tentang topik yang akan kita angkat. Sesuai dengan napasnya yang dokumenter tersebut, maka akan lebih menarik jika kita tidak terlalu membuat bikin-bikinan gambar. Dari riset itu kemudian dibuat naskah cerita yang dituangkan dalam story board (cerita bergambar). Dari sinilah dimulainya pengambilan gambar menggunakan handycam. Panjang pendeknya gambar yang diambil disesuaikan dengan story board yang telah dibuat. Teknik pengambilan gambar ini tidak perlu sempurna karena masih akan mengalami proses editing. Yang perlu diperhatikan pada teknik pengambilan gambar ini adalah objek yang kita ambil haruslah jelas terlihat dan usahakan meminimalisasi backsound gambar tersebut. Proses ini yang akan mengemas gambar yang telah kita ambil menjadi rangkaian cerita film. Dalam peng-editan film biasanya seorang editor sudah mahir dengan teknik-teknik penambahan effect yang digunakan untuk membuat film dokumenter agar sesuai dengan realitas kehidupan sebenarnya. Seorang editor haruslah mengabdi pada film yang dibuat dan bukan film yang mengabdi pada editor. Begitulah kira-kira proses pembuatan film dokumenter tersebut dilakukan.&lt;br /&gt;Ketiga, membuat film dokumenter itu sederhana karena peralatan yang digunakan pun sederhana. Hanya dengan berbekal handycam pun kita bisa membuat film di mana saja dan kapan saja. Tidak perlu alat-alat yang canggih untuk membuat sebuah film. Biaya yang dikeluarkan pun juga murah, hanya dengan modal dua kaset handycam setiap orang sudah bisa membuat film. Satu kaset berdurasi 60 menit, jadi bisa dibayangkan berapa banyaknya gambar yang bisa diambil. Tidak ada salahnya Anda mencoba. &lt;br /&gt;(Yustina Wahyuningsih, pehobi film indie, tinggal di Yogyakarta)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6349483108150050422?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6349483108150050422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6349483108150050422&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6349483108150050422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6349483108150050422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/membuat-film-itu-sederhana-tetapi-tidak.html' title='Membuat Film Itu Sederhana tetapi Tidak Mudah'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-5619805140755148451</id><published>2008-12-18T20:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T20:16:11.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Narasi Lunak Kaum Marhaen</title><content type='html'>Tanggal :  17 Dec 2008 &lt;br /&gt;Sumber :  Koran Tempo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prakarsa Rakyat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stefanus Surya Wirawan membalut protes sosial dengan medium komik dan kehalusan teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya kecil. Tingginya sekitar 160 sentimeter, berat tubuhnya sekitar 42 kilogram. Tubuh itu dililit T-shirt biasa yang agak kedodoran. Di bahu kanannya tersandang tas kanvas. Kepalanya sering tertutup topi. Praktis tak ada sesuatu yang istimewa pada orang ini. Kalau berbicara pun ia tak mampu memaksa orang menoleh kepadanya. Dia tampak sebagaimana laki-laki biasa. Namanya Stefanus Surya Wirawan, 35 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihatlah karyanya. Ukuran kecil justru memaksa orang menoleh. Di dinding ruang pamer Kedai Kebun Forum tergantung frame karya grafis, drawing, serta lukisan dalam bentuk komik dan poster. Pada satu karya komik bertajuk "Joyo" terdapat 40 kotak adegan yang masing-masing berukuran kecil (5 x 12 sentimeter). Pada kotak adegan itu ada figur yang digarap dengan detail yang kuat dengan teknik cat air di atas kertas. "Saya menggarap satu kotak satu hari," ujar Surya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik "Joyo" adalah kisah yang sangat khas tentang nasib rakyat jelata yang terpuruk oleh tekanan sosial ataupun mentalitas diri sendiri. Komik ini bercerita tentang tukang becak, Joyo, yang kesulitan mencari penumpang, tapi masih harus menghadapi masalah dengan polisi lalu-lintas yang garang, dan godaan judi sesama penarik becak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surya adalah salah satu pendiri kelompok seniman Taring Padi. Pada pameran ini tampak corak protes sosial khas karya seniman Taring Padi dengan semangat ideologis mengobarkan "perang" terhadap kapitalisme yang mengisap darah rakyat kecil, pelanggaran hak asasi, serta ketidakadilan gender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya pada karya bertajuk "Stop Diskriminasi" dengan teknik cukil kayu. Bidang kertas itu didominasi citraan perempuan bertubuh perkasa dengan wajah garang yang tangan kirinya memegang timbangan keadilan, sedangkan tangan kanannya memegang buku. Latar belakangnya adalah gunung dan alam pedesaan, serta bangunan pabrik dengan cerobong asapnya. Pakem visual Taring Padi ia tampilkan lewat kerumunan figur yang mencitrakan wong cilik. Semua elemen rupa karya ini tampil dalam wujud garis-garis kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara visual, karakter khas Taring Padi tampak pada banyak figur kusam wong cilik (baik petani maupun buruh), tangan mengepal, sederet teks yang provokatif, serta teknik grafis cukil kayu dalam warna monokrom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kegiatan Taring Padi adalah membuat poster dengan teknik cukil kayu untuk mengampanyekan berbagai isu, mencetak kartu pos, emblem, atau membuat peralatan untuk kepentingan aksi bersama dengan buruh dan petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian besar karyanya tampak mulai beringsut dari corak hard core ideologis ke arah yang lebih lunak. Ia tak lagi menggarap isu besar antikapitalisme, antimiliterisme, hak asasi, dan hak buruh, serta tak lagi memunculkan citra petani dengan wajah berang dan tangan yang mengepal. Ayah satu anak ini justru menukik ke hal yang subtil dari tema besar itu, misalnya nasib Joyo penarik becak tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surya mengangkat nasib kaum marhaen sehari-hari dengan memasukkan unsur humor untuk menggambarkan ironi lewat sosok Petruk dan Gareng. Mulai soal kegagalan menjadi pegawai karena harus membayar uang sogok yang ditampilkan lewat komik bertajuk "Sumur Butuh Banyu", hingga soal biaya sekolah yang mahal sehingga Petruk harus menggadaikan televisi dan jarik istrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada cerita lain, Petruk dan Gareng membicarakan dua sosok polisi yang kebal sogokan, yakni Jenderal Hoegeng (almarhum) dan "polisi tidur", atau polisi yang rajin menggelar operasi di jalan raya untuk mencari uang dalam karya bertajuk "Kijang Mata Duitan". Komik pendek yang hanya terdiri atas tiga hingga lima adegan itu ia sebut sebagai rasan-rasan. "Saya sering dicurhati orang," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur Petruk dan Gareng pernah populer dalam cerita komik pada masa lalu. Dan Surya mulai menggunakan figur Petruk-Gareng sejak 2002. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara visual pun, karya Surya lebih halus, terlebih karena ia menggunakan teknik etsa. Garisnya tak lagi kasar seperti pada karya dengan teknik cukil kayu yang sebenarnya memiliki makna ideologis. Menurut Surya, karyanya yang sangat khas Taring Padi itu memang untuk memenuhi kebutuhan agitasi di jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, karya Petruk-Gareng adalah karya pribadi. "Saya bungkus dengan humor," katanya. Surya sudah pamit pensiun dari Taring Padi pada 2007 lalu. RAIHUL FADJRI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-5619805140755148451?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/5619805140755148451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=5619805140755148451&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5619805140755148451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5619805140755148451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/narasi-lunak-kaum-marhaen.html' title='Narasi Lunak Kaum Marhaen'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-9103580437316633183</id><published>2008-12-11T20:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T21:03:53.115-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Kesenian Wayang</title><content type='html'>Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. Tentang asal-usul kesenian wayang hingga dewasa ini masih merupakan suatu masalah yang belum terpecahkan secara tuntas. Namun demikian banyak para ahli mulai mencoba menelusuri sejarah perkembangan wayang dan masalah ini ternyata sangat menarik sebagai sumber atau obyek penelitian. Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri. Sektar abad ke 10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.&lt;br /&gt;Masa berikutnya yaitu pada jaman Jenggala, kegiatan penciptaan wayang semakin berkembang. Semenjak Raja Jenggala Sri Lembuami luhur wafat, maka pemerintahan dipegang oleh puteranya yang bernama Raden Panji Rawisrengga dan bergelar Sri Suryawisesa. Semasa berkuasa Sri Suryawisesa giat menyempurnakan bentuk wayang Purwa. Wayang-wayang hasil ciptaannya dikumpulkan dan disimpan dalam peti yang indah. Sementara itu diciptakan pula pakem ceritera wayang Purwa. Setiap ada upacara penting di istana diselenggarakan pagelaran Wayang Purwa dan Sri Suryawisesa sendiri bertindak sebagal dalangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sanak keluarganya membantu pagelaran dan bertindak sebagai penabuh gamelan. Pada masa itu pagelaran wayang Purwa sudah diiringi dengan gamelan laras slendro. Setelah Sri Suryawisesa wafat, digantikan oleh puteranya yaitu Raden Kudalaleyan yang bergelar Suryaamiluhur. Selama masa pemerintahannya beliau giat pula menyempurnakan Wayang. Gambar-gambar wayang dari daun lontar hasil ciptaan leluhurnya dipindahkan pada kertas dengan tetap mempertahankan bentuk yang ada pada daun lontar. Dengan gambaran wayang yang dilukis pada kertas ini, setiap ada upacara penting di lingkungan kraton diselenggarakan pagelaran wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Majapahit usaha melukiskan gambaran wayang di atas kertas disempurnakan dengan ditambah bagian-bagian kecil yang digulung menjadi satu. Wayang berbentuk gulungan tersebut, bilamana akan dimainkan maka gulungan harus dibeber. Oleh karena itu wayang jenis ini biasa disebut wayang Beber. Semenjak terciptanya wayang Beber tersebut terlihat pula bahwa lingkup kesenian wayang tidak semata-mata merupakan kesenian Kraton, tetapi malah meluas ke lingkungan diluar istana walaupun sifatnya masih sangat terbatas. Sejak itu masyarakat di luar lingkungan kraton sempat pula ikut menikmati keindahannya. Bilamana pagelaran dilakukan di dalam istana diiringi dengan gamelan laras slendro. Tetapi bilamana pagelaran dilakukan di luar istana, maka iringannya hanya berupa Rebab dan lakonnya pun terbatas pada lakon Murwakala, yaitu lakon khusus untuk upacara ruwatan. Pada masa pemerintahan Raja Brawijaya terakhir, kebetulan sekali dikaruniai seorang putera yang mempunyai keahlian melukis, yaitu Raden Sungging Prabangkara. Bakat puteranya ini dimanfaatkan oleh Raja Brawijaya untuk menyempurkan wujud wayang Beber dengan cat. Pewarnaan dari wayang tersebut disesuaikan dengan wujud serta martabat dari tokoh itu, yaitu misalnya Raja, Kesatria, Pendeta, Dewa, Punakawan dan lain sebagainya. Dengan demikian pada masa akhir Kerajaan Majapahit, keadaan wayang Beber semakin Semarak. Semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit dengan sengkala ; Geni murub siniram jalma ( 1433 / 1511 M ), maka wayang beserta gamelannya diboyong ke Demak. Hal ini terjadi karena Sultan Demak Syah Alam Akbar I sangat menggemari seni kerawitan dan pertunjukan wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu sementara pengikut agama Islam ada yang beranggapan bahwa gamelan dan wayang adalah kesenian yang haram karena berbau Hindu. Timbulnya perbedaan pandangan antara sikap menyenangi dan mengharamkan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap perkembangan kesenian wayang itu sendiri. Untuk menghilangkan kesan yang serba berbau Hindu dan kesan pemujaan kepada arca, maka timbul gagasan baru untuk menciptakan wayang dalam wujud baru dengan menghilangkan wujud gambaran manusia. Berkat keuletan dan ketrampilan para pengikut Islam yang menggemari kesenian wayang, terutama para Wali, berhasil menciptakan bentuk baru dari Wayang Purwa dengan bahan kulit kerbau yang agak ditipiskan dengan wajah digambarkan miring, ukuran tangan di-buat lebih panjang dari ukuran tangan manusia, sehingga sampai dikaki. Wayang dari kulit kerbauini diberi warna dasar putih yang dibuat dari campuran bahan perekat dan tepung tulang, sedangkan pakaiannya di cat dengan tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu terjadi perubahan secara besar- besaran diseputar pewayangan. Disamping bentuk wayang baru, dirubah pula tehnik pakelirannya, yaitu dengan mempergunakan sarana kelir / layar, mempergunakan pohon pisang sebagai alat untuk menancapkan wayang, mempergunakan blencong sebagai sarana penerangan, mempergunakan kotak sebagai alat untuk menyimpan wayang. Dan diciptakan pula alat khusus untuk memukul kotak yang disebut cempala. Meskipun demikian dalam pagelaran masih mempergunakan lakon baku dari Serat Ramayana dan Mahabarata, namun disana- sini sudah mulai dimasukkan unsur dakwah, walaupun masih dalam bentuk serba pasemon atau dalam bentuk lambang-lambang. Adapun wayang Beber yang merupakan sumber, dikeluarkan dari pagelaran istana dan masih tetap dipagelarkan di luar lingkungan istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman pemerintahan Sultan Syah Alam Akbar III atau Sultan Trenggana, perwujudan wayang kulit semakin semarak. Bentuk-bentuk baku dari wayang mulai diciptakan. Misalnya bentuk mata, diperkenalkan dua macam bentuk liyepan atau gambaran mata yang mirip gabah padi atau mirip orang yang sedang mengantuk. Dan mata telengan yaitu mata wayang yang berbentuk bundar. Penampilan wayang lebih semarak lagi karena diprada dengan cat yang berwarna keemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman itu pula Susuhunan Ratu Tunggal dari Giri, berkenan menciptakan wayang jenis lain yaitu wayang Gedog. Bentuk dasar wayang Gedog bersumber dari wayang Purwa. Perbedaannya dapat dilihat bahwa untuk tokoh laki-laki memakai teken. Lakon pokok adalah empat negara bersaudara, yaitu Jenggala, Mamenang / Kediri, Ngurawan dan Singasari. Menurut pendapat Dr. G.A.J. Hazeu, disebutkan bahwa kata Gedog berarti kuda. Dengan demikian pengertian dari Wayang Gedog adalah wayang yang menampilkan ceritera-ceritera Kepahlawanan dari Kudawanengpatiatau yang lebih terkenal dengan sebutan Panji Kudhawanengpati. Pada pagelaran wayang Gedog diiringi dengan gamelan pelog. Sunan Kudus salah seorang Wali di Jawa menetapkan wayang Gedog hanya dipagelarkan di dalam istana. Berhubung wayang Gedog hanya dipagelarkan di dalam istana, maka Sunan Bonang membuat wayang yang dipersiapkan sebagai tontonan rakyat, yaitu menciptakan wayang Damarwulan . Yang dijadikan lakon pokok adalah ceritera Damarwulan yang berkisar pada peristiwa kemelut kerajaan Majapahit semasa pemerintahan Ratu Ayu Kencana Wungu, akibat pemberontakan Bupati Blambangan yang bernama Minak Jinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi jenis wayang yang sudah ada, Sunan Kudus menciptakan wayang Golek dari kayu. Lakon pakemnya diambil dari wayang Purwa dan diiringi dengan gamelan Slendro, tetapi hanya terdiri dari gong, kenong, ketuk, kendang, kecer dan rebab. Sunan Kalijaga tidak ketinggalan juga, untuk menyemarakkan perkembangan seni pedalangan pada masa itu dengan menciptakan Topeng yang dibuat dari kayu. Pokok ceriteranya diambil dari pakem wayang Gedog yang akhirnya disebut dengan topeng Panji. Bentuk mata dari topeng tersebut dibuat mirip dengan wayang Purwa. Pada masa Kerajaan Mataram diperintah oleh Panembahan Senapati atau Sutawijaya, diadakan perbaikan bentuk wayang Purwa dan wayang Gedog. Wayang ditatah halus dan wayang Gedog dilengkapi dengan keris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu baik wayang Purwa maupun wayang Gedog diberi bahu dan tangan yang terpisah dan diberi tangkai. Pada masa pemerintahan Sultan Agung Anyakrawati, wayang Beber yang semula dipergunakan untuk sarana upacara ruwatan diganti dengan wayang Purwa dan ternyata berlaku hingga sekarang. Pada masa itu pula diciptakan beberapa tokoh raksasa yang sebelumnya tidak ada, antara lain Buto Cakil. Wajah mirip raksasa, biasa tampil dalam adegan Perang Kembang atau Perang Bambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwujudan Buta Cakil ini merupakan sengkalan yang berbunyi: Tangan Jaksa Satataning Jalma ( 1552 J / 1670 M ). Dalam pagelaran wayang Purwa tokoh Buta Cakil merupakan lambang angkara murka. Bentuk penyempurnaan wayang Purwa oleh Sultan Agung tersebut diakhiri dengan pembuatan tokoh raksasa yang disebut Buta Rambut Geni, yaitu merupakan sengkalan yang berbunyi Urubing Wayang Gumulung Tunggal: ( 1553 J / 1671 M ). Sekitar abad ke 17, Raden Pekik dari Surabaya menciptakan wayang Klitik, yaitu wayang yang dibuat dari kayu pipih, mirip wayang Purwa. Dalam pagelarannya dipergunakan pakem dari ceritera Damarwulan, pelaksanaan pagelaran dilakukan pada siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1731 Sultan Hamangkurat I menciptakan wayang dalam bentuk lain yaitu wayang Wong. Wayang wong adalah wayang yang terdiri dari manusia dengan mempergunakan perangkat atau pakaian yang dibuat mirip dengan pakaian yang ada pada wayang kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pagelaran mempergunakan pakem yang berpangkal dari Serat Ramayana dan Serat Mahabarata. Perbedaan wayang Wong dengan wayang Topeng adalah ; pada waktu main, pelaku dari wayang Wong aktif berdialog; sedangkan wayang Topeng dialog para pelakunya dilakukan oleh dalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman pemerintahan Sri Hamangkurat IV; beliau dapat warisan Kitab Serat Pustakaraja Madya dan Serat Witaraja dari Raden Ngabehi Ranggawarsito. Isi buku tersebut menceriterakan riwayat Prabu Aji Pamasa atau Prabu Kusumawicitra yang bertahta di negara Mamenang / Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pindah Kraton di Pengging. Isi kitab ini mengilhami beliau untuk menciptakan wayang baru yang disebut wayang Madya. Ceritera dari Wayang Madya dimulai dari Prabu Parikesit, yaitu tokoh terakhir dari ceritera Mahabarata hingga Kerajaan Jenggala yang dikisahkan dalam ceritera Panji.&lt;br /&gt;Bentuk wayang Madya, bagian atas mirip dengan wayang Purwa, sedang bagian bawah mirip bentuk wayang gedog. Semasa jaman Revolusi fisik antara tahun 1945 - 1949, usaha untuk mengumandangkan tekad pejuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usaha ialah melalui seni pedalangan. Khusus untuk mempergelarkan ceritera- ceritera perjuangan tersebut, maka diciptakanlah wayang Suluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang Suluh berarti wayang Penerangan, karena kata Suluh berarti pula obor sebagai alat yang biasa dipergunakan untuk menerangi tempat yang gelap. Bentuk wayang Suluh, baik potongannya maupun pakaiannya mirip dengan pakaian orang sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan dipergunakan untuk membuat wayang Suluh ada yang berasal dari kulit ada pula yang berasal dari kayu pipih. Ada sementara orang berpendapat bahwa wayang suluh pada mulanya lahir di daerah Madiun yang di ciptakan oleh salah seorang pegawai penerangan dan sekaligus sebagai dalangnya. Tidak ada bentuk baku dari wayang Suluh, karena selalu mengikuti perkembangan jaman. Hal ini disebabkan khususnya cara berpakaian masyarakat selalu berubah, terutama para pejabatnya .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-9103580437316633183?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/9103580437316633183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=9103580437316633183&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9103580437316633183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9103580437316633183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/sejarah-perkembangan-kesenian-wayang.html' title='Sejarah Perkembangan Kesenian Wayang'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1867665684678913340</id><published>2008-12-11T20:40:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T20:55:45.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Wayang Potehi, dari China ke Jawa</title><content type='html'>Di tengah perayaan Imlek yang semakin berwarna, wayang potehi muncul &lt;br /&gt;sebagai salah satu ikon seni tradisional China. Lakon wayang diandalkan &lt;br /&gt;untuk mewariskan nilai leluhur kepada generasi muda. Uniknya, saat terancam &lt;br /&gt;punah, seni ini justru ditopang beberapa dalang yang orang Jawa asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Wayang potehi berbentuk boneka seperti wayang golek yang dibungkus &lt;br /&gt;kantong kain. Lakon dimainkan satu dalang dengan dibantu satu asisten. &lt;br /&gt;Tangan dalang dimasukkan dalam kantong untuk menggerakkan wayang dengan &lt;br /&gt;jari. Sekitar tiga orang menabuh gamelan yang "gembrang-gembreng" dan agak &lt;br /&gt;monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Wayang potehi biasa digelar di kelenteng pada sore atau malam hari &lt;br /&gt;sebagai pengiring upacara atau perayaan Imlek. Namun, menjelang Imlek &lt;br /&gt;sekarang ini, sulit mencari pertunjukan wayang itu di Jakarta. Bisa &lt;br /&gt;dikatakan, memang sudah tidak ada lagi kelompok wayang dan dalang di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jika pun ada pergelaran, dalang dan pemusik didatangkan dari daerah. &lt;br /&gt;"Saya diundang untuk main di Jakarta dan Cilincing. Rencana minggu ini, tapi &lt;br /&gt;diundur sampai minggu depan karena banjir," kata Subur (45), salah satu &lt;br /&gt;dalang wayang potehi asal Sidoarjo, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Subur belajar mendalang sekitar 10 tahun dari dalang asal Surabaya, &lt;br /&gt;almarhum Gan Tjo Tjo. Setelah punya kelompok wayang Fuk Ho An dan mendalang &lt;br /&gt;mandiri sejak tahun 1994, kini dia termasuk dalang laris di Jakarta. Dalang &lt;br /&gt;lain yang terkenal sudah sepuh, yaitu Thio Tiong Gie (74) asal Semarang, &lt;br /&gt;Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menurut pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program Studi Jawa &lt;br /&gt;Universitas Indonesia (UI), Dwi Retno R Mastuti, wayang potehi berjaya &lt;br /&gt;sekitar tahun 1930-an sampai 1960-an. Saat itu, ada lebih dari 50 dalang &lt;br /&gt;yang memiliki kelompok wayang sendiri-sendiri. Seni ini rutin digelar di &lt;br /&gt;kelenteng-kelenteng China di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang melarang pertunjukan seni &lt;br /&gt;China, menenggelamkan wayang tersebut. Seni tradisional ini pun sepi order, &lt;br /&gt;penonton, apresiasi, dan kurang penerus. Wayang potehi baru menggeliat &lt;br /&gt;kembali setelah Presiden Abdurrahman Wahid mencabut inpres itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lama mati suri, dalang wayang potehi kini tinggal 20-an orang. Yang &lt;br /&gt;menarik, selain Thio Tiong Gie, para dalang itu umumnya orang Jawa asli yang &lt;br /&gt;tinggal di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, atau Blitar. Dalang &lt;br /&gt;menyuarakan suluk dengan bahasa China, tetapi dialog menggunakan bahasa &lt;br /&gt;Indonesia. Wayang potehi tumbuh sebagai bentuk akulturasi budaya China-Jawa &lt;br /&gt;yang unik di tengah masyarakat Nusantara yang plural. (IAM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1867665684678913340?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1867665684678913340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1867665684678913340&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1867665684678913340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1867665684678913340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wayang-potehi-dari-china-ke-jawa_11.html' title='Wayang Potehi, dari China ke Jawa'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3024320677056245681</id><published>2008-12-11T20:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T20:36:20.381-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Batara Semar</title><content type='html'>MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.&lt;br /&gt;Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.&lt;br /&gt;Yang bukan dikira iya.&lt;br /&gt;Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.&lt;br /&gt;Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. tidak pernah lapar&lt;br /&gt;   2. tidak pernah mengantuk&lt;br /&gt;   3. tidak pernah jatuh cinta&lt;br /&gt;   4. tidak pernah bersedih&lt;br /&gt;   5. tidak pernah merasa capek&lt;br /&gt;   6. tidak pernah menderita sakit&lt;br /&gt;   7. tidak pernah kepanasan&lt;br /&gt;   8. tidak pernah kedinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.&lt;br /&gt;Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.&lt;br /&gt;Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3024320677056245681?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3024320677056245681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3024320677056245681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3024320677056245681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3024320677056245681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/batara-semar.html' title='Batara Semar'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8963958872160541657</id><published>2008-12-11T20:23:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T20:34:06.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Clifford Geertz'/><title type='text'>Clifford Geertz: Teori Kebudayaan</title><content type='html'>Pada 31 Oktober 2006 Clifford Geertz meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Menurut pengakuannya sendiri, dari usia&lt;br /&gt;yang panjang itu 10 tahun lebih dihabiskannya dalam penelitian lapangan (di Jawa, Bali, Maroko) dan 30 tahun&lt;br /&gt;digunakannya untuk menulis tentang hasil-hasil penelitiannya, dengan tujuan menyampaikan pesona studi kebudayaan&lt;br /&gt;kepada orang-orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz belajar antropologi di Universitas Harvard, pada Department of Social Relations, yang didirikan oleh Clyde&lt;br /&gt;Kluckhon, bersama beberapa tokoh lainnya, menulis disertasinya di bawah bimbingan Cora DuBois, berdasarkan&lt;br /&gt;penelitiannya di Jawa pada tahun 1952, dan menyelesaikan S-3 pada 1956 dengan disertasi yang terbit belakangan&lt;br /&gt;sebagai buku berjudul The Religion of Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerobos Nederlandosentrisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz menjadi terkenal dan populer di Indonesia karena penelitian yang dilakukan di Jawa dan Bali, yang menghasilkan&lt;br /&gt;beberapa buku penting tentang Indonesia. Pokok kajiannya meliputi agama Jawa, politik aliran (abangan, santri, priyayi),&lt;br /&gt;watak perkotaan di Jawa sebagai hollow town dan bukannya solid town, pengelompokan politik tanpa basis kelas,&lt;br /&gt;perbandingan Islam Indonesia dan Islam Maroko (antara the scope of religion dan the force of religion), perbandingan&lt;br /&gt;antara etos dan praktik perdagangan di Jawa dan di Bali (antara individualisme pasar dan rasionalitas ekonomi tanpa&lt;br /&gt;kemampuan organisasi ekonomi di satu pihak, berhadapan dengan kemampuan organisasi ekonomi tanpa&lt;br /&gt;individualisme pasar dan tanpa rasionalitas ekonomi di pihak lain), politik klasik di Bali yang dirumuskannya sebagai&lt;br /&gt;theater state, apa yang ditinggalkan oleh Hinduisme dalam praktik keagamaan di Jawa dan Bali, serta praktik pertanian&lt;br /&gt;Jawa yang semenjak tanam paksa tidak berhasil mengalami evolusi menjadi pertanian kapitalis, tetapi mengalami&lt;br /&gt;involusi yang menjadikan pertanian hanya sebagai tempat penampungan penduduk yang terus bertambah banyak dan&lt;br /&gt;karena itu tidak memungkinkan investasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu segera ditambahkan bahwa bukan saja hasil penelitian itu saja yang membuatnya penting di Indonesia, tetapi juga&lt;br /&gt;kenyataan bahwa dia termasuk kelompok pertama sarjana ilmu sosial Amerika yang, sengaja atau tidak, telah membuat&lt;br /&gt;studi Indonesia tidak hanya terpusat di Leiden dengan menjadikan Indonesia pokok kajian yang penting dalam dunia&lt;br /&gt;akademis di Amerika Serikat. Nederlandosentrisme dalam studi Indonesia mulai diterobos dan muncul diversifikasi yang&lt;br /&gt;kemudian menyebar ke Australia, Jerman, Rusia, Jepang dan tempat-tempat lain. Dunia mendapat beberapa perspektif&lt;br /&gt;yang berbeda tentang bagaimana Indonesia dilihat dari luar dan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberontakan ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi antropologi sendiri, latar belakang pendidikannya di Universitas Harvard rupanya banyak mewarnai&lt;br /&gt;pemikirannya di kemudian hari. Jalan yang ditempuh Geertz dalam penelitiannya, buat sebagian, merupakan&lt;br /&gt;pemberontakan ilmiah terhadap apa yang menjadi mainstream dalam studi antropologi di tempatnya belajar pada waktu&lt;br /&gt;itu. Tradisi antropologi itu dibangun oleh nama-nama besar seperti Kroeber, Kluckhohn, Ruth Benedict, Robert Redfield,&lt;br /&gt;Franz Boas, Ralph Linton, Bronislaw Malinowski, Edward Sapir, dan Margaret Mead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz merasa bahwa tradisi itu di bangun di atas suatu keinginan untuk menjadikan antropologi sebagai bagian yang sah&lt;br /&gt;dari seluruh bangunan sciences, dan karena itu diusahakan agar antropologi menjadi disiplin dengan kemampuan&lt;br /&gt;generalisasi yang luas yang bisa menjelaskan apa saja yang dilakukan manusia dalam masyarakatnya. Ide tentang&lt;br /&gt;kebudayaan lalu diperlakukan sebagai semacam hukum gravitasi untuk bidang humaniora dengan daya-penjelas yang&lt;br /&gt;bersifat all-embracing atau semacam all-seasons explanation tentang apa saja yang hendak diusahakan manusia untuk&lt;br /&gt;dilakukan, dibayangkan, dikatakan atau dipercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz yang muncul sebagai seorang Dilthey Amerika rupanya tidak puas dengan tendensi tersebut dan merasa harus&lt;br /&gt;mengambil jalan sebaliknya, atau jalan menyimpang. Tidak bisa dikatakan begitu saja bahwa orang Jerman pada&lt;br /&gt;dasarnya otoriter, orang Rusia suka kekerasan, orang Amerika praktis dan optimistis, dan orang Jepang dikendalikan oleh&lt;br /&gt;rasa malu (dan bukannya rasa salah). Antropologi tidak bekerja dengan agregat-agregat besar. Kebudayaan harus ditulis&lt;br /&gt;dengan huruf yang lebih kecil dan dilihat sebagai suatu perkara yang kurang ekspansionis. Untuk mengutip kata-kata&lt;br /&gt;Geertz yang khas: ....nampaknya masih tetap mendesak menjadikan kebudayaan suatu pengertian yang lebih terbatas,&lt;br /&gt;dengan penerapan yang lebih terbatas, makna yang terbatas, dan suatu pemakaian yang lebih dispesifikasikan&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya suatu pokok yang agak lebih terfokus dari suatu ilmu yang agak lebih terfokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika datang ke Jawa pada tahun 1952, Geertz mencoba menyimpang dari tradisi antropologi sebelum itu yang memberi&lt;br /&gt;perhatian utama kepada kelompok suku, atau permukiman di sebuah pulau terpencil, komunitas kecil petani atau&lt;br /&gt;penggembala, atau suku-suku terasing yang cenderung menghilang. Modjokuto dipilih untuk memberikan kontras&lt;br /&gt;terhadap kecenderungan tersebut, karena kota kecil itu mempunyai penduduk yang melek huruf, dengan tradisi yang tua,&lt;br /&gt;urban, sama sekali tidak homogen serta sadar dan aktif secara politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tampak jelas kebudayaan bukanlah sesuatu yang serba utuh dan padu, melainkan penuh variasi dan diferensiasi&lt;br /&gt;yang sangat jauh dari pengertian kebudayaan sebagai kesatuan pola tingkah laku yang terdapat pada suatu kelompok&lt;br /&gt;orang, suatu definisi yang oleh Geertz dianggap lapidar tetapi tidak realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merelatifkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya mengapa sulit sekali memasukkan Geertz dan pendekatannya ke dalam suatu kubu tertentu (suatu&lt;br /&gt;kecenderungan yang sering ditertawakannya sebagai pigeonhole disease). Tulisannya tidaklah mengokohkan suatu&lt;br /&gt;pendekatan, tetapi lebih merelatifkan banyak keyakinan ilmiah sebelumnya. Bukunya Interpretation of Cultures memberi&lt;br /&gt;sisi lain dan kontras terhadap buku kedua gurunya, Kroeber dan Kluckhohn, berjudul Culture yang menghimpun 171&lt;br /&gt;definisi kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan selalu mengandung sesuatu yang menghindar dari apa yang dipastikan dalam definisi, dan karena itu hanya&lt;br /&gt;dapat ditafsirkan dan ditafsikan kembali. Bukunya Local Knowledge mulai mempersoalkan kedudukan ilmiah ilmu&lt;br /&gt;antropologi dalam suatu suasana akademis yang mengalami pemburaman ragam (blurred genres) tatkala sangat sulit&lt;br /&gt;menyebut Foucault seorang filosof, seorang sejarawan atau seorang sosiolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukunya Works and Lives: The Anthropologist as Author mengajukan tesis yang diterima dengan sukacita dalam kalangan&lt;br /&gt;literary criticism tetapi menimbulkan kejengkelan di kalangan antropolog profesional, yaitu bahwa teks etnografi tak&lt;br /&gt;berbeda dari sebuah teks literer dan dapat dikritik atas cara itu. Bukunya After The Fact adalah semacam meta refleksi&lt;br /&gt;bahwa bukan saja kebudayaan sebuah suku di Papua yang layak menjadi bahan etnografi, tetapi praktik para antropolog&lt;br /&gt;sendiri patut menjadi bahan penulisan etnografi. Dibutuhkan suatu etnografi tentang etnografi. Sedangkan bukunya&lt;br /&gt;Available Light berisikan refleksi seorang antropolog tentang berbagai isu filsafat dan apa yang dapat dipelajarinya dari&lt;br /&gt;sana. Sistem-sistem filsafat telah melicinkan banyak kawasan, tetapi jalan yang licin membuat orang mudah tergelincir.&lt;br /&gt;Seorang antropolog harus berjalan, dan karena sebaiknya memilih back to the rough ground, karena gesekan dengan&lt;br /&gt;kerikil dan pasir jalanan adalah jaminan bahwa seorang tetap berjalan tegap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah esainya yang banyak dipolemikkan, dia menulis pekerjaan sebaik-baiknya bagi seorang sarjana adalah&lt;br /&gt;menghancurkan ketakutan. Geertz pastilah bukan arsitek yang membangun gedung-gedung pengetahuan yang megah.&lt;br /&gt;Dia lebih mirip ikonoklast yang menghancurkan demikian banyak patung berhala dalam ilmu pengetahuan, dalam studi&lt;br /&gt;kebudayaan, dan, barangkali, dalam dirinya sendiri dan dalam diri pembacanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8963958872160541657?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8963958872160541657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8963958872160541657&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8963958872160541657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8963958872160541657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/clifford-geertz-teori-kebudayaan.html' title='Clifford Geertz: Teori Kebudayaan'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-9173981610910584797</id><published>2008-12-11T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T20:21:48.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Wayang Suket, Napak Tilas Semangat Pencarian</title><content type='html'>Wayang, sebagai sebuah mahakarya kesenian, sudah sangat dikenal di Indonesia. Dunia internasional bahkan telah mengakui wayang sebagai sebuah pencapaian agung kesenian. Mulai dari kisah dan peranan para tokohnya, penataan panggung pementasan, hingga musik pengiringnya. Namun mendengar kata wayang suket, barulah dahi sebagian dari kita berkerut, sambil berusaha membayangkan apa itu wayang suket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama wayang suket, mungkin belumlah seterkenal wayang kulit, wayang orang, atau wayang golek. Maklumlah, khalayak ramai juga belum banyak yang bisa menyaksikan secara langsung pementasannya. Namun diantara para penikmat dan pemerhati seni, wayang suket adalah fenomena yang menjadi buah bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang pria bernama Slamet Gundono, yang melahirkan ide wayang suket. Pria bertubuh ekstra besar ini, menemukan ide pementasan wayang suket, justru secara tidak sengaja, pada tahun 1999 lalu. Wayang suket memang unik. Dinamakan wayang suket, karena wayang, atau semacam boneka yang dimainkan oleh Slamet Gundono ini, terbuat dari rumput. Rumput dalam bahasa jawa disebut dengan suket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suket atau rumput, memang dengan mudah bisa ditemukan dimana saja. Namun biasanya rumput yang dirangkai dan dijadikan wayang, adalah rumput teki, rumput gajah, atau mendhong, alang�alang yang biasa dianyam menjadi tikar. Kesemuanya memiliki tekstur kuat dan bentuk yang panjang�panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang suket, tidak mempunyai bentuk yang baku, seperti halnya bentuk tokoh dalam wayang kulit. sekilas memang rumput�rumput ini dibentuk laksana wayang kulit, yang dapat dimainkan dengan tangan. Namun sulit membedakan tokoh yang satu dengan lainnya, karena bentuknya yang hampir serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak � anak kecil yang tinggal disekitar sanggar tempat komunitas wayang suket berlatih, tak jarang ikut nimbrung dan minta diajari membuat wayang suket. Pembuatan wayang suket ini, bisa dibilang gampang�gampang susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan�tangan terampil para seniman yang tergabung dalam komunitas wayang suket, nampaknya dengan mudah bisa merangkai dan menjalin rumput ditangannya, menjadi sebuah karakter wayang. Pemilihan rumput sebagai media berkesenian sendiri, bukan hanya untuk sekadar beda dan asal�asalan, tetapi memiliki gagasan filosofis yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat hidup. Kalimat inilah yang diteladani Slamet Gundono dan komunitas wayang suket, selama perjalanan proses kreatif pertunjukan wayang suket. Daya tumbuh dan kemampuan hidup, diharapkan mampu terus menghangatkan semangat berkarya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat berkarya dan terus mengeksplorasi ide kreatif, membuat lakon yang disuguhkan komunitas wayang suket, selalu berbeda disetiap pertunjukkannya. Walaupun ceritanya sama, namun selalu ada penambahan, pengurangan, atau perbaikan disana�sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi saat ini. Slamet Gundono dan komunitas wayang suket, tengah mempersiapkan sebuah lakon berjudul "Gonseng Drupadi". Seorang penari, nampak lincah meliuk�liukkan tubuhnya, seiring suara tetabuhan yang mengalun dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela�sela latihan, atau sambil mempersiapkan lakon berikutnya, salah seorang anggota komunitas wayang suket, terlihat menganyam rumput, untuk dijadikan bentuk wayang. Sebuah proses yang mengalir. Disela�sela latihan mereka, terdapat tawa canda, saat ada bagian yang lucu dalam latihan, yang akan dipentaskan dalam festival wayang internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pagelaran festival wayang internasional�pun menjelang. Dihalaman Pendopo Kraton Mangkunegaran, Solo, belasan karakter tokoh yang akan dimainkan Slamet Gundono, dan komunitas wayang suket malam ini, telah ditata dalam sebuah konsep pementasan yang khas wayang suket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melontarkan perkenalan, lakon Gongseng Drupadi-pun dimulai, ditengah suasana hujan deras. Lakon ini mengisahkan bagaimana Drupadi, istri Prabu Puntadewa Raja Amarta, yang merasa keberatan saat suaminya akan menghadiri ajakan Duryudana, Raja Astina, untuk bermain judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pementasan, Slamet Gundono mengajak penontonnya untuk bermain imajinasi, dengan tokoh�tokoh yang ada ditangannya. Slamet misalnya menggambarkan tokoh Drupadi yang rupawan, dalam bentuk dua buah bawang dan sebuah cabe merah. Demikian juga dengan Puntadewa, kakak tertua para pandawa, yang digambarkan dalam bentuk serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, Slamet mengakui, wayang suket mendapatkan banyak masukan dari banyak seniman, baik itu seniman tari, musik, bahkan komedian, sehingga seluruh konsep dimensi pementasan, dipakai dalam wayang suket. Hal ini terlihat dengan adanya penari, yang menerjemahkan kegelisahan sekaligus ketidakberdayaan Drupadi, dalam liuk tarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan antara para tokohnya�pun ada yang dimainkan secara langsung, tidak melalui penokohan wayang yang berada dalam genggaman Slamet Gundono. Sehingga keseluruhan pementasan wayang suket, lebih bernuansa teatrikal ketimbang murni wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian Slamet Gundono tidak merasa membangkang, atau keluar dari pakem wayang yang telah ada, karena baginya, wayang suket adalah semangat pencarian yang telah ada sejak para nenek moyang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan untuk total dalam wayang suket, Slamet Gundono adalah dalang wayang kulit. Menurutnya, dari wayang kulit�lah, pencarian atas wayang suket dilakukannya. Namun demikian bagi Sri Paduka Mangkunegoro IX, Raja Keraton Mangkunegaran, Solo, wayang suket justru dinilainya sebagai perkembangan dari wayang itu sendiri, yang masih mencari bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pertanyaan apakah wayang suket membangkang atau tidak, dari pakem wayang yang selama ini dikenal, sebagai sebuah pertunjukan wayang suket sangat menarik untuk disaksikan. Penonton merasa selalu terlibat dalam pementasan, karena sang dalang juga mengajak penonton untuk ambil bagian dalam jalannya cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan cerita yang tidak pernah sama, diyakini Slamet Gundono, akan memberikan pemaknaan yang berbeda bagi masing�masing penontonnya. Seluruh tokoh wayang suket, bentuknya bisa dibilang hampir serupa. Disinilah Slamet membiarkan imajinasi para penonton, untuk menggambarkan figur para tokoh, dalam benak masing�masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari pementasan ini juga cukup mengejutkan. Slamet Gundono tiba�tiba membawa rombongan pelaku pertunjukan, keluar dari arena pertunjukan. Dengan lagu�lagu jenaka, diiringi oleh penari yang tetap meliukkan gerakan atraktif, pementasana wayang suket berakhir diiringi tetabuhan yang semakin melambat iramanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dan filosofi. Begitulah Slamet Gundono dan komunitas wayang suket memulai pencarian mereka. Sang dalang meyakini, bentuk akan tercipta ketika suatu tujuan, berakar pada konsep dan filosofi yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keyakinan begitu kuat dari sang dalang, serta komunitas wayang suket, untuk terus melakukan pencarian. Sebuah keyakinan yang baru�baru ini membuahkan penghargaan kebudayaan dari negeri Belanda, tepatnya dari Prince Claus Award. Sebuah simbol dan semangat untuk terus hidup, yang mereka petik dari kesederhanaan rumput, makhluk ciptaan Tuhan yang sering terlupakan keberadaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-9173981610910584797?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/9173981610910584797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=9173981610910584797&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9173981610910584797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/9173981610910584797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wayang-suket-napak-tilas-semangat.html' title='Wayang Suket, Napak Tilas Semangat Pencarian'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6217891309220153925</id><published>2008-12-11T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T20:13:57.986-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Wisnu</title><content type='html'>Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (Dewanagari: विष्णु ; Viṣṇu) (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa yang bergelar sebagai "shtiti" (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman. Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci dan Dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Advaita Vedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etimologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tradisional menyatakan bahwa kata “Viṣṇu” berasal dari Bahasa Sansekerta, akar katanya “viś”, (yang berarti “menempati”, “memasuki”, juga berarti “mengisi” — menurut Rigveda), dan mendapat akhiran “nu”. Kata Wisnu kira-kira diartikan: "”Sesuatu yang menempati segalanya”". Pengamat Veda, Yaska, dalam kitab Nirukta, mendefinisikan Wisnu sebagai “vishnu vishateh”; “sesuatu yang memasuki segalanya”, dan “yad vishito bhavati tad vishnurbhavati”; “yang mana sesuatu yang tidak terikat dari belenggu itu adalah Wisnu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Sankara dalam pendapatnya tentang Vishnu Sahasranama, mengambil kesimpulan dari akar kata tersebut, dan mengartikannya: "”yang hadir dimana pun”" ("sebagaimana Ia menempati segalanya, “vevesti”, maka Ia disebut Visnu"). Adi Sankara menyatakan: "kekuatan dari Yang Maha Kuasa telah memasuki seluruh alam semesta. Akar kata Viś berarti 'masuk ke dalam.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai akhiran –“nu”, Manfred Mayrhofer berpendapat bahwa bunyinya mirip dengan kata “jiṣṇu” — “"kejayaan"”. Mayrhofer juga berpendapat kata tersebut merujuk pada sebuah kata Indo-Iranian “*višnu”, dan kini telah digantikan dengan kata “rašnu” dalam kepercayaan Zoroaster di Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar kata “viś” juga dihubungkan dengan “viśva” — “segala”. Pendapat berbeda-beda mengenai penggalan suku kata “Wisnu” misalnya: vi-ṣṇu — “memotong punggung”, vi-ṣ-ṇu —“memandang ke segala penjuru” dan viṣ-ṇu — “aktif”. Penggalan suku kata dan arti yang berbeda-beda terjadi karena kata Wisnu dianggap tidak memiliki suku kata yang konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Wisnu dalam susastra Hindu&lt;br /&gt;Wisnu ber-"Triwikrawa" dalam wujud Wamana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susastra Hindu banyak menyebut-nyebut nama Wisnu di antara Dewa-Dewi lainnya. Dalam kitab Veda, Dewa Wisnu muncul sebanyak 93 kali. Ia sering muncul bersama dengan Indra, yang membantunya membunuh Vritra, dan bersamanya ia meminum Soma. Hubungannya yang dekat dengan Indra membuatnya disebut sebagai saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Veda, Wisnu muncul tidak sebagai salah satu dari delapan Aditya, namun sebagai pemimpin mereka. Karena mampu melangkah di tiga alam, maka Wisnu dikenal sebagai "Tri-wikrama" atau "Uru-krama" untuk langkahnya yang lebar. Langkah pertamanya di bumi, langkah keduanya di langit, dan langkah ketiganya di dunia yang tidak bisa dilihat oleh manusia, yaitu di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Purana, Dewa Wisnu sering muncul dan menjelma sebagai seorang Awatara, seperti misalnya Rama dan Kresna, yang muncul dalam Itihāsa. Dalam penitisannya tersebut, Wisnu berperan sebagai manusia unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bhagawad Gita, Dewa Wisnu menjabarkan ajaran agama dengan mengambil sosok sebagai Sri Kresna, kusir kereta Arjuna, menjelang perang di Kurukshetra berlangsung. Pada saat itu pula Sri Kresna menampakkan wujud semestanya kepada Arjuna kemudian ia menampakkan wujud rohaninya sebagai Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud Dewa Wisnu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Purana, dan selayaknya penggambaran umum, Dewa Wisnu dilukiskan sebagai Dewa yang berkulit hitam-kebiruan atau biru gelap; berlengan enam, masing-masing memegang: gada, lotus, sangkala, dan chakra. Yang paling identik dengan Dewa Wisnu adalah senjata chakra dan kulitnya yang berwarna biru gelap. Dalam filsafat Waisnawa, Wisnu disebutkan memiliki wujud yang berbeda-beda atau memiliki aspek-aspek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam filsafat Waisnawa, Wisnu memiliki enam sifat ketuhanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jñāna: mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta&lt;br /&gt;    * Aishvarya: maha kuasa, tak ada yang dapat mengaturnya&lt;br /&gt;    * Shakti: memiliki kekuatan untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin&lt;br /&gt;    * Bala: maha kuat, mampu menopang segalanya tanpa merasa lelah&lt;br /&gt;    * Virya: kekuatan rohani sebagai roh suci dalam semua makhluk&lt;br /&gt;    * Tèjas: memberi cahaya spiritualnya kepada semua makhluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sarjana Waisnawa meyakini bahwa masih banyak kekuatan Wisnu yang lain dan jumlahnya tak terhitung, namun yang paling penting untuk diketahui hanyalah enam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran&lt;br /&gt;Wisnu dan Laksmi mengendarai Garuda. Lukisan dari Rajasthan, dibuat sekitar abad ke-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Purana, Wisnu disebutkan bersifat gaib dan berada dimana-mana. Untuk memudahkan penghayatan terhadapnya, maka simbol-simbol dan atribut tertentu dipilih sesuai dengan karakternya, dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan, dan arca. Dewa Wisnu digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Seorang pria yang berlengan empat. Berlengan empat melambangkan segala kekuasaanya dan segala kekuatannya untuk mengisi seluruh alam semesta.&lt;br /&gt;    * Kulitnya berwarna biru gelap, atau seperti warna langit. Warna biru melambangkan kekuatan yang tiada batas, seperti warna biru pada langit abadi atau lautan abadi tanpa batas.&lt;br /&gt;    * Di dadanya terdapat simbol kaki Rsi Bhrigu.&lt;br /&gt;    * Juga terdapat simbol “srivatsa” di dadanya, simbol Dewi Lakshmi, pasangannya.&lt;br /&gt;    * Pada lehernya, terdapat permata “Kaustubha” dan kalung dari rangkaian bunga&lt;br /&gt;    * Memakai mahkota, melambangkan kuasa seorang pemimpin&lt;br /&gt;    * Memakai sepasang giwang, melambangkan dua hal yang selalu bertentangan dalam penciptaan, seperti: kebijakan dan kebodohan, kesedihan dan kebahagiaan, kenikmatan dan kesakitan.&lt;br /&gt;    * Beristirahat dengan ranjang Ananta Shesa, ular suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu sering dilukiskan memegang empat benda yang selalu melekat dengannya, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Terompet kulit kerang atau “Shankhya”, bernama “Panchajanya”, dipegang oleh tangan kiri atas, simbol kreativitas. Panchajanya melambangkan lima elemen penyusun alam semesta dalam agama Hindu, yakni: air, tanah, api, udara, dan aether.&lt;br /&gt;    * Chakram, senjata berputar dengan gerigi tajam, bernama “Sudarshana”, dipegang oleh tangan kanan atas, melambangkan pikiran. Sudarshana berarti pandangan yang baik.&lt;br /&gt;    * Gada yang bernama Kaumodaki, dipegang oleh tangan kiri bawah, melambangkan keberadaan individual.&lt;br /&gt;    * Bunga lotus atau Padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan kekuatan yang memunculkan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran filsafat Waisnawa (terutama di India), Wisnu disebutkan memiliki tiga aspek atau perwujudan lain. Ketiga wujud tersebut yaitu: Kāraṇodakaśāyi Vishnu atau Mahā Vishnu; Garbhodakaśāyī Vishnu; dan Kṣirodakasāyī Vishnu. Menurut Bhagavad Gītā, ketiga aspek tersebut disebut "Puruṣa Avatāra", yaitu penjelmaan Wisnu yang mempengaruhi penciptaan dan peleburan alam material. Kāraṇodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu) dinyatakan sebagai Wisnu yang berbaring dalam "lautan penyebab" dan Beliau menghembuskan banyak alam semesta (galaksi?) yang jumlahnya tak dapat dihitung; Garbhodakaśāyī Vishnu dinyatakan sebagai Wisnu yang masuk ke dalam setiap alam semesta dan menciptakan aneka rupa; Kṣirodakasāyī Vishnu (Roh utama) dinyatakan sebagai Wisnu masuk ke dalam setiap makhluk dan ke dalam setiap atom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran di asrama Waisnawa di India, Wisnu diasumsikan memiliki lima wujud, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Para. Para merupakan wujud tertinggi dari Dewa Wisnu yang hanya bisa ditemui di Sri Waikunta, juga disebut Moksha, bersama dengan pasangannya — Dewi Lakshmi, Bhuma Dewi dan Nila Di sana Ia dikelilingi oleh roh-roh suci dan jiwa yang bebas.&lt;br /&gt;    * Vyuha. Dalam wujud Vyuha, Dewa Wisnu terbagi menjadi empat wujud yang mengatur empat fungsi semesta yang berbeda, serta mengontrol segala aktivitas makhluk hidup.&lt;br /&gt;    * Vibhava. Dalam wujud Vibhava, Wisnu diasumsikan memiliki penjelmaan yang berbeda-beda, atau lebih dikenal dengan sebutan Awatara, yang mana bertugas untuk membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan di muka bumi.&lt;br /&gt;    * Antaryami. Antaryami atau “Sukma Vasudeva” adalah wujud Dewa Wisnu yang berada pada setiap hati makhluk hidup.&lt;br /&gt;    * Arcavatara. Arcavatara merupakan manifestasi Wisnu dalam imajinasi, yang digunakan oleh seseorang agar lebih mudah memujanya sebab pikirannya tidak mampu mencapai wujud Para, Vyuha, Vibhava, dan Antaryami dari Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awatara&lt;br /&gt;Sepuluh Awatara Dewa Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Awatara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Purana, Dewa Wisnu menjelma sebagai Awatara yang turun ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. Wujud dari penjelmaan Wisnu tersebut beragam, hewan atau manusia. Awatara yang umum dikenal oleh umat Hindu berjumlah sepuluh yang disebut Dasa Awatara atau Maha Avatār.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh Awatara Wisnu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Matsya (Sang ikan)&lt;br /&gt;    * Kurma (Sang kura-kura)&lt;br /&gt;    * Waraha (Sang babihutan)&lt;br /&gt;    * Narasimha (Sang manusia-singa)&lt;br /&gt;    * Wamana (Sang orang cebol)&lt;br /&gt;    * Parasurama (Sang Brāhmana-Kshatriya)&lt;br /&gt;    * Rama (Sang pangeran)&lt;br /&gt;    * Kresna (Sang pengembala)&lt;br /&gt;    * Buddha (Sang pemuka agama)&lt;br /&gt;    * Kalki (Sang penghancur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sepuluh awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini sudah menjelma dan pernah turun ke dunia oleh umat Hindu, sedangkan awatara terakhir (Kalki) masih menunggu hari lahirnya dan diyakini menjelma pada penghujung zaman Kali Yuga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan Dewa lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Wisnu memiliki hubungan dengan Dewi Lakshmi, Dewi kemakmuran yang merupakan istrinya. Selain dengan Indra, Wisnu juga memiliki hubungan dekat dengan Brahmā dan Siwa sebagai konsep Trimurti. Kendaraan Dewa Wisnu adalah Garuda, Dewa burung. Dalam penggambaran umum, Dewa Wisnu sering dilukiskan duduk di atas bahu burung Garuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi dan pemujaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi Dvaita Waisnawa, Wisnu merupakan Makhluk yang Maha Kuasa. Dalam filsafat Advaita Vedanta, Wisnu dipandang sebagai salah satu dari manifestasi Brahman. Dalam segala tradisi Sanatana Dharma, Wisnu dipuja secara langsung maupun tidak langsung, yaitu memuja awatara-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Waisnawa memuja Wisnu secara khusus. Dalam sekte Waisnawa di India, Wisnu dipuja sebagai roh yang utama dan dibedakan dengan Dewa-Dewi lainnya, yang disejajarkan seperti malaikat. Waisnawa menganut monotheisme terhadap Wisnu, atau Wisnu merupakan sesuatu yang tertinggi, tidak setara dengan Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu memanifestasikan dirinya menjadi Awatara, dan di India, masing-masing awatara tersebut dipuja secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diketahui kapan sebenarnya pemujaan terhadap Wisnu dimulai. Dalam Veda dan informasi tentang agama Hindu lainnya, Wisnu diasosiasikan dengan Indra. Shukavak N. Dasa, seorang sarjana Waisnawa, berkomentar bahwa pemujaan dan lagu pujia-pujian dalam Veda ditujukan bukan untuk Dewa-Dewi tertentu, melainkan untuk Sri Wisnu — Yang Maha Kuasa — yang merupakan jiwa tertinggi dari para Dewa. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bali, Dewa Wisnu dipuja di sebuah pura khusus untuk beliau, bernama Pura Puseh, yakni pura yang harus ada di setiap desa dan kecamatan. Di sana ia dipuja sebagai salah satu manifestasi Sang Hyang Widhi yang memberi kesuburan dan memelihara alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut konsep Nawa Dewata dalam Agama Hindu Dharma di Bali, Dewa Wisnu menempati arah utara dalam mata angin. Warnanya hitam, aksara sucinya “U” (ung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi pewayangan Jawa&lt;br /&gt;Wisnu dalam bentuk wayang gaya Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pementasan wayang Jawa, Wisnu sering disebut dengan gelar Sanghyang Batara Wisnu. Menurut versi ini, Wisnu adalah putra kelima Batara Guru dan Batari Uma. Ia merupakan putra yang paling sakti di antara semua putra Batara Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mitologi Jawa, Wisnu pertama kali turun ke dunia menjelma menjadi raja bergelar Srimaharaja Suman. Negaranya bernama Medangpura, terletak di wilayah Jawa Tengah sekarang. Ia kemudian berganti nama menjadi Sri Maharaja Matsyapati, merajai semua jenis binatang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Wisnu juga menitis atau terlahir sebagai manusia. Titisan Wisnu menurut pewayangan antara lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Srimaharaja Kanwa.&lt;br /&gt;   2. Resi Wisnungkara&lt;br /&gt;   3. Prabu Arjunasasrabahu&lt;br /&gt;   4. Sri Ramawijaya&lt;br /&gt;   5. Sri Batara Kresna&lt;br /&gt;   6. Prabu Jayabaya&lt;br /&gt;   7. Prabu Anglingdarma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6217891309220153925?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6217891309220153925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6217891309220153925&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6217891309220153925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6217891309220153925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wisnu.html' title='Wisnu'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6164182387437089439</id><published>2008-12-11T19:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:57:59.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Wayang Kulit Purwa</title><content type='html'>Sesuai dengan namanya, wayang kulit terbuat dari kulit binatang (kerbau, lembu atau kambing).&lt;br /&gt;Wayang kulit dipakai untuk memperagakan Lakon lakon dari Babad Purwa yaitu Mahabarata dan Ramayana, oleh karena itu disebut juga Wayang Purwa.&lt;br /&gt;Sampai sekarang pertunjukan wayang kulit disamping merupakan sarana hiburan juga merupakan salah satu bagian dari upacara-upacara adat seperti: bersih desa, ngruwat dan lain-lain.&lt;br /&gt;Untuk mementaskan pertunjukan wayang kulit secara lengkap dibutuhkan kurang lebih sebanyak 18 orang pendukung.&lt;br /&gt;Satu orang sebagai dalang, 2 orang sebagai waranggana, dan 15 orang sebagai penabuh gamelan merangkap wiraswara.&lt;br /&gt;Rata-rata pertunjukan dalam satu malam adalah 7 sampai 8 jam, mulai dari jam 21.00 sampai jam 05.00 pagi.&lt;br /&gt;Bila dilakukan pada siang hari pertunjukan biasanya dimulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 16.00.&lt;br /&gt;Tempat pertunjukan wayang ditata dengan menggunakan konsep pentas yang bersifat abstrak.&lt;br /&gt;Arena pentas terdiri dari layar berupa kain putih dan sebagai sarana tehnis di bawahnya ditaruh batang pisang untuk menancapkan wayang.&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan wayang kulit, jumlah adegan dalam satu lakon tidak dapat ditentukan. Jumlah adegan ini akan berbeda-beda berdasarkan lakon yang dipertunjukkan atau tergantung dalangnya.&lt;br /&gt;Sebagai pra-tontonan adalah tetabuhan yang tidak ada hubungannya dengan ceritera pokok, jadi hanya bersifat sebagai penghangat suasana saja atau pengantar untuk masuk ke pertunjukan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Sebagai pedoman dalam menyajikan pertunjukan wayang kulit biasanya seorang dalang akan menggunakan pakem pedalangan berupa buku pedalangan.&lt;br /&gt;Namun ada juga dalang yang menggunakan catatan dari dalang-dalang tua yang pengetahuannya diperoleh lewat keturunan.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, seorang dalang diberi kesempatan pula untuk berimprovisasi, karena pakem pedalangan tersebut sebenarnya hanya berisi inti ceritera pokok saja.&lt;br /&gt;Untuk lebih menghidupkan suasana dan membuat pertunjukan menjadi lebih menarik, improvisasi serta kreativitas dalang ini memegang peranan yang amat penting.&lt;br /&gt;Warna rias wajah pada wayang kulit mempunyai arti simbolis, akan tetapi tidak ada ketentuan umum di sini.&lt;br /&gt;Warna rias merah untuk wajah misalnya, sebagian besar menunjukkan sifat angkara murka, akan tetapi tokoh Setyaki yang memiliki warna rias muka merah bukanlah tokoh angkara murka.&lt;br /&gt;Jadi karakter wayang tidaklah ditentukan oleh warna rias muka saja, tetapi juga ditentukan oleh unsur lain, seperti misalnya bentuk (patron) wayang itu sendiri.&lt;br /&gt;Tokoh Arjuna, baik yang mempunyai warna muka hitam maupun kuning, adalah tetap Arjuna dengan sifat-sifatnya yang telah kita kenal. Perbedaan warna muka seperti ini hanya untuk membedakan ruang dan waktu pemunculannya.&lt;br /&gt;Arjuna dengan warna muka kuning dipentaskan untuk adegan di dalam kraton, sedangkan Arjuna dengan warna muka hitam menunjukkan bahwa dia sedang dalam perjalanan.&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan tokoh Gatotkaca, Kresna, Werkudara dan lain-lain.&lt;br /&gt;Perbedaan warna muka wayang ini tidak akan diketahui oleh penonton yang melihat pertunjukan dari belakang layar.&lt;br /&gt;Alat penerangan yang dipakai dalam pertunjukan wayang kulit dari dahulu sampai sekarang telah banyak mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;Dalam bentuk aslinya alat penerangan yang dipakai pada pertunjukan wayang kulit adalah blencong, kemudian berkembang menjadi lampu minyak tanah (keceran), petromak, sekarang banyak yang menggunakan lampu listrik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6164182387437089439?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6164182387437089439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6164182387437089439&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6164182387437089439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6164182387437089439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wayang-kulit-purwa.html' title='Wayang Kulit Purwa'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8268780951592673896</id><published>2008-12-11T19:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:48:10.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Wayang Indonesia: Membayangi Sejarah Bangsa</title><content type='html'>Yang melihat wayang itu umpamanya orang yang bernafsu keduniawian yang serba nikmat, mengakibatkan kegelapan hati. Petikan bait 59 Kakawin Arjuna Wiwaha karya Pu Kanwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1030) yang dikutip di atas bisa disebut satu-satunya sumber tertulis&lt;br /&gt;tertua dan autentik tentang pertunjukan wayang kulit yang mulai dikenal&lt;br /&gt;di Jawa, yaitu pada masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga di&lt;br /&gt;Kerajaan Kadiri. Ini menjelaskan bahwa pertunjukan wayang (mengambil&lt;br /&gt;lakon Bima di masa muda) untuk keperluan upacara telah dikenal pada&lt;br /&gt;masa itu. Ini untuk menjelaskan bahwa budaya wayang telah merasuk dan berkembang sejak lama di tengah masyarakat kita.&lt;br /&gt;KEYAKINAN bahwa wayang merupakan produk budaya sejati bangsa Indonesia&lt;br /&gt;antara lain ditegaskan oleh pakar wayang, Prof Dr Soetarno, Ketua&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Surakarta, yang di antaranya&lt;br /&gt;membawahi Jurusan Pedalangan.Juga dalam Kitab Tantu Panggelaran (abad ke-12)&lt;br /&gt;disebutkan tentang wayang yang menggunakan bahan dari kulit binatang&lt;br /&gt;yang ditatah. Adapun kelir (layar) juga telah digunakan pada masa itu (Kitab Wreta Sancaya). Pada pertengahan abad ke-12, iringan musik untuk pementasan wayang antara lain berupa tudungan dan saron kemanak.GAJ Hazeu, seorang ahli bahasa dari Belanda yang&lt;br /&gt;meneliti tentang wayang, pada tahun 1897 meyakini pula bahwa wayang&lt;br /&gt;merupakan hasil kebudayaan Jawa. Ini didasarkan&lt;br /&gt;etimologi istilah-istilah yang dikenal dalam pementasan wayang, yaitu&lt;br /&gt;dalang, kelir, wayang, keprak, dan blencong. Secara leksikon, wayang berarti bayangan.&lt;br /&gt;Disertasi Hazeu di atas merupakan hasil penelitian ilmiah tentang&lt;br /&gt;wayang yang pernah dilakukan meski lebih dari sudut linguistik,&lt;br /&gt;karenanya juga menjadi sumber informasi paling valid.&lt;br /&gt;Sejumlah sumber tertulis lain seperti Serat Centhini&lt;br /&gt;(1823) dan Sastramiruda (1920) juga menyinggung tentang wayang, namun&lt;br /&gt;itu lebih didasarkan pada tradisi oral sehingga sulit diyakini&lt;br /&gt;validitasnya. Kemudian, Prof Poerbatjaraka&lt;br /&gt;dalam Kapustakan Jawi (1952) memaparkan sejumlah hasil penelitian yang&lt;br /&gt;di antaranya mengungkap tentang sejarah wayang. Mula-mula, pelukisan sosok wayangnya dibikin "realis"&lt;br /&gt;(tiga dimensi), seperti sosok wayang pada relief di Candi Prambanan&lt;br /&gt;(abad ke-10), Jawa Tengah. Pada masa Majapahit&lt;br /&gt;(abad ke-13), bentuk wayang dibikin agak miring (menyamping), meniru&lt;br /&gt;relief di Candi Penataran, Jawa Timur, (bentuk autentiknya bisa kita&lt;br /&gt;lacak pada wayang Bali saat ini). Keberadaan candi-candi di atas menunjukkan pengaruh kuat agama Hindu di Jawa. Apalagi relief atau arca yang terdapat di candi-candi tersebut banyak melukiskan fragmen-fragmen cerita "wayang". ALHASIL, dari data sejarah di atas dan proses&lt;br /&gt;perkembangan yang dialami, berbagai pihak meyakini bahwa wayang adalah&lt;br /&gt;karya budaya "asli" karena lahir dan mengalami proses panjang di&lt;br /&gt;Indonesia. Meski tidak diingkari bahwa&lt;br /&gt;cerita-cerita pewayangan berasal dari tradisi Hinduisme di India,&lt;br /&gt;sebagai produk kebudayaan, wayang mengalami proses "pencanggihan"&lt;br /&gt;sendiri di bumi nusantara. Kompleksitas dan&lt;br /&gt;intensitas proses pencanggihan pada pertunjukan wayang yang meliputi&lt;br /&gt;berbagai aspeknya itu agaknya tidak kita kenal pada produk budaya yang&lt;br /&gt;lain di nusantara.Melalui wayang, kita melihat suatu proses kebudayaan yang menurut para ahli, "tidak terjadi di ruang kosong". Wayang berkembang menjadi ekspresi budaya yang autentik bagi bangsa Indonesia. Selain di Jawa dan Bali, wayang sempat berkembang di Kalimantan, Sumatera, dan Lombok.&lt;br /&gt;Secara obyektif, wayang yang berkembang di Indonesia berbeda cukup&lt;br /&gt;signifikan dengan wayang yang ada di India (ataupun di Thailand).&lt;br /&gt;Selain wayang kulit purwa (dengan kisah Ramayana dan Mahabharata), ada pula wayang beber (kisah Panji).&lt;br /&gt;Kemudian dikenal wayang madya (zaman sesudah Parikesit), wayang gedog&lt;br /&gt;(siklus Panji), wayang klithik (kisah Damarwulan), wayang golek (dari&lt;br /&gt;Serat Menak), wayang dupara (Babad Mataram II), wayang krucil (kisah&lt;br /&gt;Damarwulan), wayang kancil (fabel), wayang perjuangan (1945), wayang&lt;br /&gt;suluh (1945), wayang pancasila (1947), wayang wahyu (1960), wayang&lt;br /&gt;buddha (1979), wayang sandosa (1980), wayang sadhat (1984), wayang&lt;br /&gt;kampung (2002), dan wayang sang pamarta (2003).&lt;br /&gt;Belum lagi yang mengambil bentuk atau media pertunjukan lain, seperti&lt;br /&gt;wayang orang, wayang topeng, langen mandra wanaran, sendratari wayang,&lt;br /&gt;wayang jemblung. Dan dalam bentuk kontemporer muncul kreasi wayang nggremeng, wayang suket.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8268780951592673896?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8268780951592673896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8268780951592673896&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8268780951592673896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8268780951592673896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/wayang-indonesia-membayangi-sejarah.html' title='Wayang Indonesia: Membayangi Sejarah Bangsa'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-942489454692867845</id><published>2008-12-11T19:15:00.004-08:00</published><updated>2008-12-11T19:28:29.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>Sosialisme Burjuis Kecil</title><content type='html'>Aristokrasi feodal bukanlah satu-satunya kelas yang telah diruntuhkan oleh burjuasi, bukanlah satu-satunya kelas yang syarat-syarat kelangsungannya menjadi rusak dan musnah dalam suasana masyarakat burjuis modern. Warga kota dari Zaman Tengah dan petani pemilik kecil adalah pendahulu dari burjuasi modern. Di negeri-negeri yang industri dan perniagaannya belum berkembang, kedua kelas ini masih hidup berdampingan dengan burdjuasi yang sedang tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri-negeri di mana peradaban modern telah berkembang sepenuhnya, terbentuklah suatu kelas burjuis kecil, yang terombang-ambing di antara proletariat dan burjuasi dan senantiasa memperbarui dirinya sebagai bagian-tambahan dari masyarakat burjuis. Tetapi anggota-anggota orang-seorang dari kelas ini terus-menerus dicampakkan kedalam kalangan proletariat oleh karena persaingan, dan setelah industri modern maju, mereka itu malahan melihat datangnya saat dimana mereka akan lenyap sama sekali sebagai golongan yang berdiri-sendiri dari masyarakat modern, untuk digantikan, dalam perusahaan-perusahaan, pertanian dan perniagaan, oleh mandor-mandor, pegawai-pegawai, dan pelayan-pelayan toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri-negeri semacam Perancis, di mana kaum taninya merupakan bagian yang jauh lebih besar daripada separo jumlah penduduk, adalah wajar bahwa penulis-penulis yang memihak proletariat menentang burjuasi, memakai ukuran petani dan burjuis kecil dalam kritiknya terhadap rezim burjuis, dan dari segi pendirian kelas-kelas perantara ini membela kelas buruh. Dengan begitu timbullah Sosialisme burjuis kecil. Sismondi [39] adalah pemuka dari ajaran ini, tidak hanya di Perancis saja, tetapi juga di Inggeris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Sosialisme ini dengan sangat tajamnya mengurai kontradiksi-kontradiksi di dalam syarat-syarat industri modern. Ia menelanjangi pembelaan-pembelaan munafik dari kaum ekonomis. Ia membuktikan dengan tak dapat disangkal lagi, akibat-akibat yang mencelakakan dari mesin dan pembagian kerja; konsentrasi kapital dan tanah ke dalam beberapa tangan saja; produksi-kelebihan dan krisis-krisis ; ia menunjukkan keruntuhan yang tak terelakkan dari burjuis kecil dan tani, kesengsaraan proletariat, anarki dalam produksi, ketidakadilan yang sangat menyolok dalam pembagian kekayaan, perang pemusnahan di bidang industri di kalangan nasion-nasion, penghancuran ikatan-ikatan moral lama, hubungan-hubungan kekeluargaan lama, nasionalitet-nasionalitet lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tujuannya yang positif, bagaimanapun juga Sosialisme macam ini memperjuangkan hidup kembalinya alat-alat produksi dan alat-alat pertukaran lama dan bersama itu semua hubungan milik lama serta masyarakat lama, atau membatasi alat-alat produksi dan alat-alat pertukaran modern di dalam rangka hubungan milik lama yang telah dan pasti dihancurkan oleh alat-alat itu. Dalam kedua hal ini, kedua-duanya adalah reaksioner dan utopi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata mereka yang terakhir ialah: Gabungan gilde sebagai ganti manufaktur; hubungan-hubungan patriarkal dalam pertanian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ketika kenyataan-kenyataan sejarah yang tak dapat dibantah lagi telah menghapuskan semua pengaruh dari penipuan diri sendiri yang memabukkan, Sosialisme macam ini mengundurkan diri dengan hina dan sangat mengibakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-942489454692867845?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/942489454692867845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=942489454692867845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/942489454692867845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/942489454692867845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/sosialisme-burjuis-kecil.html' title='Sosialisme Burjuis Kecil'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3077181304526175288</id><published>2008-12-11T19:15:00.003-08:00</published><updated>2008-12-11T19:26:49.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>Sosialisme feodal</title><content type='html'>Disebabkan oleh kedudukanya di dalam sejarah, menjadilah panggilan suci aristokrasi Perancis dan Inggeris untuk menulis brosur-brosur menentang masyarakat burjuis modern. Dalam revolusi Perancis bulan Juli 1830, dan dalam gerakan Reform Inggeris, aristokrasi ini sekali lagi takluk pada parvenu yang dibenci itu. Suatu perjuangan politik yang gawat sudah tidak mungkin ada lagi sama sekali. Hanya tinggal perjuangan literaturlah yang masih mungkin. Tetapi dalam lapangan literaturpun semboyan-semboyan lama dari zaman restorasi telah menjadi tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangkitkan simpati, aristokrasi itu terpaksa pura-pura melupakan kepentinganya sendiri dan merumuskan surat tuduhanya terhadap burjuasi demi kepentingan kelas buruh yang terhisap semata-mata. Jadi aristokrasi membalas dendamnya dengan menjanjikan lagu-lagu sindiran terhadap majikannya yang baru, dan membisikkan ke telinga majikanya itu ramalan-ramalan buruk tentang bencana yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jalan ini timbullah sosialisme feodal: setengah ratapan, setengah sindiran; setengah gema masa lampau, setengah ancaman masadatang; kadang-kadang dengan kritiknya yang pietah, pahit dan tajam menusuk burjuasi tepat pada ulu hatinya; tetapi akibatnya selalu menggelikan karena sama sekali tak mempunyai kemampuan untuk memahami perjalanan sejarah modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghimpun Rakyat di sekitar dirinya, aristokrasi melambai-lambaikan kantong-pengemis proletar sebagai panji-panjinya. Tetapi sedemikian sering Rakyat mengikuti mereka, Rakyat melihat di belakang mereka lambang kebesaran feodal yang lama, dan lari bubar dengan tawa lebar dan mengejek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari kaum Legitimis Perancis dan kaum “Inggeris Muda” memainkan lakon ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menunjukkan bahwa cara penghisapan mereka adalah berlainan dengan cara penghisapan burjuasi, kaum feodal lupa bahwa mereka menghisap dalam keadaan-keadaan dan syarat-syarat yang berlainan sama sekali, dan yang kini telah menjadi kuno. Dalam memperlihatkan bahwa di bawah kekuasaan mereka tak pernah ada proletariat modern, mereka.lupa bahwa burjuasi modern adalah anak keturunan yang sewajarnya dari bentuk masyarakat mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain daripada itu, mereka sedikit sekali menyembunyikan watak reaksioner dari kritiknya sehingga tuduhan mereka yang terutama terhadap burjuasi berarti juga bahwa di bawah rezim burjuis berkembanglah suatu kelas, yang nantinya akan pasti menghancurleburkan seluruh susunan tatatertib masyarakat lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan mereka terhadap burjuasi mengenai hal bahwa burjuasi melahirkan proletariat, tidak sehebat kemarahannya mengenai hal bahwa burjuasi melahirkan proletariat yang revolusioner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, dalam praktek politik, mereka ikut serta dalam segala tindakan kekerasan terhadap kelas buruh; dan dalam kehidupan biasa sehari-hari, biarpun ucapan-ucapannya begitu muluk tinggi membubung, mereka tidak malu-malu untuk memungut warisan buah lezat yang jatuh dari pohon industri dan tidak malu-malu pula untuk menukarkan kejujuran, cinta dan kehormatan dengan perdagangan bulu domba, perdagangan ubi-gula dan minuman-minuman keras yang terbuat dari kentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pendeta senantiasa berjalan bergandengan tangan dengan tuan tanah, demikian jugalah Sosialisme Gereja dengan Sosialisme Feodal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hal lain yang lebih mudah daripada memberi pulasan Sosialis pada asetisme Kristen. Bukankah agama Kristen telah berseru dengan lantangnya menentang milik perseorangan, menentang perkawinan, menentang Negara? Bukankah ia, sebagai ganti semuanya itu tadi, telah mengkhotbahkan kedermawanan dan kemiskinan, pembujangan dan kebiasaan menahan nafsu, kehidupan biara dan Ibunda Gereja? Sosialisme Kristen tidak lain hanyalah air suci yang digunakan oleh pendeta untuk mengkuduskan sakit-hati kaum aristokrat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3077181304526175288?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3077181304526175288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3077181304526175288&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3077181304526175288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3077181304526175288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/sosialisme-feodal.html' title='Sosialisme feodal'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-5999372052646724605</id><published>2008-12-11T19:15:00.002-08:00</published><updated>2008-12-11T19:23:09.357-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>II. Kaum proletar dan kaum Komunis</title><content type='html'>Bagaimanakah hubungan antara kaum Komunis dengan kaum proletar umumnya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Komunis tidak merupakan suatu partai tersendiri yang bertentangan dengan partai-partai kelas buruh lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan tersendiri dan terpisah dari kepentingan-kepentingan proletariat sebagai keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mengadakan prinsip-prinsip sendiri yang sektaris, yang hendak dijadikan pola bagi gerakan proletar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Komunis dibandingkan dengan partai-partai kelas buruh lainnya berbeda hanyalah karena hal ini:&lt;br /&gt;1. Di dalam perjuangan nasional dari kaum proletar di berbagai negeri, mereka menunjukkan serta mengedepankan kepentingan-kepentingan bersama dari seluruh proletariat, terlepas dari segala nasionalitet.&lt;br /&gt;2. Pada berbagai tingkat perkembangan yang harus dilalui oleh perjuangan kelas buruh melawan borjuasi, mereka senantiasa dan di mana saja mewakili kepentingan-kepentingan gerakan itu sebagai keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu kaum Komunis, pada satu pihak, pada prakteknya adalah bagian yang paling maju dan teguh hati dari partai-partai kelas buruh di setiap negeri, bagian yang mendorong maju semua bagian lain-lainnya; pada pihak lain, secara teori mereka mempunyai kelebihan atas massa proletariat yang besar itu dalam pengertian tentang garis perjalanan, syarat-syarat, dan hasil-hasil umum terakhir dari gerakan proletar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan terdekat dari kaum Komunis adalah sama dengan tujuan semua partai proletar lain-lainnya: pembentukan proletariat menjadi suatu kelas, penggulingan kekuasaan borjuasi, perebutan kekuasaan politik oleh proletariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan-kesimpulan secara teori dari kaum Komunis sama sekali bukanlah berdasar pada pikiran-pikiran atau prinsip-prinsip yang telah diciptakan, atau yang ditemukan oleh salah seorang pembaharu-dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan-kesimpulan itu hanya menyatakan semata-mata, secara umum, hubungan-hubungan yang sebenarnya yang timbul dari suatu perjuangan kelas yang sedang berlaku, dari suatu gerakan sejarah yang sedang berjalan di depan mata kita. Penghapusan hubungan-hubungan milik yang ada sekarang sama sekali bukanlah suatu ciri yang istimewa dari Komunisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hubungan milik di masa lampau senantiasa tunduk pada perubahan kesejarahan yang diakibatkan oleh perubahan syarat-syarat sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Perancis misalnya, menghapuskan milik feodal untuk memberi tempat kepada milik borjuis. [26] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri istimewa Komunisme - bukanlah penghapusan milik pada umumnya, tetapi penghapusan milik borjuis. Tetapi milik perseorangan borjuis modern adalah pernyataan terakhir dan paling sempurna dari sistim menghasilkan dan memiliki hasil-hasil yang didasarkan pada antagonisme-antagonisme kelas, pada penghisapan terhadap yang banyak oleh yang sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artian ini, teori kaum Komunis dapatlah diikhtisarkan dalam satu kalimat saja: Penghapusan milik perseorangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kaum Komunis telah dimaki bahwa kita ingin menghapuskan hak atas milik yang diperdapat seseorang sebagai hasil kerja orang itu sendiri, milik yang dianggap sebagai dasar dari semua kemerdekaan, kegiatan dan kebebasan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milik yang diperoleh dengan membanting tulang, yang direbut sendiri, yang dicari sendiri secara halal! Apakah yang tuan maksudkan itu milik si tukang kecil, milik si tani kecil, suatu bentuk milik yang mendahului bentuk milik borjuis ? Itu tidak perlu dihapuskan; perkembangan industri telah menghancurkannya banyak sekali, dan masih terus menghancurkannya setiap harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah yang tuan maksudkan itu milik perseorangan borjuis modern? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi adakah kerja-upahan, kerja si proletar, mendatangkan sesuatu milik untuk dia? Sama sekali tidak. Ia menciptakan kapital, yaitu semacam milik yang menghisap kerja-upahan, dan yang tidak dapat bertambah besar kecuali dengan syarat bahwa ia menghasilkan kerja-upahan baru untuk penghisapan baru. Milik dalam bentuknya yang sekarang ini adalah didasarkan pada antagonisme antara kapital dengan kerja-upahan. Marilah kita periksa kedua belah segi dari antagonisme ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang kapitalis, orang tidak saja harus mempunjai kedudukan perseorangan semata-mata, tetapi kedudukan sosial dalam produksi. Kapital adalah suatu hasil kolektif, dan ia hanya dapat digerakkan oleh tindakan bersama dari banyak anggota, malahan lebih dari itu, pada tingkatan terakhir, ia hanya dapat digerakkan oleh tindakan bersama dari semua anggota masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kapital bukanlah suatu kekuasaan pribadi, ia adalah suatu kekuasaan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika kapital itu dijadikan milik bersama, menjadi milik semua anggota masyarakat, dengan itu milik pribadi tidak diubah menjadi milik sosial. Hanyalah watak sosial milik yang diubah. Watak kelasnya hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita sekarang bicara tentang kerja-upahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga rata-rata dari kerja-upahan ialah upah minimum, yaitu jumlah bahan-bahan keperluan hidup yang mutlak diperlukan untuk mempertahankan buruh sebagai seorang buruh dalam hidup sekedarnya. Oleh karena itu, apa yang telah dimiliki oleh buruh-upahan berkat kerjanya, hanyalah cukup untuk memperpanjang dan melanjutkan lagi hidup yang sekedarnya itu. Kita sekali-kali tidak bermaksud untuk menghapuskan pemilikan pribadi atas hasil-hasil kerja ini, pemilikan yang digunakan untuk mempertahankan dan melanjutkan lagi hidup biasa sebagai Manusia, dan yang tidak menyisakan kelebihan yang dapat digunakan untuk menguasai kerja orang-orang lain. Yang hendak kita hapuskan hanyalah watak celaka dari pemilikan ini, di mana buruh hidup hanya untuk memperbesar kapital belaka, dan dibolehkan hidup hanya selama kepentingan kelas yang berkuasa memerlukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat borjuis, kerja yang hidup ini hanyalah suatu alat untuk memperbanyak kerja yang telah tertimbun. Di dalam masyarakat Komunis, kerja yang tertimbun itu hanyalah suatu alat untuk memperluas, memperkaya, memajukan kehidupan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat borjuis, karenanya, masa lampau menguasai masa kini; di dalam masyarakat Komunis, masa kini menguasai masa lampau. Di dalam masyarakat borjuis, kapital adalah bebas merdeka dan mempunyai kepribadian, sedang manusia yang bekerja tidak bebas dan tidak mempunyai kepribadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penghapusan keadaan begini ini dikatakan oleh kaum borjuis, penghapusan kepribadian dan kemerdekaan! Dan memang begitu. Penghapusan kepribadian borjuis, penghapusan kebebasan borjuis dan kemerdekaan borjuis itulah yang memang dituju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemerdekaan diartikan, di bawah syarat-syarat produksi borjuis sekarang ini, perdagangan bebas, penjualan dan pembelian bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika penjualan dan pembelian itu lenyap, penjualan dan pembelian bebas itupun lenyap juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan tentang penjualan dan pembelian bebas ini, dan segala "kata-kata gagah" lainnya dari borjuasi mengenai kemerdekaan pada umumnya, mempunyai arti, jika ada, hanya jika dibandingkan dengan penjualan dan pembelian terbatas, dengan pedagang-pedagang terbelenggu dari Zaman Tengah, tetapi tidak mempunyai arti jika dipertentangkan dengan penghapusan secara Komunis atas penjualan dan pembelian, atas cara produksi borjuis, dan atas borjuasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan merasa ngeri karena maksud kami untuk menghapuskan milik perseorangan. Tetapi di dalam rnasyarakat tuan yang ada sekarang ini, milik perseorangan sudah dihapuskan bagi sembilan persepuluh dari penduduk; ia ada pada beberapa orang justru karena ia tidak ada pada mereka yang sembilan persepuluh itu. Jadi tuan memaki kami karena kami bermaksud menghapuskan suatu bentuk milik, yang untuk adanya diperlukan syarat berupa tidak adanya suatu milik apa pun bagi mayoritet melimpah dari masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, tuan memaki kami bahwa kami bermaksud menghapuskan milik tuan. Memang begitu, itulah justru yang kami maksudkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari saat ketika kerja tidak lagi dapat dijadikan kapital, uang, atau sewa, [27] dijadikan suatu kekuasaan sosial yang dapat dimonopolisasi, artinya, sejak dari saat ketika milik pribadi tidak dapat lagi dijadikan milik borjuis, dijadikan kapital, sejak dari saat itu, tuan katakan, kepribadian telah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu tuan harus mengakui bahwa yang tuan maksudkan dengan pribadi adalah tidak lain daripada seorang borjuis, seorang pemilik borjuis. Orang ini memang harus disapu bersih dan tidak diberi kemungkinan untuk hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunisme tidak menghapuskan kekuasaan seseorang untuk memiliki hasil-hasil masyarakat; apa yang dilakukannya hanyalah merampas kekuasaan seseorang untuk menjadikan kerja orang lain takluk kepadanya dengan cara pemilikan semacam itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang telah mengemukakan keberatan bahwa dengan penghapusan milik perseorangan akan berhentilah semua pekerjaan, dan kemalasan umum akan merajalela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat ini, masyarakat borjuis tentunya sudah lama lenyap karena kemalasan semata-mata; karena mereka dari anggota-anggotanya yang bekerja, tidak mendapat apa-apa, dan mereka yang mendapat sesuatu, tidak bekerja. Seluruh keberatan ini hanyalah ungkapan lain dari kata-kata yang sama artinya: tak ada lagi kerja-upahan apabila tak ada lagi kapital. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keberatan yang dikemukakan terhadap cara menghasilkan dan memiliki hasil-hasil material secara Komunis telah dikemukakan juga terhadap cara menghasilkan dan memiliki hasil-hasil intelek secara Komunis. Justru karena bagi kaum borjuis itu, lenyapnya milik kelas berarti lenyapnya produksi itu sendiri, maka lenyapnya kebudayaan kelas baginya berarti juga lenyapnya semua kebudayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan itu, yang hilangnya sangat ditangisi olehnya, bagi golongan terbanyak yang melimpah hanyalah berarti bahwa mereka itu dijadikan mesin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi janganlah ribut bertengkar dengan kami selama terhadap penghapusan milik borjuis yang kami maksudkan itu tuan mengenakan ukuran anggapan-anggapan borjuis tuan tentang kemerdekaan, kebudayaan, hukum, dsb. Pikiran-pikiran tuan itu justru adalah tidak lain daripada buah yang dihasilkan oleh syarat-syarat produksi borjuis dan milik borjuis tuan, tepat seperti halnya dengan ilmu hukum tuan adalah tidak lain daripada kemauan kelas tuan yang dijadikan undang-undang untuk semua, suatu kemauan, yang tujuan serta wataknya yang hakiki ditentukan oleh syarat-syarat hidup ekonomi kelas tuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan egoistis yang menyebabkan tuan mengubah bentuk-bentuk sosial yang timbul, dari cara produksi dan bentuk milik tuan sekarang ini--hubungan-hubungan kesejarahan yang timbul dan lenyap selama gerak maju produksi--menjadi hukum alam dan hukum akal yang abadi, anggapan ini sama dengan anggapan semua kelas berkuasa yang telah mendahului tuan. Apa yang sudah jelas tuan ketahui tentang milik kuno [28], apa yang sudah tuan akui tentang milik feodal, tentu saja akan terlarang bagi tuan untuk mengakui tentang bentuk milik borjuis tuan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan keluarga! Orang yang paling radikal pun akan naik darah karena maksud keji kaum Komunis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didasarkan atas landasan apakah keluarga sekarang, keluarga borjuis itu? Atas kapital, atas hasil pendapatan perseorangan. Dalam bentuknya yang berkembang sempurna keluarga semacam ini terdapat hanya di kalangan borjuasi saja. Tetapi keadaan ini mempunyai pelengkapnya berupa ketiadaan keluarga yang terpaksa di kalangan kaum proletar, dan berupa pelacuran umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga borjuis akan lenyap dengan sendirinya apabila pelengkapnya lenyap, dan kedua-duanya akan lenyap bersama dengan lenyapnya kapital. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tuan menuduh kami hendak menghentikan penghisapan anak-anak oleh orang tuanya? Kami mengakui kejahatan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tuan akan berkata, kami menghancurkan hubungan-hubungan yang paling mesra, karena kami mengganti pendidikan rumah dengan pendidikan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah pendidikan tuan tidak juga ditentukan oleh masyarakat? Oleh hubungan-hubungan sosial, yang di bawah syarat-syaratnya tuan mendidik, oleh campur tangan langsung, atau tidak langsung dari masyarakat dengan perantaraan sekolah-sekolah, dsb.? Kaum Komunis tidak menciptakan campur tangan masyarakat dalam pendidikan; mereka hanya berusaha untuk mengubah watak campur tangan itu, dan untuk menyelamatkan pendidikan agar hindar dari pengaruh kelas yang berkuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan borjuis tentang keluarga dan pendidikan, tentang ikatan mesra antara ibu-bapak dengan anak, menjadi makin memuakkan, seiring dengan, karena akibat industri besar, makin terputusnya segala ikatan keluarga di kalangan kaum proletar, dan makin terubahnya anak-anak mereka menjadi barang dagangan biasa dan perkakas kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalian kaum Komunis hendak melakukan hak bersama atas kaum wanita, teriak seluruh borjuasi dengan serentak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuis memandang isterinya hanya sebagai suatu perkakas produksi belaka. Ia mendengar bahwa perkakas-perkakas produksi akan digunakan bersama, dan tentu saja tidak akan sampai pada kesimpulan lain kecuali bahwa nasib dipergunakan bersama itu akan menimpa pula kaum wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sama sekali tidak mempunyai dugaan bahwa sasaran sebenarnya yang dituju ialah justru menghapuskan kedudukan kaum wanita sebagai perkakas produksi semata-mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain daripada itu tak ada lagi yang lebih menggelikan daripada kegusaran borjuis kita terhadap apa yang mereka namakan hak-bersama atas kaum wanita yang secara resmi berlaku di kalangan kaum Komunis. Kaum Komunis tidak perlu melakukan hak-bersama atas kaum wanita; hal ini telah ada hampir sepanjang segala zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuis kita tidak puas dengan hal bahwa untuk mereka ada tersedia isteri-isteri dan anak-anak gadis kaum proletar, belum lagi pelacur-pelacur biasa, sangat gemar saling menggoda isteri-isteri yang satu dengan lainnya di kalangan mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya perkawinan borjuis adalah suatu sistim isteri-isteri untuk bersama. Kaum Komunis paling banyak hanyalah dapat dituduh bahwa mereka hendak melakukan hak-bersama atas kaum wanita secara sah dan terang-terangan, untuk mengganti yang tersembunyi secara munafik. Lain daripada itu, teranglah dengan sendirinya bahwa hapusnya sistim produksi yang sekarang ini tentu mengakibatkan pula hapusnya hak-bersama atas kaum wanita yang timbul dari sistim tersebut, ialah hapusnya pelacuran baik yang resmi maupun yang tidak resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kaum Komunis dituduh hendak menghapuskan tanah air dan nasionalitet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum buruh tidak mempunyai tanah air. Kita tidak dapat mengambil dari mereka apa yang tidak ada pada mereka. Karena proletariat pertama sekali harus merebut kekuasaan politik, harus mengangkat dirinya menjadi kelas yang memimpin dari nasion, harus mewujudkan dirinya sebagai nasion, maka sejauh itu ia bersifat nasional, biarpun tidak dalam arti kata menurut borjuasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan-perselisihan dan antagonisme-antagonisme nasional antara bangsa-bangsa makin lama makin menghilang, disebabkan oleh perkembangan borjuasi, oleh kemerdekaan berdagang, oleh pasar dunia, oleh keseragaman dalam cara produksi dan dalam syarat-syarat hidup yang selaras dengan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan proletariat akan lebih mempercepat hilangnya itu semua. Aksi yang bersatu, paling tidak dari negeri-negeri yang beradab, adalah salah satu syarat utama untuk pembebasan proletariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederajat dengan dihapuskannya penghisapan atas seseorang oleh orang lainnya, dihapuskan jugalah penghisapan atas suatu nasion oleh nasion lainnya. Sederajat dengan hilangnya antagonisme antara kelas-kelas dalam suatu nasion, berakhir jugalah permusuhan suatu nasion terhadap nasion lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan-tuduhan terhadap Komunisme yang didasarkan pada pendirian agama, filsafat dan, pada umumnya, pendirian ideologi tidaklah perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah diperlukan penglihatan yang dalam, untuk memahami bahwa pikiran, pandangan dan pengertian manusia, pendek kata, kesadaran manusia, berubah dengan tiap-tiap perubahan dalam syarat-syarat hidup materilnya, dalam hubungan-hubungan sosialnya dan dalam kehidupan sosialnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain apakah yang dibuktikan oleh sejarah pikiran, kecuali bahwa produksi intelek mengubah wataknya sederajat dengan hal bahwa produksi materil telah berubah? Pikiran-pikiran yang menguasai dalam tiap-tiap zaman adalah senantiasa pikiran-pikiran kelas yang berkuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang berbicara tentang pikiran-pikiran yang merevolusionerkan masyarakat, ia tidak lain hanyalah, mengungkapkan kenyataan, bahwa di dalam masyarakat lama, anasir-anasir dari suatu masyarakat baru telah diciptakan, dan bahwa leburnya pikiran-pikiran lama berjalan dengan langkah-langkah yang sama dengan leburnya syarat-syarat hidup yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dunia kuno sedang mendekati ajalnya, agama-agama kuno ditaklukkan oleh agama Kristen. Ketika pikiran-pikiran Kristen dalam abad ke-18 tunduk pada pikiran-pikiran rasionil, masyarakat feodal melakukan perjuangan mautnya melawan borjuasi yang ketika itu revolusioner. Pikiran-pikiran tentang kebebasan beragama dan kemerdekaan menganut suara hati, hanyalah mengungkapkan adanya kekuasaan persaingan bebas di dalam bidang pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak dapat disangkal lagi," demikian orang akan berkata, pikiran-pikiran bersendikan agama, moral, filsafat, hukum, dsb. telah berubah dalam perjalanan perkembangan sejarah. Tetapi agama, moral, filsafat, ilmu politik, dan hukum, senantiasa tetap bertahan dan mengatasi pergantian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali itu, ada kebenaran-kebenaran abadi, semacam Kemerdekaan, Keadilan, dsb., yang lazim berlaku untuk segala keadaan masyarakat. Tetapi Komunisme menghapuskan kebenaran-kebenaran abadi, ia menghapuskan semua agama, dan semua moral, dan bukannya menyusun semuanya itu atas dasar yang baru; karenanya ia bertindak bertentangan dengan segala pengalaman sejarah yang lampau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jadinya arti tuduhan ini? Sejarah dari seluruh masyarakat masa lampau terdiri dari perkembangan antagonisme-antagonisme kelas, antagonisme-antagonisme yang mempunyai berbagai bentuk dalam berbagai zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagaimanapun juga bentuknya, satu kenyataan adalah sama untuk segala zaman yang telah lampau, yaitu, penghisapan atas sebagian dari masyarakat oleh suatu bagian yang lain. Maka tidaklah mengherankan bahwa kesadaran sosial dari abad-abad yang lampau, biarpun terdapat segala kebanyak ragaman dan corak, bergerak dalam bentuk-bentuk tertentu yang sama, atau pikiran-pikiran umum, yang tidak dapat hilang sepenuhnya kecuali dengan lenyapnya sama sekali antagonisme-antagonisme kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Komunis adalah pemutusan yang paling radikal dengan hubungan-hubungan milik yang tradisionil; tidaklah mengherankan bahwa perkembangannya membawa serta pemutusan yang paling radikal dengan pikiran-pikiran yang tradisionil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi marilah kita biarkan saja dulu, keberatan-keberatan borjuis terhadap Komunisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita lihat di atas, bahwa langkah pertama dalam revolusi kelas buruh, adalah mengangkat proletariat pada kedudukan kelas yang berkuasa, memenangkan perjuangan demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proletariat akan menggunakan kekuasaan politiknya untuk merebut, selangkah demi selangkah, semua kapital dari borjuasi, memusatkan semua perkakas produksi ke dalam tangan Negara, artinya, proletariat yang terorganisasi sebagai kelas yang berkuasa [29]; dan untuk meningkatkan jumlah tenaga-tenaga produktif secepat mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, pada permulaannya, ini tak dapat dilaksanakan kecuali dengan jalan perombakan tak kenal ampun terhadap hak-hak atas milik, dan terhadap syarat produksi borjuis; oleh sebab itu dengan jalan tindakan-tindakan yang nampaknya secara ekonomi tidak mencukupi dan tak tertahankan, tetapi yang selama berlangsungnya gerakan itu, berlari lebih cepat, sehingga menghendaki perombakan yang lebih lanjut terhadap susunan masyarakat lama, dan merupakan sesuatu yang tak terelakkan sebagai cara untuk merevolusionerkan cara produksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan ini tentu saja akan berlainan di negeri-negeri yang berlainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun demikian, di negeri-negeri yang paling maju, tindakan-tindakan yang berikut ini umumnya dapat saja diterapkan [30]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penghapusan milik berupa tanah dan penggunaan segala sewa tanah untuk anggaran Negara.&lt;br /&gt;2. Pajak penghasilan progresif yang berat.&lt;br /&gt;3. Penghapusan hak waris.&lt;br /&gt;4. Penyitaan milik semua emigran dan pemberontak.&lt;br /&gt;5. Pemusatan kredit di tangan Negara, dengan perantaraan sebuah bank nasional dengan kapital Negara dan monopoli penuh.&lt;br /&gt;6. Pemusatan alat-alat perhubungan dan pengangkutan ke dalam tangan Negara. 7. Penambahan pabrik-pabrik dan perkakas-perkakas produksi yang dimiliki oleh Negara; penggarapan tanah-tanah terlantar, dan perbaikan tanah umumnya sesuai dengan rencana bersama.&lt;br /&gt;8. Wajib kerja yang sama untuk semua, pembentukan tentara-tentara industri, terutama untuk pertanian. 9. Penggabungan antara perusahaan pertanian dengan perusahaan industri, penghapusan berangsur-angsur perbedaan antara kota dan desa, dengan pembagian penduduk yang lebih seimbang ke seluruh negeri. 10. Pendidikan cuma-cuma untuk semua anak di sekolah-sekolah umum; penghapusan kerja anak-anak di pabrik dalam bentuknya yang sekarang ini. Perpaduan pendidikan dengan produksi materiil, dsb., dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila, dalam perjalanan perkembangan, perbedaan-perbedaan kelas telah hilang, dan seluruh produksi telah dipusatkan ke dalam tangan suatu perserikatan luas dari seluruh nasion, kekuasaan umum akan kehilangan watak politiknya. Kekuasaan politik, menurut arti kata yang sesungguhnya, hanyalah kekuasaan terorganisasi dari suatu kelas untuk menindas kelas yang lain. Apabila proletariat selama perjuangannya melawan borjuasi terpaksa, karena tekanan keadaan, mengorganisasi dirinya sebagai kelas, apabila, dengan jalan revolusi, ia menjadikan dirinya kelas yang berkuasa, dan, sebagai kelas yang berkuasa, menghapuskan dengan kekerasan hubungan-hubungan produksi yang lama, maka ia, bersama-sama dengan syarat-syarat ini akan menghilangkan syarat-syarat untuk adanya antagonisme-antagonisme kelas dan adanya kelas-kelas pada umumnya, dan dengan demikian akan menghapuskan kekuasaannya sendiri sebagai kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ganti dari masyarakat borjuis yang lama, dengan kelas-kelasnya beserta antagonisme-antagonisme kelasnya, kita akan mempunyai suatu persekutuan hidup di mana perkembangan bebas dari setiap orang menjadi syarat bagi perkembangan bebas dari semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-5999372052646724605?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/5999372052646724605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=5999372052646724605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5999372052646724605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/5999372052646724605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/ii-kaum-proletar-dan-kaum-komunis.html' title='II. Kaum proletar dan kaum Komunis'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8292117501264347545</id><published>2008-12-11T19:15:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T19:20:44.946-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>I. Kaum Borjuis dan kaum proletar [a]</title><content type='html'>Sejarah dari semua masyarakat: yang ada hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-merdeka dan budak, patrisir dan plebejer , tuan bangsawan dan hamba, tukang-ahli  dan tukang pembantu, pendeknya: penindas dan yang tertindas, senantiasa ada dalam pertentangan satu dengan yang lain, melakukan perjuangan yang tiada putus-putusnya, kadang-kadang dengan tersembunyi, kadang-kadang dengan terang-terangan, suatu perjuangan yang setiap kali berakhir dengan penyusunan-kembali masyarakat umumnya atau dengan sama-sama binasanya kelas-kelas yang bermusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam zaman permulaan sejarah, hampir di mana saja kita dapati suatu susunan rumit dari masyarakat yang terbagi menjadi berbagai golongan, menjadi banyak tingkatan kedudukan sosial. Di Roma purbakala terdapat kaum patrisir, kaum ksatria, kaum plebejer, kaum budak, dalam Zaman Tengah kaum tuan feodal, kaum vasal, kaum tukang-ahli, kaum tukang-pembantu, kaum malang, kaum hamba; di dalam hampir semua kelas ini terdapat lagi tingkatan-tingkatan bawahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat borjuis modern yang timbul dari runtuhan masyarakat feodal tidak menghilangkan pertentangan-pertentangan kelas. Ia hanya menciptakan kelas-kelas baru, syarat-syarat penindasan baru, bentuk-bentuk perjuangan baru sebagai ganti yang lampau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi zaman kita, zaman borjuasi, mempunyai sifat yang istimewa ini: ia telah menyederhanakan pertentangan-pertentangan kelas. Masyarakat seluruhnya semakin lama semakin terpecah menjadi dua golongan besar yang langsung berhadapan satu dengan yang lain - borjuasi dan proletariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaum hamba pada Zaman Tengah timbullah wargakota berhak-penuh dari kota-kota yang paling permulaan. Dari wargakota-wargakota ini berkembanglah anasir-anasir pertama dari borjuasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemukannya benua Amerika, dikelilinginya Tanjung Harapan di Afrika Selatan, memberikan lapangan baru bagi borjuasi yang sedang tumbuh, pasar-pasar di Hindia Timur dan Tiongkok, kolonisasi atas Amerika, perdagangan dengan tanah-tanah jajahan, bertambah banyaknya alat penukaran dan barang dagangan pada umumnya, memberikan kepada perdagangan, kepada pelajaran, kepada industri, suatu dorongan yang tak pernah dikenal sebelum itu dan bersamaan dengan itu memberikan kepada anasir-anasir revolusioner dalam masyarakat feodal yang. sedang runtuh itu suatu kemajuan yang cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim industri yang feodal, di mana produksi industri dimonopoli oleh gilda-gilda semata-mata, sekarang tidak lagi mencukupi kebutuhan-kebutuhan yang makin bertambah dari pasar-pasar baru. Sistim manufaktur  menggantikannya. Tukang-tukang-ahli didesak keluar oleh kelas tengah manufaktur; pembagian kerja di antara berbagai gabungan gilda hilang dengan lahirnya pembagian kerja di setiap bengkel pertukangan sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pasar-pasar senantiasa makin meluas, kebutuhan senantiasa bertambah. Sistim manufaktur itupun tak dapat lagi mencukupi. Segera sesudah itu uap dan mesin-mesin merevolusionerkan produksi industri. Kedudukan manufaktur direbut oleh Industri Modern raksasa, kedudukan kelas tengah industri oleh milyuner-milyuner industri, pemimpin-pemimpin kesatuan-kesatuan lengkap dari tentara industri, kaum borjuis modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri modern telah menciptakan pasar dunia yang telah dibukakan jalannya dengan ditemukannya Amerika. Pasar ini telah memberikan kemajuan maha besar pada perdagangan, pada pelajaran, pada perhubungan di darat. Kemajuan ini, pada gilirannya, bereaksi terhadap meluasnya industri; dan sebanding dengan meluasnya industri, perdagangan, pelajaran, perhubungan kereta api, maka dalam perbandingan yang sama borjuasi pun maju pula, kapitalnya bertambah dan mendesak ke belakang tiap-tiap kelas peninggalan dari Zaman Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu tahulah kita, bagaimana borjuasi modern itu sendiri adalah hasil dari perjalanan perkembangan yang lama, dari suatu rangkaian revolusi-revolusi dalam cara produksi dan cara pertukaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap langkah dalam perkembangan borjuasi diikuti oleh suatu kemajuan politik yang sesuai dari kelas itu. Suatu kelas tertindas di bawah kekuasaan bangsawan feodal, suatu perserikatan bersenjata dan memerintah sendiri dalam komune  pada Zaman Tengah; di satu tempat berupa republik-kota yang merdeka (seperti di Italia dan Jerman), di lain tempat berupa, "pangkat ketiga" Wajib-pajak dalam monarki (seperti di Perancis), sesudah itu, dalam masa manufaktur yang sebenarnya, dengan mengabdi pada monarki setengah-feodal atau absolut sebagai kekuatan imbangan terhadap kaum bangsawan, dan dalam kenyataannya, batu dasar bagi monarki-monarki besar pada umumnya, maka pada akhirnya borjuasi, sejak berdirinya Industri Modern dan pasar dunia, telah merebut untuk dirinya sendiri segenap kekuasaan politik di dalam Negara konstitusionil modern. Badan eksekutif negara modern hanyalah merupakan sebuah komite untuk mengatur urusan-urusan bersama dari seluruh borjuasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi, di dalam sejarah, telah memainkan peranan yang sangat revolusioner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi, di mana saja ia telah dapat memperoleh kekuasaan, telah mengakhiri semua hubungan feodal patriarkal pedesaan. Ia dengan tiada kenal kasihan telah merenggut putus pertalian-pertalian feodal yang beraneka ragam yang mengikat manusia pada "atasannya yang wajar", dan tidak meninggalkan ikatan lain antar manusia dengan manusia selain daripada kepentingan sendiri semata-mata, selain daripada "pembayaran tunai" yang kejam. Ia telah menghanyutkan getaran yang paling suci dari damba keagamaan, dari gairah keksatriaan, dari sentimentalisme filistin, ke dalam air dingin perhitungan egois. Ia telah menjatukan harga diri dengan nilai-tukar, dan sebagai ganti dari kebebasan-kebebasan tak terhitung jumlahnya yang telah disahkan oleh undang-undang yang tak boleh dibatalkan itu, ia telah menetapkan satu-satunya kebebasan yang tidak berdasarkan akal - Perdagangan Bebas. Pendek kata, penghisapan yang diselimuti dengan ilusi-ilusi keagamaan dan politik digantikan olehnya dengan penghisapan yang terang-terangan, tak kenal malu, langsung, ganas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi telah menanggalkan anggapan mulia terhadap setiap jabatan yang selama ini dihormati dan dipuja dengan penuh ketaatan. Ia telah mengubah dokter, advokat, pendeta, penyair, sarjana menjadi buruh-upahannya yang dia bayar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi telah merobek dengan kekerasan selubung perasaan kekeluargaan, dan telah memerosotkannya menjadi hubungan-uang belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi telah menyingkapkan bagaimana dapat terjadinya hal bahwa pertunjukan kekuatan secara kasar dalam Zaman Tengah, yang begitu dikagumi oleh kaum reaksioner itu, mendapatkan imbangannya yang wajar dan cocok berwujud kemalasan yang paling lamban. Dialah yang pertama-tama memperlihatkan apa yang dapat dihasilkan oleh kegiatan manusia. Ia telah melahirkan keajaiban-keajaiban yang jauh melampaui piramida-piramida Mesir, saluran-saluran air Roma dan katedral-katedral Gotik; ia telah melakukan ekspedisi-ekspedisi yang sangat berlainan dibanding dengan perpindahan-perpindahan bangsa-bangsa serta perang-perang salib di masa dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi tidak dapat hidup tanpa senantiasa merevolusionerkan perkakas-perkakas produksi dan karenanya merevolusionerkan hubungan-hubungan produksi, dan dengan itu semuanya merevolusionerkan segenap hubungan dalam masyarakat. Sebaliknya, mempertahankan cara-cara produksi yang lama dalam bentuknya yang tidak berubah adalah syarat pertama untuk hidup bagi segala kelas industri yang terdahulu. Senantiasa merevolusionerkan produksi, kekacauan tiada putus-putusnya dalam segala syarat.sosial, ketiadaan kepastian serta kegelisahan yang abadi itu membedakan zaman borjuasi dengan semua zaman yang terdahulu. Segala hubungan yang telah ditetapkan dan beku serta berkarat, dengan rentetannya berupa prasangka-prasangka serta pendapat-pendapat kuno yang disegani, disapu bersih, segala yang dibentuk baru menjadi usang sebelum membatu. Segala yang padat hilang larut dalam udara, segala yang suci dinodai, dan pada akhirnya manusia terpaksa menghadapi dengan hati yang tenang syarat-syarat hidupnya yang sebenarnya, dan hubungan-hubungannya dengan sesamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan pasar yang senantiasa meluas untuk barang-barang hasilnya mengejar borjuasi ke seluruh muka bumi. Ia harus bersarang di mana-mana, bertempat di mana-mana, mengadakan hubungan-hubungan di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penghisapannya atas pasar dunia borjuasi telah memberikan sifat kosmopolitan kepada produksi dan konsumsi di tiap-tiap negeri. Kaum reaksioner merasa sedih sekali karena borjuasi telah menarik dari bawah kaki industri bumi nasional tempat ia berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua industri nasional yang sudah tua telah dihancurkan atau sedang dihancurkan setiap hari. Mereka digantikan oleh industri-industri baru yang pelaksanaannya menjadi jadi masalah hidup dan mati bagi semua nasion yang beradab, oleh industri yang tidak lagi mengerjakan bahan mentah dari negeri sendiri, tetapi bahan mentah yang didatangkan dari wilayah-wilayah dunia yang paling jauh letaknya, industri yang barang-barang hasilnya tidak saja dipakai di dalam negeri tetapi di setiap pelosok dunia. Sebagai pengganti kebutuhan-kebutuhan masa lampau yang dipenuhi oleh produksi negeri sendiri, kita mendapatkan kebutuhan-kebutuhan baru, yang untuk memuaskannya diperlukan hasil-hasil dari negeri-negeri serta daerah-daerah iklim yang sangat jauh letaknya. Sebagai pengganti keadaan terasing serta mencukupi-kebutuhan-sendiri secara lokal maupun nasional yang lama, kita dapati hubungan ke segala jurusan, keadaan saling-tergantung yang universal di antara nasion-nasion. Dan seperti halnya dengan produksi material, demikian jugalah keadaannya dalam hal produksi intelek. Ciptaan-ciptaan intelek dari satu-satu nasion menjadi milik bersama. Kesepihakan serta kesempitan pandangan nasional menjadi makin tidak mungkin, dan dari sejumlah besar literatur nasional dan lokal timbullah suatu literatur dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi, dengan perbaikan cepat dari segala alat produksi, dengan makin sangat dipermudahnya kesempatan menggunakan alat-alat perhubungan, menarik segala nasion, sampai yang paling biadab pun, ke dalam peradaban. Harga-harga murah dari barang dagangannya merupakan artileri berat yang dengannya ia memporak-porandakan segala tembok-tembok Tiongkok, yang dengannya ia menaklukkan kebencian berkepala batu dari kaum biadab terhadap orang-orang asing. Ia memaksa semua nasion, dengan ancaman akan musnah, cara produksi borjuis; ia memaksa mereka mengemukakan apa yang olehnya disebut peradaban itu ke tengah-tengah lingkungan mereka, yaitu, supaya mereka sendiri menjadi borjuis. Pendek kata, ia menciptakan suatu dunia menurut bayangannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi menundukkan desa kepada kekuasaan kota. Ia telah menciptakan kota-kota yang hebat, telah sangat menambah penduduk kota dibanding dengan penduduk desa, dan dengan demikian telah melepaskan sebagian besar penduduk dari kedunguan kehidupan desa. Sebagaimana halnya ia telah menjadikan desa bergantung kepada kota, begitupun ia telah menjadikan negeri biadab dan setengah-biadab bergantung kepada negeri yang beradab, nasion kaum tani kepada nasion kaum borjuis, Timur kepada Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi senantiasa makin bersemangat menghapuskan keadaan terpencar-pencar dari penduduk, dari alat-alat produksi, dan dari milik. Ia telah menimbun penduduk, memusatkan alat-alat produksi, dan telah mengkonsentrasi milik ke dalam beberapa tangan. Akibat yang sudah seharusnya dari hal ini adalah pemusatan politik. Propinsi-propinsi yang merdeka atau yang mempunyai hubungan tak begitu erat dengan kepentingan-kepentingan undang-undang pemerintah dan sistim pajak yang berlain-lainan menjadi terpadu sebagai satu nasion dengan satu pemerintah, satu tata undang-undang, satu kepentingan-kelas nasional, satu perbatasan dan satu tarif pabean. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borjuasi, selama kekuasaannya yang belum genap seratus tahun itu, telah menciptakan tenaga-tenaga produktif yang lebih teguh dan lebih besar daripada yang telah diciptakan oleh generasi-generasi yang terdahulu dijadikan satu. Ditundukkannya kekuatan-kekuatan alam kepada manusia, mesin-mesin, pelajaran kapal api, pengenaan ilmu kimia pada industri dan pertanian, jalan kereta api, pembukaan benua-benua utuh untuk tanah garapan, telegrafi listrik, penyaluran sungai sejumlah sangat besar penduduk yang dengan kekuatan sihir dikeluarkan dari dalam tanah - abad terdahulu manakah yang dapat menduga adanya tenaga-tenaga produktif yang sedemikian itu tertidur dalam pangkuan kerja masyarakat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tahulah kita: alat-alat produksi dan alat-alat pertukaran, yang di atas dasarnya borjuasi berkembang, telah ditimbulkan di dalam masyarakat feodal. Pada suatu tingkat tertentu dalam perkembangan alat-alat produksi dan alat-alat pertukaran ini, syarat-syarat tempat masyarakat feodal menghasilkan dan mengadakan pertukaran, organisasi feodal dari pertanian dan industri manufaktur, pendek kata, hubungan-hubungan feodal dari milik menjadi tidak lagi dapat disesuaikan dengan tenaga-tenaga produktif yang sudah berkembang; mereka merupakan belenggu-belenggu yang begitu banyak; mereka harus dipatahkan, mereka memang dipatahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya datanglah persaingan bebas, disertai oleh susunan sosial dan politik yang diselaraskan dengannya, dan oleh kekuasaan ekonomi dan politik dari kelas borjuis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu gerakan yang serupa sedang berlangsung di hadapan mata kepala kita sendiri. Masyarakat borjuis modern dengan hubungan-hubungan produksinya, hubungan-hubungan pertukaran, dan hubungan-hubungan miliknya, suatu masyarakat yang telah menjelmakan alat-alat produksi serta alat-alat pertukaran yang begitu raksasa, adalah seperti tukang sihir yang tidak dapat mengontrol lagi tenaga-tenaga dari alam gaib yang telah dipanggil olehnya dengan mantra-mantranya. Sudah sejak berpuluh-puluh tahun sejarah industri dan perdagangan hanyalah sejarah pemberontakan tenaga-tenaga produktif modern melawan syarat-syarat produksi modern, melawan hubungan-hubungan milik yang merupakan syarat-syarat untuk hidup bagi borjuasi dan kekuasaannya. Cukuplah untuk menyebut krisis-krisis perdagangan yang dengan terulangnya secara periodik, setiap kali lebih berbahaya, mengancam kelangsungan hidup seluruh masyarakat borjuis. Di dalam krisis-krisis ini tidak saja sebagian besar dari baranghasil-baranghasil yang ada, tetapi juga dari tenaga-tenaga produktif yang telah diciptakan terdahulu, dihancurkan secara periodik. Di dalam krisis-krisis ini berjangkitlah wabah yang di dalam zaman-zaman terdahulu akan merupakan suatu kejanggalan - wabah produksi kelebihan. Tiba-tiba masyarakat mendapatkan dirinya terlempar kembali dalam suatu keadaan kebiadaban sementara; nampaknya seakan-akan suatu kelaparan, suatu perang pembinasaan umum telah memusnahkan persediaan segala bahan-bahan keperluan hidup; industri dan perdagangan seakan-akan dihancurkan; dan mengapa? Karena terlampau banyak peradaban, terlampau banyak bahan-bahan keperluan hidup, terlampau banyak industri, terlampau banyak perdagangan. Tenaga-tenaga produktif yang tersedia bagi masyarakat tidak lagi dapat melanjutkan perkembangan syarat-syarat milik borjuis; sebaliknya, mereka telah menjadi terlampau kuat bagi syarat-syarat ini, yang membelenggu mereka, dan segera setelah mereka mengatasi rintangan belenggu-belenggu ini, mereka mendatangkan kekacauan ke dalam seluruh masyarakat borjuis, membahayakan adanya milik borjuis. Syarat-syarat masyarakat borjuis adalah terlampau sempit untuk memuat kekayaan yang diciptakan olehnya. Dan bagaimanakah borjuasi mengatasi krisis-krisis ini? Pada satu pihak, dengan memaksakan penghancuran sejumlah besar tenaga-tenaga produktif, pada pihak lain, dengan merebut pasar-pasar baru dan menghisap pasar-pasar yang lama dengan cara yang lebih sempurna. Itu artinya, dengan membukakan jalan untuk krisis-krisis yang lebih luas dan lebih merusakkan, dan mengurangi syarat-syarat yang dapat mencegah krisis-krisis itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata-senjata yang digunakan oleh borjuasi untuk menumbangkan feodalisme sekarang berbalik kepada borjuasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak saja borjuasi itu menempa senjata-senjata yang mendatangkan mautnya sendiri; ia juga telah melahirkan manusia-manusia yang akan menggunakan senjata-senjata itu - kelas buruh modern - kaum proletar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan berkembangnya borjuasi, artinya, kapital, maka dalam derajat yang itu juga proletariat, kelas buruh modern, telah berkembang - suatu kelas kaum pekerja yang hanya hidup selama mereka mendapat pekerjaan, dan hanya mendapat pekerjaan selama kerja mereka memperbesar kapital. Kaum pekerja ini yang harus menjual dirinya sepotong-sepotong, adalah suatu barang dagangan seperti semua barang dagangan lainnya, dan karenanya diserahkan mentah-mentah kepada segala perubahan dalam persaingan, kepada segala perguncangan pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh pemakaian mesin-mesin secara luas dan karena pembagian kerja, hilanglah segala sifat perseorangan dari pekerjaan kaum proletar, dan karena itu hilanglah segala kegairahan bagi si buruh. Ia semata-mata menjadi lampiran-tambahan dari mesin dan hanyalah kecakapan yang paling sederhana, paling menjemukan dan paling mudah didapat, yang dibutuhkan dari dia. Dari itu, biaya produksi dari seorang buruh terbatas hampir semata-mata pada bahan-bahan keperluan hidup yang diperlukan untuk hidupnya dan untuk pembiakan jenisnya. Tetapi harga sesuatu barang dagangan, dan oleh sebab itu juga harga kerja, adalah sama dengan biaya produksinya. Oleh sebab itu sederajat dengan makin tidak menyenangkannya kerja itu, maka turunlah upahnya. Bahkan lebih dari itu, dalam derajat sebagaimana pemakaian mesin-mesin dan pembagian kerja bertambah, dalam derajat yang itu juga beban kerja bertambah, baik dengan memperpanjang jam kerja, dengan menambah banyaknya pekerjaan dalam waktu yang tertentu atau dengan mempertinggi kecepatan mesin-mesin, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri modern telah mengubah bengkel kecil kepunyaan majikan patriarkal menjadi pabrik besar kepunyaan kapitalis industri. Massa kaum buruh yang dikumpulkan dalam pabrik diorganisasi seperti serdadu. Sebagai serdadu biasa dari tentara industri mereka diatur di bawah perintah suatu susunan-kepangkatan yang rapi terdiri dari opsir-opsir dan sersan-sersan. Mereka itu tidak hanya menjadi budak kelas borjuis dan budak negara borjuis saja; mereka itu setiap hari dan setiap jam diperbudak oleh mesin-mesin, oleh mandor-mandor, dan terutama sekali oleh tuan pabrik borjuis orang-seorang itu sendiri. Semakin terang-terangan kelaliman ini menyatakan keuntungan sebagai tujuan dan maksudnya, semakin keji, semakin membencikan dan semakin memarahkanlah dia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kurang kecakapan dan kurang pemakaian kekuatan yang diperlukan dalam kerja badan, dengan kata-kata lain, semakin industri modern menjadi sempurna, semakin banyak kerja kaum pria yang digantikan oleh kerja kaum wanita. Perbedaan umur dan perbedaan jenis kelamin tidak lagi mempunyai sesuatu arti kemasyarakatan yang penting bagi kelas buruh. Semuanya adalah perkakas kerja, kurang atau lebih mahalnya untuk dipakai, bergantung pada umur dan jenis kelamin mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penghisapan atas pekerja oleh pengusaha sudah sampai sedemikian jauhnya sehingga ia menerima upahnya dengan tunai, maka diterkamlah ia oleh bagian-bagian lain dari borjuasi, tuan tanah, tuan toko, pemilik pegadaian, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan rendahan dari kelas tengah - kaum pengusaha kecil, tuan toko dan tukang riba umumnya, kaum pekerja-tangan dan kaum tani - semua ini berangsur-angsur jatuh menjadi proletariat, sebagian oleh karena kapitalnya yang kecil tidak cukup untuk menjalankan industri besar dan menderita kekalahan dalam persaingan dengan kaum kapitalis besar, sebagian oleh karena keahlian mereka menjadi tidak berharga untuk cara-cara produksi yang baru. Begitulah proletariat terjadi dari segala kelas penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proletariat melalui berbagai tingkat perkembangan. Bersamaan dengan lahirnya, mulailah perjuangannya terhadap borjuasi. Mula-mula perjuangan itu dilakukan oleh kaum buruh orang-seorang, kemudian oleh buruh suatu pabrik, kemudian oleh buruh dari satu macam perusahaan di satu tempat melawan borjuis orang-seorang yang langsung menghisap mereka. Mereka tidak mengerahkan serangan-serangannya terhadap syarat-syarat produksi borjuis, tetapi terhadap perkakas-perkakas produksi itu sendiri; mereka merusakkan barang-barang impor yang menyaingi kerja mereka, mereka menghancurkan mesin-mesin, mereka membakar pabrik-pabrik, mereka mencoba mengembalikan dengan paksa kedudukan pekerja dari Zaman Tengah yang telah hilang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat tersebut kaum buruh merupakan suatu massa yang lepas tersebar di seluruh negeri dan terpecah belah oleh persaingan di kalangan mereka sendiri. Jika di sesuatu tempat mereka bersatu membentuk badan-badan yang lebih erat terhimpun, ini belumlah akibat dari persatuan yang aktif dari mereka sendiri, tetapi dari persatuan borjuasi, kelas yang untuk mencapai tujuan politiknya sendiri terpaksa menggerakkan seluruh proletariat, tambahan pula karena untuk sementara waktu mereka masih dapat berbuat demikian. Oleh karena itu, pada tingkat tersebut kaum proletar tidak melawan musuh-musuhnya, tetapi musuh-musuh dari musuh mereka, yaitu sisa-sisa monarki absolut, kaum pemilik tanah, borjuis bukan-industri, borjuasi kecil. Dengan demikian seluruh gerakan yang bersejarah itu berpusat di dalam tangan borjuasi; tiap-tiap kemenangan yang dicapai dengan cara demikian adalah kemenangan bagi borjuasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan berkembangnya industri, proletariat tidak saja bertambah jumlahnya; ia menjadi terkonsentrasi di dalam massa yang lebih besar, kekuatannya bertambah besar dan ia semakin merasakan kekuatan itu. Kepentingan-kepentingan dan syarat-syarat hidup yang bermacam ragam di dalam barisan proletariat semakin lama semakin menjadi sama, sederajat dengan dihapuskannya segala perbedaan kerja oleh mesin-mesin dan dengan diturunkannya upah hampir di mana-mana sampai pada tingkat yang sama rendahnya. Persaingan yang semakin menjadi di kalangan kaum borjuis dan krisis-krisis perdagangan yang diakibatkannya, menyebabkan upah kaum buruh senantiasa berguncang. Perbaikan mesin-mesin yang tidak henti-hentinya itu senantiasa berkembang dengan lebih cepat, menyebabkan penghidupan mereka makin lama makin tidak tentu; bentrokan-bentrokan antara buruh orang-seorang dengan borjuis orang-seorang makin lama makin bersifat bentrokan-bentrokan antara dua kelas. Sesudah itu kaum buruh mulai membentuk perkumpulan-perkumpulan menentang kaum borjuis; mereka berhimpun untuk mempertahankan upah-kerja mereka; mereka mendirikan perserikatan-perserikatan yang tetap untuk mempersiapkan diri guna perlawanan yang sewaktu-waktu ini. Di sana-sini perjuangan itu meletus menjadi huru-hara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kaum buruh memperoleh kemenangan, tetapi hanya untuk sementara waktu. Buah yang sebenarnya dari perjuangan mereka tidak terletak pada hasil yang langsung, tetapi pada senantiasa makin meluasnya persatuan kaum buruh. Persatuan ini dibantu terus oleh kemajuan-kemajuan alat-alat perhubungan yang dibuat oleh industri modern dan yang membawa kaum buruh dari berbagai daerah berhubungan satu dengan yang lain. Justru perhubungan inilah yang diperlukan untuk memusatkan perjuangan-perjuangan lokal yang banyak itu, yang kesemuanya mempunyai sifat yang sama, menjadi satu perjuangan nasional antara kelas-kelas. Tetapi tiap perjuangan kelas adalah suatu perjuangan politik. Dan persatuan ini, yang untuk mencapainya, wargakota pada Zaman Tengah dengan jalan-jalan mereka yang sangat buruk memerlukan waktu yang berabad-abad lamanya, berkat adanya jalan-jalan kereta api, dicapai oleh kaum proletar modern dalam beberapa tahun saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorganisasinya kaum proletar menjadi kelas ini, dan dengan sendirinya menjadi partai politik, senantiasa dirusak kembali oleh persaingan di antara kaum buruh sendiri. Tetapi ia selalu bangun kembali, lebih kuat, lebih teguh, lebih perkasa. la memaksakan pengakuan berdasarkan undang-udang atas kepentingan-kepentingan tertentu dari kaum buruh dengan jalan menggunakan perpecahan di dalam kalangan borjuasi sendiri. Maka lahirlah undang-undang sepuluh-jam di Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya ialah bahwa bentrokan-bentrokan antara kelas-kelas di dalam masyarakat lama, dengan berbagai cara, mendorong maju perkembangan proletariat. Borjuasi terlibat dalam perjuangan yang terus-menerus. Mula-mula dengan aristokrasi; kemudian dengan bagian-bagian dari borjuasi itu sendiri yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang bertentangan dengan kemajuan industri; dan selamanya dengan borjuasi negeri-negeri asing semuanya. Di dalam segala perjuangan ini ia merasa terpaksa berseru kepada proletariat, meminta bantuannya, dan dengan begitu menarik proletariat ke dalam gelanggang politik. Oleh karena itu, borjuasi itu sendiri membekali proletariat dengan anasir-anasir politik dan pendidikan-umumnya sendiri, dengan perkataan lain, ia melengkapi proletariat itu dengan senjata-senjata untuk melawan borjuasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sebagaimana yang telah kita ketahui, golongan-golongan keseluruhan dari kelas yang berkuasa, dengan majunja industri, tercampak ke dalam proletariat, atau setidak-tidaknya terancam di dalam syarat-syarat mereka untuk hidup. Hal ini juga memberikan kepada proletariat anasir-anasir kesadaran dan kemajuan yang segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dalam waktu ketika perjuangan kelas mendekati saat yang menentukan, proses kehancuran yang berlaku di dalam kelas yang berkuasa, pada hakekatnya di dalam seluruh masyarakat lama seutuhnya, mencapai watak yang demikian keras dan tegasnya, sehingga segolongan kecil dari kelas yang berkuasa memutuskan hubungannya dan menyatukan diri dengan kelas yang revolusioner, kelas yang memegang hari depan di dalam tangannya. Oleh karena itu, sama seperti ketika zaman terdahulu, segolongan dari kaum bangsawan memihak kepada borjuasi, maka sekarang segolongan dari borjuasi memihak kepada proletariat, dan terutama segolongan dari kaum ideologis borjuis yang telah mengangkat dirinya sampai pada taraf memahami secara teori gerakan yang bersejarah itu sebagai keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua kelas yang sekarang berdiri berhadap-hadapan dengan borjuasi, hanya proletariatlah satu-satunya kelas yang betul-betul revolusioner. Kelas-kelas lainnya melapuk dan akhimya lenyap ditelan industri besar, hanya proletariatlah yang menjadi hasilnya yang istimewa dan yang hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas tengah rendahan, tuan pabrik kecil, tuan toko, tukang, petani, semuanya ini, berjuang melawan borjuasi, untuk menyelamatkan hidup mereka sebagai golongan dari kelas tengah hindar dari kemusnahan. Oleh karena itu mereka tidak revolusioner, tetapi konservatif. Bahkan lebih dari itu, mereka itu reaksioner, karena mereka mencoba memutar kembali roda sejarah. Jika secara kebetulan mereka itu revolusioner, maka mereka berlaku demikian itu hanyalah karena melihat akan bahaya mendekat berupa kepindahan mereka ke dalam proletariat, jadi mereka tidak membela kepentingan-kepentingannya yang sekarang, tetapi kepentingan-kepentingannya di masa datang, mereka meninggalkan pendiriannya sendiri untuk menempatkan dirinya pada pendirian proletariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proletariat-gelandangan , massa yang membusuk secara pasif dari kalangan lapisan-lapisan terendah masyarakat lama, di sana-sini terseret ke dalam gerakan oleh suatu revolusi proletar; akan tetapi syarat-syarat hidupnya, menjadikan dia lebih condong untuk melakukan peranan sebagai perkakas yang disuap untuk mengadakan huru-hara reaksioner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat hidup masyarakat lama sudah dihancurkan di dalam syarat-syarat hidup proletariat. Proletar tidak mempunyai milik; hubungannya dengan isteri dan anak tidak ada lagi persamaannya dengan hubungan keluarga borjuasi; kerja industri modern, penundukan modern di bawah kapital, yang sama saja baik di Inggris maupun di Perancis, di Amerika maupun di Jerman, telah menghilangkan segala bekas watak nasional daripadanya. Undang-undang moral, agama, baginya adalah sama dengan segala prasangka borjuis, yang di belakangnya bersembunyi segala macam kepentingan-kepentingan borjuis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kelas terdahulu yang memperoleh kekuasaan, berusaha memperkuat kedudukan yang telah diperolehnya dengan menundukkan masyarakat dalam keseluruhannya kepada syarat-syarat pemilikan mereka. Kaum proletar tidak dapat menjadi tuan atas tenaga-tenaga produktif dalam masyarakat, kecuali dengan menghapuskan cara pemilikan mereka sendiri yang terdahulu atas tenaga-tenaga produktif, dan dengan begitu menghapuskan juga segala cara pemilikan lain yang terdahulu. Mereka tidak mempunyai sesuatu pun yang harus dilindungi dan dipertahankan, tugas mereka ialah menghancurkan segala perlindungan dan jaminan yang terdahulu atas milik perseorangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gerakan sejarah yang terdahulu adalah gerakan dari minoritet-minoritet, atau untuk kepentingan minoritet-minoritet. Gerakan proletar adalah gerakan yang sadar-diri dan berdiri sendiri dari mayoritet yang melimpah, untuk kepentingan mayoritet yang melimpah. Proletariat, lapisan yang paling rendah dari masyarakat kita sekarang, tidak dapat bergerak, tidak dapat mengangkat dirinya ke atas, tanpa hancur luluhnya seluruh lapisan atas dari masyarakat yang resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak dalam isinya tetapi dalam bentuknya, perjuangan proletariat dengan borjuasi adalah mula-mula suatu perjuangan nasional. Proletariat di masing-masing negeri tentu saja pertama-tama harus membuat perhitungan dengan borjuasinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melukiskan fase-fase yang paling umum dari perkembangan proletariat, kita turuti jejak peperangan dalam negeri, yang lebih atau kurang tersembunyi yang bergolak di dalam masyarakat yang ada, sampai pada titik di mana peperangan itu meletus menjadi revolusi terang-terangan, dan di mana penggulingan borjuasi dengan kekerasan meletakkan landasan bagi kekuasaan proletariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, sebagaimana yang telah kita ketahui, segala bentuk masyarakat telah didasarkan atas antagonisme antara kelas-kelas yang menindas dengan kelas-kelas yang tertindas. Tetapi untuk dapat menindas suatu kelas, haruslah dijamin syarat-syarat tertentu untuknya di mana ia setidak-tidaknya dapat melanjutkan hidupnya sebagai budak. Si hamba, dalam zaman perhambaan, meningkatkan dirinya menjadi anggota komune, seperti juga halnya dengan si borjuis kecil, di bawah tindakan absolutisme feodal, mengembangkan dirinya menjadi borjuis. Sebaliknya, buruh modern bukannya terangkat naik dengan adanya kemajuan industri, tetapi bahkan senantiasa makin jatuh merosot di bawah syarat-syarat hidup kelasnya sendiri. Ia menjadi orang melarat dan kemelaratan berkembang lebih cepat daripada penduduk dan kekayaan. Dan di sinilah menjadi terang, bahwa borjuasi tidak pada tempatnya lagi untuk menjadi kelas yang berkuasa di dalam masyarakat, dan tidak mampu lagi untuk memaksakan syarat-syarat hidupnya kepada masyarakat sebagai undang-undang yang menentukan. Ia tidak cakap memerintah karena ia tidak mampu menjamin penghidupan bagi budaknya di dalam rangka perbudakannya itu, karena ia terpaksa membiarkan budaknya tenggelam ke dalam keadaan yang sedemikian rupa sehingga ia harus memberi makan kepada budaknya, dan bukannya ia diberi makan oleh budaknya. Masyarakat tidak dapat lagi hidup di bawah borjuasi ini, dengan perkataan lain, adanya borjuasi tidak dapat didamaikan lagi dengan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat terpokok untuk hidupnya, dan berkuasanya kelas borjuis, adalah terbentuknya dan bertambah besarnya kapital; syarat untuk kapital ialah kerja-upahan. Kerja-upahan semata-mata bersandar pada persaingan di antara kaum buruh sendiri. Kemajuan industri, yang pendorongnya dengan tak sengaja adalah borjuasi, menggantikan terpencilnya kaum buruh, yang disebabkan oleh persaingan, dengan tergabungnya mereka secara revolusioner, yang diperoleh karena perserikatan. Perkembangan industri besar, karenanya, merenggut dari bawah kaki borjuasi landasan itu sendiri yang di atasnya borjuasi menghasilkan dan memiliki hasil-hasil. Oleh sebab itu, apa yang dihasilkan oleh borjuasi ialah, terutama sekali, penggali-penggali liang kuburnya sendiri. Keruntuhan borjuasi dan kemenangan proletariat adalah sama-sama tidak dapat dielakkan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8292117501264347545?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8292117501264347545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8292117501264347545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8292117501264347545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8292117501264347545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/i-kaum-borjuis-dan-kaum-proletar.html' title='I. Kaum Borjuis dan kaum proletar [a]'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1603353854079426100</id><published>2008-12-11T19:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:16:16.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>Manifesto Partai Komunis [1]</title><content type='html'>Karl Marx dan Friedrich Engels (1848)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hantu berkeliaran di Eropa—hantu Komunisme. Semua kekuasaan di Eropa lama telah menyatukan diri dalam suatu persekutuan keramat untuk mengusir hantu ini: Paus dan Tsar, Metternich [12] &amp; Guizot [13], kaum Radikal Perancis [14] dan mata-mata polisi Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah ada partai oposisi yang tidak dicaci sebagai Komunis oleh lawan-lawannya yang sedang berkuasa? Di manakah ada partai oposisi yang tidak melontarkan kembali cap tuduhan Komunisme, baik kepada partai-partai oposisi yang lebih maju maupun kepada lawan-lawannya yang reaksioner?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal timbul dari kenyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Komunisme telah diakui oleh semua kekuasaan di Eropa sebagai suatu kekuasaan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Telah tiba waktunya bahwa kaum Komunis harus dengan terang-terangan terhadap seluruh dunia menyiarkan pandangan mereka, cita-cita mereka, tujuan mereka, aliran mereka,dan melawan dongengan kanak-kanak tentang Hantu Komunisme ini dengan sebuah manifesto dari partai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk maksud ini, kaum Komunis dari berbagai nasionalitet telah berkumpul di London, dan merencanakan manifesto berikut ini untuk diterbitkan dalam bahasa Inggeris, Perancis, Jerman, Italia, Vlam dan Denmark.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1603353854079426100?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1603353854079426100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1603353854079426100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1603353854079426100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1603353854079426100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/manifesto-partai-komunis-1.html' title='Manifesto Partai Komunis [1]'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-7871775076918605372</id><published>2008-12-11T19:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T20:20:26.701-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karl Marx'/><title type='text'>KARL MARX</title><content type='html'>SEJARAH KARL MARX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Hidup Karl Marx&lt;br /&gt;Karl Marx, lahir di bulan Mei 1818 di Trier, Jerman. Ayahnya seorang pengacara yang beberapa tahun sebelumnya pindah agama Yahudi menjadi Kristen Protestan. Pada masa-masa kuliahnya di Universitas Bonn, ia berada dibawah pengaruh Hegel, dan memepelajari filsafat bukannya hukum yang lebih diinginkan ayahnya.&lt;br /&gt;Selama hampir setahun ia menjadi pimpinan redaksi sebuah harian radikal 1843, sesudah harian itu dilarang oleh pemerintah Prussia, ia kawin dengan Jenny Von Westphalen, putri seorang bangsawan, dan pindah ke Paris. Di sana ia tidak hanya berkenalan dengan Friedrich Engels (1820-1895) yang akan menjadi teman akrab dan “penerjemah” teori-teorinya melainkan juga dengan tokoh-tokoh sosialis Perancis. Dari seorang liberal radikal ia menjadi seorang sosialis. Beberapa tulisan penting berasal waktu 1845, atas permintaan pemerintah Prussia, ia diusir oleh pemerintah Perancis dan pindah ke Brussel di Belgia. Dalam tahun-tahun ini ia mengembangkan teorinya yang definitif. Ia dan Engels terlibat dalam macam-macam kegiatan kelompok-kelompok sosialis. Bersama dengan Engels ia menulis Manifesto Komunis yang terbit bulan Januari 1848. Sebelum kemudian pecahlah apa yang disebut revolusi’48, semula di Perancis, kemudian juga di Prussia dan Austria. Marx kembali ke Jerman secara ilegal. Tetapi revolusi itu akhirnya gagal. Karena diusir dari Belgia, Marx akhirnya pindah ke London dimana ia akan menetap untuk sisa hidupnya.&lt;br /&gt;Di London mulai tahap baru dalam hidup Marx. Aksi-aksi praktis dan revolusioner ditinggalkan dan perhatian dipusatkannya pada pekerjaan terories, terutama pada studi ilmu ekonomi. Tahun-tahun itu merupakan tahun-tahun paling gelap dalam kehidupannya. Ia tidak mempunyai sumber pendapatan yang tetap dan hidup dari kiriman uang sewaktu-waktu dari Engels. Keluarganya miskin dan sering kelaparan. Karena sikapnya yang sombong dan otoriter, hampir semua bekas kawan terasing daripadanya. Akhirnya, baru 1867, terbit jilid pertama Das Kapital, karya utama Marx yang memuat kritiknya terhadap kapitalisme (jilid kedua dan ketiga baru diterbitkan oleh Engels sesudah Marx meninggal). Tahun-tahun terakhir hidupnya amat sepi dan tahun 1883 ia meninggal dunia. Hanya delapan orang yang menghadiri pemakamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifesto komunis&lt;br /&gt;Masyarakat borjuis modern yang muncul dari keruntuhan masyarakat feodal tidak menyingkirkan antagonisme kelas itu. Malah ia memunculkan kelas-kelas baru, kondisi baru untuk melakukan tekanan, bentuk-bentuk baru persaingan dengan menggantikan yang lama.&lt;br /&gt;Borjuis menempatkan negeri di tangan penguasa kota. Ia telah menciptakan kota-kota besar, telah banyak menambah penduduk kota dibanding penduduk pedesaan dan dengan demikian menyelamatkan sebagian besar penduduk dari kehidupan desa yang bodoh. Persis sperti yang berlaku bagi sesuatu negeri dengan ketergantungan pada kota, borjuis itu telah pula membuat negeri-negeri barbar dan semi barbar bergantung pada negeri beradab, bangsa petani (bergantung pada) bangsa borjuis, timur pada barat.&lt;br /&gt;Senjata yang dipergunakan borjuis untuk merobohkan feodalisme, ini dipergunakan untuk borjuis itu sendiri. Akan tetapi bukan saja borjuis itu mengumpulkan senjata untuk membunuh dirinya sendiri, ia juga membunuh orang-orang yang mengadakan senjata tersebut yaitu kelas pekerja modern dikalangan proletar. Dengan perkembangan industri, proletar bukan saja bertambah jumlahnya, ia berkumpul dalam kumpulan yang tambah besar, kekuatannya berkembang dan ia merasakan kekuatannya yang bertambah itupun mulai membentuk kombinasi (organisasi buruh) melawan borjuis. Di sana-sini pertentangan berkobar dan berkembang menjadi kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Materialisme dan Dialektika&lt;br /&gt;Pandangan materialis sejarah adalah teori Karl Marx tentang hukum perkembangan masyarakat. Inti pandangan ini ialah bahwa perkembangan masyarakat ditentukan oleh bidang produksi. Bidang ekonomi adalah basis, sedangkan dua dimensi kehidupan masyarakat lainnya, institusi-institusi sosial, terutama negara, dan bentuk-bentuk kesadaran sosial merupakan bangunan atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena faktor penentu adalah basis, maka harus memperhatikan dahulu bidang ekonomi. Ciri yang menurut Marx paling menentukan bagi semua bentuk ekonomi sampai sekarang adalah pemisahan antara para pemilik dan pekerja. Masyarakat terdiri dari kelas-kelas sosial yang membedakan diri satu sama lain berdasarkan kedudukan dan fungsi masing-masing dalam proses produksi. Pada garis besarnya (terutama semakin produksi masyarakat mendekati pola kapitalis) kelas-kelas sosial termasuk salah satu dari dua kelompok kelas. Yaitu kelas-kelas pemilik dan kelas-kelas pekerja. Yang pertama memiliki sarana-sarana kerja, sedangkan yang kedua hanya memiliki tenaga kerja mereka sendiri. Oleh karena kelas-kelas pemilik begitu berkuasa. Misalnya para pemilik tanah mengontrol para buruh tani. Itu berarti bahwa para pemilik dapat menghisap tenaga kerja para pekerja, jadi mereka hidup dari penghisapan tenaga mereka yang harus bekerja. Kelas-kelas pemilik merupakan kelas-kelas atas dan dan kelas-kelas pekerja merupakan kelas-kelas bawah dalam masyarakat. Jadi menurut Marx ciri khas semua pola masyarakat sampai sekarang ialah, bahwa masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas atas dan bawah. Struktur ekonomi tersusun sedemikian rupa hingga yang pertama dapat hidup dari penghisapan tenaga kerja yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan atas mencerminkan keadaan itu. Negara adalah alat kelas-kelas atas untuk menjamin kedudukan mereka, jadi untuk seperlunya menindas usaha kelas-kelas bawah untuk membebaskan diri dari penghisapan oleh kelas-kelas atas sedangkan “bangunan atas idealis” istilah Marxis bagi agama, filsafat, pandangan-pandangan moral, hukum, estetis dan lain sebagainya berfungsi untuk memberikan legitimasi pada hubungan kekuasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Marx menolak paham bahwa negara mewakili kepentingan seluruh masyarakat. Negara dikuasai oleh dan berpihak pada kelas-kelas atas, meskipun kadang-kadang juga menguntungkan kelas-kelas bawah. Walaupun negara mengatakan ia adalah milik semua golongan dan bahwa kebijaksanaannya demi kepentingan seluruh masyarakat namun sebenarnya negara melindungi kepentingan kelas atas ekonomis. Maka negara menurut Marx termasuk lawan kelas-kelas bawah. Negara bukan milik dan bukan kepentingan mereka. Dari negara mereka tidak dapat mengharapkan sesuatu yang baik. Seperti halnya negara, begitu pula agama, filsafat, pandangan tentang norma-norma moral dan hukum dan sebagainya menurut Marx tidak mempunyai kebenaran pada dirinya sendiri, melainkan hanya berfungsi untuk melegitimasikan kepentingan kedudukan kelas atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya negara, begitu pula agama, filsafat, pandangan tentang norma-norma moral, serta hukum dan sebagainya menurut Marx tidak mempunyai kebenaran pada dirinya sendiri, melainkan hanya berfungsi untuk melegitimasikan kepentingan kedudukan kelas atas. Cara suatu masyarakat berfikir, apa yang dianggapnya sebagai baik, bernilai, dan masuk akal, menurut Marx ditentukan oleh kelas-kelas yang menguasai masyarakat. Maka bentuk-bentuk kesadaran sosial itu menurut kekhasan masing-masing, mengemukakan sebagai baik bagi seluruh masyarakat apa yang sebenarnya hanya baik bagi kelas-kelas atas. “Bangunan atas ideologis” itu menciptakan kesan bahwa kesediaan masing-masing kelas untuk menerima kedudukannya dalam masyarakat adalah sesuatu yang baik dan rasional. Jadi fungsinya ialah membuat kelas-kelas bawah bersedia untuk menerima kedudukan mereka sebagai kelas-kelas bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tingkat produksi tadi yang diambil sebagai tesis, dan mulai dengan tingkat feodalisme (jadi ini merupakan tesis). Anti tesisnya adalah tingkat produksi borjuis atau kapitalisme, sintesisnya nanti adalah tingkat produksi sosialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dialektika dengan tesis, antitesis, dan sintesis dapat diharapkan baik dalam hubungan dengan kelas-kelas itu, maupun pada tingkat-tingkat produksi itu sendiri. Demikian tesis golongan bangsawan (di Abad Tengah) menimbulkan antitesis golongan peminjam tanah, tetapi keduanya ini menumbuhkan sintesis golongan borjuis. Ini merupakan tesis kembali dan antitesisnya ialah golongan pekerja, sintesisnya ialah manusia komunis yang terdapat dalam masyarakat komunisme.&lt;br /&gt;Dengan demikian maka Marx melihat negara sebagai alat belaka dari kelas penguasa (berpunya) untuk menindas kelas yang dikuasa (tidak berpunya). Negara dan pemerintahan identik dengan kelas penguasa, artinya dengan kelas berpunya, berturut-turut dalam sejarah umat manusia dikenal kelas pemilik budak, kelas bangsawan (atau tuan tanah), kelas borjuasi. Soal hak dan keadilan, oleh sebab itu adalah sekedar ucapan penghias bibir dari pihak yang berkuasa.&lt;br /&gt;Dialektika Marx sebenarnya mengemukakan bahwa perkembangan masyarakat feodalisme ke masyarakat borjuasi atau kapitalisme dan seterusnya ke msyarakat sosialisme merupakan suatu kelanjutan yang tidak dapat dielakkan. Tetapi ini tidak berarti bahwa manusia berdiam diri saja dengan menanti perkembangan itu berjalan sebagaimana maunya. Kelas-kelas itu sendiri adalah kelas-kelas yang berjuang untuk kelasnya, jadi manusia yang dilihat Marx adalah manusia yang berbuat. Bagi Marx masalah pokok bukanlah memahami sejarah atau dunia ini, melainkan bagaimana mengubahnya. “manusia membuat sejarahnya sendiri”.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, maka revolusi yang digambarkan oleh Marx itu terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah revolusi yang dipelopori oleh golongan Borjuis yang hendak menghancurkan feodal. Tahap kedua adalah revolusi yang dilakukan oleh kelas pekerja dalam menghancurkan golongan borjuis.&lt;br /&gt;Dengan lenyapnya kelas borjuis, fungsi pemerintahan tidak lagi mempunyai sifat politik. Kelas pekerja yang memegang kekuasaan itu pun tidak lagi merupakan kelas, sehingga tidak ada kelas yang ditindas dan negara akan lenyap. Masing-masing orang akan melakukan kewajibannya sesuai dengan kesanggupannya. Orang bekerja bukan karena ingin mencukupi nafkah tapi karena panggilan hati. Oleh karena itu tiap orang memberikan sumbangan sesuai dengan kesanggupannya. Pada saat ini tingkat produksi menjadi berlimpah, dan pendapatan tidak lagi berupa upah, melainkan bergantung pada keperluan manusia yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Nilai Lebih&lt;br /&gt;Dalam memahami teori Marx tentang masyarakat dan negara tidak boleh dilupakan sama sekali teorinya di bidang ekonomi. Teori ekonominya itu berupa teori nilai berdasar pada tenaga, teori nilai lebih, teori akumulasi kapital, teori konsentrasi kapital dan teori pemiskinan semuanya pada pokoknya merupakan teori eksploitasi untuk memperlihatkan bahwa golongan berpunya hidup dari tenaga golongan tidak berpunya.&lt;br /&gt;Tentu saja teori demikian ini timbul dalam pemikiran Marx setelah melihat masyarakat yang dihadapinya, sekurang-kurangnya mengingat masyarakat yang telah berupa negara. Marx berpendapat bahwa pada mulanya, dalam kehidupan primitif komunal dimana alat-alat produksi dimiliki bersama, pengisapan manusia oleh manusia tidak didapati. Kelas masyarakat tidak ada, penindasan pun tidak pula. Masyarakat pun tidak mengenal kekuasaan, dan oleh karena itu tidak mengenal negara. Marx berpendapat bahwa bentuk negara itu tidak selamanya ada.&lt;br /&gt;Menurut pendiri komunisme ini, maka sejarah manusia sesudah terbentuknya negara memeperlihatkan empat tingkatan produksi. Produksi berdasar perhambaan, feodalisme, produksi kapitalis atau borjuasi dan produksi sosialisme. Sesuai pendapatnya tentang unerbau dan oberbau diatas, maka dalam tingkat-tingkat produksi kapitalisme atau borjuasi pembagian kelas itu lebih sederhana, yang terpenting ialah kelas-kelas yang bertentangan: kelas borjuasi atau kapitalis dan kelas pekerja.&lt;br /&gt;Teori dialektika dengan tesis, anti tesis, dan sintesis dapat diterapkan baik dalam hubungan dengan kelas-kelas itu, maupun pada tingkat-tingkat produksi itu sendiri. Demikianlah tesis golongan bangsawan (di abad tengah) menimbulkan anti tesis golongan peminjam tanah, tetapi keduanya ini menumbuhkan sintesis golongan borjuis. Hal itu merupakan tesis kembali dan anti tesis ialah golongan pekerja, sintesisnya ialah manusia komunis yang terdapat dalam masyarakat komunisme.&lt;br /&gt;Bila tingkat produksi diambil sebagai tesis, dan kita mulai dengan tingkat feodalisme (merupakan tesis), maka anti tesisnya ialah tingkat produksi borjuis atau kapitalisme, sintesisnya adalah tingkat produksi sosialisme. Dengan demikian, maka Marx melihat negara sebagai alat belaka dari kelas penguasa (berpunya) untuk menindas kelas yang dikuasai (yang tidak berpunya). Negara dan pemerintahan identik dengan kelas penguasa, artinya dengan kelas berpunya, berturut-turut dalam sejarah umat manusia dikenal kelas pemilik budak, kelas bangsawan (atau tuan tanah), kelas borjuis. Soal hak dan keadilan, oleh karena itu adalah sekedar ucapan penghias bibir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunisme dan Masyarakat Tanpa Kelas&lt;br /&gt;Yang dimaksud Marx dengan komunisme bukanlah sebuah kapitalisme negara, jadi dimana hak milik diadministrasikan oleh negara. Marx mengatakan bahwa hanya pada permulaan, sosialisasi berarti nasionaliasasi- jadi negara mengambil alih hak milik pribadi.&lt;br /&gt;Ciri-ciri masyarakat komunis adalah penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi penghapus adanya kelas-kelas sosial, menghilangnya negara, penghapusan pembagian kerja. Kelas-kelas tidak perlu dihapus secara khusus sesudah kelas kapitalis ditiadakan karena kapitalis sendiri sudah menghapus semua kelas, sehingga hanya tinggal proletariat. Itulah sebabnya revolusi sosialis tidak akan menghasilkan mesyarakat dengan kelas atas dan kelas bawah.&lt;br /&gt;Marx tidak pernah menguraikan bagaimana ia membayangkan organisasi masyarakat sesudah penghapusan hak milik pribadi. Ia hanya berbicara secara umum dan abstrak. Satu-satunya tempat ia berbicara banyak dengan agak romantis (dan bertolak dari sebuah teks Feuerbach) adalah dalam German Ideology: “Dalam masyarakat komunis amsing-masing orang tidak terbatas pada bidang kegiatan ekslusif, melainkan dapat mencapai kecakapan dalam bidang apapun, masyarakat mengatur produksi umum, dengan memungkinkan hal ini saya kerjakan hari ini, hal itu besok, pagi hari berburu, siang hari memancing ikan, sore hari memelihara ternak, sesudah makan mengkritik….” (MEW 3,33).&lt;br /&gt;Marx mempergunakan istilah sosialisme dan komunisme dalam arti yang sama, yaitu keadaan masyarakat sesudah penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi. Langkah pertama adalah kediktatoran proletariat dan sosialisme negara, lalu sesudah kapitalisme dihancurkan, negara semakin kehilangan fungsinya. Sosialisme tercapai apabila tidak ada lagi sedangkan negara komunis yang dimaksud Marx adalah bahwa negara bukan hanya menghilang bahkan menjadi maha kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam politik, yang memandang dunia dengan perasaan dingin dan mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia; politisi praktis yang terlibat dalam konflik-konflik dengan musuh-musuh politiknya, kanan dan kiri; serta profesional yang mengembangkan suatu teori perubahan ilmiah aeperti materialisme dialektika.&lt;br /&gt;Serangan utama Marx difokuskan pada kapitalisme dan liberalisme politik, terutama karena dalam permulaan abad ke-19, telah nyata bahwa sistem liberal dapat berjalan. Secara fundamental, pengandaian-pengandaian abad ke-19 timbul dari kontradiksi-kontradiksi luar biasa dalam kapitalisme industri, yang tidak cukup dipahami oleh para teoritisi. Kontrak sosial terdahulu dan yang menimbulkan hal-hal yang tidak mampu ditangani baik oleh teori hak alamiah, maupun oleh penegasan kembali secara sederhana asas-asas moral publik (Apter, 1996: 104).&lt;br /&gt;Bila paradigma sosialis ingin berhasil dalam menentang paradigma liberal, maka secara intelektual ia harus kuat. Memang, ia harus menangani secara teoritis apa yang tidak mampu ditangani oleh paradigma liberal, yaitu masalah konflik dan polarisasi kelas. Marx mengakui bahwa evolusi mengikuti suatu garis lengkung tertentu, tetapi bukan dalam cara-cara mudah atau segera. Rakyat perlu berusaha mewujudkan hasil revolusioner dengan menyadari peranan mereka dalam sejarah sebagai satu kelas. Jadi alam, kebebasan, pemerintahan, ilmu pengetahuan, dan hukum dinamis dari perkembangan industri dipadukan oleh Marx dalam sebuah sintesa revolusioner (Apter, 1966:123).&lt;br /&gt;Pandangan Marx mengenai Materialisme Dialektika, ia memadukan suatu yang empiris dengan yang deduktif dalam rumusan sejarah yang dinamakan materialisme dialektika. Materialisme dalam masalah manusia mengacu pada proses ekonomi dan cara produksinya. Hipotesa Marx adalah bahwa ketimpangan akan tumbuh bersama dengan produktivitasnya, ketika suatu lompatan besar pada karakter teknologi akan memungkinkan untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, suatu keadaan yang berlebihan, bukan kelangkaan. Tetapi apa yang paling ditekankan oleh Marx, bukanlah aspek moral kondisi-kondisi sosial pada kekejaman kapitalisme melainkan ia berusaha menjelaskan bagaimana dialektika, jika diterapkan pada cara produksi, akan mengungkapkan cara kerja dinamika pertukaran, yang di bawah kapitalisme menghasilkan nilai-lebih atau keuntungan, dalam menggerogoti kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marx dan Engels menggabungkan sejumlah unsur intelektual yang berlainan sebagai garis pemisah radikalisme. Marx berusaha menjadikan radikalisme kuarng sebagai visi, dan lebih merupakan ilmu pengetahuan tentang sosialime dengan menerapkan suatu interpretasi sejarah yang khusus. Kini, tekanan perhatian dari pra-Marxis menjadi bagian diskusi atau perdebatan seksama mengenai bagaimana mendorong bentuk-bentuk politik baru. Rancangan-rancangan masa kini meliputi usaha mencari ide-ide generatif baru, yang telah timbul bukan hanya dari penolakan-penolakan terhadap teori-teori yang lebih utilitarian, tetapi juga dari pengalaman-pengalaman dengan sosialisme otokratis dan ekses-ekses stalinisme. Marx telah menjadi seorang monopolis yang berhasil dalam lingkungan ide-ide sosialis (Apter, 1996: 106 dan 111).&lt;br /&gt;Bagi Marx perhatian pada kebebasan manusia menjadi masalah bagaimana orang menjadi tidak teralienasi secara sosial. Hal ini merupakan proses yang membutuhkan bentuk ekonomi khusus yakni sosialisme; suatu kondisi perkembangan khusus-suatu pemahaman bahwa rantai yang membelenggu rakyat adalah politik dan bahwa hal itu diakibatkan oleh dominasi kelas. Marx mengemukakan (1) metode penafsiran sejarah, dan (2) penerapan metode itu tujuan khusus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-7871775076918605372?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/7871775076918605372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=7871775076918605372&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7871775076918605372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7871775076918605372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/karl-marx_11.html' title='KARL MARX'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8122779608762218087</id><published>2008-12-10T22:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T22:20:10.192-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Haji Misbach, Kiai Merah</title><content type='html'>Oleh: Iqbal Setyarso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Misbach, lengkapnya Haji Mohamad Misbach, punya posisi unik dalam sejarah di Tanah Air. Namanya memang tidak sedahsyat Semaun, Tan Malaka, atau tokoh kiri lainnya. Di kalangan gerakan Islam, namanya juga hampir tidak pernah disebut. Maklum, haji dari Kauman Surakarta ini adalah seorang komunis, meski menolak menjadi ateis. Baginya, Islam dan komunisme tidak selalu harus dipertentangkan. Malah dengan menyerap ajaran komunismelah, menurut Haji Misbach, Islam menjadi agama yang bergerak untuk melawan penindasan dan ketidakadilan. Berikut tulisan Iqbal Setyarso, yang diolah dari berbagai sumber antara lain yang terpenting An Age in Motion: Popular Radicalism in Java, 1912-1926, karya Takashi Shiraisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah datangnya hari-hari mencekam di Hindia Belanda. Pada 1923 itu, ijazah-ijazah sekolah bumiputera "Ongko Loro" (Angka Dua) dibakar. Ketika gubernur jenderal datang ke Yogyakarta (Mei) bom dilemparkan ke kereta api. Banyak orang jadi berani melemparkan kotoran ke kantor-kantor pemerintah, mencopoti potret-potret Ratu Wilhelmina, melumurinya dengan kotoran dan kalimat celaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti itu meningkat menjelang peringatan Ratu Wilhelmina akhir Agustus dan awal September. Di Yogya, pada Juli ada kereta api tergelincir dari relnya. Di Madiun, akhir Agustus seorang aktivis Sareket Ra'jat (SR) dan bekas buruh kereta api negara terbunuh, sejumlah lainnya terluka ketika bom buatan mereka tiba-tiba meledak. Di Semarang, sejak akhir Agustus hingga awal September ada delapan bom telah dilemparkan. Maka di Madiun, pemimpin SR dan guru-guru Sarekat Islam (SI) ditangkapi. Namun, di tempat-tempat lain polisi tak berdaya, tak seorang pun ditangkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surakarta, pertengahan Oktober 1923, menjelang dan sesudah perayaan Sekaten, sejumlah rumah dibakar. Bangsal perayaan sekatenan dirobohkan orang. Di pedesaan, tempat pengeringan tembakau dibakar. Polisi seolah-olah tak berkutik. Dan lagi-lagi, tak ada satu tersangka pun yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darma Kanda, media yang menyuarakan aspirasi kaum ningrat mengingatkan bahaya "zaman Tjipto" (Tjipto Mangunkusumo). Para pangeran kasunanan dan pejabat tinggi ketakutan pada "komunis-komunis" dan menebar cerita. Haji Mohamad Misbach berada di balik serangkaian kejadian itu. Misbach disebut-sebut telah membangun "pasukan sabotase", melatih prajurit untuk melakukan pengeboman, pembakaran rumah, perampokan, penggelinciran kereta api, dan aksi teror lainnya. Pada awal Oktober pamflet stensilan dengan simbol palu dan arit di atas gambar tengkorak manusia disebarluaskan orang-orang tak dikenal. Pamflet itu isinya mengingatkan orang agar tidak menghadiri perayaan sekaten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Misbach yang dicap begitu berbahaya itu?&lt;br /&gt;Keislaman dan Kerakyatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ini lahir di Kauman, Surakarta. Diduga ia lahir pada 1876 dan besar di lingkungan keluarga pedagang batik yang makmur. Masa kecilnya ia dipanggil Ahmad. Saat menikah berganti nama menjadi Darmodiprono. Setelah menunaikan ibadah haji, orang mengenalnya sebagai Haji Mohamad Misbach. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kauman, tempat Misbach dilahirkan, letaknya di sisi barat alun-alun utara, persis di depan keraton Kasunanan dekat Masjid Agung. Di situ tinggal juga para pejabat keagamaan Sunan. Ayah Misbach sendiri pejabat keagamaan. Namun karena lingkungannya religius, Misbach pun pada usia sekolah mengisi wawasannya dengan pelajaran keagamaan dari pesantren. Selain belajar di pesantren, Misbach pernah belajar di sekolah bumiputera "Ongko Loro" selama delapan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang dewasa, Misbach terjun ke dunia usaha sebagai pedagang batik di Kauman mengikuti jejak bapaknya. Bisnisnya pun menanjak dan ia berhasil membuka rumah pembatikan dan sukses. Pada 1912 di Surakarta berdiri Sarekat Islam (SI). Misbach masuk SI meski selama setahun pertama perjalanan SI ia tidak terlalu aktif. Misbach baru aktif pada 1914, ketika SI membentuk Indlandsche Journalisten Bond (IJB). Melalui media massa, Misbach dinilai sebagai tokoh yang rajin memaparkan gagasannya. Dia tak kenal lelah meluncurkan gagasan menerbitkan surat kabar Islam, sekolah-sekolah Islam, dan gagasan pengembangan Islam yang sangat maju untuk ukuran zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1915, Misbach menerbitkan Medan Moeslimin, surat kabar bulanan. Dua tahun kemudian diterbitkannya pula Islam Bergerak. Bicara kepribadian Misbach, orang memuji keramahannya kepada setiap orang dan sikap egaliternya tak membedakan priyayi atau orang kebanyakan. Sebagai seorang haji ia lebih suka mengenakan kain kepala ala Jawa ketimbang peci Turki alias torbus ala Haji Agus Salim, atau serban seperti kebanyakan haji zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang menggambarkan Haji Misbach sebagai sosok yang tak segan bergaul dengan anak-anak muda penikmat klenengan dengan tembang-tembang yang sedang hit. Satu tulisan tentang Misbach menyebutkan, di tengah komunitas pemuda, Misbach menjadi kawan berbincang yang enak, sementara di tengah pecandu wayang orang Misbach lebih dihormati ketimbang direktur wayang orang. Misbach digambarkan demikian, "... di mana-mana golongan Rajat Misbach mempoenjai kawan oentoek melakoekan pergerakannya. Tetapi didalem kalangannya orang-orang jang mengakoe Islam dan lebih mementingkan mengoempoelken harta benda daripada menolong kesoesahan Rajat, Misbach seperti harimau didalem kalangannya binatang-binatang ketjil. Kerna dia tidak takoet lagi menyela kelakoeannja orang-orang yang sama mengakoe Islam tetapi selaloe mengisep darah temen hidoep bersama."&lt;br /&gt;Tentara Tjokro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takashi Shiraisi mengungkapkan perbedaan dinamika sosial Islam di Yogya dan Surakarta. Ini dikaitkan dengan persamaan dan perbedaan antara KH Achmad Dahlan yang pendiri Muhammadiyah dan Misbach, seorang muslim ortodoks yang saleh, progresif, dan hidup di kota Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogya, Muhammadiyah yang lahir pada 1912 di Kauman, segera menjadi sentral kegiatan kaum muslimin yang saleh yang kebanyakan berlatar belakang keluarga pegawai keagamaan Sultan. Ayah Dahlan adalah chatib amin Masjid Agung dan ibunya putri penghulu (pegawai keagamaan kesultanan) di Yogya. Dahlan sendiri sempat dipercaya menjadi chatib amin. Para penganjur Muhammadiyah pun umumnya anak-anak pegawai keagamaan. Kala itu birokrat keagamaan umumnya adalah alat negara sehingga, kata Shiraisi, wewenang keagamaannya tidak berasal dari kedalaman pengetahuan tentang Islam tetapi karena jabatannya. Meskipun mereka berhaji dan belajar Islam, masih kalah wibawa dibandingkan para kiai yang pesantrennya bebas dari negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, reformisme Muhammadiyah berhasil menyatukan umat Islam yang terserpih-serpih. Tablig-tablignya, kajian ayat yang dijelaskan dengan membacakan dan menjelaskan maknanya di masjid-masjid, pendirian lembaga pendidikan Islam, membangunkan keterlenaan umat Islam. Mereka tumbuh menjadi pesaing tangguh misionaris Kristen dan aktivis sekolah-sekolah bumiputera yang didirikan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dengan di Surakarta. Kala itu belum ada pengaruh sekuat Dahlan dan Muhammadiyah. Ini karena di Surakarta sudah ada sekolah agama modern pertama di Jawa, Madrasah Mamba'ul Ulum yang didirikan patih R. Adipati Sosrodiningrat (1906) dan SI pun sudah lebih dulu berkiprah sebagai wadah aktivis pergerakan Islam. Di Surakarta, pegawai keagamaan yang progresif, kiai, guru-guru Al-Quran, dan para pedagang batik mempunyai forum yang berwibawa, Medan Moeslimin. Di situlah pendapat mereka yang kerap berbeda satu sama lain tersalur. Kelompok ini menyebut diri "kaum muda Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda pergerakan Islam Surakarta dan Yogya, di Yogya reformis tentu juga modernis, tetapi di Surakarta kaum muda Islam memang modernis tetapi belum tentu reformis. Kegiatan keislaman di Solo banyak dipengaruhi kiai progresif tapi ortodoks, seperti Kiai Arfah dan KH Adnan. Sampai suatu ketika ortodoksi yang cenderung menghindar ijtihad itu terpecah pada 1918.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpecahan kelompok Islam di Surakarta dipicu artikel yang dimuat dalam Djawi Hiswara, ditulis Martodharsono, seorang guru terkenal dan mantan pemimpin SI. Ketika artikel itu muncul di Surakarta tidak langsung terjadi protes, tetapi Tjokroaminoto memperluas isi artikel dan menyerukan pembelaan Islam atas pelecehan oleh Martodharsono. Seruan itu muncul di Oetoesan Hindia, sehingga bangkitlah kaum muda Islam Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjokroaminoto membentuk Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM), yang mencuatkan nama Misbach sebagai mubalig vokal. Mengiringi terbentuknya TKNM, lahir perkumpulan tablig yang reformis bernama Sidik, Amanah, Tableg, Vatonah (SATV). Haji Misbach menyebar seruan tertulis menyerang Martodharsono serta mendorong terlaksananya rapat umum dan membentuk subkomite TKNM. Segeralah beredar cerita, Misbach akan berhadapan dengan Martodharsono di podium. Komunitas yang dulunya kurang greget menyikapi keadaan itu tiba-tiba menjadi dinamis. Kaum muslimin Surakarta berbondong-bondong menghadiri rapat umum di lapangan Sriwedari, pada 24 Februari 1918 yang konon dihadiri 20.000-an orang. Tjokroaminoto mengirim Haji Hasan bin Semit dan Sosrosoedewo (penerbit dan redaktur jurnal Islam Surabaya, Sinar Islam), dua orang ke-percayaannya di TKNM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu terhimpun sejumlah dana untuk pengembangan organisasi ini. Muslimin Surakarta bergerak proaktif menjaga wibawa Islam terhadap setiap upaya penghinaan terhadapnya. Inilah awal perang membela Islam dari "kaum putihan" Surakarta. Belakangan, muncul kekecewaan jamaah TKNM ketika Tjokro tiba-tiba saja mengendurkan perlawanan kepada Martodharsono dan Djawi Hiswara setelah mencuatnya pertikaian menyangkut soal keuangan dengan H Hasan bin Semit. Buntutnya, Hasan bin Semit keluar dari TKNM. Beredar artikel menyerang petinggi TKNM. Muncul statemen seperti "korupsi di TKNM dianggap sudah menodai Nabi dan Islam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi itu muncul Misbach menggantikan Hisamzaijni, ketua subkomite TKNM dan menjadi hoofdredacteur (pemimpin redaksi) Medan Moeslimin. Artikel pertama Misbach di media ini, Seroean Kita. Dalam artikel itu Misbach menyajikan gaya penulisan yang khas, yang kata Takashi, menulis seperti berbicara dalam forum tablig. Ia mengungkapkan pendapatnya, bergerak masuk ke dalam kutipan Al-Quran kemudian keluar lagi dari ayat itu. "Persis seperti membaca, menerjemahkan, dan menerangkan arti ayat Al-Quran dalam pertemuan tablig."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Misbach ini segera menjadi tren, apalagi kemudian secara kelembagaan perkumpulan tablig SATV benar-benar eksis melibatkan para pedagang batik dan generasi santri yang lebih muda. Menurut Shiraisi, ada dua perbedaan SATV dibanding Muhammadiyah. Pertama, Muhammadiyah menempati posisi strategis di tengah masyarakat keagamaan Yogya, sedangkan SATV adalah perhimpunan muslimin saleh yang merasa dikhianati oleh kekuasaan keagamaan, manipulasi pemerintah, dan para kapitalis nonmuslim. Kedua, militansi para penganjur Muhammadiyah bergerak atas dasar keyakinan bahwa bekerja di Muhammadiyah berarti hidup menjadi muslim sejati. Sedangkan militansi SATV berasal dari rasa takut untuk melakukan manipulasi, dan keinginan kuat membuktikan keislamannya dengan tindakan nyata. Di mata pengikut SATV, muslim mana pun yang perbuatannya mengkhianati kata-katanya berarti muslim gadungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATV menyerang para elite pemimpin TKNM, kekuasaan keagamaan di Surakarta, menyebut mereka bukan Islam sejati, tetapi "Islam lamisan", "kaum terpelajar yang berkata mana yang bijaksana yang menjilat hanya untuk menyelamatkan namanya sendiri." Dasar keyakinan SATV dengan Misbach sebagai ideolognya, "membuat agama Islam bergeral". Misbach kondang di tengah muslimin bukan sekadar karena tablignya, melainkan ia menjadi pelaku dari kata-kata keras yang dilontarkannya di berbagai kesempatan. Ia dikenal luas karena perbuatannya "menggerakkan Islam": menggelar tablig, menerbitkan jurnal, mendirikan sekolah, dan menentang keras penyakit hidup boros dan bermewah-mewah, dan semua bentuk penghisapan dan penindasan.&lt;br /&gt;Membuat Kartun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach sangat antikapitalis. Siapa yang secara kuat diyakini menjadi antek kapitalis yang menyengsarakan rakyat akan dihadapinya melalui artikel di Medan Moeslimin atau Islam Bergerak. Tak peduli apakah dia juga seorang aktivis organisasi Islam. Berdamai dengan pemerintah Hindia Belanda, no way. Maka kelompok yang antipolitik, antipemogokan, secara tegas dianggap berseberangan dengan misi keadilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach membuat kartun di Islam Bergerak edisi 20 April 1919. Isinya menohok kapitalis Belanda yang menghisap petani, bersama mempekerjapaksakan mereka, memberi upah kecil, menarik pajak. Residen Surakarta digugat, Paku Buwono X digugat karena ikut-ikutan menindas. Retorika khas Misbach, muncul dalam kartun itu sebagai "suara dari luar dunia petani". Bunyinya, "Jangan takut, jangan kawatir". Kalimat ini memicu kesadaran dan keberanian petani untuk mogok. Ekstremitas sikap Misbach membuat ia ditangkap, 7 Mei 1919, setelah melakukan belasan pertemuan kring (subkelompok petani perkebunan). Tapi akhirnya Misbach dibebaskan pada 22 Oktober sebagai kemenangan penting Sarekat Hindia (SH), organisasi para bumiputera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kapok dipenjara, Misbach malah menegaskan rakyat "jangan takut dihukum, dibuang, digantung", seraya memaparkan kesulitan Nabi menyiarkan Islam. Misbach pun sosok yang selain menempatkan diri dalam perjuangan melawan kapitalis, ia meyakini paham komunis. Menurut ahli sejarah Ahmad Mansyur Suryanegara, Misbach mengagumi Karl Marx dan menulis artikel Islamisme dan Komunisme di pengasingan. Marx di mata Misbach berjasa membela rakyat miskin, mencela kapitalisme sebagai biang kehancuran nilai-nilai kemanusiaan. Agama pun dirusak oleh kapitalisme sehingga kapitalisme harus dilawan dengan historis materialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbach kecewa terhadap lembaga-lembaga Islam yang tidak tegas membela kaum dhuafa. Berjuang melawan kapitalisme tak membuat Misbach tidak menegakkan Islam. Baginya, perlawanan terhadap kapitalis dan pengikutnya sama dengan berjuang melawan setan. Misbach pun ketika CSI (Central Sarekat Islam) pecah melahirkan PKI/SI Merah, memilih ikut Perserikatan Kommunist di Indie (PKI), bahkan mendirikan PKI afdeling Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan "teror-teror" yang terjadi di Jawa, Misbach tetap dipercaya sebagai otaknya. Misbach ditangkap. Dalam pengusutan sejumlah fakta memberatkan kepada Misbach meskipun belakangan para saksi mengaku memberi kesaksian palsu karena iming-iming bayaran dari Hardjosumarto, orang yang "ditangkap" bersama Misbach. Hardjosumarto sendiri juga mengaku menyebarkan pamflet bergambar palu arit dan tengkorak, membakar bangsal sekatenan, dan mengebom Mangkunegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Misbach tetap tidak dibebaskan. Dia dibuang ke Manokwari, Papua, didampingi istri dan tiga anaknya. Selama ditahan di Semarang, tak seorang pun diizinkan menjenguknya. Misbach hanya dibolehkan membaca Al-Quran. Di pengasingan, selain mengirim laporan perjalanannya, Misbach juga menyusun artikel berseri "Islamisme dan Komunisme". Sesungguhnya, tulis Misbach, karangan saya hal komunisme dan islamisme adalah penting bagi orang yang dirinya mengaku Islam dan komunis yang sejati, yakni suka menjalankan apa yang telah diwajibkan kepada mereka oleh agama dan komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan Moeslimin yang terbit pada 1 April 1926 memuat artikel Misbach, Nasehat, yang antara lain menyatakan: agama berdasarkan sama rata sama rasa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa hak persamaan untuk segenap manusia dalam dunia tentang pergaulan hidup, tinggi dan hinanya manusia hanya tergantung atas budi kemanusiaannya. Budi terbagi tiga bagian: budi kemanusiaan, budi binatang, budi setan. Budi kemanusiaan dasarnya mempunyai perasaan keselamatan umum; budi binatang hanya mengejar keselamatan dan kesenangan diri sendiri; dan budi setan yang selalu berbuat kerusakan dan keselamatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini secuil kisah Misbach yang sangat jarang dibicarakan orang. "Kiai Merah" yang tetap taat berislam ini akhirnya terserang malaria dan meninggal di pengasingan pada 24 Mei 1926 dan dimakamkan di kuburan Penindi, Manokwari, di samping kuburan istrinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8122779608762218087?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8122779608762218087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8122779608762218087&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8122779608762218087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8122779608762218087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/haji-misbach-kiai-merah.html' title='Haji Misbach, Kiai Merah'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3803467808435868675</id><published>2008-12-10T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T22:18:23.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sejarah Lagu GENDJER GENDJER</title><content type='html'>Genjer: Makanan Rakyat yang Dibungkam Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pernah makan pecel genjer?”. Tiba-tiba saja seorang karib mengajukan pertanyaan itu saat bersantap siang di sebuah warung SGPC-singkatan dari Sego Pecel (Nasi Pecel)–di kawasan Yogya utara. Tentu aku pernah mendengar tentang tumbuhan genjer, tetapi mencicipi pecel genjer? Gelengan kepalaku disambungnya dengan cerita mengenai seorang petani di sebuah dusun di daerah Bantul, tempat temanku ini pernah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang suatu kali pernah menyuguhkan pecel genjer untuk makan siang para mahasiswa. “Rasanya lezat sekali. Pating gelenyer (bahasa jawa–terasa licin di tenggorokan)”, ujarnya sembari mengacungkan ibu jarinya.&lt;br /&gt;Menurut literatur, Genjer (Limnocharis flava) termasuk jenis tumbuhan darat liar, meskipun seperti halnya kangkung, semanggi dan bopong yang termasuk ke dalam jenis yang sama, genjer hanya akan tumbuh subur di lahan yang banyak tergenang air. Selain tumbuh di lembah sungai, biasanya pada bagian lapisan tanah gembur atau lumpur yang tergenang air dangkal, genjer juga mudah ditemukan di lahan persawahan yang digenangi air setelah masa panen atau disela tanaman padi yang masih muda. Genjer memiliki daun yang berbentuk membulat, pada tumbuhan yang subur ukurannya bisa mencapai lebar telapak tangan orang dewasa, yang ditopang batang bersegi tiga yang berongga di dalamnya. Orang Jawa terkadang menyebutnya “enthongan”, karena perpaduan bentuk batang dan daunnya yang menyerupai sendok sayur.&lt;br /&gt;Di beberapa daerah di Indonesia, daun genjer sudah sejak lama dikenal sebagai sayur yang bisa diolah menjadi beragam masakan. Masyarakat Jawa Timur, misalnya, mengolah daun dan batang genjer menjadi tumis atau urap, sementara di daerah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, gampang ditemui penjual nasi pecel dengan sayur daun genjer. Pada musim&lt;br /&gt;Dalam salah satu petikan seri tulisan “Surat dari Negeri Kincir Angin”, Hersri Setiawan, seorang sastrawan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat)–sebuah lembaga kebudayaan yang berafiliasi pada Partia Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1960-an– menyajikan catatan yang menarik mengenai masakan daun genjer. Hersri menuliskan bahwa sebelum masa penjajahan Jepang, genjer hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak. Bagian batang dan daunnya dicacah menjadi potongan kecil-kecil, kemudian dicampur dengan bekatul atau dedak untuk makanan sapi dan kambing. Pada masa penjajahan Jepang, yang terhitung singkat (1942-1945) tetapi telah menyudutkan bangsa Indonesia pada kondisi yang paling fakir, paceklik pangan memaksa rakyat untuk menyantap genjer sebagai pengganjal perut.&lt;br /&gt;Biasanya sayur genjer diolah menjadi pelengkap makan dengan menu utama Gatotkaca atau Anjasmara. Gatutkaca adalah sebutan pasemon (jw-penghalus) untuk singkong, sementara Anjasmara adalah gogik, sisa-sisa makanan yang diawetkan dengan cara dijemur sampai kering dan direbus kembali bila hendak dimakan. Sebagai tambahan disajikan pula bekicot bakar, yang konon bisa menghindarkan penyakit busung lapar.&lt;br /&gt;Bagi bangsa Indonesia, genjer tidak hanya memantik ingatan pada masa-masa sulit pangan saja, tetapi juga pada sebuah lagu yang menjadi top hit pada rentang awal tahun 1960-an. Judul lagu tersebut adalah Genjer-genjer, sebuah lagu yang bertutur mengenai tumbuhan genjer dalam tiga bait lirik berbahasa Jawa. Pada masanya lagu ini sangat dikenal luas sebagai lagu rakyat, bahkan sangking merakyatnya, menurut beberapa kalangan, seakan menjadi lagu wajib pembuka dan penutup pada hampir semua pementasan wayang atau ketoprak.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Popularitas lagu Genjer-genjer agaknya terkait erat dengan strategi politik yang dijalankan oleh organisasi-organisasi sosial politik di masa pemerintahan Soekarno. Sebagai contoh, partai-partai politik yang ada seringkali memanfaatkan bentuk-bentuk kesenian rakyat untuk dijadikan pemikat dalam merekrut sebanyak-banyaknya anggota baru. Pada tahun 1960-an, selain lagu Genjer-genjer yang kerap diidentikkan sebagai lagunya orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI), dikenal juga sebuah lagu yang berjudul “Turi-turi Putih”. Lagu yang terakhir ini dianggap sebagai lagu untuk orang-orang Partai Nasional Indonesia (PNI).&lt;br /&gt;Lirik lagu Genjer-genjer yang berkisah tentang tumbuhan genjer, tumbuhan sawah yang memiliki kedekatan dengan kehidupan petani dan masyarakat kecil, menjadikannya mudah diterima oleh masyarakat luas. Boleh jadi mereka menyukai lagu ini karena lariknya mengisyaratkan keberpihakan pada rakyat kecil. Lirik lagu Genjer-genjer ditulis dalam bahasa Jawa, meski beberapa sumber menyebutkan adanya perbedaan lirik di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur akibat digunakannya logat bahasa Jawa yang berbeda. Salah satu versi lirik yang banyak dikenal seperti tertulis dibawah ini:&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler&lt;br /&gt;Emake thole teka-teka mbubuti gendjer&lt;br /&gt;Emake thole teka-teka mbubuti gendjer&lt;br /&gt;Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar&lt;br /&gt;didjejer-djejer diunting pada didasar&lt;br /&gt;didjejer-djejer diunting pada didasar&lt;br /&gt;emake djebeng tuku gendjer wadahi etas&lt;br /&gt;gendjer-gendjer saiki arep diolah &lt;br /&gt;Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob&lt;br /&gt;setengah mateng dientas digawe iwak&lt;br /&gt;setengah mateng dientas digawe iwak&lt;br /&gt;sega sa piring sambel penjel ndok ngamben&lt;br /&gt;gendjer-gendjer dipangan musuhe sega&lt;br /&gt;(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan&lt;br /&gt;Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer&lt;br /&gt;ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer&lt;br /&gt;Dapat sebakul dipilih yang muda-muda&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar&lt;br /&gt;Ditata berjajar diikat dijajakan&lt;br /&gt;Ditata berjajar diikat dijajakan&lt;br /&gt;Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak&lt;br /&gt;setengah matang ditiriskan dijadikan lauk&lt;br /&gt;setengah matang ditiriskan dijadikan lauk&lt;br /&gt;nasi sepiring sambal pecel duduk di ambin&lt;br /&gt;Gendjer-gendjer dimakan musuhnya nasi)&lt;br /&gt;Mengenai muasal lagu Genjer-genjer, Hersri Setiawan memiliki catatan menarik. Dia mengisahkan bahwa pada bulan Desember 1962, para sastrawan dari beberapa lembaga kebudayaan di Indonesia, mendapat undangan untuk mengikuti sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif Biro Pengarang Asia-Afrika di kota Denpasar, Bali. Selain wakil-wakil dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), berangkat juga perwakilan dari Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi). Utusan dari Lekra dipimpin oleh Jubaar Ajoeb dangan peserta antara lain Rivai Apin, Hr. Bandaharo, Pramudya Ananta Toer, Bujung Saleh Puradisastra, Dodong Jiwapraja, Samandjaja, Sobron Aidit dan Nyoto alias Iramani.&lt;br /&gt;Sebelum menyeberang ke pulau Bali, rombongan tersebut menyempatkan diri untuk singgah di kota Banyuwangi, Jawa Timur. Disana mereka memperolah sambutan hangat dari pimpinan Lekra cabang setempat, salah satunya adalah M. Arif, pemimpin Lembaga Musik. Bersamanya hadir pula sekelompok perempuan berkain kebaya, yang kemudian memainkan alat musik angklung dan membawakan beberapa buah komposisi musik sebagai bentuk ucapan selamat datang. Dalam kesempatan itulah lagu Genjer-genjer, yang dibawakan sebagai lagu pembuka dan penutup reportoar, mampu memikat hati para tetamu dari Jakarta. Seusai acara penyambutan, mereka ramai memperbincangkan lagu yang digubah oleh M. Arif dan dinyanyikan dalam logat Banyuwangi itu. Bahkan Njoto sempat melontarkan komentar yang bernada ramalan bahwa lagu Genjer-genjer akan terkenal secara luas dan menjadi lagu nasional.&lt;br /&gt;Belakangan, rerasan Nyoto, yang saat itu menjabat sebagai Ketua III CC-PKI dan sebelumnya juga dikenal sebagai seniman musik yang acap mengisi acara musik di Radio Republik Indonesia (RRI) bersama Bing Slamet, ternyata tidak meleset. Lebih kurang satu tahun setelah diperdengarkan dihadapan perwakilan Lekra di Banyuwangi, lagu Genjer-genjer mulai sering mengalun di ibukota melalui siaran RRI dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Bahkan lagu tersebut dinyanyikan oleh Bing Slamet, penyanyi tenar saat itu, dan direkam dalam piringan hitam yang dijual bebas dipasaran.&lt;br /&gt;Lagu Genjer-genjer, dan sebuah tarian yang juga dikenal dengan nama yang sama, kemudian sering dipentaskan di Jakarta oleh sebuah kelompok hiburan, Paduan Suara Gembira. Pada acara ulang tahun Konferensi Asia-Afrika pada bulan April 1965, lagu dan tarian tersebut disuguhkan pula oleh Paduan Suara Gembira ke hadapan para tamu terhormat dari negara-negara Asia-Afrika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3803467808435868675?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3803467808435868675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3803467808435868675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3803467808435868675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3803467808435868675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/sejarah-lagu-gendjer-gendjer.html' title='Sejarah Lagu GENDJER GENDJER'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1594951572855002571</id><published>2008-12-10T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T20:03:42.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wayang'/><title type='text'>Semar, Gareng, Petruk, Bagong</title><content type='html'>Dalam perkembangan selanjutnya, hadirnya Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, perjalanan sang Ksatria dan ke empat abdinya memasuki hutan. Ini menggambarkan bahwa sang ksatria mulai memasuki medan kehidupan yang belum pernah dikenal, gelap, penuh semak belukar, banyak binatang buas, makhluk jahat yang siap menghadangnya, bahkan jika lengah dapat mengacam jiwanya. Namun pada akhirnya Ksatria, Semar, Gareng, Petruk, Bagong berhasil memetik kemenangan dengan mengalahkan kawanan Raksasa, sehingga berhasil keluar hutan dengan selamat. Di luar hutan, rintangan masih menghadang, bahaya senantiasa mengancam. Berkat Semar dan anak-anaknya, sang Ksatria dapat menyingkirkan segala penghalang dan berhasil menyelesaikan tugas hidupnya dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa peranan Semar dan anak-anaknya sangat menentukan keberhasilan suatu kehidupan? Sudah dipaparkan pada dua tulisan sebelumnya, bahwa Semar merupakan gambaran penyelenggaraan Illahi yang ikut berproses dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memperjelas peranan Semar, maka tokoh Semar dilengkapi dengan tiga tokoh lainnya. Ke empat panakawan tersebut merupakan simbol dari cipta, rasa, karsa dan karya. Semar mempunyai ciri menonjol yaitu kuncung putih. Kuncung putih di kepala sebagai simbol dari pikiran, gagasan yang jernih atau cipta. Gareng mempunyai ciri yang menonjol yaitu bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ke tiga cacat fisik tersebut menyimbolkan rasa. Mata kero, adalah rasa kewaspadaan, tangan cekot adalah rasa ketelitian dan kaki pincang adalah rasa kehati-hatian. Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Sedangkan karya disimbolkan Bagong dengan dua tangan yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya selalu bersedia bekerja keras. Cipta, rasa, karsa dan karya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Cipta, rasa, karsa dan karya berada dalam satu wilayah yang bernama pribadi atau jati diri manusia, disimbolkan tokoh Ksatria. Gambaran manusia ideal adalah merupakan gambaran pribadi manusia yang utuh, dimana cipta, rasa, karsa dan karya dapat menempati fungsinya masing-masing dengan harmonis, untuk kemudian berjalan seiring menuju cita-cita yang luhur. Dengan demikian menjadi jelas bahwa antara Ksatria dan panakawan mempunyai hubungan signifikan. Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan 'ngelmu' sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya. Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh dua saudara tua (kakang mbarep, kakang kawah) dan dua saudara muda (adi ari-ari dan adi wuragil). Ngelmu sedulur papat lima pancer lahir dari konsep penyadaran akan awal mula manusia diciptakan dan tujuan akhir hidup manusia (sangkan paraning dumadi). Awal mula manusia diciptakan di awali dari saat-saat menjelang kelahiran. Sebelum sang bayi (bayi, dalam konteks ini adalah pancer) lahir dari rahim ibu, yang muncul pertama kali adalah rasa cemas si ibu. Rasa cemas itu dinamakan Kakang mbarep. Kemudian pada saat menjelang bayi itu lahir, keluarlah cairan bening atau banyu kawah sebagai pelicin, untuk melindungi si bayi, agar proses kelahiran lancar dan kulit bayi yang lembut tidak lecet atau terluka. Banyu kawah itu disebut Kakang kawah. Setelah bayi lahir akan disusul dengan keluarnya ari-ari dan darah. Ari-ari disebut Adi ari-ari dan darah disebut Adi wuragil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngelmu sedulur papat lima pancer memberi tekanan bahwa, manusia dilahirkan ke dunia ini tidak sendirian. Ada empat saudara yang mendampingi. Pancer adalah suksma sejati dan sedulur papat adalah raga sejati. Bersatunya suksma sejati dan raga sejati melahirkan sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara pancer dan sedulur papat dalam kehidupan, digambarkan dengan seorang sais mengendalikan sebuah kereta, ditarik oleh empat ekor kuda, yang berwarna merah, hitam, kuning dan putih. Sais kereta melambangkan kebebasan untuk memutuskan dan berbuat sesuatu. Kuda merah melambangkan energi, semangat, kuda hitam melambangkan kebutuhan biologis, kuda kuning melambangkan kebutuhan rohani dan kuda putih melambangkan keheningan, kesucian. Sebagai sais, tentunya tidak mudah mengendalikan empat kuda yang saling berbeda sifat dan kebutuhannya. Jika sang sais mampu mengendalikan dan bekerjasama dengan ke empat ekor kudanya dengan baik dan seimbang, maka kereta akan berjalan lancar sampai ke tujuan akhir. Sang Sangkan Paraning Dumadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(herjaka)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1594951572855002571?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1594951572855002571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1594951572855002571&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1594951572855002571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1594951572855002571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/karl-marx.html' title='Semar, Gareng, Petruk, Bagong'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6010168764323279351</id><published>2008-12-10T22:04:00.001-08:00</published><updated>2009-01-23T22:30:18.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Clifford Geertz'/><title type='text'>Humas Jawa Iku Aran Clifford Geertz</title><content type='html'>SAPA wae kena nulak kategorisasine Clifford Geertz, kang merang masyarakat Jawa iku dadi telung golongan: santri, abangan, lan priyayi. Nanging diduwa apa disarujuki, gagasan-gagasane pawongan asli sabrang iki pranyata wis kelakon nyugihake lan ngumandhangake kawruh ngenani kabudayan Jawa sumebar saindenging jagad. Kapara ing antarane panaliti ngenani kabudayan Jawa, kayadene Ben Anderson, Niels Mulder, Franz Magnis-Suseno, lan Koentjaraningrat pisan, Geertz pantes entuk kawigaten lan papan mirunggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lair ing San Fransisco, 23 Agustus 1926, Clifford Geertz miwiti panalitene ngenani Jawa taun 1950-an ing kutha cilik ing Jawa Timur, kang banjur diarani Mojokuto. Saka kono, dheweke kasil motret sejarah sosiale kutha cilik iku sarta sawernane owah-owahan sing lumaku. Tumrap Geertz, kutha sing satemene ora liya ya Pare iku, mujudake kutha ”kleyang kabur kanginan”, lan mulane iku katon kacau, anomis, lan tanpa tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesthi wae ora kabeh gambarane ngenani kutha kasebut, sawise setengah abad mungkur, isih katon tabete. Ibarate potret, gambar-gambare wis wiwit katon burem. Nanging, sok sapaan kang kepingin nliti, nlesih, lan njingglengi ruwet rentenge kutha-kutha ing Jawa, kaya-kaya tan kena ora kudu maca asil panaliten kang banjur dadi buku The Social History of an Indonesian Town (1965) iku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadurunge kuwi, Geertz nerbitake disertasine, The Religion of Java (1960). Karya iki mujudake etnografi kang luwih dening jangkep ngenani masyarakat Jawa. Karya iku bajur dadi kondhang kaloka, amarga nepungake konsep aliran, kaya kang kasebut ing awal tulisan iki, minangka sawijining konsep kabudayan lan sawenehe konsep ngenani kategorisasi politik ing Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawise dheweke nulis disertasine kang ngrembug ngenani religi Jawa, sing banjur dadi ketegori trikotomis iku, gagasan-gagasane gedhe pangaribawane tumrap sudut pandange sawetara ahli kang nyinau kahanan sosial, budaya lan politik ing Indonesia, mligine Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancen, karya mau ora luput saka kritik. Umume dipersoalake, upamane, kecenderungane Geertz nggunakake gambaran-gambaran ideal type kang asipat kontras. Nanging sing paling entuk sorotan tajem, bola-bali ya model trikotomine sing merang wong Jawa dadi santri, abangan, lan priyayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkarane, ora mung model mau wis ora jumbuh maneh karo realitas masyarakat Jawa sing saiki wis ngalami akeh owah-owahan, nanging luwih saka iku, ora sethithik ilmuwan sing mangu-mangu karo kesahihane minangka piranti analisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satemene ora kandheg ing disertasi kasebut, Geertz uga nerbitake Peddlers and Princes kang mujudake studi antropologi ekonomi. Ing kene, sang penulis ngandharake konsep ekonimi bazar jroning laku dagang ing Indonesia nalika taun 1950-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadurunge kuwi, dheweke gawe andharan ngenani tetanen ing Jawa jroning buku Agricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia (1963). Konsep ngenani involusi tetanen minangka kemungkinan liya saka evolusi ditepungake ing kene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz uga kasil gawe tetandhingan antarane Islam kang ngrembaka ing Indonesia, Jawa mligine, lan Maroko lumantar Islam Observed: Religious Development in Marocco and Indonesia (1968).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isih kanthi werna Jawa kang kenthel, ing The Interpretation of Culture: Selected Essays (1974), Geertz ngrembug kepriye agama lumaku minangka sawenehe sistem kabudayan, ora ngemungake sawijining ideologi asile rekayasa budaya. Amarga winatese pamikir, papa cintraka sing parasasat ora kuwawa sinangga, lan masalah-masalah moral sing ora bisa diudhari, manungsa sing nduwe agama ora saguh gawe penafsiran. Banjur dheweke malah nemokake ?jagad liya? sing aneh, chaos, lan ora dinuga cethek-jerone. Mula kanthi iku, Geertz banjur asung bundhelan, agama ora ngemungake kepriye manungsa ngudhari papa cintrakane, nanging kepriye manungsa kuwawa nandhang papa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dene tumrap masyarakat Bali, Geertz uga nate asung ”kado istimewa” lumatar karyane Negara: The Theatre State in Nineteenth Century Bali (1980). Iki mujudake studi ngenani politik klasik ing Bali sajrone abad kaping 19. Ing kene dheweke ngandharake konsep-kosep kayadene estate lan stateliness kang penting banget ing politik klasik nanging dikiwakake dening ilmu politik modern sing mung nggatekake marang konsep statecraft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasi-publikasi karyane Geertz pancen sumebar ing saindenging donya. Ing Indonesia wae, meh kabeh karyane sing asline nganggo basa Inggris wis diindonesiakake. Kabeh mau mujudake public relation (PR/humas) tumrap budaya Jawa lan masyarakat Jawa ing tataran internasional. Kanthi karya mau, wong-wong sajagad banjur padha melu ngerteni mungguh keprye uripe wong Jawa sesambungan karo budayane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaba saka iku, karya-karya kasebut pranyata wis kasil ndudut krentege panaliti-panaliti liyane saka manca (klebu panaliti domestik) nindakake panaliten lanjutan. Panaliten mau ana sing dhapur ngecakake maneh konsep-konsep sing wis diasilake dening Geertz, nanging ana kang kanggo nodhi kesakihane panaliten kasebut. Luwih-luwih kanggo ngrembakakake konsep-konsep antropologi lan sosiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semono saka gedhe pisumbange Clifford Geertz tumrap donyane antropologi lan sosiologi, klebu lan luwih-luwih tumrap masyarakat Jawa lan Bali sarta Indonesia umume. Sebab, tumrap ?wong Jawa?, asile panaliten-panalitene Clifford Geertz bisa dadi bahan lelimbangan supaya luwih kritis anggone mawas jagade dhewe, sahingga ora kejiret dening sikap-sikap chauvinis. Klebu, misa nyumuripa kemungkinan liya sing tan kinaya ngapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Oktober 2006 kepungkur, wong kang sengkud anggone nlite jagad Jawa iku sowan ing pinayungane Gusti. Nanging priyagung kang kagungan gelar PhD, Doktor Honoris Causa saka Harvard, Yale, lan Princeton, Harold F Linder Professor of Social Science lan Bintang Jasa Utama saka Republik Indonesia sarta puluhan gelar ngedab-edabi liyane iku wis maringi warisan sing ora bisa dikukur maneh kerta ajine. Sugeng kondur, Pak Cliff….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6010168764323279351?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6010168764323279351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6010168764323279351&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6010168764323279351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6010168764323279351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/humas-jawa-iku-aran-clifford-geertz_10.html' title='Humas Jawa Iku Aran Clifford Geertz'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-7782257974767487110</id><published>2008-12-10T22:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T22:07:13.148-08:00</updated><title type='text'>Humas Jawa Iku Aran Clifford Geertz</title><content type='html'>SAPA wae kena nulak kategorisasine Clifford Geertz, kang merang masyarakat Jawa iku dadi telung golongan: santri, abangan, lan priyayi. Nanging diduwa apa disarujuki, gagasan-gagasane pawongan asli sabrang iki pranyata wis kelakon nyugihake lan ngumandhangake kawruh ngenani kabudayan Jawa sumebar saindenging jagad. Kapara ing antarane panaliti ngenani kabudayan Jawa, kayadene Ben Anderson, Niels Mulder, Franz Magnis-Suseno, lan Koentjaraningrat pisan, Geertz pantes entuk kawigaten lan papan mirunggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lair ing San Fransisco, 23 Agustus 1926, Clifford Geertz miwiti panalitene ngenani Jawa taun 1950-an ing kutha cilik ing Jawa Timur, kang banjur diarani Mojokuto. Saka kono, dheweke kasil motret sejarah sosiale kutha cilik iku sarta sawernane owah-owahan sing lumaku. Tumrap Geertz, kutha sing satemene ora liya ya Pare iku, mujudake kutha ”kleyang kabur kanginan”, lan mulane iku katon kacau, anomis, lan tanpa tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesthi wae ora kabeh gambarane ngenani kutha kasebut, sawise setengah abad mungkur, isih katon tabete. Ibarate potret, gambar-gambare wis wiwit katon burem. Nanging, sok sapaan kang kepingin nliti, nlesih, lan njingglengi ruwet rentenge kutha-kutha ing Jawa, kaya-kaya tan kena ora kudu maca asil panaliten kang banjur dadi buku The Social History of an Indonesian Town (1965) iku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadurunge kuwi, Geertz nerbitake disertasine, The Religion of Java (1960). Karya iki mujudake etnografi kang luwih dening jangkep ngenani masyarakat Jawa. Karya iku bajur dadi kondhang kaloka, amarga nepungake konsep aliran, kaya kang kasebut ing awal tulisan iki, minangka sawijining konsep kabudayan lan sawenehe konsep ngenani kategorisasi politik ing Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawise dheweke nulis disertasine kang ngrembug ngenani religi Jawa, sing banjur dadi ketegori trikotomis iku, gagasan-gagasane gedhe pangaribawane tumrap sudut pandange sawetara ahli kang nyinau kahanan sosial, budaya lan politik ing Indonesia, mligine Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancen, karya mau ora luput saka kritik. Umume dipersoalake, upamane, kecenderungane Geertz nggunakake gambaran-gambaran ideal type kang asipat kontras. Nanging sing paling entuk sorotan tajem, bola-bali ya model trikotomine sing merang wong Jawa dadi santri, abangan, lan priyayi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkarane, ora mung model mau wis ora jumbuh maneh karo realitas masyarakat Jawa sing saiki wis ngalami akeh owah-owahan, nanging luwih saka iku, ora sethithik ilmuwan sing mangu-mangu karo kesahihane minangka piranti analisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satemene ora kandheg ing disertasi kasebut, Geertz uga nerbitake Peddlers and Princes kang mujudake studi antropologi ekonomi. Ing kene, sang penulis ngandharake konsep ekonimi bazar jroning laku dagang ing Indonesia nalika taun 1950-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadurunge kuwi, dheweke gawe andharan ngenani tetanen ing Jawa jroning buku Agricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia (1963). Konsep ngenani involusi tetanen minangka kemungkinan liya saka evolusi ditepungake ing kene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz uga kasil gawe tetandhingan antarane Islam kang ngrembaka ing Indonesia, Jawa mligine, lan Maroko lumantar Islam Observed: Religious Development in Marocco and Indonesia (1968).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isih kanthi werna Jawa kang kenthel, ing The Interpretation of Culture: Selected Essays (1974), Geertz ngrembug kepriye agama lumaku minangka sawenehe sistem kabudayan, ora ngemungake sawijining ideologi asile rekayasa budaya. Amarga winatese pamikir, papa cintraka sing parasasat ora kuwawa sinangga, lan masalah-masalah moral sing ora bisa diudhari, manungsa sing nduwe agama ora saguh gawe penafsiran. Banjur dheweke malah nemokake ?jagad liya? sing aneh, chaos, lan ora dinuga cethek-jerone. Mula kanthi iku, Geertz banjur asung bundhelan, agama ora ngemungake kepriye manungsa ngudhari papa cintrakane, nanging kepriye manungsa kuwawa nandhang papa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dene tumrap masyarakat Bali, Geertz uga nate asung ”kado istimewa” lumatar karyane Negara: The Theatre State in Nineteenth Century Bali (1980). Iki mujudake studi ngenani politik klasik ing Bali sajrone abad kaping 19. Ing kene dheweke ngandharake konsep-kosep kayadene estate lan stateliness kang penting banget ing politik klasik nanging dikiwakake dening ilmu politik modern sing mung nggatekake marang konsep statecraft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasi-publikasi karyane Geertz pancen sumebar ing saindenging donya. Ing Indonesia wae, meh kabeh karyane sing asline nganggo basa Inggris wis diindonesiakake. Kabeh mau mujudake public relation (PR/humas) tumrap budaya Jawa lan masyarakat Jawa ing tataran internasional. Kanthi karya mau, wong-wong sajagad banjur padha melu ngerteni mungguh keprye uripe wong Jawa sesambungan karo budayane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaba saka iku, karya-karya kasebut pranyata wis kasil ndudut krentege panaliti-panaliti liyane saka manca (klebu panaliti domestik) nindakake panaliten lanjutan. Panaliten mau ana sing dhapur ngecakake maneh konsep-konsep sing wis diasilake dening Geertz, nanging ana kang kanggo nodhi kesakihane panaliten kasebut. Luwih-luwih kanggo ngrembakakake konsep-konsep antropologi lan sosiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semono saka gedhe pisumbange Clifford Geertz tumrap donyane antropologi lan sosiologi, klebu lan luwih-luwih tumrap masyarakat Jawa lan Bali sarta Indonesia umume. Sebab, tumrap ?wong Jawa?, asile panaliten-panalitene Clifford Geertz bisa dadi bahan lelimbangan supaya luwih kritis anggone mawas jagade dhewe, sahingga ora kejiret dening sikap-sikap chauvinis. Klebu, misa nyumuripa kemungkinan liya sing tan kinaya ngapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Oktober 2006 kepungkur, wong kang sengkud anggone nlite jagad Jawa iku sowan ing pinayungane Gusti. Nanging priyagung kang kagungan gelar PhD, Doktor Honoris Causa saka Harvard, Yale, lan Princeton, Harold F Linder Professor of Social Science lan Bintang Jasa Utama saka Republik Indonesia sarta puluhan gelar ngedab-edabi liyane iku wis maringi warisan sing ora bisa dikukur maneh kerta ajine. Sugeng kondur, Pak Cliff….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-7782257974767487110?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/7782257974767487110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=7782257974767487110&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7782257974767487110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/7782257974767487110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/humas-jawa-iku-aran-clifford-geertz.html' title='Humas Jawa Iku Aran Clifford Geertz'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-871527781660777749</id><published>2008-12-10T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:02:48.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bob Marley'/><title type='text'>Bob Marley</title><content type='html'>Bob Marley &lt;br /&gt;Robert Nesta Marley&lt;br /&gt;Laki-Laki&lt;br /&gt;Nine Miles, St. Ann, Jamaica, 06 Februari 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Badan: 172 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley seorang penyanyi, penulis lagu, gitaris dan aktivis Jamaica. Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada tanggal 6 Februari 1945 di Nine Miles, Saint Ann Parish, Jamaica. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley mengawali karirnya dengan the Wailers, grup yang dia bentuk bersama Peter Tosh dan Bunny Livingston pada tahun 1963. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley menikahi Rita Marley pada February 1966. Dan Rita-lah yang memperkenalkan Bob pada Rastafarianism. Pada tahun 1969, Bob, Tosh dan Livingston secara penuh telah memeluk Rastafarianism, yang sangat memengaruhi musik mereka dan reggae pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wailers berkolaborasi dengan Lee Scratch Perry, menghasilkan hit-hit unggulan seperti Soul Rebel, Duppy Conquerer, 400 Years dan Small Axe. Kolaborasi tersebut berakhir pahit karena Perry menjualnya di Inggris tanpa persetujuan the Wailers. Namun peristiwa tersebut berbuah manis, Chris Blackwell, pemilik Island Records mengontrak the Wailers dan memproduseri album mereka CATCH A FIRE dan BURNIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1976, Bob Marley hijrah ke Inggris. Kreatifitasnya tak mereda, EXODUS berhasil nangkring di British charts selama 56 minggu. Kesuksesan ini diikuti album berikutnya, yaitu KAYA. Kesuksesan tersebut mampu mengantarkan musik reggae ke dunia barat untuk pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC's Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-871527781660777749?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/871527781660777749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=871527781660777749&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/871527781660777749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/871527781660777749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/bob-marley.html' title='Bob Marley'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1978977971223462486</id><published>2008-12-10T21:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T22:27:25.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Clifford Geertz'/><title type='text'>Geertz: Sejarah Sosial Mojokuto</title><content type='html'>Untuk merespons pentingnya keseimbangan dalam melihat sejarah kota dan desa, elite dan massa, ada baiknya membuka kembali karya klasik Clifford Geertz tentang Mojokuto (The Social History of an Indonesian Town). Sekaligus untuk mengenang jasa-jasa beliau yang wafat 31 Oktober kemarin.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/67675561/1/179850932"&gt;&lt;img src="http://photos-p.friendster.com/photos/16/55/67675561/1_179850932l.jpg" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan Geeertz yang mengesankan saya: "...orang perlu untuk terus mengejar "kijang" ilmiah melampaui bidang-bidang akademis yang berpagar rapat dimana margasatwa yang diburu kebetulan memasukinya." (CG, pada Agricultural Involution). Ini rasanya pas untuk diterapkan pada urban/rural studies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan mengejar "kijang" itu pula yang diterapkannya dalam mengkaji perubahan sosial/budaya kota Mojokuto (alias Pare, dekat Kediri) tahun 1952-1954.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik, karena sebagai kota kecil tentu mewakili peralihan urban-rural. Dan saat itu Geertz juga sudah menangkap gejala sebelumnya dari dualisme: sektor formal yang diwakili sistem perkebunan, dan sektor informal yang merupakan massa pendatang dari pedesaan yang masuk ke kota, karena tak bertanah,miskin. Di antara keduanya, ada kelompok priyayi birokrat, pedagang Cina, pedagang santri.&lt;br /&gt;Muzaik pengelompkan sosial itu jelas implikasinya dalam ruang geografis kota. Kelompok pengelola kebun enclave di pinggir kota, sekitar kebun dan perkantorannya. Priyayi birokrat di kompleks perumahan (gedung) dan kantornya. Kelompok pedagang Cina, di jalan utama berkelompok dengan toko dan gudangnya. Kaum santri pedagang kecil di kauman (belakang masjid), belakang pasar. Dan perkampungan padat, gubug-gubug bambu berserakan dibelakang dan di antaranya. Pola ini kelihatannya tipical, dan kok sampai sekarang tidak kunjung membaik ya (?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah terjadilah dinamika sosial/budaya masyarakat, intra dan antar kelompok, ada upaya kompetisi dan kolaborasi dalam pergulatan ekonomi, sosial, budaya dan politik. Tapi yang terjadi justru transisi yang berkepanjangan (sampai kini?). disini Geertz mengenalkan istilah “kota hampa” (hollow town) untuk menggambarkan suatu masyarakat kota yang tidak terintegrasi dan hanya merupakan kombinasi dari komunitas-komunitas kecil. Karena sistem lokal Majokuto itu (seperti daerah umumnya) tak pernah lepas dari pengaruh "dunia luar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz memberi latar belakang Mojokuto dan hinterland nya dengan sejarah dari mulai tumbuhnya kota yang dimulai dengan eksodus pasca perang Diponegoro (1830) dari Jawa Tengah ke timur. Lalu masa Keemasan Perkebunan (tebu, gula), yang menguntungkan selain Belanda juga pedagang Cina, birokrat daerah (perantara), petani pribumi pemilik lahan, serta buruh tani yang numpang hidup. Selanjutnya masa depresi ekonomi (pra 1930), jatuhnya harga gula di pasar dunia, meruntuhkan sistem ekonomi kebun tebu, dan tak pernah pulih lagi. Lalu masa penyesuaian yang terputus dengan masuknya Jepang, lalu perang kemerdekaan. Era kemerdekaan ditandai dengan kekuasaan yang kian terpusat. Sehingga kota Mojokuto mengalami transisi sepanjang masa, tanpa sempat menata hubungan sosial antar kelompok dan menyelasaikan persoalan ekonomi, sosial, budaya secara lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selalu menjadi "korban" dari ide, nilai-nilai, situasi dan tekanan dari luar. Bagaimana nasib kota-kota kecil seperti Mojokuto di era otonomi daerah? Dalam situasi dimana sistem ekonomi lokal hanya menjadi outlet eknomi global; konflik lokal tidak diselesaikan komunitasnya tapi menjadi konsumsi politik nasional? Akankah hollow-towns itu menjadi solid-town yang kompak dan mandiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-1978977971223462486?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/1978977971223462486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=1978977971223462486&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1978977971223462486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/1978977971223462486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/geertz-sejarah-sosial-mojokuto.html' title='Geertz: Sejarah Sosial Mojokuto'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-6678260259163849193</id><published>2008-12-10T21:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T18:59:42.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seno Gumira Ajidarma'/><title type='text'>Seno Gumira Ajidarma</title><content type='html'>SENO GUMIRA AJIDARMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir: Boston, 19 Juni 1958&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Formal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1994 - Sarjana, Fakultas Film &amp; Televisi, Institut Kesenian Jakarta&lt;br /&gt;2000 - Magister Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia&lt;br /&gt;2005 - Doktor Ilmu Sastra, Universitas Indonesia               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan yang pernah di peroleh, antara lain:&lt;br /&gt;1987 - SEA Write Award&lt;br /&gt;1997 - Dinny O’Hearn Prize for Literary&lt;br /&gt;2005 - Khatulistiwa Literary Award   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aktivitas dan kesibukan: Wartawan, Fotografer, Dosen, dan tentu saja Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL&lt;br /&gt;Seno Gumira Ajidarma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pusat Data dan Analisis TEMPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SASTRAWAN yang satu ini sosok pembangkang. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi, lain ayah, lain pula si anak. Seno Gumira Ajidarma bertolak belakang dengan pemikiran sang ayah. Walau nilai untuk pelajaran ilmu pasti tidak jelek-jelek amat, ia tak suka aljabar, ilmu ukur, dan berhitung. “Entah kenapa. Ilmu pasti itu kan harus pasti semua dan itu tidak menyenangkan,” ujar Seno. Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, Seno gemar membangkang terhadap peraturan sekolah, sampai-sampai ia dicap sebagai penyebab setiap kasus yang terjadi di sekolahnya. Waktu sekolah dasar, ia mengajak teman-temannya tidak ikut kelas wajib kor, sampai ia dipanggil guru. Waktu SMP, ia memberontak: tidak mau pakai ikat pinggang, baju dikeluarkan, yang lain pakai baju putih ia pakai batik, yang lain berambut pendek ia gondrong. “Aku pernah diskors karena membolos,” tutur Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasinya liar. Setelah lulus SMP, Seno tidak mau sekolah. Terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May, ia pun mengembara mencari pengalaman. Seperti di film-film: ceritanya seru, menyeberang sungai, naik kuda, dengan sepatu mocasin, sepatu model boot yang ada bulu-bulunya. Selama tiga bulan, ia mengembara di Jawa Barat, lalu ke Sumatera berbekal surat jalan dari RT Bulaksumur yang gelarnya profesor doktor. Lancar. Sampai akhirnya jadi buruh pabrik kerupuk di Medan. Karena kehabisan uang, ia minta duit kepada ibunya. Tapi, ibunya mengirim tiket untuk pulang. Maka, Seno pulang dan meneruskan sekolah.&lt;br /&gt;Ketika SMA, ia sengaja memilih SMA yang boleh tidak pakai seragam. “Jadi aku bisa pakai celana jins, rambut gondrong.”&lt;br /&gt;Komunitas yang dipilih sesuai dengan jiwanya. Bukan teman-teman di lingkungan elite perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Tapi, komunitas anak-anak jalanan yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro. “Aku suka itu karena liar, bebas, tidak ada aturan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak mengerti tentang drama, dua tahun Seno ikut teater Alam pimpinan Azwar A.N. “Lalu aku lihat Rendra yang gondrong, kerap tidak pakai baju, tapi istrinya cantik (Sitoresmi). Itu kayaknya dunia yang menyenangkan,” kata Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik puisi-puisi mbeling-nya Remy Sylado di majalah Aktuil Bandung, Seno pun mengirimkan puisi-puisinya dan dimuat. Honornya besar. Semua pada ngenyek Seno sebagai penyair kontemporer. Tapi ia tidak peduli. Seno tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison. Tembus juga. “Umurku baru 17 tahun, puisiku sudah masuk Horison. Sejak itu aku merasa sudah jadi penyair,” kata Seno bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Seno menulis cerpen dan esai tentang teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wartawan, awalnya karena kawin muda pada usia 19 tahun dan untuk itu ia butuh uang. Tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi. “Nah, dari situ aku mulai belajar motret,” ujar pengagum pengarang R.A. Kosasih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang ia jadi sastrawan, sebetulnya bukan itu mulanya. Tapi mau jadi seniman. Seniman yang dia lihat tadinya bukan karya, tetapi Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong. “Tapi, kemudian karena seniman itu harus punya karya maka aku buat karya,” ujar Seno disusul tawa terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini Seno telah menghasilkan puluhan cerpen yang dimuat di beberapa media massa. Cerpennya Pelajaran Mengarang terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 1993. Buku kumpulan cerpennya, antara lain: Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (l994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), Iblis Tidak Pernah Mati (1999). Karya lain berupa novel Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Pada tahun 1987, Seno mendapat Sea Write Award. Berkat cerpennya Saksi Mata, Seno memperoleh Dinny O’Hearn Prize for Literary, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan Seno sekarang adalah membaca, menulis, memotret, jalan-jalan, selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta. Juga kini ia membuat komik. Baru saja ia membuat teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamannya yang menjadi anekdot yakni kalau dia naik taksi, sopir taksinya mengantuk, maka ia yang menggantikan menyopir. Si sopir disuruhnya tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi Seno Gumira &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Maria Hartiningsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lama ia merasa berada dalam keterbatasan yang membuatnya berpikir bahwa pemahaman ”yang benar” itu ada. Keterbatasan semacam itu membuat Seno Gumira Adji Darma (47) menabrak-nabrak dan menghayati pengalaman orang buta yang merayap dalam kegelapan. Padahal, ketika matanya terbuka, ternyata dunia memang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ilmu pengetahuan terstruktur membukakan kesadaran bahwa realitas ”yang benar” adalah konvensi, kesepakatan; bahwa yang bernama ”realitas” sebenarnya merupakan konstruksi sosial-historis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Segala sesuatu diciptakan karena ada kebutuhan. Teori juga begitu. Mereka lahir dari yang sudah ada. Postmodernisme lahir karena modernisme, dekonstruksi karena konstruksi, poststrukturalisme karena strukturalisme,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno tenggelam di dalam samudra ketakterbatasan ilmu pengetahuan ketika meneliti komik Panji Tengkorak untuk disertasi S-3-nya di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Ia tak lagi terpaku hanya pada filsafat komik, sesuatu yang hinggap di benaknya setelah menyelesaikan S-2-nya di jurusan filsafat UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyelesaikan S-3-nya dalam delapan semester diselingi proses kreatifnya melahirkan tiga novel—salah satu novelnya, Negeri Senja, mendapat Khatulistiwa Literary Award 2004—dua naskah drama, skenario, dan puluhan cerita pendek, kolom, esai yang dimuat di berbagai media. Ia masih bisa melakukan kegiatan yang ia gemari: memotret, bahkan sempat pameran karena ada teman yang memintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ia tak mempersoalkan predikat kelulusan ”sangat memuaskan”, karena melewati standar waktu, meski nilainya cumlaude. ”Lagi pula aku sudah menerima diriku sebagai mediocre saja. Dari kecil aku tak pernah terobsesi jadi nomor satu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SD, anak pertama dari dua bersaudara yang lahir di Boston, Amerika Serikat, itu selalu duduk di baris tengah agak depan. ”Yang pintar duduk di belakang, yang kurang bisa menangkap pelajaran duduk di depan,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu membuatnya tidak pernah merasa hebat. Sebaliknya, selalu merasa kurang. ”Konsekuensinya mahal, karena aku harus belajar keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntas pada usia 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno mulai menulis di SMA, tahun 1974. ”Aku mewajibkan diriku menulis karena aku suka membaca,” lanjutnya. Ia hidup dari menulis, meski tak bercita-cita menjadi penulis. ”Aku hanya terobsesi menguasai tulisan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ia ingin jadi seniman ”biasa” yang bisa merasa bahagia dengan apa adanya. Ia merasa sudah mencapainya pada usia 17 tahun ketika mengikuti rombongan Teater Alam. Pada usia 19 tahun ia sudah bekerja di koran sehingga berani menikahi Ike. Pada usia 20 tahun, Timur Angin—fotografer, lulusan Institut Kesenian Jakarta, tempat ayahnya menyelesaikan S-1-nya di bidang film—lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Upacara dalam hidup sudah kutuntaskan pada usia 20 tahun. Aku tak punya target lagi setelah itu,” tambahnya. ”Semua kujalani dengan ringan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus membaca, menulis, melanjutkan kerja jurnalistiknya. ”Jadi tukang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya,” sergahnya. ”Bukan robot. Untuk jadi tukang keterampilan saja tak cukup. Ada pergulatan intens. Tukang kayu harus kenal kayu secara personal. Petani harus kenal cuaca, tanah, air, benih, secara personal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keangkuhan para intelektuallah yang membuat derajat tukang direndahkan. Padahal, menurut Seno, di dalam ”pertukangan”, ada perfection. Di dalam kesempurnaan ada penghayatan, ada pengetahuan yang mendukungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam menulis. Untuk tulisan ilmiah, misalnya, harus masuk ke proses seorang ilmuwan di mana subjektivitas sangat berperan. Itulah faktor personal. ”Aku meneliti Panji Tengkorak juga karena faktor itu. Panji Tengkorak lahir tahun 1968, aku lahir tahun 1958,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi keilmuwan ada di dalam keluarganya. Ayahnya, Mohammad Seti-Adji Sastroamidjojo (alm), adalah PhD di bidang fisika, dikenal sebagai ahli energi alternatif dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ibunya, Poestika Kusuma Sujana (alm), adalah dokter spesialis penyakit dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mungkin jeda sebelum ia memutuskan kembali ke bangku kuliah hanyalah ancang-ancang melanjutkan perjalanannya menuju horizon tak berbatas, seperti dalam impian masa kecilnya ketika membaca Karl May.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Foucault menghasilkan karya-karya luar biasa setelah menulis disertasinya yang menjadi buku Madness of Civilization,” ujarnya, seperti meminta lawan bicaranya paham maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno menerabas tantangan demi tantangan. Dan bertransformasi. Ia belajar mengepakkan sayap dari kegetiran dan keangkuhan kekuasaan. Sekarang ia sudah terbang. Jauh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas, 19 Agustus 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-6678260259163849193?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/6678260259163849193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=6678260259163849193&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6678260259163849193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/6678260259163849193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/seno-gumira-ajidarma.html' title='Seno Gumira Ajidarma'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-8764197088661952094</id><published>2008-12-09T21:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:25:08.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Menolak Kapitalisasi Pendidikan, Menuntut Perwujudan Pendidikan Gratis dan Berkualitas Kepada Negara</title><content type='html'>Ditulis Oleh Toni Triyanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tanggal 2 Mei 2007 ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk menggalang konsolidasi seluruh gerakan demokratik dalam mendorong kampanye tentang perjuangan pendidikan nasional di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena persoalan pendidikan tidak hanya menjadi kepentingan kaum pelajar maupun pemuda mahasiswa saja melainkan menjadi persoalan dari seluruh lini sektor rakyat, hal ini menyangkut kepentingan anak-anak kaum buruh dan tani, anak-anak jalanan di perkotaan yang notabene mereka semua tidak bisa mengenyam pendidikan. Artinya bahwa semua sector rakyat sangat berkepentingan untuk turut mendukung kampanye tentang penolakan terhadap kapitalisasi pendidikan dan negara harus bertanggung jawab untuk mewujudkan pendidikan nasional yang gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konstitusi negara kita atau UUD 1945 tepatnya pada alenia keempat tentang tujuan nasional telah jelas dan sangat terang disebutkan bahwa “Negara bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya” namun hal tersebut tidak pernah direalisasikan oleh rezim demi rezim yang pernah berkuasa, sejak Pemerintahan Soeharto sampai dengan pemerintahan SBY-JK !. Justru yang terjadi adalah sebuah upaya untuk melakukan kapitalisasi pendidikan atau yang lazim kita sebut sebagai “barang dagangan” hal ini sebenarnya mencerminkan karakter pemerintahan kita hari ini yang mana selalu membuka peluang atas terjadinya liberalisasi dan privatisasi semua sector penting yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh rakyat! Negara dibawah kepemimpinan pemerintahan SBY-JK selalu memposisikan dirinya sebagai regulator atas kepentingan modal imperialisme, sehingga banyak melahirkan kebijakan dalam bentuk UU yang hari ini sangat menindas rakyat. Padahal kalau kita tengok pada sector pendidikan maka sudah banyak pula Peraturan Pemerintah, Undang-Undang, maupun yang masih bersifat rancangan telah tersaji didepan mata sehingga semakin membuat ruwet persoalan didunia pendidikan nasional kita (PP.60 Tahun ’99 tentang Perguruan Tinggi, PP. 61 Tahun ’99 tentang Perguruan Tinggi Negeri Sebagai BHMN, UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003, RUU BHP). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang sangat mahal, kurikulum yang tidak mencerdaskan, situasi sekolah maupun kampus yang tidak demokratis maupun fasilitas yang ala kadarnya adalah fenomena sehari-hari yang tergambar dari system pendidikan nasional di Indonesia. Ketika berbicara tentang dunia pendidikan tentunya tidak lepas dari tingkat kualitas, persoalan biaya, regulasi-regulasi, anggaran yang semuanya itu adalah menjadi tanggung jawab negara. Perkembangan kesadaran masyarakat hari ini semakin terilusi oleh praktek-praktek kapitalisasi pendidikan sehingga memunculkan perspektif bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mahal, itulah arah kekeliruan berpikir masyarakat kita yang harus segera di benahi. Memang kita tidak bisa menyalahkan masyarakat sepenuhnya namun kita harus menuntut hak kita kepada negara untuk bertanggung jawab !, Alhasil yang terjadi, pendidikan dikelola bak perusahaan di mana pendidikan yang berkualitas diperuntukan bagi pihak yang punya kemampuan finansial. Sementara orang miskin akan tetap dengan kondisinya yang terbelenggu kebodohan, dari sini negara terkesan ingin melepas tanggung jawab atas terwujudnya pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Ujung semua ide Depdiknas, pada Kabinet Indonesia Bersatu, sepertinya menuju pada terwujudnya liberalisasi dan privatiasi pendidikan (Kapitalisasi), di mana tanggung jawab negara dikurangi, bahkan dilepas sama sekali. Hal simple yang bisa kita lihat adalah bagaimana negara dalam hal ini adalah pemerintah memberikan subsidi pendidikan ?. Sejak lahirnya UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003 sebenarnya sudah tergambar bagaimana arah pendidikan nasional kita ? Sangat jelas Undang-Undang Sisdiknas justru hendak menggerakkan pendidikan nasional kita pada arah liberalisasi, Ini terlihat pada Pasal 9 UU Sisdiknas, yang menyatakan bahwa “”masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”, dan Pasal 12 Ayat 2 (b) yang memberi kewajiban terhadap peserta didik untuk ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, terkecuali bagi yang dibebaskan dari kewajibannya sesuai undang-undang yang ada. Gambaran di atas terasa aneh, sebab dalam UUD 1945 yang diamandemen, menyatakan secara tegas pada Pasal 31 Ayat (2), “”setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Hal itu dipertegas di Ayat (4), “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”. Apakah hal itu juga sudah cukup untuk membiayai semua kebutuhan pendidikan kita, bahkan aturan tersebut masih di ingkari oleh pemerintah karena subsidi yang diberikan belum mencapai angka yang ditentukan. Dalam RAPBN 2007 misalnya, sektor pendidikan hanya mendapatkan alokasi 10.3% atau Rp 51,3 dari total belanja pemerintah pusat sebesar Rp 746,5 triliun atau 21,1% dari PDB. Meskipun ada peningkatan dari anggaran yang sebelumnya Rp 43,9 trilyun (RAPBN-P 2006). Jumlah tersebut sangat minim dibandingkan pengeluaran untuk pinjaman luar negeri (utang) berupa pinjaman program dan pinjaman proyek sebesar Rp 35,9 triliun, dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 54,1 triliun atau 36,9 persen dari total APBN. Padahal utang ini yang membuat anggaran negara defisit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi pada Peraturan Pemerintah penjelas dari UU Sisdiknas Pasal 3 Ayat (3), dengan menyatakan bahwa “setiap warga negara usia wajib belajar berhak mendapatkan pelayanan program wajib belajar yang bermutu tanpa dipungut biaya”. Penerapan undang-undang di bawah UUD 1945 yang mengamanatkan pelaksanaan pendidikan dasar gratis, ternyata sudah diakui pemerintah sendiri akan ketidakmampuannya!!. Hal itu tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah belum mampu menyediakan pelayanan pendidikan dasar secara gratis (RPJM, halaman IV). Hal itu diungkap pada Peraturan Pemerintah Pasal 13 Ayat (3), “”Masyarakat dapat ikut serta menjamin pendanaan penyelenggaraan program wajib belajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU BHP Sebagai Kunci Kapitalisasi Pendidikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang harus kita waspadai terkait dengan isi RUU BHP, karena sangat jelas bahwa sejak munculnya UU Sisdiknas yang diasumsikan sebagai tahap liberalisasi, maka tahap selanjutnya hendak di naikkan greatnya menuju level privatisasi pendidikan yang salah satu instrumennya adalah Badan Hukum Pendidikan. Memang sebenarnya upaya ini sudah disiapkan secara sistematis yang rangkaiannya sudah dijalankan melalui terbitnya PP No 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, PP No 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara, PP No 151 tahun 2000, PP No 152 Tahun 2000, PP No 153 Tahun 2000, PP 154 tahun 2000, PP No 06 tahun 2004 yang semuanya menjadi legalitas dari pem-BHMN-an UI, ITB, UGM, IPB, UNAIR, UPI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang cukup memprihatinkan terlihat dalam Pasal 1 Ayat (1) RUU BHP yang berbunyi, “Badan Hukum Pendidikan (BHP) adalah badan hukum perdata yang didirikan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat, berfungsi memberikan pelayanan pendidikan, berprinsip nirlaba, dan otonom”. Kemudian pada Pasal 36 Ayat (1), secara terus terang pemerintah menyatakan bahwa pendanaan awal sebagai investasi pemula untuk pengoperasian Badan Hukum Pendidikan Dasar dan Menengah (BHPDM) berasal dari masyarakat maupun hibah, baik dari dalam atau luar negeri. RUU BHP sebenarnya ingin menjadikan perguruan Tinggi (PT) layaknya seperti Perseroan Terbatas (PT) yang didalamnya juga membuka peluang investasi pihak swasta melalui mekanisme Majelis Wali Amanah (MWA) yang terdiri dari perwakilan pemerintah, perwakilan satuan pendidikan atau rektorat, dan dari masyarakat atau pihak swasta, yang dimaksud dengan perwakilan masyarakat disini adalah investor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam RUU ini juga disebutkan bahwa BHP dapat melakukan investasi. Untuk investasi yang menghasilkan pendapatan tetap seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia, obligasi, reksadana, dan produk keuangan lain yang resikonya terukur dan rendah, cukup dikelola melalui suatu unit manajemen aset di bawah MWA, dan tidak diperlukan badan hukum tersendiri di dalam BHP. Investasi pada kegiatan usaha yang resikonya dapat membahayakan keberlanjutan BHP, harus dijalankan dengan mendirikan badan hukum dengan tanggung renteng sebatas penyertaan modal BHP ke dalam badan hukum tersebut, artinya sangat jelas bahwa yang banyak diatur didalamnya adalah melulu mengenai pendapatan dan keuntungan semata yang indikasinya sangat terang bahwa BHP akan menegasikan fungsi satuan pendidikan sebagai fungsi social dan digeser menjadi alat untuk mengeruk keuntungan sehingga untuk melanggengkan pengelolaannya maka biaya pendidikan akan semakin mahal dan sangat memberatkan mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MWA juga diposisikan sebagai pengambil kebijakan tertinggi dan mempunyai fungsi untuk mengelola hal-hal yang bersifat non akademis karena memang secara prinsip hanya memikirkan keuntungan dan tidak memikirkan bagaimana peningkatan kualitas pendidikan, makanya kemudian juga diatur bahwa representasi di MWA 2/3 nya bukan berasal dari perwakilan satuan pendidikan, melainkan dari perwakilan masyarakat atau swasta yang notabene mempunyai kepentingan yang sangat besar dalam hal investasi. BHP juga mensyaratkan bahwa hal-hal yang menyangkut kekhasan perguruan tinggi dapat diatur dalam Anggaran Dasar BHP yang bersangkutan, inilah yang diartikan sebagai manifestasi dari otonomi kampus yang selalu bergerak sesuai dengan kemauan dan kepentingannya sendiri. Selain itu dalam pasal 28 ayat (1) juga dijelaskan bahwa BHP bisa melakukan penggabungan atau marger atas badan hukum satuan pendidikan yang lain, jadi gambaran kedepan bahwa kampus atau satuan pendidikan yang tidak mempunyai modal cukup kuat dalam pengelolaannya akan segera gulung tikar dan dibubarkan untuk kemudian digabungkan dengan kampus BHP yang modalnya lebih kuat. BHP juga dapat membentuk unit lain di luar MWA, Dewan Audit atau yang lainnya untuk menunjang kegiatan lain yang relevan dengan pendidikan, misalnya BHP dapat membentuk unit usaha yang bertujuan menunjang pendanaan penyelenggaraan pendidikan dan menghasilkan keuntungan tambahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kobarkan Perjuangan Demokratisasi Kampus !! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya hal yang saat ini cukup memprihatinkan adalah mengenai represifitas yang dilakukan oleh pihak birokrasi kampus terhadap mahasiswa baik mengenai pelarangan terhadap mahasiswa untuk berorganisasi seperti yang terjadi di kampus UAD Yogyakarta melalui Surat Edaran Rektor, bertanggal: 27 September 2006, bernomor : R/465/A.10/IX/2006, tentang Pembinan Organisasi Kemahasiswaan UAD, yang isinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. UAD jelas tidak mungkin membiarkan organisasi ekstra kampus berdiri di UAD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melarang organisasi ekstra kampus selain IMM, menggunakan nama Universitas Ahmad Dahlan dan fasilitas-fasilitas milik UAD, termasuk pemasangan pamflet-pamflet, baik didalam maupun diluar UAD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga Persoalan yang terjadi di Kampus IKIP Mataram yang kian hari kian menumpuk dan semakin menambah beban yang harus di pikul oleh Mahasiswa IKIP Mataram. Persoalan ini juga kemudian memakan korban dengan terbunuhnya kawan Ridwan karena kebiadaban preman bayaran pihak birokrasi kampus, yang sampai hari ini kasusnya belum selesai, terakhir juga sempat terjadi tindakan represifitas yang di lakukan oleh aparat kepolisian Mataram terhadap mahasiswa IKIP Mataram, hal tersebut juga lahir akibat kebijakan kampus yang tidak demokratis. Beberapa persoalan kampus tersebut hanya sebagian kecil dari banyaknya kampus yang sampai hari ini tetap memasung nilai-nilai demokrasi. Maka sudah saatnya mahasiswa yang tergabung dalam ormass-ormass untuk membangun persatuan di tiap-tiap kampus untuk menuntut hak-hak social ekonominya dengan jalan menggelorakan perjuangan massa dikampus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Negara dalam merealisasikan Pendidikan Gratis. Negara sebenarnya mampu untuk merealisasikan pendidikan gratis ketika mau melaksanakan beberapa program-program strategis yang sangat besar manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat, beberapa program strategis yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laksanakan Reforma Agraria Sejati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bangun industrialisasi nasional yang kerakyatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tolak campur tangan IMF, WTO, WB dan putuskan hubungan diplomatik dengan negara-negara Imperialis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta beberapa program sumber pembiayaan negara, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyita semua asset koruptor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melakukan Nasionalisasi aset-aset Penting (Pertambangan dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersedia melakukan penghapusan utang luar negeri yang selama ini selalu menguras APBN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian hasil-hasilnya di alokasikan untuk membiayai pelayanan social terhadap rakyat termasuk salah satunya pendidikan. Namun pemerintahan yang seperti apa yang mampu melaksanakan program-program tersebut ? Apakah pemerintahan SBY-JK juga bersedia? Tentunya yang sanggup melaksanakan hanyalah pemerintahan yang bersifat kerakyatan dan bukan pemerintahan yang dipimpin oleh borjuasi komparador. Untuk itu mari Pererat persatuan dan majukan perjuangan rakyat tertindas untuk melawan domonasi IMPERIALISME dan Rezim boneka SBY-JK !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-8764197088661952094?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/8764197088661952094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=8764197088661952094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8764197088661952094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/8764197088661952094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/menolak-kapitalisasi-pendidikan.html' title='Menolak Kapitalisasi Pendidikan, Menuntut Perwujudan Pendidikan Gratis dan Berkualitas Kepada Negara'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-279777468134787805</id><published>2008-12-09T21:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T21:09:53.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh revolusioner'/><title type='text'>TAN MALAKA (1897-1949)    GERILYAWAN REVOLUSIONER YANG LEGENDARIS</title><content type='html'>Tan Malaka –lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SUCgC6FlGdI/AAAAAAAAAG4/VW82M7F5jQQ/s1600-h/news211660028501.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SUCgC6FlGdI/AAAAAAAAAG4/VW82M7F5jQQ/s400/news211660028501.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278394735091063250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;undefined —menurut keturunannya ia termasuk suku bangsa Minangkabau. Pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandan Gadang –Sumatra Barat—Tan Malaka dilahirkan. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa bangsa Indonesia sampai saat kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh.Yamin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini telah banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang orisinil, berbobot dan brilian hingga berperan besar dalam sejarah perjaungan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia mendapat julukan tokoh revolusioner yang legendaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis. Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Syarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan  aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus-kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu Tan Malaka mempunyai niat untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai anak-anak anggota SI untuk penciptaan kader-kader baru. Juga dengan alasan pertama: memberi banyak jalan (kepada para murid) untuk mendapatkan mata pencaharian di dunia kapitalis (berhitung, menulis, membaca, ilmu bumi, bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan lain-lain); kedua, memberikan kebebasan kepada murid untuk mengikuti kegemaran (hobby) mereka dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan; ketiga, untuk memperbaiki nasib kaum kromo (lemah/miskin). Untuk mendirikan sekolah itu, ruang rapat SI Semarang diubah menjadi sekolah. Dan sekolah itu bertumbuh sangat cepat hingga sekolah itu semakin lama semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjaungan Tan Malaka tidaklah hanya sebatas pada usaha mencerdaskan rakyat Indonesia pada saat itu, tapi juga pada gerakan-gerakan dalam melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan para buruh terhadap pemerintahan Hindia Belanda lewat VSTP dan aksi-aksi pemogokan, disertai selebaran-selebaran sebagai alat propaganda yang ditujukan kepada rakyat agar rakyat dapat melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh kaum buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan Tan Malaka pad apidatonya di depan para buruh “Semua gerakan buruh untuk mengeluarkan suatu pemogokan umum sebagai pernyataan simpati, apabila nanti menglami kegagalan maka pegawai yang akan diberhentikan akan didorongnya untuk berjuang dengan gigih dalam pergerakan revolusioner”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergulatan Tan Malaka dengan partai komunis di dunia sangatlah jelas. Ia tidak hanya mempunyai hak untuk memberi usul-usul dan dan mengadakan kritik tetapi juga hak untuk mengucapkan vetonya atas aksi-aksi yang dilakukan partai komunis di daerah kerjanya. Tan Malaka juga harus mengadakan pengawasan supaya anggaran dasar, program dan taktik dari Komintern (Komunis Internasional) dan Profintern seperti yang telah ditentukan di kongres-kongres Moskow diikuti oleh kaum komunis dunia. Dengan demikian tanggung-jawabnya sebagai wakil Komintern lebih berat dari keanggotaannya di PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pemimpin yang masih sangat muda ia meletakkan tanggung jawab yang saangat berat pada pundaknya. Tan Malaka dan sebagian kawan-kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKI, Sardjono-Alimin-Musso. Pemberontakan 1926 yang direkayasa dari Keputusan Prambanan yang berakibat bunuh diri bagi perjuangan nasional rakyat Indonesia melawan penjajah waktu itu. Pemberontakan 1926 hanya merupakan gejolak kerusuhan dan keributan kecil di beberapa daerah di Indonesia. Maka dengan mudah dalam waktu singkat pihak penjajah Belanda dapat mengakhirinya. Akibatnya ribuan pejuang politik ditangkap dan ditahan. Ada yang disiksa, ada yang dibunuh dan banyak yang dibuang ke Boven Digul Irian Jaya. Peristiwa ini dijadikan  dalih oleh Belanda untuk menangkap, menahan dan membuang setiap orang yang melawan mereka, sekalipun bukan PKI. Maka perjaungan nasional mendapat pukulan yang sangat berat dan mengalami kemunduran besar serta lumpuh selama bertahun-tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-279777468134787805?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/279777468134787805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=279777468134787805&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/279777468134787805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/279777468134787805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/tan-malaka-1897-1949-gerilyawan.html' title='TAN MALAKA (1897-1949)    GERILYAWAN REVOLUSIONER YANG LEGENDARIS'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SUCgC6FlGdI/AAAAAAAAAG4/VW82M7F5jQQ/s72-c/news211660028501.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-3921436772111671483</id><published>2008-12-09T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T07:32:12.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Film Dokumenter'/><title type='text'>Riset Dalam Film Dokumenter</title><content type='html'>Film dokumenter merupakan penemuan baru untuk mengatasi kegelisahan orang atas hilangnya pengalaman visual. Karena peristiwa berlalu dengan cepat maka orang sering membuat ikon atau tiruan dari kenangan tersebut, misalnya foto kekasih di dompet, meja, dsb.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya selalu ada kesenjangan antar visual yang dibuat kamera dengan kondisi nyata. Sekarang menjadi bertambah kompleks, karena ada suara, warna, dll sehingga semakin tdak sesuai dengan realita. Kita melihat realita dengan sepotong-sepotong, misal melihat seseorang tdak bisa menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian imej visual sangat dibutuhkan . Foto dan film bisa membantu, tapi juga bisa mengganggu. Tampilan bisa melampaui kebutuhan kita. Kamera menampilkan apa yang tidak bisa kita tangkap. Mata biologis hanya melihat apa yg ingin kita lihat. Maka imej visual yang kemudian kita anggap sebagai dokumen -karena diperlakukan sebagai arsip dan disimpan sebagai data- melampui kebutuhan orang yang membuat film. Maka pertanyaan yang kemudian muncul adalah : Apakah film dokumenter memenuhi kebutuhan obyektif suatu riset?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikategorikan sebagai obyektif karena secara mekanik, digital dan sebagian chemic. Mata biologis pun mengambil obyek yang memang benar-benar kita butuhkan. Peristiwa ini kemudian diubah menjadi obyek penelitian. Penelitian itu sendiri tidak ada yang benar-benar obyektif. Lalu untuk apa riset ini?&lt;br /&gt;Kalau hanya untuk kebutuhan filing system, maka penelitian hanya berhenti di lemari, tapi riset ini adalah riset transformasi. Riset perfilman menjadi bagian dari transformasi itu sendiri. Dari tayangan film orang dapat merefleksi dirinya sendiri sehingga ia dapat merubah dirinya sendiri. Jadi film bisa membentuk kenyataan. Ada dialektika antara film dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks besar orang menyebutnya sebagai proses mediasi, dari citra visual, menjadi mediasi untuk membentuk realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat film dibutuhkan riset yg reflektif, tentang polah obyek, isu-isu yang berkembang, dsb. Riset dalam Film Dokumenter dianggap penting dalam penciptaan film dokumenter. Di Indonesia sendiri, pendanaan untuk riset film-film dokumenter dinilai masih sangat kurang. Dalam proses produksi film dokumenter, riset yang efektif dilakukan selama dua bulan. Hal ini berhubungan dengan pengalaman Garin Nugroho saat bekerjasama dengan NHK Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam analisis terhadap hasil riset, banyak orang menganalisanya tanpa tahu jenis dokumenter apa yang akan dibuatnya. Riset sendiri bersifat kompleks karena harus mampu mengorganisir manajemen teknik, ide, lokasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;Untuk itu tim riset yang dibentuk harus komprehensif, bisa memadukan sebuah bentuk organisasi yang struktural dengan organisasi yang non struktural. Hal ini bisa menciptakan ide-ide yang �gila� dan tidak terduga. Dalam riset lapangan juga diperlukan orang yang memang benar-benar paham lokasi shooting. Seorang sutradara tidak mencari periset yang dekat dengan dirinya tetapi seorang periset yang mengerti kondisi lokasi. Dengan kata lain, baik periset maupun tim produksi sepenuhnya mengabdi pada film yang akan diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dari pencipta film adalah mencari tim periset dengan ego pribadi. Ambisi pencipta fim adalah ambisi terhadap fim itu sendiri. Misal untuk membuat film yang berhubungan dengan kehidupan anak jalanan dibutuhkan pendamping-pendamping anak jalanan yang benar-benar mengerti kehidupan mereka. Pendamping pun ternyata berbeda-beda. Ada pendamping yang mengerti masalah psikologi anak, masalah penampilan, dsb. Jadi langkah awal yang perlu diperhatikan dalam membentuk tim riset adalah mengerti benar kegunaan atau jenis film tersebut sehingga tim yang terbentuk adalah tim yang tahu kegunaan film tersebut. Seringkali yang terjadi di langkah awal pembentukan tim riset ini adalah seorang pencipta film lebih mengutamakan egoismenya sehingga film itu sendiri tidak lagi menjadi masalah yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset itu sendiri memiliki bidang kerja yang berbeda-beda. Untuk melakukan riset terhadap subjek dan wilayah memerlukan berbagai macam disiplin ilmu, sosial, politik, sosiologi, dll. Misalnya membuat film tentang Papua, pencipta film harus tahu dimana saja wilayah konflik, suku apa saja yang mendiami tempat tersebut, bagaimana hubungan antar suku atau penduduknya, dsb. Sedangkan untuk riset yang berhubungan dengan administratif kerja harus tahu tempat-tempat yang dibutuhkan untuk mendukung tim kerja, misalnya jadwal buka POM Bensin, informasi tentang hotel, jarak dan waktu, transportasi, dsb. Tim periset juga harus bisa bekerjasama dengan kru-kru lokal yang mengerti persis keadaan lokasi, misal saat shooting di Aceh akan lebih baik merengkrut sopir yang tahu atau kenal dengan GAM sehingga memudahkan transportasi, dsb. Saat melakukan pembuatan film di daerah-daerah konflik, mutlak dibutuhkan regu pengaman, aparat desa, ketua agama. dll. Di daerah konflik juga dibutuhkan kemampuan berdiplomasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset tentang SDM dan hal-hal lain mutlak penting bahkan untuk hal-hal sekecil apapun sehingga tidak ada pertanyan-pertanyaan yang menghambat kelancaran pembuatan film.&lt;br /&gt;Pembuat film harus tahu SDM yang terlibat secara personal. Ia juga mengetahui dan mengerti kelemahan dan kelebihan setiap anggota tim, bila perlu tes langsung. Hal yang harus diperhatikan juga pada riset SDM adalah watak tiap kru sehingga dapat saling melengkapi. Fokus dan pengembangan ide film akan lebih mudah apabila masalah-masalah teknis di sekitar lokasi shooting telah teratasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi teknis kamera, riset yang baik bisa sekaligus memenuhi kebutuhan dalam pengambilan-pengambilan gambar. Periset yang baik juga harus memperhatikan bagaimana posisi atau penempatan kamera yang baik , semisal pembuat film menginginkan gambar yang dramatis di pagi hari. Posisi kamera sudah mengerti tempat atau angle yang baik untuk men-shoot matahari, bagaimana komposisi yang baik, dari segi suara dan sebagainya sehingga hasil gambar sesuai dengan yang diinginkan. Terkadang periset juga harus membuat peta wilayah tersebut sampai pada tingkat bagaimana curah hujan (kemungkinan longsor, misal), dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset juga berhubungan dengan tema film. Riset tema film berhubungan dengan penguasaan pada wacana yang menyangkut disiplin ilmu dan kebutuhan mendiskripsikannya ke bentuk visual. Periset harus tahu alasan suatu wacana, dan dapat menuangkan ke dalam bentuk visual. Pendampingan kepustakaan dan ahli lokal juga penting dan harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh point-point riset ini dikumpulkan dan dibuat point-point detail, dari jenis huruf, peta daerah, hingga pemotretan secara detail. Bila unsur-unsur periset terpenuhi, sutradara atau filmaker akan enak sekali dalam pembuatan film lebih lanjut. Segalanya bisa dilakukan dengan cepat, tepat dan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode riset yang akan digunakan berkaitan dengan pengembangan ide. Seringkali para pembuat film tidak tahu harus berangkat darimana saat akan menentukan tema film yang akan diangkat. Oleh karena itu dilakukan klasifikasi terhadap subyek, misal tentang Kalimantan. Kalimantan bisa dikategorikan menjadi hutan, sungai atau faktor-faktor sosial lainnya. Kemudian menentukan keterkaitan antara klasifikasi tersebut dengan kehidupan sosial, seni, dll yang diperinci lagi, misalnya jenis perahu yang digunakan, hewan-hewan yang ada di sekitarnya, dsb sehingga tema bisa berkembang dari temuan-temuan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5442516771156973070-3921436772111671483?l=sitengky.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sitengky.blogspot.com/feeds/3921436772111671483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5442516771156973070&amp;postID=3921436772111671483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3921436772111671483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5442516771156973070/posts/default/3921436772111671483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sitengky.blogspot.com/2008/12/riset-dalam-film-dokumenter.html' title='Riset Dalam Film Dokumenter'/><author><name>Tengky Widjanarkoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06266801283095187972</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_hrgVBN4TAVU/SWBuswvfj8I/AAAAAAAAAIA/-0C9hun5ezo/S220/1_351841604l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5442516771156973070.post-1554501293521775362</id><published>2008-12-09T20:50:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T20:58:47.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sejarah Komunisme Di Indonesia</title><content type='html'>Kelahiran komunisme di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan &lt;br /&gt;dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolanya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumipun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri kedalam SI (Sarekat Islam) menjadikan Komunis sebagian cabangnya karena tak otonomi yang diciptakan Pemerintah Kolonial atas organisasi lepas mnejadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggungjawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulah Haji Agoes Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikanya. Namun para tokoh PKI tidak mau mengubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Musso secara misterius ari Uni Sovyet ke Negara Republik - Saat itu masih be ibu kota di Yogyakarta-. Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Musso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N Aidit. Musso dengan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Sjarifudin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Musso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antara militer Indonesia pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatanya kembali. Di dukung dengan Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan Militer yang bermusuhan akan melakukan Kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya di percaya menjadi sebuah insiden yang sering d
